cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 42 Documents clear
RELEVANSI KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI ERA 5.0 RAHMATIKA, ZAHRA; SUSILAWATI, BETI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3169

Abstract

Emotional Intelligence (EQ) can have significant relevance to the learning outcomes of Islamic Religious Education (PAI) in the 5.0 era. Islamic Religious Education not only covers cognitive aspects, but also emotional and social aspects. Here are some ways in which emotional intelligence can influence PAI learning outcomes, namely; Self-awareness, Emotional Management, Self-motivation, empathy, social skills, and wisdom in decision making. A person's emotional intelligence greatly influences their mindset in acting. So that there is an influence on the relationship between emotional intelligence and PAI learning outcomes in schools. This study aims to determine the relevance of emotional intelligence to PAI learning outcomes. The method used in this study is descriptive analysis, with a quantitative approach using sampling techniques. The data collection method uses observation, questionnaires and documentation. The analysis technique used is multiple linear regression. The results of this study are that emotional intelligence has a positive and significant effect on PAI learning outcomes based on the analysis obtained Fcount = 4.49> Ftable = 3.28 with a significance level of 5% for the number of respondents (N) of 36. ABSTRAKKecerdasan Emosional (Emotional Intelligence atau EQ) dapat memiliki relevansi yang signifikan pada hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di era 5.0. Pendidikan Agama Islam tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga aspek emosional dan sosial. Berikut adalah beberapa cara di mana kecerdasan emosional dapat memengaruhi hasil belajar PAI yaitu; Pemahaman Diri (Self-awareness), Mengelola Emosi (Emotional Management), Motivasi Diri (Self-motivation), empati, keterampilan social, dan kebijaksanaan dalam pengabilan keputusan. Kecerdasan emosional seseorang sangat mempengaruhi pola pikirnya dalam bertindak. Sehingga berpengaruh adanya hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar PAI di sekolah. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui relevansi kecerdasan emosional terhadap hasil belajar PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi   linier   ganda. Hasil penelitian ini adalah Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI berdasarkan analisis diperoleh Fhitung = 4,49>Ftabel = 3,28 dengan  taraf signifikansi 5% untuk jumlah responden (N) sebanyak 36.
IMPLEMENTASI METODE BAHTSUL MASAIL DALAM MEMOTIVASI BELAJAR FIQIH DI MADRASAH ALIYAH AHSANUL IBAD PURBOLINGGO LAMPUNG TIMUR RUSWANTO, RUSWANTO; IRAWAN, RUDY
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3170

Abstract

In this study, the researcher used a type of field research or also called Qualitative with Descriptive research nature, with data collection tools used, namely observation, interviews and documentation. The researcher used primary data sources and secondary data sources, the data collection method used was non-participant observation and unstructured interviews, while the data analysis technique used was inductive and holistic, with several stages, namely Data reduction (Data Reduction), Data display (data presentation), Conclusion Drawing/ verification, Based on the results of this study, it shows that the implementation of the bahtsul masa'il method in motivating learning fiqh at the Ahsanul Ibad Purbolinggo East Lampung Islamic High School includes three stages, namely with teachers making a learning implementation plan using the bahtsul masa'il method, then after planning, namely by implementing the fiqh learning process in accordance with the learning implementation plan using the bahtsul masa'il method, the last stage is evaluating the fiqh learning process using the bahtsul masa'il method. ABSTRAKPada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) atau disebut juga Kualitatif dengan sifat penelitian Deskriptif, dengan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, Metode pengumpulan data yang digunakan aalah observasi  non-Partisipan dan Wawancara tidak terstruktur, sedangkan teknik analisis data yang digunakan bersifat induktif dan holistic, dengan beberapa tahapan yaitu Data reduction (Reduksi Data), Data display (penyajian data), Conclusion Drawing/ verification, Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi metode bahtsul masa’il dalam memotivasi belajar fiqih di madrasah aliyah ahsanul ibad purbolinggo lampung timur mencakup tiga tahapan yaitu dengan guru membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bahtsul masa’il, kemudian setelah merencanakan yaitu dengan melaksanaan proses pembelajaran fiqih sesuai dengan rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bahtsul masa’il, tahap yang terakhir adalah mengevaluasi proses pembelajaran fiqih dengan menggunakan metode bahtsul masa’il.
PENGEMBANGAN DAN MODIFIKASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN RACHMAN, TAUFIK; ASROPI, ASROPI; SUHARDJO, SUHARDJO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3171

Abstract

This study aims to produce a strategy formulation to increase the effectiveness of LAKIP preparation training at the BPSDMD of South Kalimantan Province. The data used in this study are 1) Primary data, namely data from interviews by the author on a number of informants including training organizers, training instructors, training participants, non-training practitioners for training instructor participants, and users of training results, related to the implementation of LAKIP Education and Training. 2) Secondary data, including books, literature, documents and articles. The results of this study are: 1) The implementation of the LAKIP education and training policy as a whole can be implemented effectively, but in terms of achieving the objectives of the LAKIP Training implementation, especially in the success of preparing the LAKIP Document, it is still not as expected, 2) The causes of the implementation of the Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) Education and Training Policy at the BPSDMD of South Kalimantan Province, have not been effective in achieving the objectives of the LAKIP training program, due to several things such as: a. Participant aspects, b. Curriculum aspects: c. Resource Person aspects; 3) Constraints and supporting factors in the implementation of the Education and Training Policy of the Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) at the South Kalimantan Provincial Human Resources Development Agency: a. No constraints were found; b. Supporting factors: (1) Human resources, (2) finance, (3) methods, (4). equipment are all available sufficiently to meet the needs of the implementation of the Training. Further study of the less successful implementation of the LAKIP education and Training policy, in achieving the LAKIP education and training objectives, is due to the LAKIP education and Training policy document still having shortcomings. 4) Strategies to increase the effectiveness of improving the Education and Training Policy of the Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) at the South Kalimantan Regional Human Resources Development Agency to be effective in implementing the LAKIP Training objectives (which is the Novelty of this study), can be taken in several ways, namely: a) Improvement of the LAKIP education and training policy document. b) Improvement of the implementation policy ABSTRAKPenelitian ini bertujuan Tujuan untuk menghasilkan rumusan strategi peningkatan efektifitas Diklat penyusunan LAKIP pada BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1) Data primer, yaitu data hasil wawancara oleh penulis atas sejumlah informan yang meliputi penyelenggara diklat, widyaiswara diklat, peserta diklat, Praktisi non widyaiswara bagi peserta Diklat Widyaiswara, dan pengguna hasil Diklat, yang terkait dengan pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan LAKIP. 2) data Sekunder, meliputi Buku, literatur, dokumen dan artikel. Hasil penelitian ini adalah: 1) Implementasi kebijakan pendidikan dan pelatihan LAKIP secara keseluruhan dapat dilaksanakan secara efektif, namun dari sisi pencapaian tujuan pelaksanaan Diklat LAKIP terutama pada keberhasilan penyusunan Dokumen LAKIP masih belum seperti diharapkan, 2) Penyebab implementasi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di BPSDMD Prov Kalsel, belum efektif dalam mencapai tujuan program pelatihan LAKIP, disebabkan oleh beberapa hal seperti : a. Aspek peserta, b. Aspek kurikulum: c. Aspek Narasumber; 3) Kendala dan faktor pendukung dalam pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan : a. Kendala tidak ditemui kendala; b. Faktor Pendukung : (1) Sumber daya manusia, (2) keuangan, (3) methode, (4). peralatan semua tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan Diklat. Kajian lebih jauh atas kurang berhasilnya implementasi kebijakan pendidikan dan Pelatihan LAKIP, dalam pencapaian tujuan pendidikan dan pelatihan LAKIP, disebabkan dokumen kebijakan pendidikan dan Pelatihan LAKIP masih memilki kekurangan. 4) Strategi meningkatkan efektifitas meningkatkan Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kalimantan Selatan agar efektif dalam melaksanakan tujuan Diklat LAKIP (yang merupakan Novelty dari penelitian ini), dapat ditempuh dengan beberapa hal sbb : a) Perbaikan dokumen kebijakan pendidikan dan pelatihan LAKIP. b) Perbaikan kebijakan penyelenggaraan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN: NARRATIVE LITERATURE REVIEW FAUZIANA, NUR ANNISA; FAUZAN, AHMAD; AYU, SOVIA MAS
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3180

Abstract

The aim of this research is to provide a general overview of the influence of school principals' transformational leadership on the implementation of education. This research is qualitative research presented through a Narrative Literature Review. Data was obtained from Google Scholar and Scopus with qualified articles in Indonesian and English that match the topic of discussion. The results of the research show that the principal's transformational leadership influences the implementation of education both in terms of educational quality and teacher performance. This is proven by referring to four dimensions towards ideal leadership, namely through the 4 Is, namely Idealized, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, and Individual Consideration. In addition, based on teachers' perceptions, the principal's transformational leadership style is an ideal leadership style that can be applied by school principals in creating good quality education. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap pelaksanaan pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang disajikan melalui Narrative Literature Review. Data diperoleh dari google scholar dan scopus dengan kualifikasi artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh pada pelaksanaan pendidikan baik dari mutu pendidikan maupun dari kinerja guru. Hal tersebut dibuktikan dengan merujuk pada empat dimensi untuk menuju kepemimpinan yang ideal yaitu melalui 4 I yaitu Idealized, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individual Consideration. Selain itu, berdasarkan persepsi guru, gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan gaya kepemimpinan yang ideal yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik.
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER, KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH SMA NEGERI NURLAELA, NURLAELA; MURNIATI, NGURAH AYU NYOMAN; GINTING , ROSALINA BR
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3181

Abstract

This research aims to examine and analyze: (1) the influence of the school principal's Visionary Leadership on School Quality, (2) the influence of Teacher Professional Competency on School Quality, (3) the influence of school culture on School Quality, and (4) the influence of the school principal's Visionary Leadership , Teacher Professional Competence and School Culture simultaneously affect School Quality. Population of 519 people, sample of 85 teachers. The instrument test used is the validity and reliability test. The classical assumption test uses the normality test, linearity test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Data analysis used multiple linear regression tests, F test (ANOVA) and t test. Based on the research results, it can be concluded as follows: (1) The Principal's Visionary Leadership has significant effect on School Quality. This is based on the results of the t test, it is proven that the results of tcount ? ttable are 6.811 ? 1.291. The magnitude of the influence of the Principal's Visionary Leadership on the School Quality variable is 35.8%; (2) Teacher Professional Competence has significant effect on School Quality. This is based on the results of the t test, it is proven that tcount is 12.375 ? 1.291. The magnitude of the influence of Teacher Professional Competency on the School Quality variable is 64.9%; (3) School culture has significant effect on school quality. This is based on the results of the t test, it is proven that tcount = 10.006 > t table 1.291. The magnitude of the influence of School Culture on the School Quality variable is 54.7%; (4) The Principal's Visionary Leadership, Teacher Professional Competence and School Culture simultaneously influence the School Quality variable, obtaining lFcount of 62.886 > lFtable (62.886 > l2.71). The magnitude of the influence of the three independent variables is 68.8%. ABSTRAKPenelitian ini untuk menganalisis: (1) pengaruh Kepemimpinan Visioner kepala sekolah terhadap Mutu Sekolah, (2) pengaruh Kompetensi Profesional Guru terhadap Mutu Sekolah, (3) pengaruh budaya sekolah terhadap Mutu Sekolah, dan (4) pengaruh Kepemimpinan Visioner kepala sekolah, Kompetensi Profesional Guru dan Budaya Sekolah secara simultan terhadap Mutu Sekolah. Populasi 519 orang, sampel sebanyak 85 orang guru. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas. Uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, uji F (ANOVA) dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Sekolah. Hal ini berdasar hasil Uji t, terbukti hasil thitung ? ttabel yaitu 6,811 ? 1,291. Besarnya pengaruh Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah terhadap variabel Mutu Sekolah adalah 35,8%; (2) Kompetensi Profesional Guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Sekolah. Hal ini berdasarkan hasil uji t terbukti thitung sebesar 12,375 ? 1,291. Besarnya pengaruh Kompetensi Profesional Guru terhadap variabel Mutu Sekolah adalah 64,9% ; (3) Budaya Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Sekolah. Hal ini berdasarkan hasil uji t terbukti thitung = 10,006 > t table 1,291. Besarnya pengaruh Budaya Sekolah terhadap variabel Mutu Sekolah adalah 54,7% ; (4) Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah, Kompetensi Profesional Guru dan Budaya Sekolah secara simultan berpengaruh terhadap variabel Mutu Sekolah diperoleh lFhitung sebesar 62,886 > lFtabel (62,886 > l2,71). Besarnya pengaruh dari ketiga variabel bebas adalah sebesar 68,8%.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU DI SMAN 1 SAKRA ISNAINI, LISA SHOPIA; MUSTARI, MOHAMMAD; KURNIAWANSYAH, EDY; SAWALUDIN, SAWALUDIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3182

Abstract

The curriculum is a learning plan that is used as a guide in the implementation of teaching and learning. In Indonesia itself, the independent curriculum is currently being implemented. This independent curriculum concept creates freedom in thinking. Independence of thought is determined by the teacher, meaning that the teacher is the main pillar in supporting success in education. This independent curriculum not only requires students to be able to develop their creativity, but teachers as teachers are also required to be able to develop their creativity. Therefore, this research aims to find out how the implementation of the independent curriculum increases teacher creativity at SMAN 1 SAKRA. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The results of the research show that the implementation of the independent curriculum in increasing teacher creativity can be seen through the creation of school programs, implementation of the Pancasila Learning Strengthening Profile Project (P5) and Teachers' Real Actions in the Independent Teaching Platform (PMM). The obstacles faced during the implementation of the independent curriculum are that teachers' understanding of the independent curriculum is still not optimal and they still need facilities and infrastructure to support the implementation of the independent curriculum. ABSTRAKKurikulum merupakan rancangan pembelajaran yang dijadikan sebagai panduan dalam pelaksanaan belajar mengajar. Di Indonesia sendiri saat ini sedang diterpakannya kurikulum merdeka. Konsep kurikulum merdeka ini terbentukknya kemerdekaan dalam berpikir. Kemerdeka berpikir ditentukan oleh guru, artinya guru menjadi tonggak utama dalam menunjang keberhasilan dalam pendidikan. Pada kurikulum merdeka ini bukan hanya menuntut siwa untuk mampu mengembangkan kreativitasnya, akan tetapi guru sebagai pengajar juga dituntut untuk mampu mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas guru di SMAN 1 SAKRA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas guru dapat dilihat melalui Pembuatan Program-Program Sekolah, Pelaksaan Proyek Profil Penguatan Pelajara Pancasila (P5) dan Aksi Nyata Guru Dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM). Adapun kendala yang dihadapi selama penerapan kurikulum merdeka ini yaitu pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka ini masih belum maksimal dan masih membutuhkan sarana dan prasarana sebagai pendukung dalam penerapa kurikulum merdeka.
PENGUATAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ARTI, DWI; SAGALA, RUMADANI; KUSUMA, GUNTUR CAHAYA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3183

Abstract

Character or what is better known as morals in Islam is very important in the world of education so that it can prepare students to face challenges in the future. This is in accordance with the function of education in Republic of Indonesia Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System. The aim of this research is to provide a general overview of how Islamic religious education can help optimize the character values ??of students. This research is qualitative research presented through a Narrative Literature Review. Data obtained from Google Scholar with qualified Indonesian language articles that match the topic of discussion. The results of the research show that the position of Islamic religious education subjects is as a subject which contains exemplary values ??which can help optimize the strengthening of character values ??in students. The strategies that can be implemented in strengthening character values ??are through habituation and teachers as role models for students, not just giving advice. ABSTRAKKarakter atau yang lebih dikenal dengan istilah akhlak dalam Islam merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan agar dapat mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan di masa depan. Hal tersebut sesuai dengan fungsi dari pendidikan dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana pendidikan agama Islam dapat membantu mengoptimalkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang disajikan melalui Narrative Literature Review. Data diperoleh dari google scholar dengan kualifikasi artikel berbahasa Indonesia yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan mata pelajaran pendidikan agama Islam sebagai sebuah mata pelajaran yang didalamnya mengandung nilai-nilai keteladanan yang dapat membantu mengoptimalkan penguatan nila-nilai karakter pada peserta didik. Adapun strategi yang dapat diimplementasikan dalam penguatan nilai-nilai karakter yaitu melalui pembiasaan dan guru sebagai teladan bagi peserta didik tidak hanya memberi nasihat semata.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SPIRITUAL SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PENDEKATAN FENOMENOLOGIS YANA, HAWWIN HUDA; JAMIL, M ABDUN; ARKANUDIN, ARI; MUBAIDILAH, AHMAD; NAWAWI, M. LATIF
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3184

Abstract

Spiritual education of students is aspect important in formation characters that are often less than optimally developed at school . Study This aim For explore the role of the teacher in increase students' spiritual competence through Islamic Religious Education with approach phenomenology at Bustanul High School Ulum Jayasakti , Central Lampung. Study This use method qualitative with approach phenomenological For understand teachers' experiences and perceptions as well student related with enhancement spiritual competence . Data is collected through interview depth , observation , and documentation . Research result show that the teacher has role crucial in facilitate development students' spiritual competence through various method teaching , like integration deep spiritual values every eye lesson , habituation practices of worship, and giving a good example . Additionally , support from environment schools and families are also found as factor important in this process . Implications from study This show that enhancement students' spiritual competence can achieved in a way effective through collaboration between teachers, schools and families as well as with application of integrative and contextual teaching strategies . Study This give contribution for development of a holistic and comprehensive model of religious education For form a generation of character and morals glorious. ABSTRAKPendidikan spiritual siswa merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter yang sering kali kurang optimal dikembangkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan kompetensi spiritual siswa melalui Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan fenomenologis di SMA Bustanul Ulum Jayasakti, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami pengalaman dan persepsi guru serta siswa terkait dengan peningkatan kompetensi spiritual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran krusial dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi spiritual siswa melalui berbagai metode pengajaran, seperti pengintegrasian nilai-nilai spiritual dalam setiap mata pelajaran, pembiasaan praktik ibadah, dan pemberian teladan yang baik. Selain itu, dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga juga ditemukan sebagai faktor penting dalam proses ini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi spiritual siswa dapat dicapai secara efektif melalui kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga serta dengan penerapan strategi pengajaran yang integratif dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan agama yang holistik dan komprehensif untuk membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
KORELASI ANTARA TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME LEV VYGOTSKY DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SALSABILA, YULIA RAKHMA; MUQOWIM, MUQOWIM
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3185

