cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 390 Documents
GAMBARAN STRES PADA DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI DI PRODI PSIKOLOGI, FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS NUSA CENDANA Seran, Josephine Mersiana M; Keraf, M.K.P Abdi; Manafe, Rizky Pradita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9762

Abstract

This study aims to provide an overview of the stress experienced by thesis supervisors in the Psychology Study Program, Faculty of Public Health, Universitas Nusa Cendana. The research background stems from the increasing academic workload, the dynamics of interactions with students, and institutional demands that may affect supervisors’ psychological well-being and the quality of academic guidance. The study focuses on identifying the sources of stress, the stress responses that emerge, and the factors that either strengthen or weaken the presence of stress. This research employed a qualitative method with a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews with three thesis supervisors selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model of qualitative data analysis. The findings indicate that the supervision process generates both positive and negative stress responses. The main sources of stress include students who show limited progress, poorly completed revisions, and uncooperative co-supervisors. Additional stress-enhancing factors include pressure from students’ families, the use of AI in thesis writing, and the impacts of the Merdeka Student Exchange Program. These findings highlight the importance of institutional support, effective workload management, and the use of adaptive coping strategies to maintain supervisors’ psychological well-being and ensure the quality of academic supervision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai stres yang dialami oleh dosen pembimbing skripsi di Program Studi Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya beban kerja akademik, dinamika interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta tuntutan institusional yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas pembimbingan akademik. Fokus penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi sumber stres, respons stres yang muncul, serta faktor-faktor yang dapat memperkuat atau memperlemah munculnya stres tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam terhadap tiga dosen pembimbing yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembimbingan memunculkan respons stres positif maupun negatif. Sumber stres utama meliputi mahasiswa yang tidak menunjukkan progres, revisi yang dikerjakan secara kurang maksimal, serta rekan pembimbing yang kurang kooperatif. Faktor-faktor eksternal yang memperkuat stres antara lain tekanan dari keluarga mahasiswa, penggunaan AI dalam penulisan skripsi, serta dampak dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusional, pengelolaan beban kerja yang efektif, serta penggunaan strategi coping yang adaptif untuk menjaga kesehatan psikologis dosen dan memastikan kualitas pembimbingan akademik tetap optimal.  
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA Busu, Yunita Anjeli; Keraf, M.K.P Abdi; Takalapeta, Theodora
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9763

Abstract

Public speaking anxiety often becomes a barrier for students due to feelings of fear and threat when facing an audience. This study focuses on analyzing the correlation between self-confidence levels and public speaking anxiety among new students in the 2024/2025 academic year at Nusa Cendana University. This study was implemented using quantitative methods with a sampling stage utilizing proportionate stratified random sampling techniques. The data collection stage was carried out by distributing two main instruments: a self-confidence scale and a speaking anxiety scale. Based on the results of statistical data analysis, the research findings successfully demonstrated a highly significant negative relationship between the two research variables, as evidenced by the correlation coefficient value of -0.521 with a significance below 0.05. These quantitative results clearly mean that the higher a student's self-confidence, the lower their level of public speaking anxiety. Conversely, low self-confidence will trigger high levels of anxiety. As a main conclusion, this research confirms that the presence of a development program to increase self-confidence in the campus environment is a very important strategic step to be implemented to help overcome the problem of public speaking anxiety more effectively among students in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Kecemasan berbicara di depan umum sering menjadi kendala bagi mahasiswa karena adanya perasaan takut serta terancam saat menghadapi audiens. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis korelasi antara tingkat kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 di Universitas Nusa Cendana. Studi ini diimplementasikan melalui metode kuantitatif bersama tahapan penarikan sampel yang memanfaatkan teknik proportionate stratified random sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan dua instrumen utama yakni skala kepercayaan diri serta skala kecemasan berbicara. Berdasarkan hasil analisis data statistik, temuan penelitian sukses menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kedua variabel penelitian tersebut, yang dibuktikan oleh perolehan nilai koefisien korelasi sebesar -0,521 dengan signifikansi di bawah 0,05. Hasil kuantitatif tersebut secara gamblang mengartikan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki oleh seorang mahasiswa, maka akan semakin rendah pula tingkat kecemasan berbicara di depan umum yang mereka alami. Sebaliknya, kepercayaan diri yang rendah akan memicu tingginya kecemasan tersebut. Sebagai simpulan utama, riset ini menegaskan bahwa kehadiran sebuah program pengembangan untuk peningkatan kepercayaan diri di lingkungan kampus menjadi suatu langkah strategis yang sangat penting untuk diterapkan guna membantu mengatasi masalah kecemasan berbicara di depan publik secara lebih efektif pada kalangan mahasiswa secara menyeluruh dan berkesinambungan.  
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA BROKEN HOME DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Jauhari, Ali; Rayani, Dewi; Mustakim, Ichwanul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9808

Abstract

ABSTRACT Family is the primary environment that plays an important role in an individual's psychological development. Family conflicts that end in divorce can lead to a broken home condition which affects children's emotional well-being, such as feelings of sadness, lack of attention, and loss of parental support. These conditions may reduce students’ self-confidence, causing difficulties in social interaction and participation in learning activities. This issue highlights the importance of guidance and counseling services as an effort to help students improve their self-confidence. This study aims to examine the effectiveness of group counseling in improving the self-confidence of tenth-grade students at SMKN 1 Mataram who come from broken home families. The study employed a quantitative approach with a One Group Pre-test and Post-test experimental design. Data were collected through questionnaires as the main instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The sample consisted of 8 students selected through purposive sampling from a population of 85 students based on the lowest self-confidence scores. Data were analyzed using the t-test. The results showed that the t-count value of 15.439 was greater than the t-table value of 2.365 at a significance level of 5% (df = 7), indicating that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. These findings indicate that group counseling is effective in improving the self-confidence of students from broken home families. ABSTRAK Keluarga merupakan lingkungan utama dalam perkembangan psikologis individu. Konflik keluarga yang berujung pada perceraian dapat menimbulkan kondisi broken home yang berdampak pada kondisi emosional anak, seperti perasaan sedih, kurang perhatian, serta hilangnya dukungan dari orang tua. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan diri sehingga siswa mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Permasalahan ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X SMKN 1 Mataram yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pre-test and Post-test. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama, serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai data pendukung. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 85 siswa berdasarkan skor kepercayaan diri terendah. Analisis data menggunakan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai t-hitung sebesar 15,439 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% (db = 7), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri (self-confidence) siswa dari keluarga broken home.
PERAN KONSELING BEHAVIOR DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGENDALIKAN PERILAKU KECANDUAN GAME ONLINE SISWA Walla, Dominikus; Rayani, Dewi; Mustakim, Ichwanul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9810

Abstract

ABSTRACT Online games can provide cognitive benefits such as enhancing strategic thinking and problem-solving skills; however, excessive use may lead to addictive behaviors that negatively affect students’ psychological and social conditions. The phenomenon of online game addiction in schools reveals a gap between the need for effective counseling services and the limited availability of empirically tested behavior-based interventions, thereby requiring structured intervention efforts. This study aims to determine the effect of behavioral counseling on online game addiction among eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari in the 2023/2024 academic year. The research employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of eight students identified as having online game addiction tendencies based on pretest results and selected through purposive sampling. The intervention was conducted through group counseling sessions using the Assertive Training technique to help students improve self-control over excessive gaming behavior. Data were analyzed using the Paired Sample t-test. The results showed that the calculated t-value (27.149) was greater than the t-table value (2.365) at α = 0.05 (df = 7), indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings confirm that behavioral counseling with the Assertive Training technique is effective in reducing online game addiction and provides practical contributions to strengthening school guidance and counseling services. ABSTRAK Game online dapat memberikan manfaat kognitif seperti melatih strategi dan pemecahan masalah, namun penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan perilaku adiktif yang berdampak pada aspek psikologis dan sosial siswa. Fenomena kecanduan game online di sekolah menunjukkan kesenjangan antara kebutuhan layanan konseling yang efektif dan masih terbatasnya intervensi berbasis pendekatan behavior yang teruji secara empiris, sehingga diperlukan upaya intervensi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavior terhadap kecanduan game online pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsari Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 8 siswa yang terindikasi kecanduan berdasarkan hasil pretest dan dipilih melalui purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk konseling kelompok menggunakan teknik Assertive Training untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri terhadap perilaku bermain game. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan nilai t-hitung 27,149 > t-tabel 2,365 (α = 0,05; db = 7), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa konseling behavior dengan teknik Assertive Training efektif menurunkan tingkat kecanduan game online serta memberikan kontribusi praktis bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
KETERKAITAN SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9811

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life has psychological impacts on students, one of which is Fear of Missing Out (FOMO), defined as the feeling of anxiety about missing information or activities experienced by others on social media. This condition has the potential to increase anxiety, making strong self-regulation skills necessary for students to control their social media usage behavior. This study aims to analyze the relationship between self-regulation and Fear of Missing Out among eleventh-grade students of SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 20 students selected using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire as the primary instrument and analyzed using the Product Moment correlation formula. The results of the analysis showed a negative relationship between self-regulation and FOMO, with a correlation coefficient (r) of -0.746 at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' self-regulation ability, the lower the level of FOMO experienced. Therefore, self-regulation plays an important role in minimizing students' tendency toward FOMO. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak psikologis bagi siswa, salah satunya adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi atau aktivitas orang lain di media sosial. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecemasan sehingga diperlukan kemampuan self regulation yang baik agar siswa mampu mengendalikan perilaku penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self regulation dengan Fear of Missing Out pada siswa kelas XI SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara self regulation dan FOMO dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,746 pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, semakin rendah tingkat FOMO yang dialami. Dengan demikian, self regulation berperan penting dalam meminimalkan kecenderungan FOMO pada siswa.
PENGARUH KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK BEHAVIOR CONTRACT TERHADAP PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA Isfiani, Isfiani; Suarti, Ni Ketut Alit; Muzanni, Ahmad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9812

Abstract

ABSTRACT Academic procrastination is a common problem among students and can affect discipline as well as delays in completing academic tasks. This study aimed to examine the effect of behavioral counseling using the behavior contract technique on academic procrastination among eleventh-grade students at SMKN 1 Keruak. The research employed an experimental method with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 16 students selected through purposive sampling based on a high level of academic procrastination. Data were collected using a questionnaire as the main instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using a paired sample t-test to determine the difference between pretest and posttest scores after the intervention. The results of the analysis indicated that the implementation of behavioral counseling with the behavior contract technique had a significant effect on reducing students’ academic procrastination behavior. These findings indicate that the behavior contract technique can help students increase their commitment to completing academic tasks and reduce the tendency to delay their academic responsibilities. Therefore, the behavior contract technique in behavioral counseling can be used as an alternative strategy in school guidance and counseling services to support the development of students’ discipline, responsibility, and effective time management in learning. ABSTRAK Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di kalangan siswa dan dapat berdampak pada rendahnya kedisiplinan serta keterlambatan dalam menyelesaikan tugas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavioral dengan teknik behavior contract terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMKN 1 Keruak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi. Data penelitian dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama yang didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan konseling behavioral dengan teknik behavior contract memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan perilaku prokrastinasi akademik siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik behavior contract dapat membantu siswa meningkatkan komitmen dalam menyelesaikan tugas serta mengurangi kecenderungan menunda pekerjaan akademik. Dengan demikian, teknik behavior contract dalam konseling behavioral dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kegiatan belajar.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PENDEKATAN REALITA UNTUK MENINGKATKAN SELF CONFIDENCE SISWA Aini, Sopiana Nisa; Astuti, Farida Herna
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9813

