cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
imamsetyonugroho@lecture.utp.ac.id
Phone
+6282333848318
Journal Mail Official
proficio@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27753506     EISSN : 27753492     DOI : https://doi.org/10.36728/jpf.v2i2
Jurnal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat dipublikasikan 2 kali dalam satu volume (tahun) yaitu pada bulan Januari dan Juli. Junal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat berisi hasil pengabdian masyarakat sebagai implementasi pengembangan keilmuan kepada masyarakat dalam bidang: Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Dasar, Keolahragaan (prestasi, pendidikan, rekreasi),Teknologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 444 Documents
EDUKASI MENGHADAPI MASA AKIL BALIGH (PUBERTAS) PADA SISWA KELAS 6 SD AL ISLAM 2 JAMSAREN SURAKARTA Kusumawati, Eny; Nawang Ramandani; Dinar Mahdalena Leksana
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5792

Abstract

Masa akil baligh (pubertas) merupakan fase perkembangan penting yang menandai peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja awal. Pada tahap ini, anak mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang memerlukan pemahaman dan kesiapan diri yang baik. Namun, banyak siswa sekolah dasar belum memperoleh edukasi yang memadai mengenai pubertas sehingga menimbulkan kebingungan, kecemasan, serta kesalahpahaman terhadap perubahan yang mereka alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 6 SD Al Islam 2 Jamsaren Surakarta mengenai pubertas melalui layanan bimbingan klasikal berbantuan media audio-visual. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-evaluatif dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek kegiatan berjumlah 32 siswa (15 laki-laki dan 17 perempuan) berusia 11–12 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test serta observasi partisipatif, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa, dari 21,9% kategori “paham” pada pre-test menjadi 90,6% pada post-test. Siswa juga menunjukkan penurunan kecemasan dan peningkatan kesiapan dalam menghadapi perubahan fisik dan emosional. Hasil ini membuktikan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan media audio-visual efektif dalam memberikan edukasi pubertas yang komprehensif, menciptakan ruang aman psikologis, serta mendorong siswa membangun sikap positif terhadap masa akil baligh. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain dengan penyesuaian konteks dan melibatkan peran orang tua sebagai pendukung utama pendidikan kesehatan reproduksi anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERMUSIK MELALUI WORKSHOP ANSAMBEL STRING DI SEKOLAH INDONESIA BANGKOK THAILAND Mahendra, Marda Putra; Moh. Sarjoko; Dhani Kristiandri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5794

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bermusik siswa melalui workshop ansambel string di Sekolah Indonesia Bangkok, Thailand. Workshop dirancang untuk memberikan pemahaman teori dan praktik alat musik gesek seperti biola, viola, cello, dan kontrabas. Fokus kegiatan meliputi kerja sama ansambel, disiplin, dan interpretasi musikal. Pelaksanaan kegiatan mencakup tahap koordinasi, persiapan, pelatihan, evaluasi, dan konser akhir. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman teori musik, keterampilan teknis, dan kemampuan kerja sama siswa. Guru pendamping juga memperoleh pengetahuan baru untuk melanjutkan pembelajaran secara mandiri. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi musik dan memperkuat diplomasi budaya melalui pendidikan seni kolaboratif. Kata Kunci: Workshop; Ansambel String; Pendidikan Musik; Sekolah Indonesia Bangkok
EDUKASI PENERAPAN INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK BABI DI LINO FARM DESA MAUBESI Stella Atok, Yohana; Pasi, Maria Selfiana; Sahala, Josua; Dethan, Agustinus Agung; Ture Simamora; Kapitan, Maria Magdalena
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5796

Abstract

Protein merupakan makromolekul paling melimpah di dalam sel dan menyumbang lebih dari separuh berat kering pada hampir semua organisme hidup. Senyawa ini tersusun atas asam amino sebagai unit penyusunnya, yang saling terhubung melalui ikatan peptida membentuk rantai polipeptida panjang. Struktur protein yang kompleks menjadikannya komponen esensial dalam tubuh makhluk hidup, berperan tidak hanya sebagai sumber energi tetapi juga sebagai zat pembangun jaringan dan pengatur berbagai proses biologis. Ternak yang berkontribusi besar terhadap penyediaan protein tersebut adalah babi. Salah satu contoh pengembangan peternakan babi dapat ditemukan di Lino Farm di Desa Maubesi yang memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha ternak babi. Salah satu teknologi yang terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas ternak adalah inseminasi buatan (IB). Penerapan teknologi IB di Desa Maubesi bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ternak babi, meningkatkan efisiensi konversi pakan, menghasilkan keturunan yang lebih unggul, serta memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi reproduksi ini dalam menunjang perekonomian lokal. Proses inseminasi buatan pada babi dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke dalam saluran reproduksi induk babi betina. Kateter diputar perlahan berlawanan arah jarum jam hingga melewati bagian serviks, kemudian semen segar disemprotkan secara perlahan sampai habis. Setelah proses selesai, kateter dikeluarkan kembali dengan hati-hati searah jarum jam. Pengamatan terhadap hasil IB biasanya dilakukan sekitar 21 hari setelah proses pelaksanaan, untuk memantau tanda-tanda kebuntingan pada induk babi. Berdasarkan hasil pelaksanaan di Lino Farm, penerapan inseminasi buatan terbukti memberikan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya produktivitas ternak, lahirnya keturunan yang lebih unggul, serta meningkatnya pendapatan masyarakat setempat. Dengan demikian, penerapan teknologi inseminasi buatan dapat dianggap sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak babi, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Desa Maubesi.
IMPLEMENTASI KONSEP ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN USAHA DAN DIGITALISASI PEMASARAN BAGI UMKM BINAAN BUMDES PELEMWATU, KABUPATEN GRESIK Heryanto Susilo; Mustakim; Rusdiyanto; Puput Nabilakhul Natalia; Fitriyah Najwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5797

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam industri konstruksi secara turun temurun terdapat di Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Adapun penggunaan konsep Satu Desa Satu Produk (OVOP), produk unggulan desa berfungsi sebagai versi miniatur identitas ekonomi lokal, namun pengrajin menghadapi berbagai tantangan, seperti manajemen bisnis yang buruk, sistem keuangan yang masih manual, dan pemanfaatan teknologi digital yang kurang optimal dalam pemasaran produk. Adanya penjangkauan dari implementasi dari OVOP ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bisnis lokal melalui pelatihan manajemen bisnis, digitalisasi pemasaran, dan efisiensi operasional bagi UMKM binaan BUM Desa Pelemwatu Mandiri. Penjangkauan, instruksi tatap muka, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) merupakan beberapa strategi implementasi. Penelitian menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 25–70% melalui media digital, peningkatan kemampuan manajerial, dan peningkatan efisiensi operasional. Perekonomian lokal diperkuat dan masyarakat diberdayakan berdasarkan potensi desa berkat program ini. Kesimpulannya, penerapan ide OVOP melalui pelatihan dan pemasaran digital merupakan metode yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk desa unggulan.
PROGRAM INOVASI KOMUNITAS WANOJA SEHAT SIAP NIKAH “WASSINI” Khaerunisa, Ismah; Fiyola Ladyvia; Nathasia Elga Haryono
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5808

Abstract

Program inovasi komunitas Wanoja Sehat Siap Nikah “WASSINI” dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi pernikahan dan perencanaan kehamilan sehat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya edukasi dini mengenai kesehatan pranikah dan prakonsepsi pada remaja usia 17–18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Purbaratu, Tasikmalaya. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran serta peran aktif remaja, keluarga, dan kader masyarakat terkait pentingnya edukasi pranikah dan prakonsepsi. Metode kegiatan meliputi analisis situasi, koordinasi internal dengan pembimbing dan petugas kesehatan, pembuatan media edukasi, serta penyuluhan langsung di posyandu remaja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai persiapan pranikah dan prakonsepsi. Program WASSINI memberikan dampak positif terhadap kesiapan remaja menuju kehidupan reproduksi yang sehat serta direkomendasikan untuk dilanjutkan dan diperluas dengan dukungan lintas sektor.
PEMANFAATAN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) SEBAGAI SNACK SEHAT UNTUK PENANGANAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PADANG ULAK TANJUNG KECAMATAN TALANG EMPAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH Siti Masitah; Muhammad Alfi; Lisa Rakhmanina; Melati; Meliani; Siti Komariah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5810

Abstract

Kurangnya asupan energi pada balita yang disebabkan karena seringnya konsumsi jajanan yang tidak sehat dapat mengarah ke stunting. Ubi jalar merupakan pangan lokal sumber energi yang baik untuk digunakan sebagai bahan dasar snack sehat bagi balita. