cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
jurnaltanda@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 27970477     DOI : -
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan Sastra, tidak terbatas pada filsafat, sastra, linguistik, antropologi, sejarah, studi budaya, seni, dan ilmu informasi yang berfokus pada studi dan penelitian budaya Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra menerima publikasi komposisi seimbang dari artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online.
Articles 96 Documents
KETAKUTAN TOKOH DALAM MANGA BLEACH VOL. 1 KARYA TITE KUBO Nurfadila, Nikita; Andari, Novi
TANDA Vol 2 No 03 (2022): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manga memiliki ciri khusus, terutama dalam teknik penggambaran karakter, yaitu penggambaran latar yang penuh dengan gambar dan tulisan untuk menekankan situasi cerita. Manga Bleach adalah manga karya Tite Kubo. Manga ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama Ichigo Kurosaki. Dia adalah murid yang harus menggantikan Rukia Kuchiki, seorang Shinigami yang bertugas untuk membasmi Hollow yang menakuti karakter lain di manga Bleach. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut; faktor penyebab ketakutan dalam manga Bleach volume 1 terdiri dari: 1) ancaman bahaya (39 data); 2) khawatir disakiti oleh seseorang (15 data); 3) situasi asing (29 data); 4) ketakutan akan peristiwa interpersonal (25 data); 5) ketakutan karena masalah eksistensial (38 data); 6) takut binatang (4 data); dan 7) ketakutan berhubungan dengan tempat (1 datum).
THE EMPRISES OF CLUSTERING ILLUSION AS DEPICTED IN GUY DE MAUPASSANT'S THE CHRISTENING Cahyaningsih Pujimahanani, cahyaningsih; Yuliastuti, Anicleta; Utungga Pasopati, Rommel
TANDA Vol 1 No 03 (2021): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological perspective is widely used today in literary criticism. Guy de Maupassant’s The Christening is one short story related to clustering illusion through the psychological point of view. Clustering illusion is seeing things in logical ways. The question is; how is clustering illusion be depicted in Guy de Maupassant’s The Christening? By using the qualitative method, cultural concepts are used to explain the story in clustering illusion. Things that are so logical then are abandoned in this short story because of religion, custom, and alcohol matters. By comparing the reality and the logic of the doctor as the storyteller, clustering illusion reflects how things that are easily predicted could be really different from reality. Here, tensions between modernity ideas and cultural concepts are contradicted. Modernity which is full of prediction, progress, and individuality is challenged by customary understanding known best by people. In conclusion, the storyteller experiences clustering illusion; what he thinks is logical in an action resulted after another is not as it is because of custom that honors habitual culture above anything else.
THE ROLE OF CO-TEXTS IN THE OMISION OF MODAL AUXILIARIES IN THE TRANSLATION OF RIORDIAN’S THE TRIALS APOLLO: THE HIDDEN ORACLE Elita Sari, Rindi; Chrismalia Garnida, Susie
TANDA Vol 1 No 03 (2021): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan selalu menhadapi masalah karena adanya perbedaan antara bahasa sumber dan bahasa target, yaitu adanya ketidaksepadanan (non-equivqlence), tetapi hal ini bisa diatasi dengan menggunakan strategi penejemahan (Baker, 1992). Pada kenyataannya, kesepadanan (equivalence) juga menggunakan strategi penerjemahan. Artikel ini membahas tentang penggunaan penghilangan (translation by omission) untuk kata bantu modal Bahasa Inggris yang mempunyai kesepadanan dalam novel The Trials Apollo: The Hidden Oracle karya Riordian (2016) dan versi Bahasa Indonesia dengan judul yang sama yang diterjemahkan oleh Indardini (2017). Studi deskriptif kualitatif ini melibatkan 16 data yang diterjemahkan dengan menggunakan penghilangan (omission). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghilangan (omission) kata bantu modal have to, had to, might, must, ought to, dan will tidak mengubah makna karena adanya co-text yang memungkinkan kata bantu modal ini dihilangkan, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa co-text mempunyai peran yang penting dalam penghilangan kata bantu modal tanpa mengubah makna.
PARONOMASIA DALAM WACANA HUMOR DI MEDIA SOSIAL D. Jupriono; Sukatman, Sukatman
TANDA Vol 1 No 03 (2021): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana humor di media sosial membangun suasana jenakanya melalui ketaksaan makna dengan memanfaatkan paronomasia, terutama bentuk-bentuk yang berelasi polisemi dan homonimi. Polisemi yang dimanfaatkan dalam wacana humor di media sosial bersumber dari (a) pergeseran dan perluasan penggunaan kata, (b) spesialisasi pemakaian dalam lingkungan sosial, dan (c) pemakaian bahasa figuratif dan bahasa literal, sementara polisemi karena pengaruh bahasa asing tidak ditemukan. Homonimi dalam wacana humor di media sosial berupa homonimi absolut dan homonimi parsial. Homonimi absolut mencakup kata utuh, akronim, dan singkatan. Homonimi parsial yang dimanfaatkan dalam wacana humor mencakup homofoni dan homografi.
SIMILARITIES OF DEFENSE MECHANISM BETWEEN LILLY ON S.A SWANN’S WOLFBREED AND LUCY ON LYNN OKAMOTO’S ELFEN LIED Adi Saputra, Bayu; Andayani, Ambar
TANDA Vol 1 No 03 (2021): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses comparison of defense mechanism phenomena performed by Lilly in S.A Swann's Wolfbreed and Lucy in Lynn Okamoto's Elfen Lied. Purpose of this study is to answer two points: Defense mechanism performed by Lilly and Lucy, and similarities between defense mechanisms used by two characters. This study uses qualitative research because data is taken from quotations in stories. This study uses a psychoanalysis approach, defense mechanism to analyze data. Data sources for this study are novel Wolfbreed by S.A Swann and manga Elfen Lied Omnibus by Lynn Okamoto. This study found that Lilly and Lucy perform a defense mechanism due to tragic events they have experienced. It makes anxiety in their minds which triggers them to perform defense mechanisms. There are similarities between Lilly and Lucy's defense mechanisms. Authors, S.A Swan and Lynn Okamoto show main character's suffering because of differences between them and people around them.
KIERKEGAARD’S EXISTENTIALISM ON THE MAIN CHARACTER IN PAULO COELHO’S THE ZAHIR Asy’ari, Asharuddin; Andayani, Ambar
TANDA Vol 1 No 03 (2021): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to discuss the issue of Existentialism in Coelho’s The Zahir. The objectives of this study are to analyze the existentialism exposed in the novel on the main character of the novel. This study uses descriptive qualitative method using philosophical approach and several theories of existentialism. The result of this study shows that the novel depicts the existentialism in the main character of the novel based on elements, stages of the existentialism and the subjectivity of the truth of main character. The elements are: despair and anxiety. The stages are: the aesthetic, ethical and religious stage. The subjective truth is defined as the way of person meaning a truth. The Concept of Anxiety in Relation with Ethical Stage. Despair is indicated when the character feels hopeless and soulless, anxiety is depicted when the character feels anxious without reason. In addition, the aesthetic stage is portrayed when the character acts selfish and arrogant, the ethical is described when the character becomes aware of the human nature, and the religious stage is shown when the character believes in god. The subjective truth is explained that the truth comes from the individual
BERBAGAI PILIHAN NILAI MORAL DALAM CERITA WAYANG Ibnu Rochim, Achluddin; Jupriono, D.
TANDA Vol 2 No 03 (2022): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The immortality and greatness of puppet stories make many people to take them as the vital source in searching values for ethic and character education. Through this study, it will show that gods and punakawan stories, as well as both Ramayana and Mahabharata epics, do not only just provide story particles which contain constructive values (to develop character), but also destructive (to destroy character) and dillematic-existential (difficult to decide value preference). The varied values contained there, cause children to be confused in choosing and searching model. Therefore it needs selection, modification, and adaptation which are proportional-contextual in presenting gods and punakawan stories, as well as Ramayana and Mahabarata epics, for education of moral and character values toward Indonesian children.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO MOTION GRAPHIC DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 17 BEKASI TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Tartila, Aulia; Mahsusi, H.
TANDA Vol 1 No 04 (2021): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penggunaan media video motion graphic dalam pembelajaran menulis teks persuasi siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 17 Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan siswa di kelas dalam pembelajaran menulis teks persuasi, mengetahui penggunaan media video motion graphic dalam pembelajaran menulis teks persuasi siswa kelas VIII-2 di SMP Negeri 17 Bekasi, dan mengetahui hasil belajar dari penggunaan media video motion graphic dalam pembelajaran menulis teks persuasi siswa kelas VIII-2 di SMP Negeri 17 Bekasi tahun pelajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Aspek yang dinilai dalam menulis teks persuasi berdasarkan rangsangan audio visual, yaitu kesesuian isi teks persuasi, struktur teks persuasi, organisasi isi, ketepatan kata, serta ejaan dan tata tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengggunaan media video motion graphic pada kemampuan menulis teks persuasi siswa kelas VIII-2 di SMP Negeri 17 Bekasi memperoleh nilai rata-rata secara umum, yaitu pada kategori baik (B). Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dalam analisis data siswa. Hasilnya terdapat empat siswa atau 19% memperoleh nilai pada kategori baik sekali (A), 15 siswa atau 71% memperoleh nilai pada kategori baik (B), dua siswa atau 9,5% memperoleh nilai pada kategori cukup (C), dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada kategori kurang (D).
BAHASA JENAKA DI KALANGAN MAHASISWA: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Filie Krisadewa, Markus; Rahardi, Kunjana
TANDA Vol 1 No 04 (2021): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa jenaka merupakan wujud permainan bahasa yang dapat menyebabkan kelucuan atau tertawa. Penggunaan bahasa jenaka saat ini biasa digunakan dalam komunikasi, salah satunya dalam komunikasi langsung, terutama yang digunakan di kalangan mahasiswa. Selain dalam komunikasi langsung, penggunaan bahasa jenaka sering digunakan untuk mengkritik, mengejek, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, (2) mendeskripsikan maksud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, dan (3) mendeskripsikan fungsi bahasa jenaka sebagai permainan bahasa yang digunakan oleh mahasiswa PBSI Universitas Sanata Dharma tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma angakatan 2015-2018 yang sedang berkomunikasi. Pengambilan data dengan cara pengamatan atau observasi dan teknik sadap pada interaksi mahasiswa. Bentuk data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah wujud, maksud, dan fungsi dalam tuturan jenaka. Data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 100 tuturan. Data tersebut terbagi dalam 3 fungsi bahasa jenaka, yakni bahasa jenaka dari fungsi memahami, bahasa jenaka dari fungsi memengaruhi, dan bahasa jenaka dari fungsi menghibur. Hasil dari analisis data dalam penelitian ini yaitu terdapat wujud dan penanda bahasa jenaka, yaitu tuturan yang berwujud kata, berwujud frasa, berwujud klausa, dan yang berwujud kalimat. Data tuturan bahasa jenaka yang berwujud frasa merupakan wujud yang paling dominan dalam penelitian ini. Dari data penelitian ini, peneliti menemukan beberapa maksud, yaitu maksud menyindir, maksud menyampaikan informasi, maksud mengkritik, maksud melucu, dan maksud menasehati. Peneliti juga menemukan data sebagai fungsi kejenakaan dalam tuturan bahasa jenaka yang terdiri dari fungsi memahami, fungsi memengaruhi, dan fungsi menghibur. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa jenaka di kalangan mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
ADAB BERGAUL SUAMI ISTRI DALAM ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL CINTA DALAM DIAM KARYA SHINEEMINKA:: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA Wahyuni, Ema; Harahap, Nurhayati
TANDA Vol 1 No 04 (2021): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan sebuah karya yang dapat berupa karangan yang di dalamnya terdapat unsur pengajaran. Pengarang karya sastra berusaha untuk memasukkan nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra. Salah satu karya sastra berupa fiksi yang banyak mengandung pengajaran adalah novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka. Nilai pengajaran yang disampaikan dalam novel Cinta dalam Diam berkaitan dengan adab bergaul, yaitu adab bergaul suami istri dalam Islam. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan adab bergaul suami istri dalam Islam yang terkandung dalam novel Cinta dalam Diam. Teori yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra yang dikemukakan oleh Wellek dan Austin Waren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adab bergaul suami istri dalam Islam yang terkandung dalam novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka, yaitu adab bersikap sabar, saling memaafkan, saling bersikap lembut, saling menjaga pandangan dan kemaluan, pandai berterima kasih, suami mencari nafkah, istri melayani suami, bercanda dan bermesraan, menasihati wanita, dan tidak saling hina. Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya agar meneliti novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi, seperti gambaran ajaran agama Islam, akhlak terpuji, penerapan sunnah Rasulullah, dan lain sebagainya.

Page 2 of 10 | Total Record : 96