cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika pada Siswa Sekolah Dasar di Batangtoru Dwi Utami Panggabean; Juliana Sari Caniago; Mufidah Hannum Nasution; Hamka Hamka
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4437

Abstract

Kesulitan belajar matematika masih menjadi permasalahan yang banyak dialami siswa sekolah dasar dan berdampak pada rendahnya kemampuan numerasi siswa. Kondisi ini semakin kompleks di daerah rural yang memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada siswa sekolah dasar di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kesulitan belajar matematika merupakan permasalahan yang banyak dijumpai di sekolah dasar dan berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas I–VI yang dipilih secara purposive sampling dari tiga sekolah dasar di Batangtoru. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika dipengaruhi oleh faktor internal, meliputi rendahnya motivasi belajar, kecemasan matematika (math anxiety), dan lemahnya kemampuan berpikir abstrak, serta faktor eksternal, meliputi metode pengajaran yang kurang variatif, keterbatasan media pembelajaran, minimnya keterlibatan orang tua, dan kondisi lingkungan belajar yang tidak kondusif. Faktor dominan yang teridentifikasi adalah rendahnya motivasi intrinsik siswa dan kurangnya penggunaan media konkret dalam proses pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyusun strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif di tingkat sekolah dasar.
Desain Media Video Interaktif pada Materi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100 di Kelas IV Puput Melati Sukma; Jasiah Jasiah; Muhammad Syabrina
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain media video interaktif pada materi perkalian bilangan cacah sampai 100 di kelas IV serta mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory, yang mengintegrasikan analisis data kualitatif dan kuantitatif secara berurutan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi awal, wawancara dengan guru kelas IV MIS Hidayatul Muhajirin Palangka Raya, serta angket validasi ahli. Media didesain menggunakan aplikasi Canva untuk desain visual dan Lumi Education untuk penambahan unsur interaktivitas. Media yang dihasilkan berdurasi 9 menit 44 detik yang memuat komponen pembuka, penyajian materi, interaktivitas, dan penutup. Hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase kelayakan sebesar 95,83%, sedangkan validasi ahli media menghasilkan persentase sebesar 97,62%, keduanya termasuk dalam kategori "sangat layak". Desain media video interaktif dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas IV karena mampu menyajikan materi secara menarik, sesuai tujuan pembelajaran, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami konsep perkalian bilangan cacah secara lebih bermakna.
Digital Literacy and Critical Thinking Skills of Physics Education Students: An Empirical Analysis and Educational Implications Ana Silfiani Rahmawati; Ida Hamidah; Achmad Samsudin; Diana Rochintaniawati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4440

Abstract

This study aims to examine the levels of digital literacy and critical thinking skills among physics education students as prospective science educators, as well as to provide an empirical basis for improving instructional practices. A quantitative descriptive approach was used, involving 31 undergraduate students through a purposive sampling technique. Data were collected using validated instruments consisting of a digital literacy test based on five competency areas-information and data literacy, communication and collaboration, digital content creation, digital safety, and problem solving and a critical thinking test covering five indicators: focusing on questions, analyzing arguments, inductive reasoning, deductive reasoning, and evaluating definitions. The results indicate that both digital literacy and critical thinking skills are categorized as low. Students demonstrate relatively higher performance in communication and collaboration (28.3%) and deductive reasoning (24.1%), while the lowest achievements are observed in digital content creation and digital problem-solving (15.1%), as well as inductive reasoning (12.2%). These findings suggest that students tend to function as passive users of digital technology, with limited ability to critically evaluate information and construct knowledge. This study contributes to the field of physics education by providing an integrated profile of digital literacy and critical thinking within a specific disciplinary context. The findings underscore the urgent need for pedagogical innovations, particularly technology-integrated and inquiry-based learning approaches, to enhance higher-order thinking skills in the digital learning environment.
Analisis Karakter Kolaborasi dan Kreatif Siswa Kelas X SMA Mujahidin Pontianak melalui Project Based Learning pada Materi Sistem Koloid Tasya Maydika; Hairida Hairida; Rini Muharini; Eny Enawaty; Rachmat Sahputra
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4447

Abstract

Karakter kolaborasi dan kreatif dapat membantu siswa menjadi individu yang lebih baik. Terhambatnya kolaborasi siswa akan berdampak pada kreativitasnya, sehingga guru perlu mendorong dan memfasilitasi siswa untuk berkolaborasi, misalnya melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter kolaborasi dan kreatif yang dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan partisipan 162 siswa kelas X SMA Mujahidin Pontianak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan karakter kolaborasi dan kreatif yang telah divalidasi oleh dua orang ahli di bidang pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kolaborasi siswa berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan karakter kreatif berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Nilai rata-rata persentase karakter kolaborasi seperti: berkontribusi pada diskusi kelompok (88,43%), bekerja secara efektif dalam kelompok (94,52%), dan berkomunikasi dalam kegiatan kelompok (83,13%) berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas kelompok (78,24%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Sementara nilai rata-rata persentase karakter kreatif seperti menghasilkan gagasan yang orisinal (74,13%) dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal (74,79%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan, sedangkan memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi (55,02%) berada dalam kriteria mulai berkembang. Oleh karena itu, karakter kolaborasi dan kreatif dapat dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis kendala yang dihadapi siswa dalam berkreativitas, meskipun telah menunjukkan kolaborasi yang sangat baik dalam kelompok.
Pengaruh Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Digital Siswa SMP dalam Pembelajaran IPA dan Matematika: Systematic Literature Review Joni Pranata Saragih; Lamijan Hadi Susarno; Syaiputra Wahyuda Meisa Diningrat
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4449

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital sebagai kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu model pembelajaran yang dinilai relevan untuk mengembangkan kedua kompetensi tersebut adalah Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa SMP dalam pembelajaran IPA dan Matematika. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan mengacu pada tahapan PRISMA, yaitu identification, screening, eligibility, dan included. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2020 sampai 2026 melalui database Google Scholar, ERIC, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda. Berdasarkan hasil seleksi, diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Problem Based Learning berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas pemecahan masalah, diskusi kelompok, analisis informasi, evaluasi argumen, dan penyusunan solusi kontekstual. Selain itu, integrasi Problem Based Learning dengan media digital juga mampu meningkatkan literasi digital siswa melalui kegiatan pencarian, pemilihan, evaluasi, dan pemanfaatan informasi digital dalam pembelajaran. Dengan demikian, Problem Based Learning dapat menjadi model pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa SMP dalam pembelajaran IPA dan Matematika. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji penerapan Problem Based Learning berbasis teknologi digital secara empiris pada jenjang SMP, khususnya melalui eksperimen atau pengembangan media pembelajaran berbasis digital, agar diperoleh bukti yang lebih kuat mengenai efektivitasnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa.
Efektivitas Media Puzzle Manipulatif dalam Meningkatkan Kemampuan Visual-Spasial Siswa Sekolah Dasar pada Materi Bangun Datar: Systematic Literature Review Sitti Hanan Asrawi; Syamsulrizal Syamsulrizal; Heny Sri Astutik
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4452

Abstract

Rendahnya kemampuan visual-spasial siswa sekolah dasar pada materi bangun datar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika karena siswa sering mengalami kesulitan memahami bentuk, posisi, dan hubungan ruang secara abstrak. Kondisi tersebut menunjukk an pentingnya penggunaan media pembelajaran konkret yang mampu membantu siswa memahami konsep geometri secara visual dan manipulatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media puzzle manipulatif dalam meningkatkan kemampuan visual-spasial siswa sekolah dasar pada materi bangun datar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan pedoman PRISMA 2020 dengan sumber data dari Google Scholar, ERIC, Garuda, dan Scopus pada rentang tahun 2022–2026. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media puzzle manipulatif, terutama tangram dan puzzle bangun datar, efektif meningkatkan kemampuan visual-spasial, pemahaman konsep geometri, hasil belajar matematika, dan kreativitas siswa. Media puzzle membantu siswa melakukan visualisasi bentuk, rotasi objek, dan eksplorasi hubungan spasial melalui aktivitas interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa media puzzle manipulatif relevan digunakan dalam pembelajaran matematika sekolah dasar karena sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa pada tahap operasional konkret.
Analisis Curriculum Alignment pada Pembelajaran Matematika Berbasis Kurikulum Merdeka di SMA Dewi Aminah Hasibuan; Roma Suganda Batu Bara; Muhammad Syafey Siregar; Mariam Nasution
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curriculum alignment pada pembelajaran matematika berbasis Kurikulum Merdeka di salah satu SMA Negeri di Sumatera Utara, khususnya pada materi aljabar kelas X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru matematika, dan siswa kelas X berjumlah 30 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi curriculum alignment telah terlihat pada penyusunan modul ajar, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), proses pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, serta asesmen yang mengacu pada Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Guru telah menerapkan pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, serta penggunaan media seperti proyektor dan LKS untuk mendukung pembelajaran aktif. Namun, implementasi pembelajaran diferensiatif dan asesmen berbasis HOTS masih menghadapi kendala, terutama terkait perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, curriculum alignment pada pembelajaran matematika berbasis Kurikulum Merdeka telah berjalan cukup baik dan mendukung pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan kolaboratif.
Pengaruh Penggunaan Media Virtual Lab Phet terhadap Hasil Belajar Siswa di MTs Tarbiyah Islamiyah Nur Aliza Saputri; Sungkowo Sungkowo; Laili Rahmi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4463

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi elektromagnet di kelas IX B MTs Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang interaktif, yaitu Virtual Lab PhET. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Virtual Lab PhET terhadap hasil belajar siswa pada materi elektromagnet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 29 siswa kelas IX B. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes berupa pretest dan posttest. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 57,35 meningkat menjadi 72,08 pada posttest. Jumlah siswa yang tuntas juga meningkat dari 11 siswa dengan persentase 37,9% menjadi 22 siswa dengan persentase 75,8%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 sehingga terdapat pengaruh penggunaan media Virtual Lab PhET terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, media Virtual Lab PhET efektif digunakan dalam pembelajaran IPA pada materi elektromagnet.
Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 4 SD Negeri Ketitang Wetan 01 Advenatalia Krisvinati; Herry Sanoto
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4467

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan kekatifan siswa pada pembelajaran Matematika di sekolah dasar menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi melalui inovasi media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika materi Bangun Datar siswa kelas 4 SD Negeri Ketitang Wetan 01 melalui penerapan media pembelajaran Wordwall dengan model Problem Based Learning (PBL). Kondisi awal menunjukkan rata-rata nilai kelas hanya 60,40 dengan ketuntasan klasikal sebesar 16,00%. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas 4 yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes tertulis, dan validasi instrumen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap aspek. Aktivitas guru meningkat dari 63,33% (Baik) pada siklus I menjadi 90,00% (Sangat Baik) pada siklus II. Keaktifan siswa meningkat dari skor rata-rata 2,10 (Cukup Aktif) pada siklus I menjadi 2,93 (Aktif) pada siklus II. Hasil belajar meningkat dari rata-rata 76,00 (ketuntasan 64,00%) pada siklus I menjadi 85,60 (ketuntasan 92,00%) pada siklus II. Ketuntasan klasikal 92,00% telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan (≥75%). Disimpulkan bahwa penggunaan media Wordwall melalui model PBL terbukti efektif meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika siswa kelas 4 SD pada materi Bangun Datar. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi penerapan media Wordwall pada mata pelajaran lain, jenjang kelas yang berbeda, atau dikombinasikan dengn model pembelajaran inovatif lainnya.
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa ditinjau dari Motivasi Belajar Matematika Ahmadi Ahmadi; Sutji Rochaminah; Sukayasa Sukayasa
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4472

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting yang harus dikembangkan pada siswa. Namun, pembelajaran di sekolah masih berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memperhatikan kebutuhan belajar serta karaktersitik siswa sehingga keterampilan berpikir kreatif siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dan desain faktorial 2×3. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Sirenja, dengan sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling sehingga diperoleh dua kelas di SMP Negeri 3 Sirenja, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi (n=31) dan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional (n=32). Data dikumpulkan menggunakan tes keterampilan berpikir kreatif dan angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-test dan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa (sig. 0,020 < 0,05); (2) tidak terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (sig. 0,089 > 0,05); (3) terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa yang memiliki motivasi belajar sedang (sig. 0,035 < 0,05); (4) terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (sig. 0,007 < 0,05); dan (5) tidak terdapat interaksi signifikan antara pembelajaran berdiferensiasi dan motivasi belajar terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa (sig. 0,499 > 0,05). Temuan ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, terutama bagi siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah.