cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
muhammadmuzaini@uncp.ac.id
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jai@gmail.com
Editorial Address
Grand Alauddin Residence Blok D No 6A, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 27972895     EISSN : 27972887     DOI : -
JAI: Jurnal Abdimas Indonesia (ISSN 2797-2887) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 529 Documents
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN LESSON STUDY BAGI GURU BIOLOGI DI SMA NEGERI 2 PALOPO Eva Sohriati; Nurmalasari S.; Nurasia Nurasia; Irwan Ramli; Khaerati Khaerati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.533

Abstract

Kegiatan pendampingan pelaksanaan lesson Study bagi guru biologi di SMA Negeri 2 Palopo bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang proses pembelajaran di dalam kelas berbasis lesson study dengan tujuan agar dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada mata pelajaran biologi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan yakni pada bulan Juli 2023. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan dan Evaluasi. Pada tahapan perencanaan tim pengabdian melakukan observasi awal dan wawancara dengan pihak sekolah terkait permasalahan guru biologi disekolah. Pada tahapan pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pelatihan penyusunan bahan ajar atau kegiatan penyususnan lesson plan oleh guru model, dilanjutkan dengan tahapan pelaksanaan pembelajaran didalam kelas (do) dan diakhiri dengan kegiatan see yang merupakan refleksi dari pelaksanaan kegiatan didalam kelas. Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan guru dalam mengajar dan meningkatkan keaktifan serta hasil belajar peserta didik. Hasil dari kegiatan lesson study terlihat adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran didalam kelas.
PELATIHAN ELEKTRONIK MADING (E-MADING) BERBASIS WEB DI MTSS AL-HARIS MAKASSAR Asmayani Asmayani; Agusalim Juhari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.534

Abstract

Majalah dinding biasanya ditampilkan dan disajikan dalam bentuk konvensional, yaitu dalam bentuk kumpulan materi mading yang ditempelkan dan diatur sedemikian rupa dalam satu lembar kertas besar berukuran agak tebal. Arus globalisasi mengubah literasi konvensional menjadi literasi digital. Oleh karena itu dibuthkan pembaruan berbasis website untuk majalah dinding bagi peserta didik. Metode pelaksanaan teridiri dari (1) Pengurusan ijin, (2) Menghubungi mitra dan membuat kontrak, (3) Mempersiapkan sumber Daya, (4) Pelaksanaan Pelatihan E-Mading, (5) Melalukan Pendampingan, (6) Pemantauan, dan (7) Melalukan Evaluasi dan Pelaporan. Hasil kegiatan yang iikuti 15 orang peserta didik dan 2 guru pendamping adalah terbentuknya majalah dinding elektronik berbasis website dengan kepraktisan penggunaannya menunjukkan hasil yang sangat baik karena memenuhi aspek orisinalitas, konten/isi, organisational and technical concept, ketepatan waktu pengerjaan, dan tata bahasa. Hasil ini juga bermanfat sebagai pembentukan karakter yang kreatif, inovatif, serta terampil dalam membuat karya dan meningkatkan literasi digital peserta didik. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Penggunaan e-mading di sekolah menunjukkan hasil yang positif dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya bagi peserta didik untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama.
PEMBINAAN SOAL BILANGAN BULAT DENGAN ENGGUNAKAN KARTU BILANGAN PADA PESERTA DIDIK SD Nursakiah Nursakiah; Erni Ekafitria Bahar; Kristiawati Kristiawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.539

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk membantu kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal operasi penjumlahan bilangan bulat menggunakan kartu bilangan. Kegiatan ini diharapkan mampu memudahkan peserta didik menyelesaikan soal-soal terkait operasi penjumlahan bilangan bulat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah observasi untuk mengumpulkan data kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal operasi bilangan bulat, metode demonstrasi dan tanya jawab yang dilakukan pada saat proses pembinaan, serta metode tes untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terkait operasi bilangan bulat setelah diberikan pembinaan. Peserta binaan antusias selama kegiatan ini. Hasil pengabdian ini adalah: (1) (1) Peserta didik mampu menyelesaikan soal bilangan bulat dengan menggunakan kartu bilangan, 2) Kuantitas peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal bilangan bulat mengalami penurunan yaitu sebesar 83,33%
PEMERIKSAAN DAN DETEKSI DINI GANGGUAN NEUROMUSKULER PADA KELAS LANSIA Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.541

Abstract

Latar Belakang yang dihadapi mitra adalah berdasarkan survei yang terlah dilakukan penulis didapatkan hasil bahwa 10 dari 15 lansia yang dilakukan pemeriksaan secara acak didapatkan hasil bahwa lansia mengalami keluhan terkait tekanan darah tinggi, sehingga berisiko tinggi mengalami stroke di kemudian hari. Sehingga penulis memiliki pandangan bahwa penting untuk dilakukan pemeriksaan dan deteksi dini terkait dengan kasus neuromuskuler pada lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data dan mendeteksi gangguan pada lansia terutama megenai gangguan neuromuskuler. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pemeriksaan secara terstruktur pada beberapa kondisi meliputi pemeriksaan ischialgia, pemeriksaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS), dan hipertensi. Solusi dan target luaran dalam program kemitraan adalah dengan melakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan neuromuskuler sehingga dapat dijadikan gambaran untuk memberikan penanganan dengan tepat dan sesuai. Hasil Temuan dari pengabdian ini adalah prevalensi lansia yang mengalami permasalahan Ischialgia adalah sebanyak 25 (86%) sedangkan yang tidak mengalami keluhan ischialgia ada 4 (14%) lansia. Prevalensi lansia yang mengalami permasalahan CTS adalah sebanyak 14 (49%) sedangkan yang tidak mengalami keluhan CTS ada 15 (51%) lansia. Prevalensi lansia yang mengalami permasalahan hipertensi adalah sebanyak 22 (75%) sedangkan yang tidak mengalami hipertensi ada 7 (25%) lansia. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masih banyak ditemukan kasus musculoskeletal dan neuromuskuler.
EDUKASI KEGEL DAN BREATHING EXERCISE UNTUK MENGATASI INKONTINENSIA URIN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PROLANIS KARTASURA Isnaini Herawati; Anggita Nurul Ikshanty; Intan Tri Agitha; Retno Andriani; Diva Anggraeni Yulia Maharani; Dheonita Marsyanda Rofifah; Arif Pristianto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.544

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kencing manis akibat adanya permasalahan metabolisme pada organ pancreas, ditandai dengan tingginya angka gula darah sewaktu. Diabetes dapat terjadi dari usia 39–81 tahun, yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat dan faktor genetic. Berbagai macam komplikasi dapat timbul akibat penyakit ini, salah satunya yaitu inkontinensia urine. Inkontinensia urine adalah kondisi ketika individu tidak mampu menahan air kencingnya sebelum sampai ke kamar mandi, hal ini disebabkan oleh otot panggul yang melemah. Tujuan: meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait diabetes mellitus serta komplikasi yang mungkin akan terjadi. Metodologi: pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan melalui penyuluhan kepada 18 pasien Prolanis, menggunakan media leaflet dengan alat ukur penunjang keberhasilan berupa kuisioner pre-test dan post-test serta skala RUIS. Hasil dan kontribusi: pemahaman dan pengetahuan 18 responden Prolanis meningkat 22,8% setelah diberikan penyuluhan dan interpretasi total skor dari skala RUIS yakni ditemukan sebanyak 5 responden mengalami inkontinensia urine ringan dan 1 responden mengalami inkontinensia urine berat.
SENI MELUKIS PADA SISWA KELAS 4 & 5 SLB-C YPSLB TUNAGRAHITA Adnan Faris Naufal; Shafira Dilla Setya Ardana; Mediano Melania Kartika Sari; Yudith Leo Bantara; Nanda Dwi Mahardika; Arif Pristianto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.545

Abstract

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki kelainan fisik, mental, emosional, dan sosial. Anak berkebutuhan khusus berbeda dengan anak pada umumnya karena anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan belajar dan perkembangan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan kesempatan pendidikan yang memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. Tunagrahita merupakan Salah satu anak berkebutuhan khusus. Tunagrahita adalah anak yang memiliki hambatan intelektual dengan tingkat intelegensinya atau yang sering kita ketahui anak dengan intelligence Quotient (IQ) dibawah rata-rata. Selain memiliki kecerdasan yang jauh di bawah rata-rata, anak tunagrahita juga menunjukkan kekurangan dalam interaksi sosial, selain itu masalah yang dirasakan adalah masalah sosial emosional, di mana anak mengalami kesulitan berpikir secara abstrak, memiliki kepribadian yang labil, mudah tersinggung, mudah marah dan terkadang mengganggu orang lain. Dalam menyampaikan pesan yang akan disampaikan, tunagrahita membutuhkan media agar pesan tersampaikan dengan benar. Seni melukis contohnya, dapat diberikan untuk anak tunagrahita karena ketika anak tunagrahita melukis, anak bebas mengekspresikan diri dan berkreasi apapun yang disukainya, yang kemudian dituangkan dalam bentuk lukisan. Dari kegiatan yang telah dilakukan dengan memberikan pendidikan melukis pada media kaos dapat memberikan efek pada motorik halusnya, selain itu juga anak dapat mengenal warna, alat melukis, dan meningkatkan kekreatifan anak dalam berimajinasi. Selain itu diharapkan dapat melatih kepekaan pada diri anak sehingga anak menjadi lebih mandiri.
PEMBERIAN EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA DAN PENANGANAN CEDERA BERULANG PADA KOMUNITAS PENCAK SILAT ANGGA UTAMA YASA DI SMKN 3 SURAKARTA Dhiki Fadhilah Ilmi; Dwi Aprilia Sari; Ilvia rema Viani; Jais Rizki Maulana; Wahyuni Wahyuni; Arif Pristianto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.547

Abstract

Cedera adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak dan tidak dapat berfungsi baik pada otot, ligamen, persendian, maupun tulang akibat aktivitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan. Ada dua tipe yang dapat diberikan edukasi dan pencegahan cedera yang dialami oleh atlet, yaitu pertolongan pertama dan pencegahan cedera berulang. Cedera berulang merupakan gangguan umum muskuloskeletal yang terjadi pada atlet yaitu nyeri di ankle sebagai stability yang disebabkan power dari suatu gerakan yang secara berulang sehingga memicu terjadinya cedera tertarik berulang. Sedangkan pertolongan pertama ialah pengetahuan tentang cedera olahraga yang dapat menjadi antisipasi bagi atlet dalam melakukan dan memberikan pertolongan pada cedera olahraga dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengendalikan cedera dan mencegah komplikasi akibat cedera berulang yang dapat diterapkan oleh komunitas. Metode : Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media poster dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang pertolongan pertama saat cedera dan menghindari terjadinya cedera berulang dilakukan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Terdapat 50 anggota komunitas pencak silat yang turut hadir pada kegiatan ini dengan rata rata usia 15-18 tahun dan 8 orang pelatih, Pada kuesioner dan quiz sesudah pemaparan materi terdapat lebih banyak peserta yang mampu menjawab dan mempraktekkan secara langsung materi sprain ankle yang telah dipaparkan oleh pemateri, dibandingkan dengan kuesioner sebelum pemaparan materi Kesimpulan: Kesimpulan edukasi dan penyuluhan pertolongan pertama saat cedera dan pencegahan terjadinya cedera berulang memiliki dampak yang baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas terkait pertolongan pertama saat cedera dan pencegahan terjadinya cedera berulang.
TRASFER TEKNOLOGI PENGERING HIBRIDE UNTUK MENINGKATKAN MUTU UMBI PORANG DI DESA REJOSARI KAB. MALANG Erwin Komara Mindarta; Dani Irawan; Muhamad Anas Thohir
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.550

Abstract

Desa Rejosari merupakan daerah yang berada pada bagian pesisir selatan kabupaten Malang yang sebagian besar wilayahnya terdapat hutan lindung. Proses pengolahan yang masih alami, kondisi alam dan iklim ikut memberikan peranan dalam menurunkan nilai ekonomis produk dan penghasilan masyarakat. Seperti pengolahan umbi porang yang dilakukan oleh Kelompok Pengelola Hutan Rakyat (KPHR) Alam Makmur yang masih mengandalkan kondisi alam dan iklim dalam proses pengeringannya. Proses pengolahan porang dilakukan dengan cara dijemur di halaman, di pinggir jalan, dan di area tanah yang luas . Hal ini menyebabkan proses pengeringan ini menjadi kurang efektif dan efisien seperti waktu pengeringan yang lama, kualitas/mutu produk hasil pengolahan susah dikontrol. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah (1) Melakukan bimbingan teknis tentang penggunaan alat mesin pengering type rotary berbasis Mikrokontroler Aduino Fio agar hasil produksi porang dapat meningkat dari segi kualitas dan kuantitasnya, (2) menghasilkan alat pengering type rotary dan melakukan ujicob kelayakanya, Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat yang ditempuh melalui pelatihan dan pendampingan. Hasil pengabdian (1) sebuah alat pengering type rotary sedangkan hasil ujicoba didapatkan waktu yang diperlukan untuk mengeringkan 50 kg porang sekitar 140 menit, (2) setelah diberi pelatihan, mitra mengalami perkembangan yang signifikan muncul keinginan besar untuk mengembangkan usaha dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
OPTIMALISASI LITERASI INFORMASI DAN PELATIHAN KOMPUTER UNTUK SUKU ANAK DALAM DI PROVINSI JAMBI Yasir Riady; M. Firman Karim; Melisa Arisanty; Hamdi Riady; Milde Wahyu
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan yang berkontribusi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan pelatihan Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi melalui keterampilan menggambar, literasi informasi, dan keterampilan komputer. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan suku anak dalam di bidang-bidang tersebut, yang akan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan masa depan serta melatih kemandirian agar mereka memiliki ilmu pengetahuan yang cukup. Pelatihan ini juga akan membantu mereka menjadi mandiri dan memiliki keahlian. Program pengabdian masyarakat melibatkan ahli dan relawan lokal untuk memberikan pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta yang signifikan. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, program pengabdian masyarakat dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan suku anak dalam di berbagai bidang.
Strategi Pembangunan Dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Teknologi Informasi Kartini Kartini; Holder Simorangkir; Malabay Malabay; Riya Widayanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i1.523

Abstract

Warga desa Kadugenep Kecamatan Petir, Kabupaten Serang Provinsi Banten banyak yang membuka usaha home industri atau menjadi pelaku UMKM pengrajin tas, dompet, kelakat bambu dengan bingkai bulat rotan, dan supenir, dengan berbagai model, kwaliats dan bahan. Sudah cukup sukses, hasil kerajinan mereka sudah banyak yang dikirim ke kota propinsi lain hingga ke manca Negara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat terutama para perangkat desa, para pelaku UMKM dan para pemuda karang taruna, untuk meningkatkan keterampilan dan pegetahuannya (knowledge) tentang pengusaan penggunaan teknologi informasi, agar semakin bergairah memajukan home industri UMKM, dan pariwisata desa Kadugenep, memperkenalkan (pomosi) Potensi pariwisata desa yang sejuk dengan keindahan alamnya serta UMKM wilayahnya, berbasis teknologi informasi atau digital. Pengabdian ini dilaksanakan di kantor desa Kadugenep Kecamatan Petir, Kabupaten Serang Provinsi Banten, dengan target 20 0rang warga desa, sebagian besar telah bekerja di Kawasan wisata, home industri dan pelaku ekonomi kreatif (UMKM). Metode yang digunakan ceramah, diskusi, penyuluhan, pelatihan, serta praktek dan simulasi. Adapun hasil yang di peroleh yakni warga masyarakat desa (para peserta) antusias dan bersemangat, mulai percaya diri, mampu memanfaatkan aplikasi teknologi informasi sebagai media belajar, berlatih dan mencoba memposting gambar, video objek wisata, serta produk kerajinan (yang mereka rekam dan potret langsung ditempat), kemudian mempostingnya secara mandiri menggunakan perangkat handphone miliknya ke medsos mereka (Instagram, FB, WA, lainya). Mereka juga mampu menuliskan descripsi dengan stely tulisan, warna dengan baik. Yang nantinya dapat diakses dimanapun dan kapanpun, oleh orang-orang di luar desa kadugenep.