cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 222 Documents
PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA SMK N 5 BEKASI: MENGENAL DAN MENCEGAH MODUS LOWONGAN KERJA PALSU Mujab, Saeful; Madonna, Metha; Sofyan, Muhamad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.8993

Abstract

ABSTRACT The increasing prevalence of online job vacancy scams poses a serious challenge for vocational high school students who are in the transitional phase toward entering the workforce. This Community Service Program (PkM) aimed to strengthen the digital literacy of students at SMK Negeri 5 Kota Bekasi so that they are able to independently recognize and prevent fraudulent online job offers. The program was implemented through interactive workshops based on case studies and verification simulations, with evaluation employing a pre- and post-activity design to measure changes in participants’ knowledge, self-efficacy, and verification skills. The results indicate a notable improvement in students’ understanding of scam risk indicators, the reasonableness of recruitment procedures, and the importance of personal data protection, accompanied by the development of more cautious attitudes when responding to online job offers. The findings also show that fostering a cognitive pause before taking action plays an important role in reducing participants’ tendencies toward impulsive decision-making. Overall, this program demonstrates that concise, structured, and practical digital literacy interventions are effective in enhancing students’ vigilance and self-control in dealing with online fraud risks and have the potential to be replicated in other vocational education contexts. ABSTRAK Maraknya penipuan lowongan kerja daring menjadi tantangan serius bagi siswa sekolah menengah kejuruan yang berada pada fase transisi menuju dunia kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital siswa SMK Negeri 5 Kota Bekasi agar mampu mengenali dan mencegah modus penipuan lowongan kerja palsu secara mandiri. Program dilaksanakan melalui workshop interaktif berbasis studi kasus dan simulasi verifikasi, dengan evaluasi menggunakan desain pra dan pasca kegiatan untuk menilai perubahan pengetahuan, keyakinan diri, dan keterampilan verifikasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap indikator risiko penipuan, kewajaran prosedur rekrutmen, serta pentingnya perlindungan data pribadi, disertai dengan tumbuhnya sikap lebih berhati-hati dalam merespon tawaran kerja daring. Temuan ini juga menunjukkan bahwa pembiasaan jeda kognitif sebelum bertindak berperan penting dalam mengurangi kecenderungan pengambilan keputusan impulsif pada peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi literasi digital yang ringkas, terstruktur, dan aplikatif efektif dalam meningkatkan kewaspadaan serta kontrol diri siswa dalam menghadapi risiko penipuan di ruang digital, sekaligus berpotensi direplikasi pada konteks pendidikan vokasi lainnya.
PERANCANGAN APLIKASI BERBASIS WEBSITE PADA UMKM BUYA AQIQAH DI KOTA DEPOK JAWA BARAT Jaya, Mulia Adi; Setiawan, Kiki; Yel, Mesra Betty; Hafizh, Muhammad Jundi; Ravelino, William David
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.9180

Abstract

ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in driving regional economic development; however, the utilization of digital technology as a promotional tool remains suboptimal among many business actors. This condition is also experienced by Buya Aqiqah MSME in Depok City, which still relies on conventional promotional methods, resulting in limited information accessibility and market reach. This community service activity aims to support the partner’s digital transformation through the design and implementation of a website as a promotional and business information medium. The implementation method was conducted in several stages, including initial observation, interviews with the partner, needs analysis, system design, website development, and evaluation of the implementation results. The results indicate that the website was successfully developed in accordance with the MSME’s needs and presents business information in a structured manner, including company profile, aqiqah services, package options and pricing, as well as ordering communication facilities. The website serves as an official information medium that is easily accessible and supports more consistent and professional information delivery. Overall, the application of a website as a digital promotional medium contributes to expanding promotional reach, improving information accessibility, and strengthening the sustainable digital transformation of Buya Aqiqah MSME. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah, namun pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi masih belum optimal pada sebagian pelaku usaha. Kondisi tersebut juga dialami oleh UMKM Buya Aqiqah di Kota Depok yang masih mengandalkan pola promosi konvensional, sehingga akses informasi dan jangkauan pasar relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital mitra melalui perancangan dan penerapan website sebagai media promosi dan informasi usaha. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi observasi awal, wawancara dengan mitra, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan website, serta evaluasi hasil implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website berhasil dikembangkan sesuai kebutuhan UMKM dan menyajikan informasi usaha secara terstruktur, mencakup profil usaha, layanan aqiqah, pilihan paket dan harga, serta sarana komunikasi pemesanan. Kehadiran website ini berfungsi sebagai media informasi resmi yang mudah diakses dan mampu mendukung penyampaian informasi secara lebih konsisten dan profesional. Secara keseluruhan, penerapan website sebagai media promosi digital memberikan kontribusi dalam memperluas jangkauan promosi, meningkatkan aksesibilitas informasi, serta memperkuat upaya transformasi digital UMKM Buya Aqiqah secara berkelanjutan.
PENDEKATAN PSIKIATRI KOMUNITAS PADA ORANG DENGAN HIV DAN POPULASI KUNCI MELALUI YAYASAN INSET DI KOTA MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT Yuanita, Savitri; Lesmana, Cokorda Bagus Jaya; Ariani, Ni Ketut Putri; Wardani, Ida Aju Kusuma; Wahyuni, Anak Ayu Sri; Afrian, Himawan; Mahardika, I Komang Ana
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.9215

Abstract

ABSTRACT People living with HIV (PLHIV) and key populations are at high risk of mental health problems due to persistent stigma, discrimination, and psychosocial stress. Limited availability of community-based mental health services highlights the need to integrate a community psychiatry approach into HIV care. This community service program aimed to identify mental health issues among PLHIV, key populations, and HIV service providers, as well as to implement community-based mental health interventions through Yayasan INSET in Mataram City, West Nusa Tenggara. The program was conducted in June 2025 using a community psychiatry approach. Interventions included mental health screening of service providers using the Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42), self-care classes, basic counseling training for peer supporters, and mental health education and consultation integrated with Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT) services. The results showed that most service providers were in a normal psychological condition, with some experiencing symptoms ranging from mild to severe, and there was an improvement in mental health literacy, coping capacity, and psychosocial support skills following the intervention. The integration of mental health services with Mobile VCT also expanded service coverage and enhanced community acceptance. This approach proved effective in supporting the mental health of PLHIV, key populations, and HIV service personnel, and shows potential for replication in similar settings. ABSTRAK Orang dengan HIV (ODHIV) dan populasi kunci berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental akibat stigma, diskriminasi, dan tekanan psikososial yang berkelanjutan. Keterbatasan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas menegaskan perlunya integrasi pendekatan psikiatri komunitas dalam layanan HIV. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menggambarkan permasalahan kesehatan mental pada ODHIV, populasi kunci, dan petugas layanan HIV, serta pelaksanaan intervensi kesehatan jiwa berbasis komunitas melalui Yayasan INSET di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 dengan pendekatan psikiatri komunitas. Intervensi meliputi skrining kesehatan mental petugas menggunakan Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42), kelas self-care, pelatihan konseling dasar bagi pendukung sebaya, serta edukasi dan konsultasi kesehatan jiwa yang terintegrasi dengan layanan Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT). Hasil menunjukkan sebagian besar petugas berada pada kondisi psikologis normal dengan variasi gejala dari ringan hingga berat, serta terjadi peningkatan literasi kesehatan mental, kapasitas coping, dan keterampilan dukungan psikososial setelah intervensi. Integrasi layanan kesehatan jiwa dengan Mobile VCT juga memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan penerimaan komunitas. Pendekatan ini efektif dalam mendukung kesehatan mental ODHIV, populasi kunci, dan tenaga pendukung layanan HIV serta berpotensi direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.
PELATIHAN PEMAHAMAN DASAR AKUNTANSI PADA SISWA SMA NEGERI DI BANDAR LAMPUNG Cahya, Bellia Nilam; Ariningrum, Hardini; Satria, Muhammad Dede; Yuansari, Amanda; Sulistia, Cindi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.9515

Abstract

ABSTRACT The low level of financial literacy among Indonesian adolescents remains a significant challenge, as reflected in national data from 2024 and in the initial condition of students at SMA Negeri 14 Bandar Lampung, whose average preliminary score in basic accounting comprehension was 35.65. This community service activity aimed to enhance students’ mastery of fundamental accounting concepts while evaluating the effectiveness of the implemented interactive training. The program employed a one-group pretest-posttest design involving 31 twelfth-grade social science students through transaction simulations, group discussions, and digital quiz-based assessments conducted in a single 95-minute session. The analysis revealed an increase in the mean score to 45.00, with a statistically significant difference (p = 0.006), representing a relative improvement of 26.24%. However, the N-Gain value of 0.1389 indicates that the level of effectiveness remains low. These findings suggest that while the interactive approach can promote short-term improvement in understanding, the limited duration of the training was insufficient to achieve optimal conceptual mastery. Practically, this training model has the potential to be implemented in secondary schools as an alternative strategy to strengthen accounting literacy, with recommendations for extended instructional time and sustained practice to maximize learning outcomes. ABSTRAK Rendahnya literasi keuangan remaja Indonesia masih menjadi tantangan serius, sebagaimana tercermin dalam data nasional tahun 2024 dan kondisi awal siswa SMA Negeri 14 Bandar Lampung yang menunjukkan rata-rata skor awal pemahaman akuntansi sebesar 35,65. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan penguasaan konsep akuntansi dasar sekaligus menilai efektivitas pelatihan interaktif yang diterapkan. Program dilaksanakan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 31 siswa kelas XII IPS melalui simulasi transaksi, diskusi kelompok, dan evaluasi berbasis kuis digital dalam satu sesi berdurasi 95 menit. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata menjadi 45,00 dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,006), serta kenaikan relatif sebesar 26,24%. Meskipun demikian, nilai N-Gain sebesar 0,1389 mengindikasikan efektivitas yang masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif mampu mendorong peningkatan pemahaman dalam jangka pendek, namun durasi pelatihan yang terbatas belum cukup untuk menghasilkan penguasaan konsep yang optimal. Secara praktis, model pelatihan ini berpotensi diterapkan di sekolah menengah sebagai alternatif penguatan literasi akuntansi, dengan rekomendasi penambahan waktu dan latihan berkelanjutan agar dampak pembelajaran lebih maksimal.
EDUKASI RINGKAS ANALISIS BREAK-EVEN POINT DALAM MENENTUKAN VOLUME PENJUALAN MINIMUN PADA UMKM LOKAL (BATIK SRIKANDI) Puspita, Indah Lia; Nadia, Silva; Maryam, Siti; Anisa, Wava; Putri, Novrilia
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.9974

Abstract

ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the economy; however, they still encounter challenges in financial planning, particularly in determining appropriate selling prices and minimum sales targets due to limited understanding of cost structures. This community service activity aims to enhance the financial literacy of MSME actors through the application of Break-Even Point (BEP) analysis as a basis for determining minimum sales volume at Batik Srikandi MSME in Lampung. The method employed is an educative-participatory approach, implemented through stages of problem identification, material delivery, simulation of calculations based on real business data, and evaluation of participants’ understanding. The results indicate that participants gained a better understanding of the relationship between costs, sales volume, and profit. Based on the calculation, the break-even point was determined to be 200 units, which serves as the minimum sales threshold to avoid losses. In addition, participants demonstrated improved ability to identify cost components, calculate BEP, and interpret the results to support business decision-making. Thus, BEP analysis is proven to function not only as a computational tool but also as a strategic instrument in business planning and cost control. These findings highlight that data-driven educational approaches are effective in improving managerial capacity and supporting the sustainability of MSME financial performance. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian, namun masih menghadapi kendala dalam perencanaan keuangan, khususnya dalam menentukan harga jual dan target penjualan minimum akibat keterbatasan pemahaman terhadap struktur biaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM melalui penerapan analisis Break-Even Point (BEP) sebagai dasar penentuan volume penjualan minimum pada UMKM Batik Srikandi Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, penyampaian materi, simulasi perhitungan berbasis data riil usaha, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara biaya, volume penjualan, dan laba. Berdasarkan perhitungan, diperoleh titik impas sebesar 200 unit, yang menjadi batas minimum penjualan agar usaha tidak mengalami kerugian. Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi komponen biaya, menghitung BEP, serta menginterpretasikan hasilnya untuk mendukung pengambilan keputusan usaha. Dengan demikian, analisis BEP terbukti tidak hanya berfungsi sebagai alat perhitungan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam perencanaan usaha dan pengendalian biaya. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis data riil efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan mendukung keberlanjutan kinerja keuangan UMKM.
PENDAMPINGAN LEGALITAS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING UMKM: BUKTI EMPIRIS DARI PROGRAM NIB DAN SERTIFIKASI HALAL Gentari, Katri; Heriyana, Heriyana; Erlina, Neti; Agustina, Sri; Emelda, Emelda
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10137

Abstract

ABSTRACT The low level of business legality ownership remains a major challenge faced by many Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly regarding the Business Identification Number (NIB) and halal certification. Limited regulatory literacy and administrative capacity often prevent business actors from independently managing the legalization process. This study aims to analyze the effectiveness of a business legality assistance program in improving the literacy, readiness, and formalization of MSMEs. This research employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest design involving 25 MSME participants who took part in an assistance program for obtaining NIB and halal certification. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring regulatory understanding, administrative readiness, and perceptions of business legality. Data analysis was conducted using descriptive statistics and a paired sample t-test to examine differences before and after the intervention. The results show a significant improvement across all measured indicators. The average scores of understanding and readiness increased from 1.96–2.20 in the pretest to 4.68–4.84 in the posttest, with a significance value of p < 0.05. In addition, 23 MSMEs successfully obtained NIB, while all participants submitted applications for halal certification. These findings indicate that practical and participatory assistance effectively enhances literacy and readiness while accelerating MSME formalization. Structured assistance programs therefore have the potential to serve as an effective empowerment model to improve legal compliance and strengthen business competitiveness. ABSTRAK Rendahnya tingkat kepemilikan legalitas usaha masih menjadi kendala yang dihadapi oleh banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Keterbatasan literasi regulasi dan kemampuan administratif menyebabkan pelaku usaha belum sepenuhnya mampu mengurus legalitas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendampingan legalitas usaha dalam meningkatkan literasi, kesiapan, dan realisasi formalitas UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest terhadap 25 pelaku UMKM yang mengikuti program pendampingan pengurusan NIB dan sertifikasi halal. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur pemahaman regulasi, kesiapan administratif, dan persepsi terhadap legalitas usaha. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Nilai rata-rata pemahaman dan kesiapan meningkat dari kisaran 1,96–2,20 pada pretest menjadi 4,68–4,84 pada posttest dengan nilai signifikansi p < 0,05. Selain itu, 23 UMKM berhasil memperoleh NIB dan seluruh peserta telah mengajukan sertifikasi halal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang bersifat praktis dan partisipatif efektif meningkatkan literasi, kesiapan, serta mendorong percepatan formalisasi UMKM. Program pendampingan terstruktur berpotensi menjadi model pemberdayaan untuk meningkatkan kepatuhan legalitas dan daya saing usaha.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI STRATEGI AKUNTANSI KEUANGAN PADA UMKM YUNI EMPING DI GEDONG TATAAN, PESAWARAN LAMPUNG Luthfi, Muhammad; Ameria, Suci; Suhartono, Suhartono; Puspita, Imel; Syafira, Jihan Dara; Subhan, Tazkia Adha Putri Maharani; Yulianti, Yulianti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10145

Abstract

ABSTRACT The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector plays a significant role in driving economic growth while improving community welfare. However, many business actors still face challenges in financial management, particularly due to low levels of financial literacy, the absence of systematic recording practices, and limitations in developing sustainable business planning. These issues are also experienced by Yuni Emping MSME in Gedong Tataan, Pesawaran Regency, which encounters difficulties in monitoring its financial condition and managing production activities optimally. This study aims to strengthen business management capacity through the implementation of financial accounting strategies based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, as well as training and mentoring activities involving business partners. The stages of the study include problem identification, implementation of basic financial recording training, and evaluation of the application of transaction recording systems. The findings indicate that prior to the mentoring activities, the business actors had not implemented structured financial recording and still mixed business finances with personal finances. After the training and mentoring were conducted, the partners demonstrated improved understanding in recording transactions, preparing simple income statements, and managing business cash flow. These results confirm that the implementation of SAK EMKM-based financial recording, supported by mentoring activities, can enhance financial management capabilities and facilitate more structured and sustainable business decision-making. ABSTRAK Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, tidak sedikit pelaku usaha yang masih mengalami hambatan dalam mengelola keuangan, terutama akibat rendahnya tingkat literasi finansial, belum diterapkannya sistem pencatatan yang sistematis, serta keterbatasan dalam menyusun perencanaan usaha yang berkelanjutan. Permasalahan tersebut juga dialami oleh UMKM Yuni Emping di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang mengalami kesulitan dalam memantau kondisi keuangan dan mengelola aktivitas produksi secara optimal. Penelitian ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan usaha melalui implementasi strategi akuntansi keuangan yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada mitra usaha. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, pelaksanaan pelatihan pencatatan keuangan sederhana, serta evaluasi penerapan sistem pencatatan transaksi usaha. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebelum pelaksanaan pendampingan, pelaku usaha belum melakukan pencatatan keuangan secara terstruktur dan masih menggabungkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, mitra menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta pengelolaan arus kas usaha. Hasil tersebut menegaskan bahwa implementasi pencatatan keuangan berbasis SAK EMKM yang didukung oleh kegiatan pendampingan dapat memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan serta membantu proses pengambilan keputusan usaha menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
GASTOMER MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL PAPUA Sulistyowati, Retno Wuri; Sumarsono, Adi; Harmawati, Diah; Suteki, Mega; Yulianti, Ni Luh Putu Nita
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10186

Abstract

Buti Village, located on Arafura Street, Merauke Regency, South Papua Province, is home to Indigenous Papuans (OAP) from the Marind Tribe whose livelihoods are closely connected to traditional fishing activities. The village is endowed with local fishery resources, particularly gastor fish (Channa striata), which has the potential to be further developed into value-added products to support community-based economic activities. Strengthening the capacity of local communities through skills development and entrepreneurship support is therefore considered an important step in optimizing this local potential. This community service activity was designed to support community empowerment through entrepreneurship training and hands-on assistance in processing gastor fish into marketable products. The activities were carried out through several stages, including mapping local potential, technical training on fish processing, assistance in packaging and branding, and basic marketing guidance. The program resulted in the development of five gastor-based products marketed under the GASTOMER brand, including fish crackers, nuggets, shredded fish (abon), gastor chili sauce, and organic fertilizer derived from fish waste. Beyond product development, the program also contributed to improving practical skills, encouraging community participation in small-scale entrepreneurship, and supporting local economic initiatives based on available resources. Overall, the activity highlights the importance of community-based empowerment programs as a practical approach to strengthening local capacities and supporting sustainable economic development in Buti Village. ABSTRAK Kampung Buti di Jalan Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan merupakan kampung yang mayoritas dihuni oleh Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Marind dengan mata pencaharian utama di sektor perikanan. Kampung ini memiliki potensi sumber daya ikan gastor (Channa striata) yang cukup melimpah dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih memerlukan penguatan melalui peningkatan keterampilan pengolahan, manajemen usaha, dan inovasi produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pengolahan ikan gastor menjadi produk UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi, pelatihan produksi, pendampingan pengemasan dan pelabelan, serta penguatan strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan lima produk olahan ikan gastor dengan merek GASTOMER yaitu kerupuk, nugget, abon, sambal ikan gastor, dan pupuk organik berbahan limbah ikan yang memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas masyarakat Kampung Buti.
PENGUATAN PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS UMKM GULA AREN DI DESA SUMBER AGUNG Mandasari, Lusiana; Luthfi, Muhammad; Winata, Anisa Lulu; Fadhilah, Fikri; Andini, Yunita Kartika; Sanda, Nova; Arzeti, Arzeti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10308

Abstract

ABSTRACT Palm sugar enterprises in Sumber Agung Village have promising economic potential; however, financial management remains a key constraint that hinders business development. The main issues include the absence of systematic bookkeeping, the lack of separation between business and personal finances, and limited understanding of production cost components. These conditions reduce the ability of business actors to make decisions based on reliable financial information. This community service program aims to improve financial governance by strengthening practical knowledge and skills. The method applies a participatory and contextual approach, consisting of initial assessment, training, hands-on practice, and mentoring for six business actors. Evaluation was conducted qualitatively through observation and interviews to compare conditions before and after the program. The results indicate improved capability in preparing simple financial records, separating business and personal finances, and understanding cost structures. In addition, participants began to apply more systematic financial management practices in their daily operations. These findings suggest that a locally grounded mentoring model that integrates hands-on practice is effective in fostering both technical and behavioral changes, thereby enhancing business management quality and supporting the sustainability and competitiveness of small enterprises. ABSTRAK Usaha gula aren di Desa Sumber Agung memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan, namun pengelolaan keuangan masih menjadi kendala utama yang menghambat pengembangan usaha. Permasalahan yang ditemukan meliputi ketiadaan pencatatan yang terstruktur, tidak adanya pemisahan antara keuangan usaha dan pribadi, serta keterbatasan dalam memahami komponen biaya produksi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan berbasis informasi keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif dan kontekstual dengan tahapan identifikasi awal, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan kepada enam pelaku usaha. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan wawancara untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan dalam menyusun pencatatan keuangan sederhana, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta memahami struktur biaya produksi. Selain itu, peserta mulai menerapkan praktik pengelolaan keuangan secara lebih sistematis dalam aktivitas usaha sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa model pendampingan berbasis kebutuhan lokal yang mengintegrasikan praktik langsung efektif dalam mendorong perubahan teknis sekaligus perilaku, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pengelolaan usaha dan memperkuat keberlanjutan serta daya saing usaha kecil.
IMPLEMENTASI SISTEM PEMASARAN CERDAS BERBASIS DIGITAL PLATFORM UNTUK OPTIMALISASI PENJUALAN PRODUK GAMIS PADA UMKM INDAH COLLECTION Yel, Mesra Betty; Akbar, Yuma; Rivaldo, Ryan; Darnov, Ibnazia; Salsabila, Salsabila
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10348

Abstract

Digital transformation has become imperative for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to maintain and enhance their competitiveness in the current digital era. Indah Collection, an MSME specializing in Muslimah fashion (gamis), faces business challenges due to limited market reach. This limitation stems from a shift in consumer habits towards online shopping, while the business remains reliant on conventional marketing methods. This community service research aims to design and implement a smart marketing system based on a digital platform to address these issues. The methodology employs a qualitative approach, utilizing semi-structured interviews with the business owner and literature review, followed by needs analysis and system design using the Agile Scrum development model. The outcome of this initiative is the implementation of a WordPress-based website functioning as a 24-hour digital showroom, integrated with e-commerce accounts to provide a more secure transaction platform. This implementation not only enhances product visibility and reach on a national scale but also improves operational efficiency in marketing. ABSTRAK Transformasi digital saat ini merupakan sebuah keharusan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing di era digital ini. UMKM Indah Collection, yang berfokus pada produk busana muslim (gamis), menghadapi tantangan bisnis dalam keterbatasan jangkauan pasar akibat beralihnya kebiasaan masyarakat ke perbelanjaan via online, dan Indah Collection masih bergantung pada metode konvensional. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemasaran cerdas berbasis platform digital untuk mengatasi hal tersebut. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha dan studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan serta perancangan sistem dengan model pengembangan sistem Agile Scrum. Hasil dari kegiatan ini adalah terimplementasinya sebuah website berbasis WordPress yang berfungsi sebagai showroom digital 24 jam dan terintegrasi dengan akun e-commerce sebagai tempat bertransaksi yang lebih aman. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi visibilitas produk secara nasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dalam pemasaran.