cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI FIQIH SYARAT DAN RUKUN TAYAMUM Iskandar, Bobi; Razilu, Zila; Fajriani, Alfiah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5178

Abstract

The quality of fiqh learning in elementary schools still faces challenges, particularly the lack of interactive learning media that can enhance students’ active participation. This study aims to develop interactive multimedia based on Problem-Based Learning (PBL), focusing on the implementation of the conditions and pillars of tayammum at MIN 1 Muna. The development model used is ADDIE, consisting of five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The product was created using Canva software and validated through expert reviews involving media experts, subject matter experts, and user testing with sixth-grade students. The instrument's validity was tested using the Content Validity Ratio (CVR), yielding scores between 0.75 and 0.84, while its reliability was assessed using Cronbach’s Alpha, which reached 0.91. The validation results indicated that the media scored an average of 90.37% (Excellent) by media experts, 90.95% (Excellent) by subject matter experts, and 77.35% (Good) based on student feedback. In conclusion, the multimedia is proven to be valid, practical, and effective in enhancing students’ conceptual understanding and 21st-century skills. Further development is recommended through scaffolding features, large-scale field trials, and teacher training to optimize implementation. ABSTRAKKualitas pembelajaran fiqih di sekolah dasar masih mengalami masalah, terutama minimnya media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan multimedia interaktif yang berlandaskan Problem Based Learning (PBL) terkait dengan pelaksanaan syarat dan rukun tayamum di MIN 1 Muna. Model pengembangan yang diterapkan adalah ADDIE, yang meliputi lima fase: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk dibuat dengan menggunakan perangkat lunak Canva dan telah divalidasi melalui uji oleh ahli media, ahli materi, serta uji pengguna yang melibatkan siswa kelas VI. Instrumen diuji validitasnya melalui Content Validity Ratio (CVR) dengan skor antara 0,75–0,84, sementara reliabilitasnya diperiksa menggunakan Cronbach Alpha yang mencapai 0,91. Hasil evaluasi validasi menunjukkan rata-rata skor kelayakan media dari ahli media mencapai 90,37% (Sangat Baik), ahli materi 90,95% (Sangat Baik), dan umpan balik siswa mencapai 77,35% (Baik). Sebagai kesimpulan, multimedia ini terbukti valid, praktis, serta efektif dalam memperbaiki pemahaman konsep dan keterampilan abad 21 siswa. Diperlukan pengembangan lanjut melalui fitur scaffolding, uji coba secara luas, dan pelatihan guru untuk mengoptimalkan implementasi
TRANSFORMASI KURIKULUM BAHASA ARAB DI INDONESIA: TELAAH HISTORIS, FILOSOFIS, DAN INOVASI TERKINI Latifah, Anggun Anisau; Erlina, Erlina; Pahrudin, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5515

Abstract

The transformation of the Arabic language curriculum in Indonesia represents an adaptive response to changing times, student needs, and global developments in education. This article aims to examine the historical development of the Arabic curriculum over time, explore its underlying philosophical foundations, and evaluate recent innovations in modern learning contexts. The study employs a literature review method with a descriptive-qualitative approach, using data gathered from academic journals, books, policy documents, and recent research findings. The results reveal a significant paradigm shift from a grammatical to a communicative and contextual approach. Philosophically, the curriculum integrates Islamic values, the educational philosophy of Ki Hadjar Dewantara, and the principles of progressivism, which emphasize active and humanistic learning. Innovations such as the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy, the integration of digital technology, and project-based learning reflect a new direction toward a more flexible and relevant curriculum. This study concludes that the development of the Arabic language curriculum must be carried out collaboratively, inclusively, and sustainably to address the challenges of education in the modern era. ABSTRAKTransformasi kurikulum Bahasa Arab di Indonesia mencerminkan upaya adaptif terhadap dinamika zaman, kebutuhan peserta didik, serta perkembangan global dalam pendidikan. Studi ini bertujuan untuk menelaah perkembangan historis kurikulum Bahasa Arab dari masa ke masa, mengkaji landasan filosofis yang mendasarinya, dan mengevaluasi berbagai inovasi yang diterapkan dalam konteks pembelajaran modern. Dengan menggunakan metode literature review berpendekatan deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab di Indonesia telah mengalami pergeseran paradigma, dari pendekatan gramatikal menuju pendekatan komunikatif dan kontekstual. Di sisi filosofis, kurikulum ini mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam, pemikiran Ki Hadjar Dewantara, serta prinsip progresivisme yang menekankan pembelajaran aktif dan humanistik. Sementara itu, inovasi kurikulum terkini seperti implementasi MBKM, pemanfaatan teknologi digital, dan pendekatan berbasis proyek menjadi bukti konkret dari transformasi kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan abad ke-21. Studi ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam mengembangkan kurikulum Bahasa Arab yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA EDUCAPLAY Mahbubillah, Ilman; Hasaniyah, Nur; Al Anshory, Abdul Muntaqim; Abidin, Munirul Zainal
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5530

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach integrated with the Educaplay platform in enhancing students’ academic performance in Arabic language learning at SMP Insan Amanah Malang. A quantitative method was employed using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group. The research subjects consisted of all seventh-grade students, specifically classes VII-A and VII-B. Class VII-A was designated as the experimental group receiving the intervention, while class VII-B served as the control group. Data were collected through observations and written assessments to measure Arabic learning outcomes in both groups. The data analysis involved prerequisite tests and hypothesis testing. The findings revealed a significant impact of implementing the CTL model supported by Educaplay on students’ academic achievement. This was confirmed by the hypothesis test result, showing an Asymp Sig (2-tailed) value of 0.019, which is below the 0.05 significance threshold. Consequently, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Descriptive statistical analysis showed that the average pre-test score for the experimental group was 73.8462, while the control group scored 74.2308. After the intervention, the experimental group's average score increased to 86.1538, whereas the control group reached only 75. This discrepancy highlights the superior academic performance of students who received the specialized treatment. Based on this evidence, it can be concluded that integrating the CTL approach with the interactive Educaplay media contributes positively to improving students’ Arabic learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dipadukan dengan platform Educaplay dapat meningkatkan prestasi akademik siswa dalam pembelajaran bahasa Arab di SMP Insan Amanah Malang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen dan model kelompok kontrol non-ekuivalen. Subjek penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas VII, yaitu kelas VII-A dan VII-B. Kelas VII-A ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan, sementara kelas VII-B berperan sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data mencakup observasi serta tes tertulis untuk menilai hasil belajar bahasa Arab di kedua kelompok. Data dianalisis melalui uji prasyarat dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL yang didukung oleh Educaplay berdampak signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan melalui uji hipotesis yang menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,001, lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, rata-rata skor pretes siswa di kelompok eksperimen adalah 65,09, sementara kelompok kontrol memperoleh skor 70,90. Setelah perlakuan, skor rata-rata kelompok eksperimen meningkat menjadi 84,31, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 73,43. Perbedaan ini menegaskan bahwa siswa yang memperoleh pembelajaran dengan CTL dan Educaplay menunjukkan hasil akademik yang lebih baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggabungan pendekatan CTL dengan media interaktif Educaplay memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar bahasa Arab siswa.
KETERSEDIAAN SARANA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD SWASTA KATOLIK BUDI MURNI 2 MEDAN Nainggolan, Elfrida; Sihotang, Din Oloan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5691

Abstract

This research is motivated by the importance of learning resources in supporting the effectiveness of teaching and learning motivation, particularly in Catholic Religious Education (PAK) subjects that require an understanding of spiritual values. The focus of this research is to analyze the availability of PAK learning resources at Budi Murni 2 Medan Private Catholic Elementary School and describe its influence on student learning motivation. As a crucial step, this research uses a qualitative approach with a case study method, where data is collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation. The main findings indicate that the availability of learning resources at the school is adequate and diverse, including textbooks, Bibles, liturgical props, and digital devices such as projectors. The use of these varied resources has been proven to contribute significantly to increasing student learning motivation, which is characterized by enthusiasm, active participation in discussions, and high interest during the learning process. In conclusion, there is a strong positive relationship between the availability of adequate learning resources and student learning motivation in PAK lessons, where the use of interactive media is a key factor.. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran sarana pembelajaran dalam menunjang efektivitas pengajaran dan motivasi belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) yang menuntut pemahaman nilai-nilai spiritual. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan sarana pembelajaran PAK di SD Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan dan mendeskripsikan pengaruhnya terhadap motivasi belajar peserta didik. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa ketersediaan sarana pembelajaran di sekolah tersebut tergolong memadai dan beragam, mencakup buku teks, Alkitab, alat peraga liturgis, hingga perangkat digital seperti proyektor. Penggunaan sarana yang variatif ini terbukti berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan antusiasme, partisipasi aktif dalam diskusi, dan minat yang tinggi selama proses pembelajaran. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang kuat antara ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai dengan motivasi belajar siswa dalam pelajaran PAK, di mana pemanfaatan media yang interaktif menjadi faktor kunci.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MENGGUNAKAN METODE DONGENG DI TK PGRI 02 AMBULU Sari, Novita; Dahlan, Mukhtar Zaini; Prayogo, Basuki Hadi; Pinanta, Rr Maya Candra
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5906

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the storytelling method in improving early childhood social-emotional intelligence. Social-emotional intelligence is the child’s ability to understand and manage emotions, build social relationships, and adapt to the surrounding environment. The subjects of this study were 12 children aged 5–6 years at TK PGRI 02 Ambulu. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles & Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed a significant improvement in children's social-emotional abilities after the application of the storytelling method. Children were better able to express their feelings, interact with peers, and demonstrate empathy and independence. Storytelling has proven to be an effective medium for delivering social-emotional values in a way that is enjoyable and easily understood by young children. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas metode mendongeng dalam meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini. Kecerdasan sosial emosional merupakan kemampuan anak dalam memahami, mengelola emosi, menjalin hubungan sosial, serta menyesuaikan diri dalam lingkungan sekitarnya. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 anak usia 5–6 tahun di TK PGRI 02 Ambulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran melalui metode mendongeng, terjadi peningkatan yang signifikan dalam aspek kecerdasan sosial emosional anak. Anak lebih mampu mengungkapkan perasaan, berinteraksi dengan teman sebaya, dan menunjukkan sikap empati serta kemandirian. Kegiatan mendongeng terbukti dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan nilai-nilai sosial emosional secara menyenangkan dan mudah dipahami anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN KETERMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DENGAN PERMAINAN MELEMPAR BOLA Yuliati; Gunawan, Gunawan; Dahlan, Mukhtar Zaini; Kurniawan, Nurhafit
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5927

Abstract

This research is motivated by the suboptimal gross motor development of 3-4 year-old children at the MAWAR II Jember Kindergarten, which risks hampering their independence and self-confidence. The focus of this study was to improve children's gross motor skills, including balance, strength, and flexibility, through the implementation of a large ball throwing and catching game. As a crucial step, this study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles with 20 children. Each cycle included planning, action, observation, and reflection, with data collected through observation sheets and performance tests. The main findings showed a very significant improvement. In the first cycle, the average achievement of indicators was still below 50%, but after improvements in the second cycle, there was a surge in achievement exceeding the 75% success target, with balance indicators reaching 81%, strength 93%, and flexibility 92%. In conclusion, implementing a structured ball throwing game has proven to be a highly effective strategy for improving gross motor skills in 3-4 year-old children by stimulating optimal physical development through enjoyable play activities. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-4 tahun di KB MAWAR II Jember, yang berisiko menghambat kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak, yang mencakup aspek keseimbangan, kekuatan, dan kelenturan, melalui implementasi permainan melempar dan menangkap bola besar. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 20 anak. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, di mana data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes kinerja. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus I, rata-rata pencapaian indikator masih di bawah 50%, namun setelah perbaikan pada siklus II, terjadi lonjakan pencapaian yang melampaui target keberhasilan 75%, dengan indikator keseimbangan mencapai 81%, kekuatan 93%, dan kelenturan 92%. Kesimpulannya, penerapan permainan melempar bola secara terstruktur terbukti menjadi strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia 3-4 tahun, dengan menstimulasi perkembangan fisik secara optimal melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA BAHASA INDONESIA MATERI KOSAKATA DI SDN 148 PALEMBANG Widianto, Widianto; Wardiah, Dessy; Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6031

Abstract

The low level of student interest in Indonesian vocabulary is the background of this study, which highlights the need for more interactive learning media than conventional methods. This study focuses on quantitatively determining the significant effect of audio-visual media use on the learning interest of third-grade students at SDN 148 Palembang. As a crucial step, this study employed an experimental method with a Pretest-Posttest Control Group design. The sample consisted of two randomly selected classes, with the experimental class receiving audio-visual media treatment. Data on learning interest were collected through a questionnaire and analyzed using an independent t-test. The main findings indicated a highly significant difference between the two groups after treatment (p < 0.05), with the average learning interest in the experimental group (87.90%) significantly higher than that in the control group (54.60%). In conclusion, the use of audio-visual media has been shown to have a positive and significant effect on increasing student interest in Indonesian vocabulary, as reflected in the drastic increase in student interest after the intervention. ABSTRAKRendahnya minat belajar siswa pada materi kosakata Bahasa Indonesia menjadi latar belakang penelitian ini, yang menyoroti perlunya media pembelajaran yang lebih interaktif dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui secara kuantitatif pengaruh signifikan penggunaan media audio visual terhadap minat belajar siswa kelas III di SDN 148 Palembang. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak, di mana kelas eksperimen menerima perlakuan media audio visual. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji-t independen. Temuan utama menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan (p < 0,05), di mana rata-rata minat belajar pada kelompok eksperimen (87,90%) jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (54,60%). Kesimpulannya, penggunaan media audio visual terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa pada materi kosakata Bahasa Indonesia, yang tercermin dari peningkatan drastis minat siswa setelah intervensi.
PEMANFAATAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Siahaan, Gerald John Paul; Simbolon, Erikson
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6125

Abstract

This study examines the use of the Canva platform as an innovative learning medium in Catholic Religious Education (PAK) at SMAN 1 Delitua. The background of this research is the urgency to adapt teaching methods relevant to the characteristics of the digital generation, which tends to be more responsive to visual and interactive content. Using a qualitative descriptive approach, data was collected through a series of classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of lesson plan documentation and student work. Key findings indicate that Canva integration significantly increased the effectiveness and appeal of learning. Students demonstrated higher learning motivation because the teaching materials were presented in visually appealing formats, such as infographics and dynamic presentations, making it easier to understand complex theological concepts. Furthermore, Canva was shown to encourage teachers' creativity in designing and delivering materials. However, its implementation was not without challenges. The main obstacles faced included a lack of systematic technical training for teachers and limited supporting resources at the school, such as stable internet access and device availability. Nevertheless, the teachers' enthusiasm and commitment to continuous learning and adaptation were key factors in the success. In conclusion, Canva is a very effective and acceptable tool for transforming the PAK learning process at SMAN 1 Delitua to be more modern and relevant. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji secara mendalam pemanfaatan platform Canva sebagai media pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) di SMAN 1 Delitua. Latar belakang penelitian ini adalah urgensi untuk mengadaptasi metode pengajaran yang relevan dengan karakteristik generasi digital, yang cenderung lebih responsif terhadap konten visual dan interaktif. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui serangkaian observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi RPP dan hasil karya siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi Canva secara signifikan meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran. Siswa menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi karena materi ajar disajikan dalam format yang menarik secara visual, seperti infografis dan presentasi dinamis, sehingga mempermudah pemahaman konsep teologis yang kompleks. Selain itu, Canva terbukti mendorong kreativitas guru dalam merancang dan menyampaikan materi. Namun, implementasinya bukan tanpa tantangan. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya pelatihan teknis yang sistematis bagi para guru serta keterbatasan sumber daya pendukung di sekolah, seperti akses internet yang stabil dan ketersediaan perangkat. Meskipun demikian, antusiasme dan komitmen para guru untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi faktor kunci keberhasilan. Kesimpulannya, Canva merupakan alat bantu yang sangat efektif dan dapat diterima untuk mentransformasi proses pembelajaran PAK di SMAN 1 Delitua menjadi lebih modern dan relevan.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN MENDAUR ULANG SAMPAH PLASTIK PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN di TK IT AULADI PALEMBANG Dinata, Tasyah; Suningsih, Taruni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6126

Abstract

This research is motivated by the low level of creativity in 4-5 year-old children at Auladi IT Kindergarten in Palembang, caused by the lack of learning activities that stimulate imagination. The focus of this research is to enhance children's creativity through the implementation of plastic waste recycling activities as an innovative and environmentally friendly learning medium. As a crucial step, this study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles, each encompassing planning, implementation, observation, and reflection. Data on children's creativity development was collected through observation sheets and documentation, then analyzed qualitatively and quantitatively. The main findings indicate a significant increase in creativity. In the pre-cycle, the majority of children were in the 'Not Developing' category. After the second cycle, the percentage of children achieving the 'Developing as Expected' and 'Developing Very Well' (BSB) categories reached 100%, with 58% of them achieving the BSB level. In conclusion, implementing plastic waste recycling activities has proven to be a highly effective strategy for enhancing the creativity of children aged 4-5 years, by stimulating imagination, problem-solving skills, and instilling environmental awareness from an early age. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kreativitas pada anak usia 4-5 tahun di TK IT Auladi Palembang, yang disebabkan oleh minimnya kegiatan pembelajaran yang merangsang imajinasi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anak melalui implementasi kegiatan mendaur ulang sampah plastik sebagai media pembelajaran yang inovatif dan ramah lingkungan. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data perkembangan kreativitas anak dikumpulkan melalui lembar observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan kreativitas yang signifikan. Pada pra-siklus, mayoritas anak berada pada kategori ‘Belum Berkembang’. Setelah siklus II, persentase anak yang mencapai kategori ‘Berkembang Sesuai Harapan’ dan ‘Berkembang Sangat Baik’ (BSB) mencapai 100%, dengan 58% di antaranya berada di level BSB. Kesimpulannya, penerapan kegiatan mendaur ulang sampah plastik terbukti menjadi strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun, dengan menstimulasi imajinasi, kemampuan pemecahan masalah, dan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM MEINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PELAJARAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH MENENGAH NEGERI 1 DELITUA Sinaga, Gratius Xaver; Simbolon, Erikson
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6127

Abstract

This research is motivated by the challenges of modern education that demand the development of critical thinking skills, where traditional learning often fails to go beyond memorization, especially in Catholic Religious Education (PAK). The focus of this research is to analyze the implementation of a deep learning approach as an effort to improve students' critical thinking skills in Catholic Religious Education (PAK) at SMA Negeri 1 Delitua. As a crucial step, this study used a descriptive qualitative method, with data collection through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation analysis. Key findings indicate that teachers effectively implement deep learning through three main strategies: restructuring material to be more contextual, involving students in real-life projects based on Christian values, and using authentic assessments such as reflective journals. This implementation has proven successful in fostering various dimensions of critical thinking in students, including the ability to interpret, analyze, evaluate, and infer religious teachings in the context of everyday life. In conclusion, the deep learning approach is able to significantly improve students' critical thinking skills by integrating real-life experiences and reflection, thus transforming Catholic Religious Education learning into a meaningful process of character and faith formation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan modern yang menuntut pengembangan keterampilan berpikir kritis, di mana pembelajaran tradisional seringkali gagal melampaui hafalan, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK). Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pelajaran PAK di SMA Negeri 1 Delitua. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap guru dan siswa, serta analisis dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa guru secara efektif menerapkan pembelajaran mendalam melalui tiga strategi utama: restrukturisasi materi agar lebih kontekstual, pelibatan siswa dalam proyek aksi nyata berbasis nilai Kristiani, dan penggunaan asesmen autentik seperti jurnal refleksi. Penerapan ini terbukti berhasil menumbuhkan berbagai dimensi berpikir kritis pada siswa, termasuk kemampuan untuk melakukan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi terhadap ajaran agama dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, pendekatan pembelajaran mendalam secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan mengintegrasikan pengalaman nyata dan refleksi, sehingga pembelajaran PAK bertransformasi menjadi proses pembentukan karakter dan iman yang bermakna.