cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 42 Documents clear
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENGATASI KECANDUAN GAME ONLINE PADA SISWA KELAS VII MTs NURUL HUDA MASARAN BANYUATES SAMPANG Purnamasari, Devi; Wibowo, Moh.Ari; Fitria, Mujahidah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7034

Abstract

Online gaming addiction is an activity that is done excessively and tends to interfere with daily life. The focus of the problem in this study is (i) the role of educating students at school (ii) What factors cause students to experience online gaming addiction behavior at MTs Nurul Huda Masaran (iii) Can behavioral contract techniques reduce online gaming addiction experienced by students at MTs Nurul Huda Masaran. The objectives of this study are (i) To determine the factors of online game addiction behavior that occurs at MTs Nurul Huda Masaran; (ii) To determine the factors causing students to experience online game addiction behavior at MTs Nurul Huda Masaran; (iii) To determine the effectiveness of behavioral contract techniques in reducing online game addiction. This study uses a qualitative approach, a case study type of research with data collection techniques through in-depth interviews and observations. The subject in this study was a student at MTs Nurul Huda Masaran who was identified as having an addiction to playing online games. The results of the study showed that (i) The research subjects showed symptoms of addiction to playing online games which were obtained from the results of interviews with research respondents and observation results (ii) The factors causing the research subjects to become addicted to playing online games were interactions with people around them, as well as factors of escape and a high level of addiction to playing online games (iii) The behavioral contract technique was considered effective in handling cases of online game addiction behavior where the cases showed changes in online game playing behavior which tended to decrease from day to day. ABSTRAKKecanduan bermain game online merupakan aktivitas bermain yang dilakukan secara berlebihan dan cenderung mengganggu kehidupan sehari-hari. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah (i) peran dalam mendidik siswa disekolah (ii) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan siswa mengalami perilaku kecanduan game online MTs Nurul Huda Masaran  (iii) Apakah teknik kontrak perilaku dapat mengurangi kecanduan game online yang dialami oleh siswa di MTs Nurul Huda Masaran. Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui faktor-faktor perilaku kecanduan game online yang terjadi di MTs Nurul Huda Masaran ; (ii) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami perilaku kecanduan game online di MTs Nurul Huda Masaran  ; (iii) Untuk mengetahui efektivitas teknik kontrak perilaku dalam mengurangi kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa MTs Nurul Huda Masaran yang teridentifikasi mengalami kecanduan bermain game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Subjek penelitian menunjukkan gejala kecanduan bermain game online yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden penelitian dan hasil observasi (ii) Faktor penyebab subjek penelitian mengalami kecanduan bermain game online yaitu interaksi dengan orang-orang sekitarnya, serta faktor  pelarian diri dan tingkat ketagihan bermain game online yang tinggi (iii) Teknik kontrak perilaku dinilai efektiv dalam penanganan kasus perilaku kecanduan game online dimana kasus menunjukkan adanya perubahan perilaku bermain game online yang cenderung menurun dari hari ke hari.
PERSEPSI SISWA MTS NURUL HUDA DESA MASARAN TAHUN AJARAN 2024/2025 TENTANG IMPLEMENTASI NILAI KEBHINEKAAN TUNGGAL IKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Washilah, Washilah; Hamzah, Amir; Aminah, St.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7035

Abstract

Amidst the complex reality of Indonesia's diversity and the digital challenges that fuel polarization, internalizing the values ??of Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) through education is crucial. This study focuses on analyzing the perceptions of students at MTs Nurul Huda in Masaran Village regarding the implementation of diversity values, with the aim of understanding the extent to which these values ??are internalized and identifying supporting and inhibiting factors from their perspectives. Using a descriptive qualitative approach, the study involved 20 purposively selected students. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using an interactive model and validated through triangulation. The results revealed a dichotomy: students had very positive perceptions and attitudes, with 90% respecting differences and 95% recognizing the vital role of teachers in instilling tolerance. However, these attitudes faced practical challenges, such as barriers due to cultural differences (35%) and the negative influence of social media, perceived by 65% ??of students. A crucial finding was the perception of 75% of students that the existing diversity curriculum lacked contextualization. It was concluded that the internalization of the values ??of diversity was successful at the attitudinal level thanks to the role of schools. However, its actual implementation was hampered by external factors and a curriculum that was less relevant to students' local realities. ABSTRAKDi tengah realitas keberagaman Indonesia yang kompleks dan tantangan digital yang memicu polarisasi, internalisasi nilai Bhinneka Tunggal Ika melalui pendidikan menjadi krusial. Penelitian ini berfokus menganalisis persepsi siswa MTs Nurul Huda Desa Masaran mengenai implementasi nilai-nilai kebhinekaan, dengan tujuan memahami sejauh mana nilai tersebut terhayati dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dari sudut pandang mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 20 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dikotomi: siswa memiliki persepsi dan sikap yang sangat positif, dengan 90% menghormati perbedaan dan 95% mengakui peran vital guru dalam menanamkan toleransi. Namun, sikap ini dihadapkan pada tantangan praktis, seperti hambatan akibat perbedaan adat (35%) dan pengaruh negatif media sosial yang dirasakan oleh 65% siswa. Temuan krusial adalah persepsi 75% siswa bahwa kurikulum kebhinekaan yang ada kurang kontekstual. Disimpulkan bahwa internalisasi nilai kebhinekaan berhasil pada level sikap berkat peran sekolah, namun implementasi nyatanya terhambat oleh faktor eksternal dan kurikulum yang kurang relevan dengan realitas lokal siswa.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA OJEK ONLINE MAXIM DI KOTA MAKASSAR Muliati, Muliati; Ibrahim, Ibrahim; Hanafi, Ali
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7036

Abstract

This research is motivated by the gap between the ideal service offered by online motorcycle taxi service Maxim and operational issues in the field, such as inaccurate GPS and inconsistent fares, which have the potential to reduce customer satisfaction in Makassar City. Amidst intense industry competition, a deep understanding of the determinants of satisfaction is crucial. Therefore, this study focuses on analyzing the influence of service quality and customer value on customer satisfaction among Maxim users. This study uses a causal quantitative approach by distributing questionnaires to 80 respondents selected through incidental sampling. The collected data were analyzed using multiple linear regression after meeting validity, reliability, and classical assumptions. The results of the analysis indicate that service quality and customer value simultaneously and partially have a positive and significant effect on customer satisfaction. However, the main finding reveals that customer value (beta coefficient 0.722) has a much more dominant influence than service quality (beta coefficient 0.217). It is concluded that although service quality is important, customers' holistic perception of the benefits received compared to the sacrifices incurred is the strongest factor in shaping satisfaction. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara layanan ideal yang ditawarkan ojek online Maxim dengan permasalahan operasional di lapangan, seperti GPS yang tidak akurat dan tarif yang inkonsisten, yang berpotensi menurunkan kepuasan konsumen di Kota Makassar. Di tengah persaingan industri yang ketat, pemahaman mendalam terhadap faktor penentu kepuasan menjadi krusial. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan nilai pelanggan terhadap kepuasan konsumen pengguna Maxim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden yang dipilih melalui incidental sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan nilai pelanggan secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Namun, temuan utama mengungkapkan bahwa nilai pelanggan (koefisien beta 0,722) memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan kualitas pelayanan (koefisien beta 0,217). Disimpulkan bahwa meskipun kualitas pelayanan penting, persepsi holistik pelanggan terhadap manfaat yang diterima dibandingkan pengorbanan yang dikeluarkan merupakan faktor terkuat dalam membentuk kepuasan.
PENANAMAN KARAKTER TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 20 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Sabrina, Salwa; Siregar, Hapni Laila
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7218

Abstract

This research is motivated by the problem of bullying behavior among students and the potential for tolerance to be instilled through Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning to minimize it. The main focus of the study is to analyze whether instilling tolerance in PPKn learning can effectively reduce bullying behavior among ninth-grade students at SMP Negeri 20 Medan. Using descriptive qualitative methods, this study involved ninth-grade students, PPKn teachers, and guidance counselors as subjects, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that students' understanding of the role of tolerance in reducing bullying is formed through interactive learning, habituation, integration of values ??across subjects, role models from teachers and parents, and firm rules. Instilling tolerance in PPKn itself is effectively implemented through methods such as open discussions on the importance of tolerance and teachers' instilling positive attitudes. Key findings emphasize the crucial importance of awareness and positive interactions between students, teachers, and parents. It was concluded that the implementation of tolerance in civics learning, supported by all school stakeholders, has been proven to have a positive impact in minimizing various forms of bullying (physical, verbal, and psychological) among students. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perilaku perundungan (bullying) di kalangan siswa dan potensi karakter toleransi yang ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk meminimalisirnya. Fokus utama penelitian adalah menganalisis apakah penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran PPKn dapat secara efektif mengurangi perilaku perundungan pada siswa kelas IX SMP Negeri 20 Medan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan siswa kelas IX, guru PPKn, dan guru BK sebagai subjek, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai peran toleransi dalam mengurangi perundungan terbentuk melalui pembelajaran interaktif, pembiasaan, integrasi nilai lintas mata pelajaran, keteladanan guru dan orang tua, serta aturan tegas. Penanaman karakter toleransi dalam PPKn sendiri efektif dilakukan melalui metode seperti diskusi terbuka tentang pentingnya toleransi dan pembiasaan sikap positif oleh guru. Temuan kunci menegaskan bahwa kesadaran dan interaksi positif antara siswa, guru, dan orang tua sangat krusial. Disimpulkan bahwa implementasi karakter toleransi dalam pembelajaran PPKn, yang didukung oleh seluruh pemangku kepentingan sekolah, terbukti memberikan dampak positif dalam meminimalisir berbagai bentuk perundungan (fisik, verbal, psikis) di kalangan siswa.
WIDYAISWARA MENYAMPAIKAN MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS AMBIDEXTERY PADA PELATIHAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR Pelu, Hanafi; Naw, Rusdin; Sadiq, Ali Imran; Nurmillah, Nurmillah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7266

Abstract

In the era of digital transformation, the role of instructors at training institutions, particularly at the Makassar Religious Training Center, has undergone a significant shift. Instructors no longer function solely as conveyors of material, but also as learning facilitators who integrate innovative approaches to produce competent and adaptive learners. The concept of organizational ambidexterity, encompassing both exploitation and exploration, is particularly relevant in this context. Widyaiswara is required to balance the delivery of standard material with learning innovation. This study aims to describe how widyaiswara delivers ambidexterity-based learning material. The method used is a qualitative approach with a descriptive study design, collecting data through observation, interviews, and document analysis. The results show that widyaiswara develops learning strategies that combine conventional and innovative methods and utilize digital technology. They also prioritize a learner-centered approach by understanding the characteristics and needs of the participants. Learning evaluation is conducted holistically, covering cognitive, affective, and psychomotor assessments. These results provide practical contributions to the development of a more effective learning model that is relevant to the competency development needs of the civil service. This study is expected to serve as a reference for other training institutions in implementing ambidexterity-based learning. ABSTRAKDalam era transformasi digital, peran widyaiswara di lembaga diklat, khususnya di Balai Diklat Keagamaan Makassar, mengalami pergeseran signifikan. Widyaiswara tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan inovatif untuk menghasilkan peserta didik yang kompeten dan adaptif. Konsep ambidexterity organisasi, yang mencakup eksploitasi dan eksplorasi, menjadi relevan dalam konteks ini. Widyaiswara dituntut untuk menyeimbangkan antara penyampaian materi standar dengan inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana widyaiswara menyampaikan materi pembelajaran berbasis ambidexterity. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa widyaiswara mengembangkan strategi pembelajaran yang menggabungkan metode konvensional dan inovatif, serta memanfaatkan teknologi digital. Mereka juga mengedepankan pendekatan yang berpusat pada peserta dengan memahami karakteristik dan kebutuhan peserta. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara holistik, mencakup penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga diklat lain dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis ambidexterity.
PENANAMAN KARAKTER TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN MELALUI STRATEGI STORYTELLING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR SDN 064958 MEDAN Hasibuan, Akhirunnisa; Manurung , Melva Adelia; Siregar, Hapni Laila
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7270

Abstract

This research is motivated by the importance of instilling a character of tolerance from an early age in Indonesia's multicultural society, yet the practice of intolerance remains a challenge. Elementary schools, as the foundation for character formation, often still use conventional methods that are less effective in internalizing values. The focus of this research is to analyze the implementation of the storytelling strategy as an alternative approach to instilling a character of tolerance in fourth-grade students at SDN 064958 Medan, a school with a highly diverse student body. The research used a qualitative approach with a case study design, involving teachers and students as participants. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, which were then analyzed thematically. The results show that the storytelling strategy was implemented systematically through the selection of stories relevant to the local diversity context of Medan, interactive and creative delivery techniques, and reflective discussions. Key findings revealed positive student responses in the form of high enthusiasm, emotional engagement, and concrete efforts to implement the value of tolerance. It was concluded that storytelling, despite facing time constraints, proved effective as a character learning strategy because it integrated aspects of moral knowing, moral feeling, and moral action, and was able to contextualize the value of tolerance with students' realities. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter toleransi sejak usia dini di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural, namun praktik intoleransi masih menjadi tantangan. Sekolah dasar, sebagai fondasi pembentukan karakter, seringkali masih menggunakan metode konvensional yang kurang efektif dalam menginternalisasi nilai. Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi strategi storytelling sebagai pendekatan alternatif untuk menanamkan karakter toleransi pada siswa kelas IV SDN 064958 Medan, sebuah sekolah dengan keberagaman siswa yang tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi storytelling diimplementasikan secara sistematis melalui pemilihan cerita yang relevan dengan konteks keberagaman lokal Medan, teknik penyampaian interaktif dan kreatif, serta diskusi reflektif. Temuan utama mengungkap respons positif siswa berupa antusiasme tinggi, keterlibatan emosional, dan upaya nyata menerapkan nilai toleransi. Disimpulkan bahwa storytelling, meskipun menghadapi kendala waktu, terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran karakter karena mengintegrasikan aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action, serta mampu mengkontekstualisasikan nilai toleransi dengan realitas siswa.
TRANSFORMASI DIGITAL DI SEKOLAH NEGERI PESISIR: KAJIAN ASPEK POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA PADA IMPLEMENTASI GOOGLE FOR EDUCATION DI SMP NEGERI 1 ANGGANA Ratnawati, Eny; Kristiyani, Nihan; Warman, Warman; Bahzar, Moh.; Nurlaili, Nurlaili
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7315

Abstract

This research is motivated by the acceleration of digital transformation in education in Indonesia, where platforms such as Google for Education (GfE) have become strategic instruments. However, their implementation in coastal schools often faces non-technical obstacles. Different from general studies, this research focuses on analyzing GfE implementation at SMPN 1 Anggana, a coastal school with ideal technical conditions (internet access, 1:1 Chromebook program), through a political, economic, social, and cultural (PEST) lens. The research used a qualitative case study method with data triangulation through interviews, observations, and document analysis. The results show that although GfE implementation is technically successful, indicated by the widespread use of Google Classroom and a high assignment submission rate (85%), pedagogical optimization remains hampered. Key findings reveal significant challenges in the political (lack of data protection SOPs), economic (the need for a sustainable operational financing model), social (teacher digital competency gap), and cultural (the need to integrate local values). It concludes that technical success does not guarantee complete digital transformation; Strengthened governance, medium-term funding schemes, ongoing teacher training, and contextualized curricula are needed to achieve the full potential of GfE. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh percepatan transformasi digital pendidikan di Indonesia, di mana platform seperti Google for Education (GfE) menjadi instrumen strategis. Namun, implementasinya di sekolah pesisir sering menghadapi kendala non-teknis. Berbeda dari studi umum, penelitian ini berfokus menganalisis implementasi GfE di SMPN 1 Anggana, sekolah pesisir dengan kondisi teknis ideal (internet, program 1:1 Chromebook), melalui lensa politik, ekonomi, sosial, dan budaya (PEST). Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan triangulasi data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara teknis implementasi GfE berjalan baik ditandai dengan penggunaan Google Classroom yang menyeluruh dan tingkat pengumpulan tugas tinggi (85%) optimalisasi pedagogis masih terhambat. Temuan utama mengungkap adanya tantangan signifikan pada aspek politik (ketiadaan SOP perlindungan data), ekonomi (kebutuhan model pembiayaan operasional berkelanjutan), sosial (kesenjangan kompetensi digital guru), dan budaya (perlunya integrasi nilai lokal). Disimpulkan bahwa keberhasilan teknis tidak menjamin transformasi digital yang utuh; diperlukan penguatan tata kelola, skema pendanaan jangka menengah, pelatihan guru berkelanjutan, dan kurikulum kontekstual untuk mencapai potensi penuh GfE.
PENGARUH KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN KEBERHASILAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMP N 1 HILIDUHO Zalukhu, Webert Harapan Putra; Lahagu, Arianto; Lase, Asali; Harefa, Yearning
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7317

Abstract

This research is motivated by the suboptimal competence of the principal in implementing school-based management (SBM), which has an impact on the less than optimal success of the implementation of SBM in educational units. This study aims to determine the effect of the principal's competence on the successful implementation of school-based management at SMP Negeri 1 Hiliduho in the 2024/2025 academic year. The type of research used is quantitative with a correlational survey method. The population in this study were all 30 teachers, and all of them were used as research samples (saturated samples). The instrument used in this study was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Hypothesis testing used the t test and simple linear regression. Based on the results of the t test, t count = 7.667 was greater than t table = 2.045, with a significance value of 0.000 <0.05, so Ha was accepted and Ho was rejected, which means there was a significant influence between the principal's competence on the successful implementation of school-based management. The results of the regression analysis indicate that principal competence contributed 52% to the success of SBM implementation, while the remaining 48% was influenced by other factors not examined. Thus, it can be concluded that principal competence influences the success of school-based management implementation at SMP Negeri 1 Hiliduho. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kompetensi kepala sekolah dalam melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang berdampak pada belum maksimalnya keberhasilan pelaksanaan MBS di satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap pelaksanaan keberhasilan manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri 1 Hiliduho pada tahun ajaran 2024/2025.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 30 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian (sampel jenuh). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung = 7,667 lebih besar dari t tabel = 2,045, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi kepala sekolah terhadap keberhasilan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kompetensi kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 52% terhadap keberhasilan pelaksanaan MBS, sedangkan sisanya sebesar 48% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepala sekolah berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri 1 Hiliduho.
MANAJEMEN STRATEGIK KEPALA SEKOLAH DI SMP ISLAM LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Zaenuddin, Zaenuddin; Citriadin, Yudin; Ismail, Ismail; Khalqi, Khairul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6893

Abstract

This study aims to analyze the implementation of strategic management by the principal of SMP Islam Islahul Ummah NW Lendang Kekah in improving educational quality. The study focuses on planning, organizing, implementing, and supervising curriculum, student affairs, facilities and infrastructure, and public relations. This study used a qualitative approach with a case study approach. Informants consisted of the principal, vice principal, and teachers. Data were collected through in-depth interviews. Data analysis was conducted through four simultaneous activity streams: data collection, data presentation, data condensation, and conclusions. Data validity testing consisted of four criteria: credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results indicate that the principal applies visionary, participatory, consultative, and delegative leadership, enabling him to integrate the school's vision, mission, and goals into a focused work program. Curriculum development was carried out through school self-evaluation (EDS) with a SWOT analysis, curriculum document development, and monitoring and reflection. In student affairs, a variety of disciplinary programs, academic and extracurricular development, and Islamic character building are implemented. Facilities and infrastructure management focuses on inventory, procurement, repair, and arrangement of the school environment to support the learning process. Meanwhile, the public relations program plays a crucial role in building relationships with parents, committees, the community, and the government, as well as publicizing school achievements. Overall, the principal's strategic management implementation has created a conducive school climate, improved teacher and student quality, and strengthened the school's position in facing educational challenges. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategik kepala SMP Islam Islahul Ummah NW Lendang Kekah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Fokus kajian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan di bidang kurikulum, kesiswaan, sarana-prasarana, dan hubungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan empat alur kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan kesimpulan. Pengujian keabsahan data terdiri dari empat kriteria yaitu kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan visioner, partisipatif, konsultatif, dan delegatif, sehingga mampu mengintegrasikan visi, misi, dan tujuan sekolah ke dalam program kerja yang terarah. Pengembangan kurikulum dilakukan melalui evaluasi diri sekolah (EDS) dengan analisis SWOT, penyusunan dokumen kurikulum, serta monitoring dan refleksi. Pada bidang kesiswaan, diterapkan program pendisiplinan, pembinaan akademik dan ekstrakurikuler yang bervariasi, serta penguatan karakter Islami. Pengelolaan sarana dan prasarana difokuskan pada inventarisasi, pengadaan, perbaikan, dan penataan lingkungan sekolah agar mendukung proses pembelajaran. Sementara itu, program humas berperan penting dalam membangun relasi dengan orang tua, komite, masyarakat, pemerintah, serta publikasi prestasi sekolah. Secara keseluruhan, implementasi manajemen strategik kepala sekolah mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif, meningkatkan kualitas guru dan siswa, serta memperkuat posisi sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP KARAKTER PESERTA DIDIK SMP AS-SYAKUR KECAMATAN TAMBELANGAN KABUPATEN SAMPANG Toha, Muhammad; Wibowo, Moh. Ari; Hamzah, Amir
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7075

Abstract

Education plays a fundamental role in shaping the nation’s character through the internalization of moral, ethical, and social values. One of the subjects considered strategic in this regard is Civic Education (PPKn), which aims to instill responsibility, discipline, honesty, and social awareness. However, its implementation in schools has not been fully optimal, as reflected in students’ low levels of self-confidence, responsibility, and discipline. This study focuses on examining the influence of Civic Education on the character development of students at SMP As-Syakur Tembelangan. Employing a quantitative design with a survey method, the study involved the entire population of 49 students across grades VII, VIII, and IX, taken using a census sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire with independent variables consisting of learning material, strategies, and methods, and the dependent variable being student character (self-confidence, discipline, and responsibility). Instrument testing confirmed validity and reliability (Cronbach’s Alpha > 0.70). Data were analyzed through classical assumption tests, t-test, F-test, and multiple linear regression using SPSS version 25. The findings revealed that learning strategies and methods had a significant effect on character development, whereas learning material did not. The Adjusted R² value of 0.642 indicates that Civic Education contributes 64.2% to variations in student character development, with the remaining 35.8% influenced by factors beyond the model. This study concludes that Civic Education functions not only as a transfer of civic knowledge but also as an effective instrument for strengthening character education at the junior high school level, particularly when supported by participatory and contextual learning strategies and methods. ABSTRAKPendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter bangsa melalui internalisasi nilai moral, etika, dan norma. Salah satu mata pelajaran yang strategis dalam hal ini adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang berfungsi menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, kejujuran, serta kepedulian sosial. Namun, implementasi pembelajaran PPKn di lapangan sering kali belum optimal, ditandai dengan masih rendahnya sikap percaya diri, tanggung jawab, dan disiplin siswa. Penelitian ini berfokus pada pengaruh pembelajaran PPKn terhadap pembentukan karakter siswa SMP As-Syakur Tembelangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebanyak 49 orang yang dijadikan sampel dengan teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan angket berbasis skala Likert dengan variabel bebas meliputi materi, strategi, dan metode pembelajaran, serta variabel terikat berupa karakter siswa (percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab). Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil memenuhi kriteria (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan menggunakan uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan metode pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa, sedangkan materi pembelajaran tidak memberikan pengaruh signifikan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,642 menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn berkontribusi sebesar 64,2% terhadap variasi pembentukan karakter siswa, sementara 35,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PPKn tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga sebagai instrumen efektif dalam penguatan pendidikan karakter pada tingkat SMP, dengan penekanan pada strategi dan metode pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual.