cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 321 Documents
RELEVANSI DESENTRALISASI TERHADAP DINAMIKA PEMERINTAHAN LOKAL: KAJIAN LITERATUR PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN NAGARI KABUPATEN AGAM Pratama, Teddy; Frinaldi, Aldri; Naldi, Hendra; Magriasti, Lince
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8544

Abstract

Decentralization is one of the fundamental pillars in public administration that aims to bring government services closer to the people, enhance public participation, and strengthen regional autonomy. The implementation of decentralization in Indonesia is manifested through regional autonomy policies that provide space for local governments to manage governmental affairs in accordance with their needs and potentials. This article aims to analyze the relevance of decentralization theory to the dynamics of local governance, with a particular focus on community empowerment and the nagari system in Agam Regency. The method employed is a literature review, examining theories of decentralization, regulations on regional governance, and relevant previous studies. The findings indicate that decentralization theory not only provides a normative foundation for local governance but also offers a conceptual framework for understanding development dynamics based on community participation. In the context of Agam Regency, the nagari, as a distinctive local governance unit of the Minangkabau tradition, plays a strategic role in driving development and empowering communities. The nagari governance model illustrates how decentralization theory finds its relevance by allowing communities to be directly involved in planning, decision-making, and the implementation of development programs. Nevertheless, several challenges remain, such as limited institutional capacity at the nagari level, coordination among different levels of government, and the sustainability of empowerment programs, which are often constrained by resource limitations. This article concludes that the relevance of decentralization theory in the practice of village governance in Agam Regency not only strengthens community participation, but also emphasizes the importance of strengthening institutional capacity. ABSTRAK Desentralisasi merupakan salah satu pilar penting dalam administrasi publik yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, meningkatkan partisipasi publik, serta memperkuat kemandirian daerah. Penerapan desentralisasi di Indonesia diwujudkan melalui kebijakan otonomi daerah yang memberi ruang bagi pemerintah lokal untuk mengelola urusan pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerahnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori desentralisasi terhadap dinamika pemerintahan lokal dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan nagari di Kabupaten Agam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, yaitu dengan menelaah teori-teori desentralisasi, regulasi tentang pemerintahan daerah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori desentralisasi tidak hanya memiliki landasan normatif dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal, tetapi juga memberikan kerangka konseptual untuk memahami dinamika pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat. Dalam konteks Kabupaten Agam, nagari sebagai satuan pemerintahan lokal khas Minangkabau berperan strategis dalam menggerakkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Model pemerintahan nagari memperlihatkan bagaimana teori desentralisasi menemukan relevansinya, yaitu dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan pembangunan. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas kelembagaan nagari, koordinasi antarlevel pemerintahan, dan keberlanjutan program pemberdayaan yang sering terkendala oleh faktor sumber daya. Artikel ini menyimpulkan bahwa relevansi teori desentralisasi dalam praktik pemerintahan nagari di Kabupaten Agam tidak hanya memperkuat partisipasi masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya penguatan kapasitas institusional.  
MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TIME TOKEN Djakaria, Widya Fransiska; Katili, Sukri; Husain, Rustam I; Nurdiyanti, Aina; Nurainun, Nurainun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8545

Abstract

Learning discipline is a crucial element in achieving optimal educational outcomes. However, the reality at SDN 4 Bonepantai shows low discipline among fifth-grade students in Civics (PKn) due to the dominance of monotonous learning methods. This study focuses on efforts to improve student learning discipline through the implementation of the Time Token Cooperative Learning model, designed to train speech management and responsibility. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 15 students and was conducted in two cycles encompassing planning, action, observation, and reflection. The results of quantitative data analysis showed significant, gradual improvement; in the first meeting of cycle I, the student discipline level reached only 27% (4 students) and increased to 40% (6 students) in the second meeting. The positive trend continued in cycle II, where the first meeting recorded a figure of 67% (10 students) and achieved the success target in the second meeting, with 80% (12 students) meeting the discipline indicators. The main conclusion of this study confirms that the implementation of the Time Token model has proven effective in building learning discipline, regulating active participation, and increasing student compliance with rules in Civics learning. ABSTRAK Disiplin belajar merupakan elemen krusial dalam pencapaian hasil pendidikan yang optimal, namun realitas di SDN 4 Bonepantai menunjukkan rendahnya kedisiplinan siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) akibat dominasi metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan disiplin belajar siswa melalui implementasi model Cooperative Learning tipe Time Token yang dirancang untuk melatih manajemen bicara dan tanggung jawab. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 15 siswa dan dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan secara bertahap; pada siklus I pertemuan pertama, tingkat kedisiplinan siswa hanya mencapai 27% (4 siswa) dan meningkat menjadi 40% (6 siswa) pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut pada siklus II, di mana pertemuan pertama mencatat angka 67% (10 siswa) dan mencapai target keberhasilan pada pertemuan kedua dengan 80% (12 siswa) siswa telah memenuhi indikator kedisiplinan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model Time Token terbukti efektif dalam membangun kedisiplinan belajar, mengatur partisipasi aktif, serta meningkatkan kepatuhan siswa terhadap aturan dalam pembelajaran PKn.    
DAMPAK PERMAINAN DUNIA VIRTUAL ROLEPLAY DI MEDIA SOSIAL LINE PADA KETERAMPILAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF DI DUNIA NYATA Insyira, Syafara Putrinada; Zulfikasari, Sony
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8555

Abstract

The development of digital technology through roleplaying games on the social media platform LINE has created new dynamics in interpersonal interactions, but its impact on real-world social skills still requires in-depth study. This study aims to analyze the influence of virtual roleplaying activities on associative social interaction skills, including aspects of cooperation, empathy, and behavioral adaptation. Using a qualitative approach with a descriptive design, the study involved informants selected through purposive sampling. Data collection was conducted using in-depth interviews and closed-ended questionnaires distributed online to explore participants' contextual experiences. The results indicate that involvement in roleplaying significantly improves communication skills, self-confidence, and creativity in constructing narratives and characters. Field findings indicate that players are able to internalize positive values ??such as conflict management, solidarity, and leadership from virtual interactions into their daily lives. Intensive digital interaction patterns have been shown to train social sensitivity and responsiveness to group dynamics. The main conclusion of this study confirms that roleplaying on LINE is not merely a means of entertainment or escapism, but rather serves as a constructive platform for building and practicing productive and sustainable associative social interaction skills in the real world. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital melalui permainan roleplay di media sosial LINE telah menciptakan dinamika baru dalam interaksi antarindividu, namun dampaknya terhadap keterampilan sosial di dunia nyata masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas roleplay virtual terhadap kemampuan interaksi sosial asosiatif, meliputi aspek kerja sama, empati, dan adaptasi perilaku. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian melibatkan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dan kuesioner tertutup yang disebar secara daring guna menggali pengalaman kontekstual partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam roleplay secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, serta kreativitas dalam membangun narasi dan karakter. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa pemain mampu menginternalisasi nilai-nilai positif seperti manajemen konflik, solidaritas, dan kepemimpinan dari interaksi virtual ke dalam kehidupan sehari-hari. Pola interaksi digital yang intensif terbukti melatih kepekaan sosial dan responsivitas terhadap dinamika kelompok. Simpulan utama studi ini menegaskan bahwa roleplay di LINE bukan sekadar sarana hiburan atau eskapisme, melainkan berfungsi sebagai wadah konstruktif untuk membangun dan melatih keterampilan interaksi sosial asosiatif yang produktif serta berkelanjutan di dunia nyata.    
PEMELIHARAAN BANDENG KAWAK UNTUK FESTIVAL LELANG BANDENG KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PROYEK Ulimawati, Yetti; Supriyono, Supriyono; Rahayuningsih, Sri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8556

Abstract

The Milkfish Auction is a unique program from Sidoarjo Regency, based on a combination of coastal community traditions and traditional Islamic values. This program is held annually by the community to commemorate the Prophet Muhammad's birthday, with the primary goal of increasing economic growth and community religiosity. The Kawakan Milkfish Auction tradition, which has been held since 1962 in Sidoarjo, is a local initiative that combines economic, cultural, and social values in the management of fishery resources. This study aims to examine the contribution of this tradition to fisheries conservation and the sustainability of aquatic ecosystems. Using a qualitative approach through literature review and interviews with fish farmers and local communities, it was found that this auction not only improves economic well-being but also encourages sustainable fishing practices. Community participation in the auction strengthens social bonds and awareness of the importance of preserving natural resources, particularly milkfish, a symbol of local wealth. Furthermore, the implementation of sustainable cultivation and waste management helps minimize environmental impacts. This tradition also has the potential to increase the competitiveness of milkfish products, attract investment, and create long-term economic opportunities for coastal communities ABSTRAK Lelang Bandeng merupakan sebuah program unik dati Kabupaten Sidoarjo yang didasarkan pada perpaduan tradisi masyarakat pesisir dan nilai-nilai Islam tradicional. Program ini diadakan oleh masyarakat setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan mencapai tujuan utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan religiunitas masyarakat. Tradisi Lelang Bandeng Kawakan yang telah berlangsung sejak 1962 di Sidoarjo merupakan inisiatif lokal yang menggabungkan nilai ekonomi, budaya, dan sosial dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tradisi tersebut terhadap konservasi perikanan dan keberlanjutan ekosistem perairan. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara dengan petani tambak dan masyarakat lokal, ditemukan bahwa lelang ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Partisipasi masyarakat dalam lelang memperkuat ikatan sosial dan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam, khususnya ikan bandeng sebagai simbol kekayaan lokal. Selain itu, penerapan budidaya berkelanjutan dan pengelolaan limbah turut memperkecil dampak lingkungan. Tradisi ini juga berpotensi meningkatkan daya saing produk bandeng, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.  
ANALISIS KEBIJAKAN ALOKASI BELANJA DAERAH KABUPATEN AGAM TAHUN 2024 : DOMINASI BELANJA OPERASI DAN DAMPAKNYA PADA PEMBANGUNAN DAERAH Frinaldi, Aldri; Pratama, Teddy; Asnil, Asnil; Putri, Nora Eka
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8557

Abstract

This study aims to analyze the expenditure allocation policy of Agam Regency in the Fiscal Year 2024, with a particular focus on the dominance of operational expenditure and its implications for regional development. The 2024 local government budget (APBD) of Agam Regency amounts to approximately IDR 1.67 trillion, of which operational expenditure accounts for IDR 1.30 trillion, or about 77 percent of total spending. Meanwhile, capital expenditure expected to play a strategic role in promoting infrastructure development and improving public services is allocated only IDR 165.78 billion, or around 9.8 percent. This imbalance illustrates the limited fiscal space faced by the regional government in making long-term, productivity-oriented investments essential for stimulating regional economic growth. This research employs a qualitative descriptive method using secondary data sourced from the APBD document of Agam Regency for the 2024 fiscal year. The findings reveal that the dominance of operational expenditure is primarily attributed to the high burden of personnel expenditure, goods and services expenditure, and grants, all of which absorb a substantial portion of fiscal resources. Consequently, this condition restricts the government’s flexibility in allocating funds for capital expenditure that directly supports the development of strategic infrastructure such as roads, irrigation networks, and public facilities. The dominance of operational expenditure has significant implications for regional development, including the slower pace of infrastructure expansion, limited improvement in the quality of public facilities, and reduced government capacity to stimulate productive economic sectors. These conditions highlight the need for a more efficiency-oriented budgeting policy and an increased allocation for capital expenditure. This study recommends strengthening fiscal capacity through the optimization of locally generated revenues (PAD), rationalizing less productive expenditures, and implementing performance-based budgeting to ensure that regional development progresses more effectively, sustainably, and with tangible benefits for public welfare. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan alokasi belanja daerah Kabupaten Agam Tahun Anggaran 2024 dengan menitikberatkan pada dominasi belanja operasi serta implikasinya terhadap pembangunan daerah. Struktur APBD menunjukkan bahwa belanja daerah Kabupaten Agam tahun 2024 mencapai Rp1,67 triliun, dengan porsi belanja operasi sebesar Rp1,30 triliun atau sekitar 77 persen dari total belanja. Sementara itu, belanja modal yang seharusnya berperan penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik hanya dialokasikan sebesar Rp165,78 miliar atau sekitar 9,8 persen. Ketimpangan alokasi ini menggambarkan keterbatasan ruang fiskal yang dialami pemerintah daerah dalam melakukan investasi jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari dokumen APBD Kabupaten Agam Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi belanja operasi terutama disebabkan oleh tingginya beban belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja hibah, yang secara keseluruhan menyerap sebagian besar sumber daya anggaran. Kondisi ini mengurangi fleksibilitas pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk belanja modal yang memiliki kontribusi langsung terhadap pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan, jaringan irigasi, dan gedung pelayanan publik. Dampak dominasi belanja operasi terlihat pada terhambatnya percepatan pembangunan daerah, terbatasnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana publik, serta rendahnya kemampuan pemerintah daerah dalam mendorong sektor-sektor ekonomi produktif. Situasi tersebut menunjukkan perlunya kebijakan penganggaran yang lebih berorientasi pada efisiensi belanja serta peningkatan proporsi belanja modal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi peningkatan kapasitas fiskal melalui optimalisasi PAD, rasionalisasi belanja yang kurang produktif, serta perencanaan anggaran berbasis kinerja agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
PERAN GURU IPS DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK Kamila, Azmi Najah; Tetep, Tetep; Setiawan, Yana
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8558

Abstract

This study aims to determine the role of social studies teachers in developing social skills of students at SMPN 1 Bungbulang. This study is a qualitative study using a descriptive qualitative approach. Data collection through observation, interviews. The research problem presented is how the application of social skills of students at SMPN 1 Bungbulang, what social skills have been applied and have not been applied, then what efforts are made to develop social skills in students and what inhibiting factors are faced by teachers in developing social skills of students. The results of this study indicate that the application of social skills to students at SMPN 1 Bungbulang partly produces effectiveness and also ineffectiveness. Social skills that have been applied are with presentations, making handicrafts, and infographics and others while the inhibiting factors faced by teachers are the character of students originating from the students themselves such as laziness and shyness, also originating from outside such as lack of self-control towards friends and class situations as well as teachers who do not apply the latest learning methods appropriately. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru ips dalam menumbuhkan keterampilan sosial peserta didik di SMPN 1 Bungbulang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif . Pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Masalah penelitian yang dikemukakan adalah bagaimana penerapan keterampilan sosial peserta didik di SMPN 1 Bungbulang, apa saja keterampilan sosial yang sudah diterapkan dan belum diterapkan, kemudian upaya apa yang dilakukan untuk menumbuhkan keterampilan sosial pada peserta didiknya dan faktor penghambat apa saja yang dihadapi guru dalam menumbuhkan keterampilan sosial peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan keterampilan sosial pada peserta didik di SMPN 1 Bungbulang sebagian menghasilkan keefektifan dan juga ketidakefektifan. Keterampilan sosial yang sudah diterapkan yaitu dengan persentasi, pembuatan karya tangan, dan infografis dan lainnya sedangkan faktor penghambat yang dihadapi guru yaitu karakter peserta didik yang berasal dari diri siswa tersebut seperti malas dan malu, juga berasal dari luar seperti kurangnya kontrol diri terhadap teman dan situasi kelas juga guru yang kurang menerapkan metode pembelajaran terbarukan dengan tepat.  
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM SUDUT PANDANG LANDASAN SOSIOLOGI TERHADAP POLA PIKIR SISWA SMKN 2 PELAIHARI SEBAGAI GENERASI Z Purnamasari, Indah; Prasetyo, Muhammad Arief; Muzdalifah, Elva; Aslamiah, Aslamiah; Amelia, Rizky
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8559

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media use on the mindset formation of Generation Z students at SMKN 2 Pelaihari from the perspective of the foundations of educational sociology. This study is motivated by the phenomenon of massive digitalization, which has positioned social media as a dominant agent of socialization, thus triggering a shift in students' values ??and critical thinking skills amidst an instant culture. Using a descriptive quantitative method, data were collected through a Likert-scale questionnaire from 90 respondents selected through proportional random sampling. The instrument test results showed very good validity with an average score of 3.72. Empirical findings revealed that the intensity of students' social media use is high, with the majority of respondents (42.6%) accessing digital platforms for more than 8 hours per day. Specifically, the critical thinking indicators for the aspects of social problem analysis and information evaluation reached the high category with average scores of 3.89 and 3.76, respectively. However, the aspect of social impact reflection remained in the medium category with an average score of 3.41. The main conclusion of the study confirms that social media significantly shapes new habitus for students, so strengthening sociology education is crucial to bridge the gap between digital information analysis skills and reflective social value awareness. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembentukan pola pikir siswa SMKN 2 Pelaihari sebagai Generasi Z ditinjau dari perspektif landasan sosiologi pendidikan. Studi ini dilatarbelakangi oleh fenomena masifnya digitalisasi yang menempatkan media sosial sebagai agen sosialisasi dominan, sehingga memicu pergeseran nilai dan kemampuan berpikir kritis siswa di tengah budaya instan. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dari 90 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Hasil uji instrumen menunjukkan validitas sangat baik dengan skor rata-rata 3,72. Temuan empiris mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan media sosial siswa tergolong tinggi, di mana mayoritas responden (42,6%) mengakses platform digital lebih dari 8 jam per hari. Secara spesifik, indikator pola pikir kritis pada aspek analisis masalah sosial dan evaluasi informasi mencapai kategori tinggi dengan nilai rata-rata masing-masing 3,89 dan 3,76, namun aspek refleksi dampak sosial masih berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,41. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa media sosial secara signifikan membentuk habitus baru bagi siswa, sehingga penguatan pendidikan sosiologi sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan analisis informasi digital dengan kesadaran nilai sosial yang reflektif.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI MELALUI PEMBELAJARAN IPS Sari, Yunistira; Nuraeni, Erin; Nadia, Shiva; Miladiyah, Miladiyah; Marisa, Puput; Ratnasari, Dine Trio
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8560

Abstract

This study aims to analyze in-depth the ability of elementary school students to develop attitudes of tolerance and empathy through Social Studies (IPS) learning. This study is motivated by the phenomenon of social studies education, which is often dominated by strengthening cognitive aspects, resulting in insufficient attention to the development of the affective domain, particularly the values ??of tolerance and empathy, which are crucial for national diversity. Using a qualitative approach with descriptive methods, the study involved fifth-grade students SDN 4 Muara Ciujung  and teachers selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research findings revealed that the implementation of student-centered learning models, such as cooperative learning, role-playing, and project-based learning, effectively stimulated positive social interactions and fostered mutual respect. Teachers play a vital role as facilitators and role models, although the internalization of these values ??is not yet fully widespread due to the influence of the family environment and an evaluation orientation that is still focused on academic achievement. The main conclusion confirms that social studies learning plays a strategic role in shaping students' tolerant and empathetic character from an early age, which requires a paradigm shift from merely transferring knowledge to strengthening social character to maintain harmony in diversity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan siswa sekolah dasar dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Studi ini dilatarbelakangi oleh fenomena pendidikan IPS yang seringkali didominasi oleh penguatan aspek kognitif, sehingga pengembangan ranah afektif, khususnya nilai toleransi dan empati yang krusial bagi kemajemukan bangsa, kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian melibatkan siswa kelas V SDN 4 Muara Ciujung  dan guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi model pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti cooperative learning, role playing, dan project-based learning, efektif menstimulasi interaksi sosial positif dan menumbuhkan sikap saling menghargai. Guru memegang peran vital sebagai fasilitator dan model keteladanan, meskipun internalisasi nilai tersebut belum sepenuhnya merata akibat pengaruh lingkungan keluarga dan orientasi evaluasi yang masih terpaku pada capaian akademik. Simpulan utama menegaskan bahwa pembelajaran IPS memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter toleran dan empatik siswa sejak dini, yang menuntut adanya pergeseran paradigma dari sekadar transfer pengetahuan menuju penguatan karakter sosial demi menjaga harmoni kebinekaan.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE 3 BERBASIS CONTEXTUAL EKOPEDAGOGIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI SMP CITRA ALAM Sari, Jessika Nacha; Safitri, Desy; Saipiatuddin, Saipiatuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8561

Abstract

The success of a learning can be measured by looking at the abilities possessed by students through learning processes and experiences. The reality that occurs at Citra Alam Junior High School in Grade VIII teachers tend to use simple powerpoints without interactive, causing students to be passive, using lecture methods, lack of association with current issues and the use of interactive games have an impact on learning outcomes, so that students' scores have not reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) score. This study discusses how the implementation of Articulate Storyline 3 learning media based on ecopedagogic contextual in social studies learning outcomes of grade VIII students at Citra Alam Junior High School. This type of research is a Class Action Research (PTK) which is carried out for two cycles. The subjects of this study are 10 students in grade VIII. Data collection is carried out through tests and non-tests. The results of the study show that the Articulate Storyline 3 learning media has succeeded in improving social studies learning outcomes of students. This is evident from the percentage of learning outcomes in cycle one of 40% with an average score of 70 and the results of students' activeness show that they are less active in answering. Then it increased in the second cycle with a percentage of 90% with an average score of 94 which showed that the percentage of active and very active students increased. ABSTRAK Keberhasilan suatu pembelajaran dapat diukur dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik melalui proses dan pengalaman belajar. Realita yang terjadi di SMP Citra Alam di Kelas VIII guru cenderung menggunakan powerpoint sederhana tanpa interaktif menyebabkan peserta didik bersikap pasif, menggunakan metode ceramah, minimnya pengaitan dengan isu terkini dan penggunaan game interaktif berdampak pada hasil belajar, Sehingga nilai peserta didik belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi media pembelajaran Articulate Storyline 3 berbasis contextual ekopedagogik dalam hasil belajar IPS peserta didik kelas VIII di SMP Citra Alam. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus. Subjek Penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII berjumlah 10 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran Articulate Storyline 3 berhasil meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik. Hal ini terbukti dari persentase hasil belajar pada siklus satu sebesar 40% dengan rata-rata nilai 70 dan hasil keaktifan peserta didik menunjukan kurang aktif dalam berpendapat. Kemudian meningkat pada siklus kedua dengan persentase 90% dengan rata-rata nilai 94 yang hasil keaktifan peserta didik menunjukan persentase peserta didik yang aktif dan sangat aktif meningkat.
PENGGUNAAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN PENGUASAAN SOFTWARE KOMPUTER AKUNTANSI TERHADAP KETERAMPILAN ANALISIS MAHASISWA AKUNTANSI Afiati, Naila; Anwar, Nailla Tsabitah; Putri, Ananda Fatika; Safhira, Mutiara; Sudarwoko, Tommy Andrian; Setijawan, Ananda Arya Zaky; Lestari, Wahyu
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8562

Abstract

Digital transformation in the industrial world demands that accounting students possess dual competencies in the form of sharp analytical skills and technological mastery. However, the reality of education shows that the integration of practical learning with software proficiency is often suboptimal. This study aims to empirically analyze the effect of hands-on practice methods and mastery of accounting computer software on students' analytical skills in the digital era. Using a quantitative approach with a survey design, data were collected from 65 accounting students through purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that partially, the hands-on practice method had no significant effect on analytical skills (p=0.128; t=1.543), while mastery of accounting software proved to have a positive and significant effect (p=0.001; t=3.502). However, simultaneously, both variables had a significant effect (F=18.846; p=0.000). The main conclusion of this study confirms that in the modern educational ecosystem, technological mastery is a more dominant determinant factor than manual practice in improving analytical skills. Therefore, a curriculum reorientation that integrates software-based case simulations is necessary to produce adaptive accountants. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia industri menuntut mahasiswa akuntansi untuk memiliki kompetensi ganda berupa keterampilan analitis yang tajam dan penguasaan teknologi, namun realitas pendidikan menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran praktik dengan kemahiran perangkat lunak sering kali belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh metode praktik langsung dan penguasaan software komputer akuntansi terhadap keterampilan analisis mahasiswa di era digital. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, data dikumpulkan dari 65 mahasiswa akuntansi melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian mengungkapkan temuan bahwa secara parsial, metode praktik langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan analisis (p=0,128; t=1,543), sedangkan penguasaan software akuntansi terbukti berpengaruh positif dan signifikan (p=0,001; t=3,502). Kendati demikian, secara simultan kedua variabel memiliki pengaruh yang signifikan (F=18,846; p=0,000). Simpulan utama studi ini menegaskan bahwa dalam ekosistem pendidikan modern, penguasaan teknologi menjadi faktor determinan yang lebih dominan dibandingkan praktik manual dalam meningkatkan daya analisis, sehingga diperlukan reorientasi kurikulum yang mengintegrasikan simulasi kasus berbasis software untuk mencetak akuntan yang adaptif.