cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 254 Documents
PENYULUHAN TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS PADA REMAJA DI DESA RAMA MURTI III SEPUTIH RAMAN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2021 Ratna Dewi Putri; anggi anggraini; A Triska Oktavika
Jurnal Perak Malahayati Vol 3, No 1 (2021): Vol 3, No 1 Mei 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.17 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i1.4490

Abstract

Kesehatan Reproduksi Muda Mudi (KERMUDI) yang artinya mengajak remaja untuk mengetahui tentang bahaya sex bebas dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan suatu masalah global yang mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan permasalahan tersebut penyuluhan pendidikan kesehatan di kalangan remaja perlu dilakukan agar remaja dapat lebih mengerti dan memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif. Metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab dipilih untuk menjelaskan mengenai karakteristik dan perkembangan motorik remaja di desa rama murti 3. Dengan memperhatikan persentase kehadiran dan keaktifan peserta dalam setiap sesi tanya jawab dapat disimpulkan bahwa peserta mampu mengenali dampak perilaku seks bebas di kalangan remaja. Harapannya mereka mampu secara mandiri menjauhi dan menghindari hal tersebut. Rekomendasi kegiatan ini adalah perlunya penyuluhan dilaksanakan secara berkala, terprogram, dan berkesinambungan, khususnya sehingga kesadaran dan daya tangkal remaja terhadap perilaku seks bebas dapat lebih ditingkatkan.KataKunci : Seks Bebas, Remaja
KEBUJUK ASIKK (KELOMPOK IBU KEKEUH ASI EKSKLUSIF) Neneng Siti Lathifah; Susilawati Susilawati; Nita Evrianasari
Jurnal Perak Malahayati Vol 2, No 2 (2020): Vol 2, No 2 , November 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.291 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v2i2.3413

Abstract

ABSTRAKAsuhan komprehensif terintegrasi adalah asuhan yang diberikan oleh bidan dari mulai masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan penggunaan KB yang bertujuan untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan anak. jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan di desa Sukaraja yaitu sebanyak 78 bayi yang dikelompokkan berdasarkan pemberian ASI diperoleh hasil bahwa bayi yang diberikan ASI Ekslusif sebanyak 42 bayi dengan persentase 53,8% dan masih banyak bayi usia 0-6 bulan yang tidak diberikan ASI Ekslusif yaitu sebanyak 36 bayi dengan persentase 46,2%. Tujuan memberikan pengetahuan tentang pentingnya ASI Eksklusif dan membentuk Kader Kebujuk ASIKK. Metode dengan memberikan Edukasi & Sosialisasi oleh Kader Kebujuk ASIKK pada ibu hamil dan menyusui untuk memperjuangkan pemberian ASI Eksklusif. Kader membantu mengajarkan pijat laktasi kepada ibu.Hasil Kader menjelaskan kepada ibu menyusui dan ibu hamil tentang ASI Eksklusif, tekhnik menyusui dan  pijat laktasi.Kesimpulan terbentuknya kader Kebujuk ASIKK dan Kader Kebujuk ASIKK sudah mampu melakukan penyuluhan mandiri kepada ibu menyusui dan ibu hamil tentang ASI Eksklusif, tekhnik menyusui dan praktik pijat laktasi.Kata Kunci ASI Eksklusif,Ibu Menyusui,Kader ABSTRACTIntegrated comprehensive care is care provided by midwives from pregnancy, childbirth, newborns, childbirth, and use of family planning with the aim of providing quality services to prevent maternal and child deaths. The total number of babies aged 0-6 months in Sukaraja village is 78 babies grouped based on breastfeeding, the result is that 42 babies are given exclusive breastfeeding with a percentage of 53.8% and there are still many babies aged 0-6 months who are not breastfed Exclusive, namely as many as 36 babies with a percentage of 46.2%. The aim is to provide knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and to form the Kebujuk ASIKK Persuasion Cadre. The method is by providing education & socialization by Kebujuk ASIKK cadre to pregnant and breastfeeding mothers to fight for exclusive breastfeeding. Kader helps teach lactation massage to mothers. Results Kader explains to breastfeeding mothers and pregnant women about exclusive breastfeeding, breastfeeding techniques and lactation massage breastfeeding techniques and lactation massage practices. Keywords: exclusive breastfeeding, breastfeeding mothers, cadres
PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI PENTINGNYA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Anggraini Dinnata; Ayu Wulandari; Dita sintamaya; Della Widyaningrum; putri febrianti; Fajriza Ulyanisa
Jurnal Perak Malahayati Vol 2, No 1 (2020): Vol 2, No 1, Mei 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.297 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v2i1.2694

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker penyebab kematian tertinggi nomor 2 setelah kanker leher rahim. Saat ini, kanker payudara sudah mulai menyerang remaja. Namun remaja masih memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah mengenai deteksi dini kanker payudara. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan pada remaja putri di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung.  Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah dan audiovisual. Penelitian ini bersifat observational dengan desain cross-sectional dan analitik. Populasi penelitian adalah sebesar 30  orang. Besar sampel ditentukan dengan metode simple random sampling dan diperoleh 30 orang. Data didapatkan melalui penilaian pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Hasil penilaian menunjukkan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap. Remaja putri dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 80% menjadi 25  orang (93,75%). Remaja putri dengan Arif Yulinda dan Nurul Fitriyah, Efektivitas Penyuluhan Metode Ceramah. sikap positif terhadap SADARI 26 orang (32,5%) dan meningkat menjadi 27  orang (90%). Hasil uji statistika untuk pengetahuan dan sikap dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa nilai p value (0,000) > α (0,05). Artinya bahwa terdapat perbedaan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Disarankan kepada remaja putri untuk melakukan SADARI secara rutin dan sekolah melakukan penyuluhan kesehatan siswanya.
PENYULUHAN KESEHATAN ALAT KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA DUSUN UMBUL PELEM DESA KURUNGAN NYAWA KECAMATAN GEDONG TATAAN PESAWARAN TAHUN 2019 Sri Astusi; Neneng Siti Latifah; Maya Marina
Jurnal Perak Malahayati Vol 1, No 1 (2019): Vol 1, No 1, November 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.104 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v1i1.1513

Abstract

Upaya dalam menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan mengikuti program keluarga berencana. Dimana pasangan usia subur yang aktif seksual mau menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai guna menekan jumlah kelahiran. Banyaknya pilihan jenis alat kontrasepsi mempermudah pasangan usia subur dalam menentukan alat kontrasepsi yang cocok bagi dirinya. Minimnya informasi mengenai kelebihan dan kekurangan serta efek samping dari masing – masing alat kontrasepsi membuat pemakai Alat kontrasepsi (akseptor) merasa kebingungan saat menghadapi permasalahan dari efek samping yang timbul. Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman pada calon akseptor adalah melalui penyuluhan tentang alat kontrasepsi. Tujuan Setelah kegiatan penyuluhan, diharapkan pasangan usia subur tidak bingung lagi dalam memutuskan mengikuti program Keluarga Berencana dengan memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan keadaan fisik mereka. Pengambilan keputusan pemakaian alat kontrasepsi tersebut dilakukan secara sadar dan bertanggungjawab. Metode penyuluhan menggunakan leaflet dan demontrasi. Terdapat perubahan pada pengetahuan Pasangan usia subur terhadap alat kontrasepsi keluarga berencana. Dengan demikian, pemberian edukasi melalui penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan pasangan usia subur dalam menentukan jenis alat kontrasepsi yang mereka pilih.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENDAMPINGAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR (MONITORING MASA NIFAS) Giari Rahmilasari; Nur Rohmah
Jurnal Perak Malahayati Vol 3, No 1 (2021): Vol 3, No 1 Mei 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.25 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i1.4357

Abstract

Posyandu, umunya berkisar antara ibu hamil dan bayi saja, padahal ibu nifas juga termasuk di dalamnya. Sebuah penelitian tentang efektifitas kunjungan nifas terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik yang terjadi pada ibu selama masa nifas. menyatakan bahwa monitoring ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian morbiditas nifas. karena dapat memonitor keluhan atau kejadian morbiditas ibu sehingga dengan monitoring ibu yang baik dapat dideteksi morbiditas ibu lebih banyak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan pada kader posyandu tentang (1) pendampingan pada ibu masa nifas dan bayi baru lahir, (2) aspek ke-Islaman pada masa nifas dan bayi baru lahir, (3) membuat program posyandu sebagai unggulan pada monitoring masa nifas. Metode yang digunakan adalah pelatihan kader, kemudian dilakukan kunjungan kepada ibu nifas, dan pembentukan program. Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik, kader dari posyandu melati 10 hadir 6 orang yang mewakili 6 RT yang ada, kunjungan kepada ibu nifas telah dilakukan setelah pelatihan, dan telah terbentuk program monitoring masa nifas yang dilakukan oleh kader. Setelah program diluncurkan, selama satu bulan, terdapat 4 bayi yang baru lahir, dan keseluruhannya dilakukan pendampingan dan monitoring masa nifas. Hasil evaluasi setelah dilakukannya kunjungan kader yang datang pada rentang hari ke-3-10 pada masa nifas, ibu yang dikunjungi oleh kader posyandu merasa sangat terbantu. Pendampingan kader posyandu memberikan pendidikan kesehatan, dan memandikan bayi baru lahir yang masih belum puput tali pusatnya. Hal merupakan kesulitan umum pada ibu nifas, yang merasa membutuhkan pendampingan semasa nifas.
SOSIALISASI MANFAAT JERUK NIPIS DAN MADU TERHADAP PENYEMBUHAN ISPA( INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS) DI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN PROPINSI LAMPUNG Rillyani Rillyani; TARI MONICA; Aryanti Wardiyah
Jurnal Perak Malahayati Vol 2, No 2 (2020): Vol 2, No 2 , November 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.123 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v2i2.3454

Abstract

Infeksi pernafasan merupakan penyakit akut yang paling banyak terjadi pada anak-anak, Penyakit  ISPA sering  terjadi  pada  anak  Balita,  karena  sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Kejadian batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3 sampai 6 kali pertahun, yang berarti seorang balita. Tujuan Deskripsi hasil Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Keluarga An. V Dan An. A Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan  Nafas Tidak Efektif Dengan Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Madu di kecamatan Natar Lampung Selatan  Tahun 2020. Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampur dengan Madu atau Madu ½ sendok teh, diberikan tiga kali sehari. Air perasan jeruk nipis dicampur dengan Madu manis juga menjadi pilihan masyarakat dalam meredakan batuk dan melegakan tenggorokan. Pilihan ini juga telah tercantum di dalam MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) dalam mengajari ibu cara mengobati infeksi lokal di rumah. Caranya adalah dengan memotong satu buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan Madu manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali sendok teh per hari. Cara lain, Madu manis bisa digantikan dengan Madu murni. Keluarga  dengan masalah ISPA teratasi dengan Jaruk nipis dan madu dengan hasil efektif pada kedua pasien hanya saja kadar penurunan penumpukan secret, penurunan batuk dan waktu tidur lebih baik
PENYULUHAN BALITA BGM DI DESA WARGA INDAH JAYA KECAMATAN BANJAR AGUNG KABUPATEN TULANG BAWANG Dainty Maternity; Yuli Yantina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 November 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.758 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i2.5545

Abstract

Gerakan Masyarakat Peduli Gizi Balita (GEMPITA) yang artinya mengajak masyarakat yang memiliki anak di bawah lima tahun (Balita) untuk memberikan makanan tambahan yang cukup bagi anaknya agar kekurangan gizi tidak terjadi di dalam kelurga mereka. Berdasarkan data terdapat 2 balita yang mengalami BGM. Sehingga diadakan penyuluhan mengenai gizi balita yang dapat meningkatkan berat badan bayi agar tidak terjadi kekurangan gizi pada anak. Penyuluhan ini diadakan agar ibu dapat mengerti dan menerapkan apa yang sudah dijelaskan. Metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab agar masyarakat dapat lebih paham dari apa yang sudah di jelaskan. Rekomendasi kegiatan ini adalah perlunya pemantauan secara berkala pada berat badan dan tinggi badan balita untuk mengetahui balita tidak ada yang berada di BGM atau pun mengalami kekurangan gizi. Kata Kunci : Kacang Hijau, Telur Rebus, Balita, Status Gizi
KONSUMSI MADU MENINGKATKAN HB PADA IBU HAMIL DI DESA JATI BARU Dewi Yuliasari; Sunarsih Sunarsih
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 November 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.134 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i2.5396

Abstract

Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Untuk mencegah anemia setiap ibu hamil diharapkan mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan.Manfaat madu sangat bagus bagi kesehatan terlebih untuk meningkatkan kadar Hb pada manusia karena mengandung mineral penting yang membantu dalam produksi hemoglobin. Ketika madu dikonsumsi setiap hari, penderita anemia dapat melihat peningkatkan secara signifikan dalam tingkat energi, kemudian madu membantu meningkatkan penyerapan kalsium, jumlah hemoglobin dan mengobati atau mencegah anemia karena faktor gizinya.
PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH PADA LANSIA DI PRAKTIK BIDAN BERSAMA CITRA LESTARI KECAMATAN BOJONGGEDE KABUPATEN BOGOR Rochmawati - Rochmawati; Sri Hayuningsih; Estu Lovita Pembayun; Veronica Fary; Arini Kusmintarti; Liana Elfaristo; Kasyafiya Jayanti; Gracea Petricka; Sisilia Prima
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 November 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.757 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i2.5164

Abstract

Penyakit Diabetes merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit ginjal dan kebutaan serta amputasi yang bukan disebabkan karena disabilitas pada populasi berusia di bawah 65 tahun. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan mitra, diperoleh informasi bahwa masih banyak lansia yang tidak memeriksakan kesehatannya terutama pemeriksaan gula darah. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu Praktik Bidan Bersama Citra Lestari yang bertempat di Kp. Pos Citayam RT. 02/RW.11 No. 14 Kel. Pabuaran, Kec. Bojonggede, Kab. Bogor. Diusia yang sudah lanjut dan penurunan fungsi tubuh akan membawa dampak yang kurang baik bagi lansia terutama mengenai kesehatan dirinya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan kegiatan pemeriksaan gula darah pada lansia. Tahap pertama kegiatan ini adalah menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk pemeriksaan gula darah. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan pemeriksaan gula darah. Kegiatan pemeriksaan gula darah pada 16 Oktober 2020 berlangsung selama kurang lebih 1 jam melibatkan 18 orang lanjut usia yang berdomisili di wilayah sekitar tempat Praktik Bidan Bersama Citra Lestari. Kegiatan dilaksanakan secara door to door untuk menghindari kerumunan, serta mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah karena kegiatan ini dilaksanakan di masa pandemi COVID-19. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan didapatkan hasil pemeriksaan terdapat 3 (tiga) orang lansia yang memiliki kadar gula darah diatas batas maksimal yang dianjurkan, dan sebanyak 15 (lima belas) orang lainnya memiliki kadar gula darah dibawah batas maksimal yang dianjurkan.Kata kunci: Pemeriksaan gula darah, lansia, COVID-19
GITAR HEBAT (GERAKAN IBU PINTAR HEMOGLOBIN MENINGKAT) DI DESA SIDOREJO KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR TAHUN 2021 Vida Wira Utami; Yulistiana Eva Yanti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 November 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.917 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i2.5533

Abstract

Menurut WHO (2013), berkisar 20% dan 89%  ibu hamil mengalami kejadian anemia dengan menetapkan Hemoglobin 11g% sebagai dasarnya. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan besi non heme sebesar empat kali lipat dan dengan jumlah 200 mg akan meningkatkan absorpsi besi sedikitnya 30% (Goodman, 2008). Buah jambu biji mengandung asam askorbat 2 kali lipat dari jeruk yaitu sekitar 87 mg/100 gram jambu biji. Tanaman jambu biji mudah ditemukan dan lebih ekonomis, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan pemilihan bahan menjadi produk untuk intervensi. Selain itu, jambu biji merah juga kaya akan vitamin dan mineral. Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang.Kata Kunci : Jambu Biji Merah, Kadar Hemoglobin, Ibu Hamil

Page 4 of 26 | Total Record : 254