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of student development as it influences their ability to interact, make decisions, and face various challenges in the learning process. Low self-confidence can be influenced by both internal and external factors, such as lack of family support, low learning motivation, and an unsupportive social environment. These conditions highlight the importance of effective guidance and counseling services to help students develop optimal self-confidence. This study aimed to analyze the effect of group counseling using the reality approach on students’ self-confidence at SMPN 3 Keruak in the 2023/2024 academic year. The research employed a one-group pre-test post-test design. The population consisted of all eighth-grade students totaling 61 students, with a sample of 13 students who had low levels of self-confidence based on the pre-test results selected through purposive sampling. Data were analyzed using the t-test to determine differences in self-confidence levels before and after the intervention. The results showed that the calculated t value (28.738) was greater than the t table value (2.179) at the 5% significance level, indicating that Ho was rejected and Ha was accepted. These findings indicate that group counseling with a reality approach is effective in improving students’ self-confidence and can be used as an intervention strategy in school guidance and counseling services. ABSTRAK Sikap percaya diri merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa karena memengaruhi kemampuan mereka dalam berinteraksi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Rendahnya kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, seperti kurangnya perhatian keluarga, rendahnya motivasi belajar, serta lingkungan pergaulan yang kurang mendukung. Kondisi ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realitas terhadap kepercayaan diri siswa di SMPN 3 Keruak Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 61 siswa, dengan sampel sebanyak 13 siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah berdasarkan hasil pre-test dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 28,738 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,179 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan realitas efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dan dapat digunakan sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
PENGARUH TEKNIK ART THERAPY TERHADAP PENGENDALIAN EMOSI MARAH PADA SISWA Wahyuni, Titi Eka; Astuti, Farida Herna; Hadi, M. Samsul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9814

Abstract

ABSTRACT Art therapy is a therapeutic approach that integrates artistic activities with psychological processes to help individuals express and manage emotions. Anger in students often arises as an emotional response to situations perceived as disturbing or uncomfortable, thus requiring appropriate interventions through guidance and counseling services. This study aims to determine the effect of art therapy techniques on anger among eighth-grade students at SMPN 5 Praya in the 2022/2023 academic year. The study employed a one-group pre-test–post-test design. The population consisted of 64 eighth-grade students at SMPN 5 Praya, while the sample included 7 students who demonstrated high levels of anger based on the pre-test results, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary method, supported by observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a t-test to compare students’ anger scores before and after the implementation of art therapy. The results showed that the calculated t-value of 6.687 was higher than the t-table value at the 5% significance level of 2.447, indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings indicate that the application of art therapy techniques effectively helps students express emotions more positively and reduces their levels of anger. The implication of this study suggests that art therapy can be utilized as an alternative strategy within school guidance and counseling services to support students in developing more adaptive emotional regulation. ABSTRAK Art therapy merupakan pendekatan terapi yang menggabungkan aktivitas seni dengan proses psikologis untuk membantu individu mengekspresikan dan mengelola emosi. Emosi marah pada siswa sering muncul sebagai respons terhadap situasi yang dianggap mengganggu atau menimbulkan ketidaknyamanan sehingga perlu penanganan yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik art therapy terhadap emosi marah pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Praya Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian menggunakan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 64 siswa kelas VIII SMPN 5 Praya, sedangkan sampel penelitian berjumlah 7 siswa yang memiliki tingkat emosi marah tinggi berdasarkan hasil pre-test dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji t untuk membandingkan skor emosi marah sebelum dan sesudah perlakuan art therapy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 6,687 lebih besar dibandingkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,447 sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik art therapy efektif dalam membantu siswa mengekspresikan emosi secara lebih positif dan menurunkan tingkat emosi marah yang dialami. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa art therapy dapat dimanfaatkan sebagai strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan pengelolaan emosi yang lebih adaptif.
INTERVENSI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RELAKSASI SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN STRES SISWA FULL DAY SCHOOL Fitri, Muqarramah; Fadhli, Teuku; Zainuddin, M.; Maulida, Intan; Samudra, Lalu Ricky Untala
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9853

Abstract

ABSTRACT Academic stress is a psychological condition that arises when students face high academic demands and limited time to complete various learning tasks. This phenomenon is often experienced by students who participate in the full-day school system due to the more intensive learning activities compared to the regular school system. This study aims to determine the effectiveness of group guidance with relaxation techniques in reducing academic stress among students implementing the full-day school system. This research employed a quantitative approach using a one group pre-test and post-test design involving 8 eleventh-grade students of SMAN 3 Unggul Sigli selected through purposive sampling. Data were collected using an academic stress questionnaire that had been tested for validity and reliability and were analyzed using the paired sample t-test with the assistance of SPSS version 22. The results showed an increase in the average score from 55.375 in the pre-test to 75.375 in the post-test with a significance value (sig. < 0.05), indicating a decrease in students’ academic stress levels after the implementation of group guidance with relaxation techniques. These findings indicate that the application of group guidance with relaxation techniques helps students manage emotional tension, improve self-control, and reduce the level of academic stress experienced during the full-day school learning system. Therefore, group guidance services with relaxation techniques can be used as an alternative intervention strategy in school counseling services to help students cope with academic stress more effectively. ABSTRAK Stres akademik merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika peserta didik menghadapi tuntutan akademik yang tinggi serta keterbatasan waktu dalam menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Fenomena ini sering dialami oleh siswa yang mengikuti sistem pembelajaran full day karena intensitas kegiatan belajar yang lebih padat dibandingkan dengan sistem sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi dalam mengurangi stres akademik pada siswa yang menerapkan sistem full day. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test yang melibatkan 8 siswa kelas XI SMAN 3 Unggul Sigli yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket stres akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 55,375 pada pre-test menjadi 75,375 pada post-test dengan nilai signifikansi (sig. < 0,05), yang menandakan adanya penurunan tingkat stres akademik setelah pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi mampu membantu siswa mengelola ketegangan emosional, meningkatkan kemampuan mengontrol diri, serta menurunkan tingkat stres akademik yang dialami selama mengikuti sistem pembelajaran full day. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi dapat digunakan sebagai alternatif strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu siswa mengatasi stres akademik secara lebih efektif.
EFEKTIVITAS TEKNIK EKSPLORASI DALAM MEMBANTU PENGEMBANGAN DIRI SISWA INTROVERT Cahayani, Nur; Suarti, Ni Ketut Alit; Muzanni, Ahmad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9854

Abstract

ABSTRACT Exploration technique is one of the approaches in guidance and counseling services that can be used to help students understand and express themselves, especially students with introverted tendencies who often experience difficulties in social interaction. Introversion in students can create discomfort in social situations and affect their participation in learning activities at school. This study aims to determine the effect of exploration techniques on introverted students at SMPN 11 Mataram. This study employed a quantitative approach with a sample of 10 students selected through purposive sampling based on a high level of introversion. Data were collected using a questionnaire as the main instrument and analyzed using a t-test to examine the effect of exploration techniques on the condition of introverted students. The results of the analysis showed that the calculated t-value was 1.809, which was lower than the t-table value at the 5% significance level with degrees of freedom (df) = 9 of 2.262 (1.809 < 2.262), indicating that the alternative hypothesis was rejected and the null hypothesis was accepted. Therefore, the exploration technique did not have a significant effect on introverted students in this study. These findings indicate that guidance and counseling services need to consider other intervention approaches that are more appropriate to help introverted students improve their social interaction and adjustment in the school environment. ABSTRAK Teknik eksplorasi merupakan salah satu pendekatan dalam layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami dan mengekspresikan diri, terutama pada siswa dengan kecenderungan introvert yang sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Kondisi introversi pada siswa dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dalam situasi sosial serta memengaruhi keterlibatan mereka dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik eksplorasi terhadap siswa introvert di SMPN 11 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat introversi yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama yang dianalisis menggunakan uji statistik t untuk mengetahui pengaruh teknik eksplorasi terhadap kondisi siswa introvert. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 1,809 lebih kecil dibandingkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 9 sebesar 2,262 (1,809 < 2,262), sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, teknik eksplorasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap siswa introvert dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memerlukan pendekatan intervensi lain yang lebih sesuai untuk membantu siswa introvert meningkatkan kemampuan interaksi sosial dan penyesuaian diri di lingkungan sekolah.