cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 321 Documents
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI SE-KECAMATAN SUNGAI LILIN Jayanti, Dwi; Ahyani, Nur; Nugroho, Hery Setiyo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8038

Abstract

This study aims to analyze the effect of interpersonal communication and principal leadership on teacher performance in public vocational schools in the Sungai Lilin subdistrict. The background of this study stems from the suboptimal communication between principals and teachers, as well as variations in leadership styles that affect teacher motivation and performance. The main focus of the study covers three aspects, namely the influence of interpersonal communication on teacher performance, the influence of principal leadership on teacher performance, and the simultaneous influence of these two variables. The research uses a quantitative method with multiple linear regression analysis. The population consists of all teachers at two public vocational schools in the Sungai Lilin sub-district using a saturated sampling technique, so that all 71 teachers were included in the sample. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires that had been tested for validity and reliability. The results of the study indicate that interpersonal communication has a significant effect on teacher performance, contributing 51.9%, while principal leadership has a significant effect of 69.6%. Simultaneously, both variables contribute 54.5% to teacher performance, while the remainder is influenced by other factors outside the scope of this study. These findings confirm that effective interpersonal communication and innovative, democratic, and supportive principal leadership are strategic factors in improving teacher performance. This study concludes that improving teacher performance will be more optimal if schools are able to build a culture of open communication and implement leadership that encourages teacher motivation and professionalism. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMK Negeri se-Kecamatan Sungai Lilin. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi komunikasi yang belum optimal antara kepala sekolah dan guru, serta variasi gaya kepemimpinan yang berdampak pada motivasi dan kinerja guru. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek, yaitu pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, dan pengaruh kedua variabel tersebut secara simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Populasi terdiri dari seluruh guru pada dua SMK Negeri di Kecamatan Sungai Lilin dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh 71 guru dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 51,9%, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh signifikan sebesar 69,6%. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 54,5% terhadap kinerja guru, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif serta kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif, demokratis, dan suportif menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru akan lebih optimal apabila sekolah mampu membangun budaya komunikasi terbuka dan menerapkan kepemimpinan yang mendorong motivasi serta profesionalisme guru.  
MANAJEMEN ASRAMA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA KELAS BOARDING DI MTS NEGERI 2 KARANGANYAR Kurniawan, Adi; Suyatman, Suyatman
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8039

Abstract

This study aims to describe dormitory management as a medium for character education for boarding-class students at MTs Negeri 2 Karanganyar, focusing on three main aspects: planning, implementation, and evaluation of dormitory development programs. This research employs a descriptive qualitative approach, with the research subjects consisting of the dormitory head, supervising teachers, and dormitory students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that dormitory management planning is carried out through the formulation of the vision, mission, and activity programs that emphasize the development of religious, disciplined, independent, and cooperative character. The implementation of these programs is reflected in various daily activities, such as congregational prayers, Quran recitation, cleanliness routines, structured study schedules, as well as communal work and other collaborative activities. Furthermore, the evaluation of dormitory management is conducted regularly through supervisors’ meetings and observation of student behavior, focusing on changes in attitude and improvements in students’ daily discipline. Through well-planned and continuous dormitory management, the boarding environment at MTs Negeri 2 Karanganyar has proven to be an effective medium for instilling Islamic character values and shaping students to become religious, disciplined, independent, and cooperative individuals. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asrama sebagai media pendidikan karakter bagi siswa kelas boarding di MTs Negeri 2 Karanganyar, dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi program pembinaan asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas kepala asrama, guru pembina, dan siswa penghuni asrama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen asrama dilakukan melalui penyusunan visi, misi, dan program kegiatan yang fokus pada pembentukan karakter religius, disiplin, mandiri, dan kerja sama. Implementasi program tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan harian, seperti shalat berjamaah, tadarus, kegiatan kebersihan, jadwal belajar terarah, serta kerja bakti dan aktivitas kebersamaan lainnya. Selanjutnya, evaluasi manajemen asrama dilaksanakan secara berkala melalui rapat pembina dan observasi perilaku siswa, dengan penekanan pada perubahan sikap serta peningkatan kedisiplinan siswa dalam kehidupan sehari-hari.Melalui pengelolaan asrama yang terencana dan berkesinambungan, lingkungan boarding di MTs Negeri 2 Karanganyar terbukti menjadi wadah efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami dan membentuk kepribadian siswa yang religius, disiplin, mandiri, serta mampu bekerja sama dengan baik.
PERAN ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Tomi, Tomi; Zakso, Amrazi; Utami, Tri; Atmaja, Thomy Sastra; Achmadi, Achmadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8040

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze how the Muhammadiyah Student Association (IPM) plays a role in shaping the leadership character of students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Several aspects related to student leadership skills appear to be diverse, and some are still lacking, which is the issue behind this study, especially in terms of independence in decision-making, organizational discipline, responsibility, and the ability to motivate members even though they are already involved in organizational activities. In this study, a descriptive qualitative approach was used. Informants in this study included IPM advisors, core administrators, division heads, and a number of IPM members, who were selected through purposive sampling. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The data was then analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, and the validity of the data was tested using source and technique triangulation. The results of the study show that IPM activities, both routine ones such as MPLS, prayer supervision, and school event assistance, offer direct learning experiences that improve students' communication skills, sense of responsibility, and integrity. However, the lack of documented activity evaluations, uneven role distribution, and a suboptimal regeneration system have caused several aspects of leadership, such as decision-making skills, responsibility, and the ability to motivate members, to be underdeveloped.  Thus, this study found that IPM plays a very important role in shaping students' leadership character. However, its effectiveness can be further enhanced through more structured coaching, empowerment of all members, and better organizational program evaluation mechanisms. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berperan dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Beberapa aspek yang berkaitan dengan  kemampuan kepemimpinan siswa terlihat beragam dan beberapa masih kurang adalah masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, terutama dalam hal kemandirian mengambil keputusan, kedisiplinan berorganisasi, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota meskipun mereka telah terlibat dalam kegiatan organisasi.  Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan. Informan dalam penelitian ini termasuk pembina IPM, pengurus inti, kepala divisi, dan sejumlah anggota IPM, yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan  melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan IPM, baik rutin seperti MPLS, pengawasan sholat, dan pendampingan acara sekolah, menawarkan pengalaman belajar langsung yang meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa tanggung jawab, dan integritas siswa.  Namun, tidak ada evaluasi kegiatan yang terdokumentasi, pembagian peran yang tidak merata, dan sistem kaderisasi yang belum optimal telah menyebabkan beberapa aspek kepemimpinan seperti kemampuan mengambil keputusan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota menjadi kurang berkembang.  Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa IPM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Namun, efektivitasnya bisa lebih ditingkatkan lagi dengan pembinaan yang lebih terstruktur, pemberdayaan seluruh anggota, dan mekanisme evaluasi program organisasi yang lebih baik.
KEBERAHASILAN PASRTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN OBJEK WISATA AIR BENDHUNG LEPEN Ghozali, Renando Adam; Setyowati, Yuli
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8041

Abstract

The development of Bendhung Lepen reflects strong community involvement in revitalizing an area that was once known for its slum conditions, environmental pollution, and its past association with prostitution, as listed in Yogyakarta Mayor’s Decree No. 216 of 2016 as a slum area. The site has now transformed into an appealing tourist attraction. This study aims to describe the extent to which community participation contributed to the success of Bendhung Lepen’s development. The research adopts Cohen and Uphoff’s theory of community participation. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while informants were selected using purposive sampling. Data validity was ensured through credibility checks, triangulation, and member checking. The analysis process included data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that community participation has been implemented effectively and has yielded positive results, although the evaluation stage, particularly regarding cleanliness management, still requires routine improvement. Overall, community involvement has successfully transformed Bendhung Lepen and boosted the local economy. ABSTRAKPembangunan Bendhung Lepen merupakan bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam menata ulang kawasan yang sebelumnya identik dengan kekumuhan, kondisi lingkungan yang kotor, serta pernah dikenal sebagai kawasan prostitusi dan tercantum dalam SK Wali Kota Yogyakarta Nomor 216 Tahun 2016 sebagai wilayah kumuh. Kawasan tersebut kini berhasil bertransformasi menjadi destinasi wisata yang menarik. Penelitian ini bertujuan menjelaskan sejauh mana partisipasi masyarakat berkontribusi terhadap keberhasilan pembangunan Bendhung Lepen. Kajian menggunakan teori partisipasi masyarakat dari Cohen dan Uphoff. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, triangulasi, dan member check. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak signifikan, meskipun pada tahap evaluasi terkait pengelolaan kebersihan masih perlu peningkatan secara berkala. Secara keseluruhan, keterlibatan masyarakat terbukti mampu mentransformasi Bendhung Lepen sekaligus meningkatkan ekonomi warga sekitar.
LEARNING TIME MANAGEMENT AND SELF-REGULATED LEARNING AS PREDICTORS OF STUDENTS' ACADEMIC CONSISTENCY IN THE 21ST CENTURY DIGITAL EDUCATION ERA Luwiha, Luwiha; Taridi, Taridi; Andriyaningsih, Ayu; Suryanadi, Juni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8042

Abstract

The 21st-century digital educational transformation demands that students possess high levels of adaptability amidst numerous technological distractions that can disrupt academic stability. Therefore, time management and Self-Regulated Learning (SRL) skills are vital instruments for maintaining sustained academic engagement. This study aims to analyze the relationship and predictive power of study time management and SRL on students' academic consistency in the digital education era. Using a quantitative approach with the Structural Equation Modeling (SEM) method, data were collected from 250 students at STIAB Jinarakkhita Lampung through proportional stratified random sampling. The analysis shows that study time management and SRL significantly predict academic consistency. Specifically, SRL was identified as the most dominant factor influencing consistency, while effective time management serves as a crucial foundation that strengthens students' self-regulation abilities. These findings confirm that academic consistency depends not only on internal motivation but also on technical skills in managing time resources. It is concluded that educational institutions need to integrate time management training and SRL strategies into their curricula to produce students who are resilient and adaptable to the challenges of the digital era. ABSTRAKTransformasi pendidikan digital abad ke-21 menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan adaptasi tinggi di tengah banyaknya distraksi teknologi yang dapat mengganggu stabilitas akademik. Oleh karena itu, kemampuan manajemen waktu dan Self-Regulated Learning (SRL) menjadi instrumen vital untuk menjaga keterlibatan akademik yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan daya prediksi manajemen waktu belajar serta SRL terhadap konsistensi akademik mahasiswa di era pendidikan digital. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modelling (SEM), data dikumpulkan dari 250 mahasiswa STIAB Jinarakkhita Lampung melalui teknik proportional stratified random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen waktu belajar dan SRL secara signifikan menjadi prediktor konsistensi akademik. Secara spesifik, SRL teridentifikasi sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi konsistensi, sementara manajemen waktu yang efektif berperan sebagai fondasi krusial yang memperkuat kemampuan regulasi diri mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi akademik tidak hanya bergantung pada motivasi internal, tetapi juga pada keterampilan teknis dalam mengelola sumber daya waktu. Disimpulkan bahwa institusi pendidikan perlu mengintegrasikan pelatihan manajemen waktu dan strategi SRL ke dalam kurikulum untuk mencetak mahasiswa yang resilien dan adaptif terhadap tantangan era digital.
STRATEGI PENGUATAN KARAKTER DAN MOTIVASI SISWA MELALUI PEMBERIAN REWARD PIAGAM BINTANG KEBAIKAN (PINKAN) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS XI TKR SMK NEGERI 1 OMBEN Fitria, Mujahidah; Tammamatun, Tammamatun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8043

Abstract

Education in Vocational High Schools (SMK) faces complex challenges in balancing work readiness orientation with character development, which is often hampered by low student interest in Pancasila Education, perceived as monotonous. This study aims to examine the effectiveness of implementing the Goodness Star Charter (PINKAN) as a symbolic reward strategy in strengthening character and increasing learning motivation among eleventh-grade Light Vehicle Engineering students at SMK Negeri 1 Omben. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through participant observation, semi-structured interviews, and documentation studies, which were then analyzed through data reduction, presentation, and verification. The research findings revealed that the implementation of PINKAN had a significant impact on increasing learning motivation and the internalization of positive character traits, including discipline, responsibility, self-confidence, and social awareness. This program successfully transformed the classroom climate into a supportive environment where competition among students shifted toward constructive, positive behavior. It is concluded that PINKAN is an effective and adaptive pedagogical strategy for bridging the gap between the ideal goals of character education and the reality of learning in schools. It also has great potential for broad integration across various subjects to consistently produce students with Pancasila character. ABSTRAKPendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tantangan kompleks dalam menyeimbangkan orientasi kesiapan kerja dengan pembentukan karakter, yang sering kali terhambat oleh rendahnya minat siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila karena dianggap monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Piagam Bintang Kebaikan (PINKAN) sebagai strategi reward simbolik dalam menguatkan karakter dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Omben. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi PINKAN memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar serta internalisasi karakter positif, meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial. Program ini berhasil mentransformasi iklim kelas menjadi lingkungan yang suportif di mana kompetisi antar siswa bergeser ke arah perlombaan perilaku positif yang konstruktif. Disimpulkan bahwa PINKAN merupakan strategi pedagogis yang efektif dan adaptif untuk menjembatani kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan karakter dengan realitas pembelajaran di sekolah, serta berpotensi besar untuk diintegrasikan secara luas pada berbagai mata pelajaran guna mencetak peserta didik yang berkarakter Pancasila secara konsisten.
EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI SOSIAL ANAK TERLANTAR DI PROVINSI SULAWESI SELATAN (STUDI KASUS PADA REHABILTASI SOSIAL DASAR ANAK TERLANTAR DI DALAM PANTI UPT. PPRSA INANG MATUTU MAKASSAR) Sartio, Destiyana Sumala; DP, Muh. Idris; N, Wahyu Nurdiansyah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8135

Abstract

Abandoned children are a vulnerable group at risk of violence, exploitation, and behavioral deviation due to unmet basic physical, mental, and social needs. In South Sulawesi Province, the number of abandoned children remains high, reaching 19,240, with the highest distribution in Takalar Regency. This phenomenon is also evident in Makassar City through the presence of street children, beggars, and buskers, as well as the increasing number of cases of violence against children. This study aims to analyze the conditions of abandoned children and evaluate the effectiveness of social rehabilitation programs in the area. This is a descriptive qualitative study, with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Informants included Social Service officials, Technical Implementation Unit (UPT) managers, social workers, and parents or guardians of beneficiary children. The results indicate that the social rehabilitation program at the UPT PPRSA Inang Matutu is quite effective in improving children's psychological, social, and educational aspects. Children receive services that fulfill their basic needs, therapy, social guidance, and character development through structured activities. However, the program's effectiveness remains hampered by limited facilities (particularly the lack of dormitories), reduced budget allocation, a shortage of professional staff, and low community participation. Therefore, a more comprehensive and sustainable management strategy is needed to ensure the fulfillment of the rights and optimal development of neglected children in South Sulawesi. ABSTRAKAnak terlantar merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, dan penyimpangan perilaku akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar fisik, mental, serta sosial. Di Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah anak terlantar masih tinggi, yaitu mencapai 19.240 anak, dengan sebaran tertinggi di Kabupaten Takalar. Fenomena ini juga tampak di Kota Makassar melalui keberadaan anak jalanan, pengemis, dan pengamen, serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi anak terlantar serta mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi sosial di daerah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Dinas Sosial, pengelola Unit Pelaksana Teknis (UPT), pekerja sosial, serta orang tua atau wali anak penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial di UPT PPRSA Inang Matutu cukup efektif dalam meningkatkan aspek psikologis, sosial, dan pendidikan anak. Anak-anak menerima layanan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bimbingan sosial, dan pengembangan karakter melalui kegiatan terstruktur. Meskipun demikian, efektivitas program masih terhambat oleh keterbatasan fasilitas (terutama ketiadaan asrama), berkurangnya alokasi anggaran, kurangnya tenaga profesional, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan hak serta tumbuh kembang optimal anak terlantar di Sulawesi Selatan.
EVALUASI KINERJA PEJABAT FUNGSIONAL AUDITOR DI KANTOR INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN Surahmi, Surahmi; Ahmad, Muh.Syarif; Muttaqin, Muttaqin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8136

Abstract

Internal oversight performance at the South Sulawesi Provincial Inspectorate faces serious challenges due to the inpassing policy, which has created an inequitable position structure in the form of an inverted pyramid, with an abundance of middle auditors and a dearth of executive auditors. This study aims to evaluate the performance of functional auditors based on indicators of quantity, quality, time, and cost to map the actual effectiveness of oversight. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies of auditors and auditees. The research findings reveal a gap in performance perceptions. Internally, auditors feel burdened by administrative targets (SKP) that do not reflect field realities and a disproportionate workload for first-level auditors. In terms of time, report completion often exceeds standards, and there is no clear mechanism for measuring cost efficiency. However, externally, auditees assess audit results as having a positive impact on improving governance. It is concluded that the current evaluation system is not ideal, necessitating a more factual reformulation of performance assessments, balanced job restructuring, and the application of the value-for-money principle to ensure accountability and quality of oversight results. ABSTRAKKinerja pengawasan internal pada Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi tantangan serius akibat kebijakan inpassing yang memicu ketimpangan struktur jabatan berupa piramida terbalik, di mana auditor madya melimpah sementara auditor pelaksana sangat minim. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pejabat fungsional auditor berdasarkan indikator kuantitas, kualitas, waktu, dan biaya guna memetakan efektivitas pengawasan yang sesungguhnya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap auditor serta auditee. Temuan penelitian mengungkap adanya kesenjangan persepsi kinerja; secara internal, auditor merasa terbebani oleh target administratif SKP yang tidak mencerminkan realitas lapangan dan beban kerja yang tidak proporsional pada jenjang auditor pertama. Dari segi waktu, penyelesaian laporan sering melampaui standar, dan belum terdapat mekanisme pengukuran efisiensi biaya yang jelas. Namun, secara eksternal, auditee menilai hasil audit memberikan dampak positif terhadap perbaikan tata kelola. Disimpulkan bahwa sistem evaluasi saat ini belum ideal, sehingga diperlukan reformulasi penilaian kinerja yang lebih faktual, restrukturisasi jabatan yang seimbang, serta penerapan prinsip value for money untuk menjamin akuntabilitas dan mutu hasil pengawasan.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CINEMATIC VIDEOGRAPHY PADA MATA PELAJARAN SEJARAH Adilah, Siti; Syarifuddin, Syarifuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8137

Abstract

In today's era of digitalization, technology has become an inseparable part of daily life, including in the field of education. Technology serves as a tool for teachers to enrich students' learning experiences through learning media created using technology. The purpose of this article is to analyze the need for the development of learning media based on cinematic videography for history subjects. This research is motivated by the low interest of students in learning history, caused by the limited variety of learning media and the predominantly conventional, teacher-centered delivery. Therefore, there is a need for media that can create attention, interaction, and critical thinking among students. This study uses a quantitative descriptive method with a direct survey approach to determine students' needs for the development of technology-based learning media. The subjects of this study were eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Data was collected using an observation questionnaire in the form of an online Google Form supported by technologies such as smartphones and internet data. The data obtained will be analyzed descriptively to determine the extent to which students require innovative learning media. The results of the needs analysis questionnaire showed that 89.3% of the 28 students need interactive and engaging learning media to support their learning. ABSTRAKPada era digitalisasi sekarang ini, teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi menjadi alat bantu guru dalam memperkaya pengalam belajar peserta didik melalui media pembelajaran yang dibuat menggunakan teknologi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berbasis cinematic videography pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendah nya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran serta penyampaian cenderung konvensional dan berpusat pada guru saja, oleh karena itu diperlukan media yang menciptakan perhatian, interaksi dan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei langsung untuk mengetahui kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Data dikumpulkan menggunakan angket observasi berupa goggle form berbasis online yang didukung oleh teknologi seperti smartphone dan data internet. Data yang didapatkan akan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memerlukan media pembelajaran yang inovatif. Hasil analisis angket kebutuhan menunjukkan bahwa sebanyak 89,3% dari 28 peserta didik  membutuhkan media pembelajaran yang interaktif dan menarik dalam menunjang pembelajaran mereka.
EMANSIPASI DAN HUMANISASI PENDIDIKAN KARTINI DI ERA KECERDASAN BUATAN Rumahorbo, Rosmawaty; Kuswandi, Dedi; Wedi, Agus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8224

Abstract

Digital access inequality and the risk of dehumanization resulting from the integration of artificial intelligence (AI) demand a re-evaluation of the increasingly mechanistic orientation of modern education. This study aims to revitalize R.A. Kartini's educational values ??to formulate an ethical framework for inclusive and humanist education relevant to the challenges of the technological era. Through a qualitative approach with a historical-conceptual analysis design and a literature review of primary documents and recent global reports, this study examines the transformation of Kartini's thinking. Key findings indicate that Kartini's principle of freedom of thought serves as an antithesis to algorithmic bias, while her vision of humanization reinforces the urgency of authentic pedagogical relationships threatened by automation. This study also formulates the concept of "inclusive emancipation" that supports equal access for people with disabilities and identifies the alignment between Kartini's intellectual independence and the Unplugged Pedagogy strategy to maintain cognitive autonomy. It concludes that Kartini's thinking is not merely a historical legacy but has transformed into a crucial normative foundation for balancing AI innovation with human autonomy, ensuring that technology functions as an empowering tool that does not displace the essence of education as a humanizing process. ABSTRAK Ketimpangan akses digital dan risiko dehumanisasi akibat integrasi kecerdasan buatan (AI) menuntut evaluasi ulang terhadap orientasi pendidikan modern yang kian mekanistik. Studi ini bertujuan merevitalisasi nilai-nilai pendidikan R.A. Kartini untuk merumuskan kerangka etis pendidikan inklusif dan humanis yang relevan dengan tantangan era teknologi. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain analisis historis-konseptual dan studi literatur terhadap dokumen primer serta laporan global mutakhir, penelitian ini menelaah transformasi pemikiran Kartini. Temuan utama menunjukkan bahwa prinsip pemerdekaan berpikir Kartini berfungsi sebagai antitesis terhadap bias algoritmik, sementara visi humanisasinya memperkuat urgensi relasi pedagogis autentik yang terancam oleh otomatisasi. Penelitian ini juga merumuskan konsep "emansipasi inklusif" yang mendukung kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas serta mengidentifikasi keselarasan antara kemandirian intelektual Kartini dengan strategi Unplugged Pedagogy untuk menjaga otonomi kognitif. Disimpulkan bahwa pemikiran Kartini bukan sekadar warisan sejarah, melainkan bertransformasi menjadi landasan normatif krusial untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan otonomi manusia, memastikan teknologi berfungsi sebagai alat pemberdayaan yang tidak menggeser esensi pendidikan sebagai proses pemanusiaan.