cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
STRATEGI GURU AGAMA KATOLIK DALAM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK SEKOLAH MENENGAH ATAS Kraf, Theo Jack Clever Goris; Simbolon , Erikson
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6128

Abstract

This study aims to describe the strategies employed by Catholic Religious Education teachers in utilizing Artificial Intellegence as a learning aid at St. Yoseph Senior High School in Medan. Amid the rapid development of digital technology, Catholic Religious Education teachers face the challenge of instilling faith-based values in a contextual and relevant manner. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through observations, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that teachers implement three main strategies: personalized learning based on students' learning styles, the development of creative learning materials using platforms such as Canva and Google Forms, and the cultivation of students' collaborative skills through Artificial Intellegence based digital projects. These strategies have proven effective in enhancing learning motivation, student engagement, and comprehension of religious content. However, challenges remain, such as limited infrastructure and teachers' digital literacy. The study concludes that the purposeful integration of Artificial Intellegence can support the objectives of Catholic Religious Education, provided it is accompanied by ethical and pedagogical guidance from teachers ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam memanfaatkan Artificial Intellegence sebagai alat bantu pembelajaran di SMA St. Yoseph Medan. Di tengah perkembangan teknologi digital, guru PAK dihadapkan pada tantangan untuk tetap menanamkan nilai-nilai iman secara kontekstual dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama, yaitu personalisasi pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa, penyusunan materi pembelajaran yang kreatif dengan bantuan platform seperti Canva dan Google Form, serta pelatihan keterampilan kolaboratif siswa melalui proyek digital berbasis Artificial Intellegence. Strategi-strategi ini terbukti meningkatkan motivasi belajar, partisipasi siswa, serta pemahaman terhadap materi ajaran agama. Kendati demikian, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital guru. Simpulan dari penelitian ini menekankan bahwa penggunaan Artificial Intellegence secara terarah dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran PAK, namun tetap memerlukan pendampingan etis dan pedagogis dari guru.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 06 PALEMBANG Mahendra, Nizar; Wahidy, Achmad; Lanos, Muhsana El Cintami
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6156

Abstract

This study aims to describe the strategies used by teachers in overcoming reading difficulties in grade II students of SD Negeri 06 Palembang. Reading difficulties experienced by students at the elementary school level can have a significant impact on their learning abilities in various subjects. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The subjects of the study consisted of grade 2 teachers and several students who had reading difficulties. The results of the study showed that teachers used several strategies in overcoming reading difficulties, including individual approaches, the use of interesting learning media, the application of phonetic methods, and providing routine and targeted reading exercises. In addition, teachers also establish intensive communication with parents to support the learning process at home. These strategies have been proven to help improve students' reading abilities gradually. This study is expected to be a reference for other teachers in overcoming similar problems in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas II SD Negeri 06 Palembang. Kesulitan membaca yang dialami siswa pada jenjang sekolah dasar dapat berdampak signifikan terhadap kemampuan belajar mereka di berbagai mata pelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas 2 dan beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan beberapa strategi dalam mengatasi kesulitan membaca, antara lain pendekatan individual, penggunaan media pembelajaran yang menarik, penerapan metode fonetik, serta pemberian latihan membaca secara rutin dan terarah. Selain itu, guru juga menjalin komunikasi intensif dengan orang tua untuk mendukung proses pembelajaran di rumah. Strategi-strategi tersebut terbukti membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru-guru lain dalam mengatasi masalah serupa di sekolah dasar.
OPTIMALISASI PENDEKATAN FUN LEARNING PADA KETERAMPILAN ABAD 21 DALAM PEMBELAJARAN FIQIH DI MA PUTRI NURUL MASYITHOH LUMAJANG Majid, Ahmad Kholis; Rofiq, M. Nafiur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6255

Abstract

The objective of this study is to analyze the optimization of the fun learning approach in improving 21st century skills in Fiqh learning at MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang. This approach is considered relevant to the development of 4C skills (Critikal Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication)  by students, which are the main pillars in facing global challenges in the modern era. The present study employed a qualitative approach of a phenomenological type, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The data presented herein were obtained from Fiqh teachers and students as the primary subjects. The findings indicated that the methodical implementation of engaging learning activities fosters an enjoyable learning environment, promotes active engagement, and enhances student creativity. Furthermore, an enhancement in critical thinking skills, group cooperation, and oral and written communication was demonstrated by students in the context of Fiqh learning. This study proposes that educators develop creative and contextualized learning methods to enhance the integration of 21st century skills in Islamic education. The pedagogical approach has been demonstrated to enhance the significance, appeal, and practicality of Fiqh learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pendekatan fun learning dalam meningkatkan keterampilan abad 21 dalam pembelajaran Fiqih di MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang. Pendekatan ini dianggap relevan dengan kebutuhan peserta didik untuk mengembangkan keterampilan 4C (Berfikir Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, dan Komunikasi) yang menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan global di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru Fiqih dan siswa sebagai subjek utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fun learning yang terstruktur secara sistematis mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membangun interaksi aktif, dan menstimulasi kreativitas siswa. Selain itu, peserta didik juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis, kerja sama kelompok, serta komunikasi lisan dan tertulis dalam konteks pembelajaran Fiqih. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan kontekstual guna memperkuat integrasi keterampilan abad 21 dalam pendidikan Islam. Pendekatan fun learning terbukti mampu menjadikan pembelajaran Fiqih lebih bermakna, menarik, dan aplikatif dalam kehidupan nyata.
MENGEMBANGKAN SOFT SKILL SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI SMKN 3 PALANGKA RAYA Agustina, Meylinda; Muslimah, Muslimah; Gofur, Abdul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6516

Abstract

This research was conducted with the intention of developing students' soft skills through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) learning model in Islamic Religious Education subjects at SMKN 3 Palangka Raya. Non-technical skills such as critical thinking skills in solving problems, effective interpersonal communication, and collaboration in groups, are important aspects that students must have in order to face challenges in the professional world. The research approach used was Classroom Action Research (CAR), by adopting the spiral model from Kemmis and McTaggart which includes the stages of planning, action, observation, and reflection. A total of 30 students from class X Culinary 2 were used as subjects in this study, but only 28 students were consistently involved in each learning cycle. The analysis technique used was descriptive quantitative, with data collection methods in the form of observation, questionnaire distribution, documentation, and in-depth interviews. The findings showed that the percentage of soft skill mastery increased, from 76.48% in the first cycle to 78.00% in the second cycle, both of which were included in the "good" category. This fact indicates that the implementation of well-designed and contextually appropriate problem-based learning can encourage significant improvements in the development of students' soft skills. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengembangkan kecakapan soft skill peserta didik melalui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKN 3 Palangka Raya. Keterampilan non-teknis seperti kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, komunikasi interpersonal yang efektif, serta kolaborasi dalam kelompok, merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan di dunia profesional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan mengadopsi model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, serta refleksi. Sebanyak 30 peserta didik dari kelas X Kuliner 2 dijadikan subjek dalam penelitian ini, namun hanya 28 orang yang secara konsisten terlibat dalam setiap siklus pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, serta wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa persentase penguasaan soft skill mengalami peningkatan, dari 76,48% pada siklus pertama menjadi 78,00% pada siklus kedua, yang keduanya masuk dalam kategori “baik”. Fakta ini mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dirancang dengan baik dan sesuai dengan konteks dapat mendorong peningkatan signifikan dalam pengembangan kemampuan soft skill siswa.
KAJIAN SEMANTIK PADA SAJAK SIA-SIA KARYA CHAIRIL ANWAR Habibie, M. Baharuddin Yusuf; Setiawan, Hendra; Muhtarom, Imam
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6552

Abstract

This research discusses a semantic study of the poem "Sia-Sia," which is part of "Aku Ini Binatang Jalang" by Chairil Anwar, focusing on lexical and grammatical meaning. The purpose of this study is to describe and analyze the forms of lexical and grammatical meanings contained within the poem. This research employs a qualitative descriptive method, with data collection conducted through literature study, observation, and note-taking. Data analysis follows the Miles and Huberman model, consisting of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing.Based on the analysis of the poem, the researcher identified various forms of both lexical and grammatical meanings—four meanings that align with their original intent and three meanings influenced by contextual factors within the sentence. The results show that Chairil Anwar’s poetry not only possesses high aesthetic value but is also rich in semantic meaning. Thus, this study demonstrates that a semantic analysis of "Aku Ini Binatang Jalang" enhances readers’ understanding of the depth of meaning contained in each line of the poem, while affirming the linguistic richness and expressive power of Chairil Anwar as a great poet in Indonesian literature. ABSTRAKPenelitian ini membahas kajian semantik terhadap sajak sia-sia bagian dari Aku Ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar dengan fokus pada mengkajian pemaknaan leksikal dan gramatikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan menganalisis bentuk-bentuk makna leksikal dan gramatikal yang termuat dalam puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan sajak yang dikaji, peneliti menemukan bentuk makna yang beragam leksikal maupun gramatikal, yaitu 4 sesuai dengan maksud aslinya dan 3 makna yang dapat terpengaruh oleh konteks kalimatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi karyanya ini tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga kaya akan makna semantik. Dengan demikian, kajian ini menunjukkan bahwa analisis semantik terhadap puisi Aku Ini Binatang Jalang memperkuat pemahaman pembaca terhadap kedalaman makna yang terkandung dalam setiap larik puisi, sekaligus menegaskan kekayaan bahasa dan kekuatan ekspresi Chairil Anwar sebagai penyair besar dalam sastra Indonesia.
PENERAPAN MODERASI BERAGAMA MELALUI PENDIDIKAN TOLERANSI DI SMA NEGERI (SMA N) 12 MERANGIN Bransika, Dien Muhammad Ismal; Hendri, Novi; Rozi, Syafwan; Hanani, Silfia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6617

Abstract

This study aims to look at the application of religious tolerance education in the context of religious moderation at SMA Negeri 12 Merangin, Jambi. Where SMAN 12 is a multi-religious school, and multi-religious organizations. Islam as the majority, secondly Catholicism, Protestantism.  The focus of the research includes the curriculum used, the application or implementation of tolerance values in the daily lives of students, and the impact of the application on inter-religious social interactions at school. The method used is descriptive qualitative. with a sociological approach to explore social interactions and meanings built by individuals in the school community, The informants of this research are Islamic Religious Teachers, Protestant Religious Coaches, protestants, Muslim students and Catholic Christian students, protestants. For data analysis using Miles and Huberman. The results showed that SMA Negeri 12 Merangin uses the Merdeka Curriculum, with teaching materials in the Islamic Religious Education and Budi Pekerti book which includes the topics of tasamuh, love for the country, and religious moderation. The school also has internal policies that support regular and collaborative interfaith religious activities. The practice of tolerance is evident in the daily lives of students and teachers. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendidikan toleransi beragama dalam konteks moderasi beragama di SMA Negeri 12 Merangin, Jambi. Dimana SMAN 12 multi agama, dan multi organisasi keagamaan. Agama Islam sebagai mayoritas, kedua katolik, protestan.  Fokus kajian meliputi bagaimana kurikulum yang digunakan, penerapan atau implementasi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari siswa, serta dampak dari penerapan tersebut terhadap interaksi sosial lintas agama di sekolah. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. dengan pendekatan sosiologis untuk menggali interaksi sosial dan makna yang dibangun oleh individu dalam komunitas sekolah, Adapun informannya adalah Guru Agama Islam, Pembina Agama Protestan, protestan, siswa agami slam dan siswa agam Kristen katolik, protestan. Untuk anailisis data mengunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 12 Merangin menggunakan Kurikulum Merdeka, dengan materi ajar dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang mencakup topik tasamuh, cinta tanah air, dan moderasi beragama. Sekolah juga memiliki kebijakan internal yang mendukung kegiatan keagamaan lintas agama secara rutin dan kolaboratif. Praktik toleransi terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa dan guru, seperti kerja sama dalam kegiatan keagamaan, tolong-menolong, serta saling mengunjungi tanpa memandang latar belakang agama. Dampak dari penerapan nilai-nilai ini adalah terbentuknya suasana harmonis dan kebersamaan yang kuat di antara warga sekolah.
URGENSI TEORI KOGNITIVISME DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI UPT SD NEGERI 358 GRESIK Aisyah, Sitti; Rohmani, Abd. Hadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6618

Abstract

This study aims to examine the urgency and implementation of cognitive theory in the learning process of Islamic Religious Education (PAI) at UPT SD Negeri 358 Gresik. Cognitive theory emphasizes mental processes in which students actively construct knowledge through interaction with their environment and personal experiences. A qualitative research approach was applied, using interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that the application of cognitive theory in this school is realized through several instructional strategies, including the setting of clear learning goals, the use of positive reinforcement, repeated practice, the development of metacognitive skills, and the structured organization of learning materials. These approaches have been effective in enhancing students’ motivation, active participation, and conceptual understanding of PAI content. However, several challenges were identified, such as low student motivation, limited learning facilities, and insufficient instructional time. Therefore, institutional support, teacher training, and innovative teaching strategies are essential to ensure the optimal application of cognitive theory. The study highlights the significance of adopting a cognitive approach to create meaningful, contextual, and character-oriented PAI learning experiences. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan implementasi teori kognitivisme dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di UPT SD Negeri 358 Gresik. Teori kognitivisme menekankan proses mental dalam pembelajaran, di mana siswa secara aktif membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan dan pengalaman hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teori kognitivisme di sekolah ini diwujudkan melalui strategi pembelajaran seperti penetapan tujuan yang jelas, penggunaan penguatan positif, latihan berulang, pengembangan keterampilan metakognitif, serta penyusunan materi secara sistematis. Strategi ini terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman konseptual siswa terhadap materi PAI. Namun, terdapat beberapa kendala seperti rendahnya motivasi siswa, keterbatasan fasilitas, serta waktu pembelajaran yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kelembagaan, pelatihan guru, serta inovasi dalam strategi pembelajaran agar teori kognitivisme dapat diimplementasikan secara optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kognitivisme dalam menciptakan pembelajaran PAI yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter.
PENGARUH EMPLOYABILITY SKILLS TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA Tsaqib, Ahmad Faishal; Wiyono, Agus; Rusimamto, Puput Wanarti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6620

Abstract

This research is motivated by the gap between the competencies of Vocational High School (SMK) graduates and the demands of the industrial world, where many students are deemed to lack adequate work readiness. The focus of this study is to quantitatively analyze the influence of employability skills—which include non-technical competencies such as communication and cooperation—on students' work readiness. As a crucial step, this study used a quantitative approach with an associative design on 100 students. Data were collected through a valid and reliable questionnaire and then analyzed using simple linear regression. The main findings indicate that employability skills have a positive and statistically significant influence on work readiness (p < 0.05). The resulting quantitative regression model confirms that any increase in employability skills mastery will increase students' work readiness levels. In conclusion, employability skills mastery is a crucial predictor of the work readiness of SMK graduates. These findings emphasize the urgency for vocational education institutions to systematically integrate non-technical skills development into the curriculum as a core component to bridge the gap with industry needs. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tuntutan dunia industri, di mana banyak siswa dinilai kurang memiliki kesiapan kerja yang memadai. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh employability skills—yang mencakup kompetensi non-teknis seperti komunikasi dan kerja sama—terhadap kesiapan kerja siswa. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif pada 100 siswa, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Temuan utama menunjukkan bahwa employability skills memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara statistik terhadap kesiapan kerja (p < 0,05). Model regresi yang dihasilkan secara kuantitatif menegaskan bahwa setiap peningkatan pada penguasaan employability skills akan meningkatkan tingkat kesiapan kerja siswa. Kesimpulannya, penguasaan employability skills merupakan prediktor krusial bagi kesiapan kerja lulusan SMK. Temuan ini menegaskan urgensi bagi lembaga pendidikan kejuruan untuk secara sistematis mengintegrasikan pengembangan keterampilan non-teknis ke dalam kurikulum sebagai komponen inti untuk menjembatani kesenjangan dengan kebutuhan industri.
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA DI RA AL-CHAERIYAH SILOPO KAB. POLEWALI MANDAR Aldawiah, Aldawiah; Tadzkirah, Tadzkirah; Palintan, Tien Asmara; Natsir, Tri Ayu Lestari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6621

Abstract

Early childhood education plays a crucial role in shaping the foundation of character and competence in students. The Merdeka Curriculum emerges as a response to the need for more flexible, contextual education that focuses on strengthening character through the Pancasila Student Profile. However, the implementation of this curriculum in various educational units, including RA Al-Chaeriyah Silopo, faces several challenges. This study aims to identify the issues that arise in the implementation of the Merdeka Curriculum and the strategies employed by teachers to address them. The research uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews with the principal and teachers, as well as documentation. The research findings show that the implementation of the Merdeka Curriculum at RA Al-Chaeriyah Silopo faces challenges such as delayed information from the government, a lack of teacher training, limited understanding of the Merdeka Curriculum concept, and insufficient teaching materials and facilities. Nevertheless, both the teachers and the principal demonstrate high enthusiasm by participating in training, utilizing KKG forums, seeking independent references, and developing teaching materials that align with local conditions and the needs of students. These strategies demonstrate adaptive efforts made to implement the curriculum optimally. The study concludes that the success of the Merdeka Curriculum implementation is greatly influenced by the readiness of human resources, institutional support, and the creativity of teachers in responding to limitations. Therefore, continued support from the government, society, and educational institutions is necessary to ensure the effective, contextual, and sustainable implementation of the Merdeka Curriculum at the RA level. ABSTRAKPendidikan anak usia dini memegang peran penting dalam membentuk dasar karakter dan kompetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Namun, implementasi kurikulum ini di berbagai satuan pendidikan, termasuk RA Al-Chaeriyah Silopo, menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika yang muncul dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka serta strategi yang dilakukan guru untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka di RA Al-Chaeriyah Silopo Terdapat kendala seperti keterlambatan informasi dari pemerintah, kurangnya pelatihan guru, keterbatasan pemahaman terhadap konsep Kurikulum Merdeka, serta minimnya sarana dan bahan ajar. Meskipun demikian, guru dan kepala sekolah menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti pelatihan, memanfaatkan forum KKG, mencari referensi mandiri, serta menyusun perangkat ajar sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan peserta didik. Strategi ini memperlihatkan upaya adaptif yang dilakukan untuk menjalankan kurikulum secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan institusi, dan kreativitas guru dalam merespons keterbatasan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka di tingkat RA dapat berjalan efektif, kontekstual, dan berkelanjutan.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM FILM ANIMASI NUSSA SERTA RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Putri, Alfi Dynara; Meriyati, Meriyati; Wulandari, Heny
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6622

Abstract

Religious character education is essential in shaping a generation with noble character, especially amid the growing moral degradation influenced by technological advancements. The animated film Nussa, as an audiovisual medium, is considered effective in conveying values of character education based on Islamic teachings. The purpose of this study is to analyze the religious character education values contained in the Nussa animated film and to examine their relevance to the values of Islamic Religious Education. This research employs a descriptive qualitative approach through interviews, observation, and documentation techniques. The results show that the Nussa animated film contains religious character education values such as faith (iman), Islam, excellence (ihsan), knowledge (ilmu), and good deeds (amal), which are highly relevant to the core values of Islamic Religious Education: creed (aqidah), morality (akhlaq), and Islamic law (sharia). The implementation of the Nussa animated film at SDN 29 Way Lima has had a positive impact on improving students’ religious attitudes and social behavior. ABSTRAKPendidikan karakter religius menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk generasi berakhlak mulia, khususnya di tengah maraknya dekadensi moral akibat perkembangan teknologi. Film animasi Nussa sebagai media audiovisual dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan karakter berbasis ajaran Islam. Tujuan penelitian dalam penelitian ini Untuk Menganalisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Religius Yang Terkandung Dalam Film Nussa dan untuk Menganalisis Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Religius Yang Terkandung Dalam Film Animasi Nussa Dengan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi Nussa mengandung nilai-nilai pendidikan karakter religius seperti iman, Islam, ihsan, ilmu dan amal yang sangat relevan dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam yakni akidah, akhlak dan syariat. Implementasi film animasi Nussa di SDN 29 Way Lima memberikan dampak positif terhadap peningkatan sikap religius dan perilaku sosial peserta didik.