cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 321 Documents
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD NEGERI SE-KECAMATAN MOYO UTARA KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Ramdani, Nadila; Hardiansyah, Hardiansyah; Najwa, Lu’luin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7622

Abstract

The quality of learning in elementary schools located in remote areas such as North Moyo District still faces various challenges, particularly limited facilities, restricted access, and the insufficient capacity of teachers to manage effective instruction. These conditions require the presence of Driving Teachers (Guru penggerak) as learning leaders capable of initiating meaningful changes in school practices. This study aims to explain the role of Driving Teachers in improving reciprocal learning, the strategies they employ, as well as the supporting and inhibiting factors encountered during implementation. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, involving five public elementary schools through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Driving Teachers enhance learning quality through instructional leadership, the application of interactive and differentiated learning methods, and the development of a reflective culture among teachers. Key strategies include establishing learning communities, collaborating with stakeholders, and implementing contextual learning based on local potential. These findings highlight the need for a more systematic support system to replicate the innovative practices of Driving Teachers and strengthen the collaborative school ecosystem to improve learning quality sustainably. ABSTRAK Mutu pembelajaran di sekolah dasar di wilayah terpencil seperti Kecamatan Moyo Utara masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana, akses, serta kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif. Kondisi tersebut menuntut hadirnya guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menginisiasi perubahan praktik mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran guru penggerak dalam meningkatkan pembelajaran timbal balik, strategi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lima SD Negeri melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memperkuat mutu pembelajaran melalui kepemimpinan instruksional, penerapan metode belajar interaktif, diferensiasi, serta pengembangan budaya reflektif di kalangan guru. Strategi utama meliputi pembentukan komunitas belajar, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan sistem yang lebih sistematis agar praktik inovatif guru penggerak dapat direplikasi dan memperkuat ekosistem kolaboratif sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.  
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN CIVIC RESPONSIBILITY SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMA NEGERI 1 PEMATANGSIANTAR Simarmata, Anne Margareth; Habeahan, Sampitmo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7710

Abstract

This study aims to analyze teachers’ strategies in fostering students’ Civic Responsibility through Pancasila Education learning at SMA Negeri 1 Pematangsiantar. The research focuses on two main aspects: private character, which reflects students’ responsibility within the classroom, and public character, which is manifested through students’ behavior in the school environment. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies, involving one Pancasila Education teacher and students of class XI-3. The data were analyzed using three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the teacher implemented six main strategies, including learning models, learning methods, learning media, learning approaches, assessment techniques, and teacher role modeling. These strategies effectively contributed to the development of students’ private character—such as discipline, responsibility, and rule compliance—and public character, reflected in students’ active participation, social awareness, and cooperation. However, the learning process was not fully effective due to challenges such as low student motivation and limited school environmental support. The teacher addressed these challenges through personal approaches, motivation, and consistent role modeling. The study concludes that Pancasila Education teachers’ strategies play a crucial role in fostering students’ Civic Responsibility, both in personal and social aspects, when implemented consistently and supported by a conducive school environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan Civic Responsibility siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Fokus penelitian diarahkan pada dua aspek utama, yaitu karakter privat yang mencerminkan tanggung jawab siswa di dalam kelas dan karakter publik yang tercermin dari perilaku siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian seorang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas XI-3. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan enam strategi utama, meliputi penggunaan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, pendekatan pembelajaran, teknik penilaian, serta keteladanan guru. Penerapan strategi tersebut terbukti berpengaruh dalam membentuk karakter privat siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan, serta karakter publik yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat kendala seperti rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya dukungan lingkungan sekolah. Guru berupaya mengatasi hal tersebut melalui pendekatan personal, pemberian motivasi, dan keteladanan dalam sikap sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam menumbuhkan Civic Responsibility siswa, baik pada aspek pribadi maupun sosial, apabila dilaksanakan secara konsisten dan didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif.
STUDI KASUS : PERAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM MEMBANGUN KESADARAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN PADA SISWA SD N 2 SUKOSONO KELAS VI Aulia, Zahwa Rizqi Noor; Attalina, Syailin Nichla Choirin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7891

Abstract

Natural and Social Sciences (IPAS) learning is a curricular innovation that combines scientific and social perspectives to provide a more contextual learning experience. Through IPAS, students are taught how natural phenomena relate to social reality, thereby fostering social sensitivity, critical thinking skills, and national awareness. Social and national awareness is an individual's ability to understand, appreciate, and participate in social life and demonstrate a love of the homeland as a responsible citizen. This study aims to analyze the role of IPAS learning in increasing social and national awareness in sixth-grade students at SD Negeri 2 Sukosono. This study used interview, observation, and documentation methods. Based on the results of observations and interviews with 31 sixth-grade students at SDN 2 Sukosono, social studies learning plays an important role in shaping students' social and national awareness. This is reflected in honesty, responsibility, caring, tolerance, discipline, courtesy, and the ability to work together. This process uses the support of contextual learning methods, teacher creativity, and active student involvement. Thus, social studies learning contributes to shaping students' social and national awareness as a whole. ABSTRAKPembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) hadir sebagai inovasi kurikuler yang memadukan perspektif sains dan sosial untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Melalui IPAS, siswa diajarkan bagaimana fenomena alam berhubungan dengan realitas sosial sehingga dapat menumbuhkan kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis dan kesadaran kebangsaan. Kesadaran sosial dan kebangsaan merupakan kemampuan individu untuk memahami, menghargai dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial serta menunjukkan sikap cinta tanah air sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran IPAS dalam meningkatkan kesadaran sosial dan kebangsaan siswa di kelas VI SD Negeri 2 Sukosono. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap 31 siswa kelas VI SDN 2 Sukosono, bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam membentuk kesadaran sosial dan kebangsaan siswa. Hal ini tercermin dari sikap jujur, tanggung jawab, kepedulian, toleransi, disiplin, sopan santun serta kemampuan bekerja sama. Proses ini menggunakan dukungan metode pembelajaran kontekstual, kreativitas guru serta keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, pembelajaran IPS memberikan kontribusi dalam membentuk kesadaran sosial dan kebangsaan siswa secara menyeluruh.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PLICKERS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS DI SMPN 1 GARUT Fadhila, Shely; Mulyana, Eldi; Rohman, Slamet Nopharipaldi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7943

Abstract

This study is motivated by the low learning motivation of students in the Social Studies (IPS) subject at SMPN 1 Garut. This condition arises due to the use of conventional learning media that are monotonous, limited, and less supportive of active student engagement. The purpose of this research is to examine the effectiveness of Plickers-based learning media in enhancing students’ learning motivation. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. The population consisted of all ninth-grade students, and purposive sampling was used to determine a total sample of 92 students, comprising 46 students in the experimental class and 46 students in the control class. The experimental class used Plickers, while the control class utilized fully non-digital conventional learning media, including textbooks, whiteboards, and verbal explanations as the primary sources of instruction. The research instrument was a Likert-scale learning motivation questionnaire that had been validated for reliability and validity. Data were analyzed using Analysis of Covariance (ANCOVA) to control for covariate variables. The results indicate a significant difference in learning motivation between students who used Plickers and those who used conventional learning media. A significance value of 0.002 (< 0.05) and a higher adjusted mean score in the experimental class (67.04) compared to the control class (64.22) support this finding. The study concludes that Plickers is significantly effective in improving students’ learning motivation in Social Studies learning, as it creates a more interactive, engaging learning environment and provides real-time feedback. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 1 Garut. Kondisi tersebut muncul karena penggunaan media pembelajaran konvensional yang cenderung monoton, terbatas, dan kurang mendukung keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran berbasis Plickers dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX, dengan teknik purposive sampling yang menetapkan sampel sebanyak 92 siswa, terdiri dari 46 siswa kelas eksperimen dan 46 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan media Plickers, sedangkan kelas kontrol menggunakan media pembelajaran konvensional yang sepenuhnya bersifat non-digital, meliputi buku ajar, papan tulis, dan penjelasan lisan sebagai sumber utama pembelajaran. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Analysis of Covariance (ANCOVA) untuk mengontrol variabel kovariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada motivasi belajar antara siswa yang menggunakan Plickers dan siswa yang menggunakan media pembelajaran konvensional. Nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05) serta nilai adjusted mean kelas eksperimen sebesar 67,04 yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 64,22 memperkuat temuan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Plickers efektif secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyediakan umpan balik secara real-time.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN KERAJAAN ISLAM KELAS X Muliyani, Sri; Saputra, Hendra Nelva; Darman, Darman
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7966

Abstract

The teaching of Social Studies (IPS) at the senior high school (SMA/MA) level plays an essential role in developing students’ critical thinking skills and historical understanding. However, classroom practices are still largely dominated by lecture methods and the use of conventional PowerPoint presentations that lack interactivity, resulting in passive learning and difficulty in comprehending historical material. This study focuses on designing an interactive PowerPoint-based learning media for the topic Islamic Kingdoms in Indonesia for tenth-grade students, aiming to provide an engaging, communicative, and student-centered alternative suited to the characteristics of 21st-century learners. The research employs a Research and Development (R&D) method with a descriptive quantitative approach, adapting the ADDIE model but limited to the design and development stages. The study involved three subject matter experts, three media experts, and ten tenth-grade students who were introduced to the developed media. Data were collected through expert validation sheets and structured questionare, then analyzed descriptively and quantitatively. The validation results indicated that the media achieved an average feasibility score of 89%, categorized as “highly feasible.” Student questionnaire responses also showed positive perceptions toward the media’s design, ease of navigation, and clarity of content. The interactive PowerPoint media effectively stimulated students’ interest and engagement in Social Studies learning. Therefore, this study concludes that the interactive PowerPoint-based learning media is suitable to be used as an initial innovation to enhance the quality and attractiveness of Social Studies learning on Islamic history topics in tenth grade. ABSTRAKPembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang SMA/MA memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan pemahaman historis peserta didik. Namun, praktik pembelajaran di lapangan masih didominasi metode ceramah dan penggunaan media PowerPoint konvensional yang kurang interaktif, sehingga siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan memahami materi sejarah. Penelitian ini berfokus pada perancangan media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif pada materi Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia kelas X yang bertujuan untuk menghadirkan alternatif media yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang mengadaptasi model ADDIE, namun hanya dilaksanakan hingga tahap design dan development. Subjek penelitian meliputi tiga ahli materi, tiga ahli media, dan sepuluh siswa kelas X yang diperkenalkan dengan media hasil rancangan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor rata-rata kelayakan sebesar 89% dengan kategori “sangat layak”. Hasil kuesioner dengan siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap aspek tampilan, kemudahan navigasi, dan kejelasan materi. Media PowerPoint interaktif ini terbukti mampu menstimulasi minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif layak digunakan sebagai inovasi awal dalam meningkatkan kualitas dan kemenarikan pembelajaran IPS pada materi sejarah Islam di kelas X.
KAJIAN EMPIRIS TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA, DAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 AMURANG Dolonseda, Herman Philips; Sendiang, Dhea Jessica
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7969

Abstract

Improving the quality of vocational education in Indonesia depends heavily on the effectiveness of principal leadership and high teacher motivation, particularly in facing the challenges of industry competency standards. This study aims to analyze the influence of principal leadership on work motivation, the impact of motivation on performance, and the direct influence of leadership style on teacher performance at SMK Negeri 1 Amurang. Using a quantitative approach with an explanatory survey design, the study involved 82 teachers as a population, with a sample of 68 respondents selected through random sampling based on the Slovin formula. Data were collected using a structured Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression. The study findings indicate that principal leadership has a positive and significant effect on teacher performance, as well as work motivation, which has proven to be a strong predictor of performance improvement. Further analysis revealed that work motivation has a more dominant impact than direct leadership, indicating the importance of internal motivation in vocational education environments. It is concluded that the synergy between supportive leadership and appropriate motivational strategies is crucial for optimizing teacher performance. Therefore, it is recommended that school management prioritize the development of a robust motivation system to achieve competitive vocational education standards. ABSTRAKPeningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dan tingginya motivasi kerja guru, terutama dalam menghadapi tantangan standar kompetensi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi kerja, dampak motivasi terhadap kinerja, serta pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru di SMK Negeri 1 Amurang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori, penelitian melibatkan 82 guru sebagai populasi dengan sampel sebanyak 68 responden yang dipilih melalui teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, begitu pula dengan motivasi kerja yang terbukti menjadi prediktor kuat bagi peningkatan kinerja. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa motivasi kerja memiliki dampak yang lebih dominan dibandingkan kepemimpinan langsung, mengindikasikan pentingnya dorongan internal dalam lingkungan pendidikan vokasi. Disimpulkan bahwa sinergi antara kepemimpinan yang suportif dan strategi motivasi yang tepat sangat krusial untuk mengoptimalkan kinerja guru, sehingga disarankan bagi manajemen sekolah untuk memprioritaskan pembangunan sistem motivasi yang solid guna mencapai standar pendidikan kejuruan yang kompetitif.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK TERHADAP PARTISIPASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS VIII SMP NEGERI 29 PONTIANAK Saputra, Ali; Syamsuri, Syamsuri; Utami, Tri; Bistari, Bistari; Purnama, Shilmy
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7978

Abstract

This study aims to analyze the influence of intrinsic learning motivation on students’ learning participation in Civics education (PPKn) among eighth-grade students at SMP Negeri 29 Pontianak. The research addresses the issue of students’ limited active engagement during classroom activities, emphasizing the importance of internal motivational factors in enhancing participation. A quantitative approach with a simple linear regression design was employed. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire, and analyzed descriptively and inferentially using a t-test, regression coefficient, and coefficient of determination. The findings reveal that students’ intrinsic learning motivation is categorized as high, while their learning participation is categorized as moderate. The hypothesis test shows a significance value of 0.001 < 0.05 and a positive regression coefficient of 0.925, indicating a significant and positive effect of intrinsic motivation on learning participation. The coefficient of determination (R² = 0.549) indicates that 54.9% of the variance in learning participation is explained by intrinsic motivation. Thus, the study concludes that strengthening students’ intrinsic motivation significantly contributes to improving their participation in PPKn learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII SMP Negeri 29 Pontianak. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan rendahnya keterlibatan aktif sebagian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor internal yang dapat meningkatkan partisipasi tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial melalui t-test, koefisien regresi, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa berada pada kategori tinggi, sedangkan partisipasi belajar berada pada kategori sedang. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,925, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dan positif antara motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,549) menunjukkan bahwa 54,9% variasi partisipasi belajar dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar intrinsik berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
EVALUASI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ANGGANA Ratnawati, Eny; Masruhim, Muh. Amir; Abdunnur, Abdunnur; Komariyah, Laili
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7994

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of data-driven school policies in improving student literacy and numeracy outcomes at SMP Negeri 1 Anggana through a targeted intervention program. The primary focus of this study was evaluating the impact of supplemental numeracy tutoring provided to 45 selected students in preparation for the Computer-Based National Assessment (ANBK). The results showed that the school's numeracy achievement increased significantly from 60% in 2023 to 84.44% in 2024, reaching the Good category (95.56%) in 2025. Furthermore, the Chromebook-based literacy program and the School Literacy Movement also boosted literacy achievement to 95.56% in 2025. These findings demonstrate that technology-based interventions and intensive tutoring are effective in strengthening students' basic competencies. However, the program's limited reach, which only covers a subset of students, still creates gaps in achievement. Therefore, expanding access and program equity are priorities to ensure equitable learning for all students. The research results show that data-driven interventions and intensive mentoring significantly improve students' basic competencies. However, the effectiveness of the policy still needs to be strengthened in terms of equity, as some programs still focus on specific student groups. Therefore, expanded access and program sustainability are needed to ensure that all students receive equal and sustainable learning opportunities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan sekolah berbasis data dalam meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik di SMP Negeri 1 Anggana melalui program intervensi yang terarah. Fokus utama penelitian ini adalah evaluasi dampak bimbingan belajar tambahan numerasi yang diberikan kepada 45 siswa terpilih dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Hasil menunjukkan bahwa capaian numerasi sekolah meningkat signifikan dari 60% pada tahun 2023 menjadi 84,44% pada tahun 2024, dan mencapai kategori Baik (95,56%) pada tahun 2025. Selain itu, program literasi berbasis Chromebook dan Gerakan Literasi Sekolah juga mendorong peningkatan capaian literasi menjadi 95,56% pada tahun 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi dan bimbingan intensif mampu memperkuat kompetensi dasar siswa secara efektif. Namun, keterbatasan sasaran program yang hanya mencakup sebagian siswa masih menimbulkan kesenjangan capaian. Oleh karena itu, perluasan akses dan pemerataan program menjadi prioritas untuk menjamin keadilan pembelajaran bagi seluruh peserta didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis data dan pendampingan intensif mampu meningkatkan kompetensi dasar siswa secara signifikan. Namun, efektivitas kebijakan masih perlu diperkuat dalam hal pemerataan, karena sebagian program masih berfokus pada kelompok siswa tertentu. Oleh karena itu, perlu perluasan akses dan keberlanjutan program agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dan berkelanjutan.  
EFEKTIVITAS PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Haratua, Chandra Sagul; Aslamiyah, Sayidatul; Munawati, Siti; Nugraha, Yudistira Adi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7995

Abstract

Academic supervision plays a vital role as a quality assurance strategy in education amidst increasing demands for educator professionalism. This study aims to analyze the effectiveness of systematic academic supervision implementation on improving teacher performance at SMK Islam PB. Soedirman 1 Jakarta. Using a qualitative descriptive approach over two semesters, data collection was conducted through triangulation, including in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The supervision process was implemented cyclically and collaboratively, encompassing stages of needs-based planning, classroom observation, reflection, and follow-up training. The research findings show a significant increase in pedagogical competence, with the quality of standardized lesson plans (RPP) jumping from 20% to 75%, and the application of innovative methods increasing from 28% to 68%. Improvements in the evaluation culture were also recorded, with 80% of classes implementing formative evaluation, resulting in an average increase in student learning outcomes of 11 points. Furthermore, 93% of teachers responded positively, viewing supervision as professional guidance rather than inspection. It was concluded that planned and reflective supervision effectively builds a culture of continuous learning, thus recommending technology integration and principal training to broaden the impact of this policy. ABSTRAKSupervisi akademik memegang peranan vital sebagai strategi penjaminan mutu pendidikan di tengah meningkatnya tuntutan profesionalisme pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan supervisi akademik yang sistematis terhadap peningkatan kinerja guru di SMK Islam PB. Soedirman 1 Jakarta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif selama dua semester, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi yang mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Proses supervisi dilaksanakan secara siklis dan kolaboratif, meliputi tahapan perencanaan berbasis kebutuhan, observasi kelas, hingga refleksi dan pelatihan tindak lanjut. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi pedagogik, di mana kualitas perencanaan pembelajaran (RPP) berstandar melonjak dari 20% menjadi 75%, serta penerapan metode inovatif meningkat dari 28% menjadi 68%. Perbaikan budaya evaluasi juga tercatat dengan 80% kelas menerapkan evaluasi formatif, yang berimplikasi pada kenaikan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 11 poin. Selain itu, 93% guru merespons positif dengan memandang supervisi sebagai bimbingan profesional alih-alih inspeksi. Disimpulkan bahwa supervisi yang terencana dan reflektif efektif membangun budaya pembelajaran berkelanjutan, sehingga direkomendasikan adanya integrasi teknologi dan pelatihan kepala sekolah untuk memperluas dampak kebijakan ini.
NILAI MUSYAWARAH DALAM PKN SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN MODAL KULTURAL KOLEKTIF: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA TENTANG DEMOKRASI DELIBERATIF DI SEKOLAH Setiawan, Yogi; Rohmah, Zulfiani Ainur
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7996

Abstract

Civics Education plays a vital role in shaping the democratic character of citizens, yet reality shows low political participation among the younger generation and the dominance of authority in democratic practices in schools. This study aims to explore the value of deliberation in Civics Education as a basis for building collective cultural capital to realize deliberative democracy in educational settings. Using a descriptive qualitative method with a library research approach, this study analyzes various literature related to the challenges of school democracy, the internalization of the fourth principle of Pancasila, and its relationship to modern sociological theory. The results indicate that deliberation functions as a strategic bridge between noble traditional values ??and modern citizenship competencies, capable of fostering critical thinking, empathy, and social responsibility in students. Despite facing technical challenges such as the dominance of vocal students and limited learning time, inclusive teacher facilitation has proven effective in transforming classroom dynamics into a more equal space for dialogue. The main conclusion of this study confirms that substantively integrating the value of deliberation into the curriculum is not only effective in addressing the dialogic deficit but also strengthens the foundation of collective cultural capital, which is essential for the sustainability of a healthy and participatory deliberative democracy in Indonesia's national education system. ABSTRAKPendidikan Kewarganegaraan memegang peran vital dalam membentuk karakter demokratis warga negara, namun realitas menunjukkan masih rendahnya partisipasi politik generasi muda dan adanya dominasi otoritas dalam praktik demokrasi di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai musyawarah dalam Pendidikan Kewarganegaraan sebagai basis pembentukan modal kultural kolektif guna mewujudkan demokrasi deliberatif di lingkungan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait tantangan demokrasi sekolah, internalisasi sila keempat Pancasila, serta hubungannya dengan teori sosiologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah berfungsi sebagai jembatan strategis antara nilai tradisi luhur dan kompetensi kewarganegaraan modern yang mampu menumbuhkan sikap kritis, empati, serta tanggung jawab sosial siswa. Kendati menghadapi tantangan teknis seperti dominasi siswa vokal dan keterbatasan waktu pembelajaran, fasilitasi guru yang inklusif terbukti mampu mengubah dinamika kelas menjadi ruang dialog yang lebih setara. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian nilai musyawarah secara substantif dalam kurikulum tidak hanya efektif mengatasi defisit dialogis, tetapi juga memperkuat fondasi modal kultural kolektif yang esensial bagi keberlangsungan demokrasi deliberatif yang sehat dan partisipatif dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.