Abstract

This study aims to analyze the relationship between Lev Vygotsky's constructivism learning theory and the problem-based learning (PBL) learning model. This research is a type of library research with a qualitative approach. Data collection methods in this study use documentation methods such as bubu-book articles related to constructivism theory and Problem Based Learning learning models. Data analysis techniques using the Miles and Huberman model include data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that there is a significant relationship between Lev Vygotsky's constructivism theory, especially the concept of Zone of Proximal Development (ZPD) and scaffolding with the Problem Based Learning learning model. This is seen from the application of the same principles of how learning occurs effectively. Both emphasize active, collaborative, context-based learning and are supported by appropriate guidance so that overall it can create a learning environment that supports students' cognitive development and skills in solving problems. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara teori belajar konstruktivisme Lev Vygotsky dengan model pembelajaran problem based learning (PBL). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau library research dengan Pendekatan Kualitatif. Metode Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi seperti bubu-buku artikel yang terkait tentang teori konstruktivisme dan model pembelajaran Problem Based Learning. Teknik analisis data mengunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara teori konstruktivisme Lev Vygotsky terutama konsep Zone of Proximal Development  (ZPD) dan scaffolding dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal tersebut diilihat dari penerapan prinsip-prinsip yang sama tentang bagaimana pembelajaran terjadi secara efektif. Keduanya menekankan pembelajaran aktif, kolaboratif, berbasis konteks dan didukung oleh bimbingan yang tepat sehingga secara keseluruhan dapat menciptkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif dan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah.
AKTUALISASI DIRI DALAM TRILOGI NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK RAMADHANI, DINDA AYU PUTRI AGTI; SUBANDIYAH, HENY; RAHARJO, RESDIANTO PERMATA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3186

Abstract

This research focuses on discussing the self-actualization of the main character in the novel Dear Nathan by Erisca Febriani, and its implications as a character shaper for students. This research is in the form of qualitative descriptive research. The theory used is Carl Rogers' publicist psychology. The data analysis technique used is descriptive analysis and presentation of data in the form of sentences and novel quotations. The research results show that the two main characters in the novel succeeded in achieving their self-actualization. Their character is formed from the experiences and realities they have to live with, which ultimately leads them to success and freedom for their existence. The main character's achievement of self-actualization is proven by the character Nathan who recovers from past trauma and becomes a campus activist. Meanwhile, for the character Salma, self-actualization is proven by Salma returning to writing and realizing her dream as a writer. He studied Indonesian literature with full support from his parents. The value of character in the self-actualization of the main character must be taught and instilled in students in literature learning as it has implications for character development. The application of character values in the self-actualization of the main character in the novel, as well as its implications as a learning medium are realized through Indonesian language teaching activities using the Merdeka Curriculum. ABSTRAKPenelitian ini berfokus membahas aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani, dan implikasinya sebagai pembentuk karakter peserta didik. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan ialah psikologi humanistik milik Carl Rogers. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dan penyajian data berupa kalimat dan kutipan novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua tokoh utama dalam novel berhasil mencapai aktualisasi diri mereka. Karakter mereka terbentuk atas pengalaman dan realitas yang harus mereka jalani, yang pada akhirnya menuntun mereka pada keberhasilan dan kebebasan atas eksistensi diri mereka. Pencapaian aktualisasi diri tokoh utama dibuktikan dengan tokoh Nathan yang sembuh atas trauma masa lalu dan menjadi salah satu aktivis kampus. Sedangkan pada tokoh Salma, aktualisasi diri dibuktikan dengan Salma yang kembali menulis, dan mewujudkan impiannya sebagai seorang penulis. Ia menempuh pendidikan sastra Indonesia dengan dukungan penuh dari orang tuanya. Adapun nilai karakter dalam aktualisasi diri tokoh utama harus diajarkan dan ditanamkan kepada peserta didik dalam pembelajaran sastra sebagaimana implikasinya terhadap pengembangan karakter. Aplikasi dari nilai karakter dalam aktualisasi diri tokoh utama dalam novel, serta implikasinya sebagai media pembelajaran diwujudkan melalui kegiatan pengajaran Bahasa Indonesia menggunakan Kurikulum Merdeka.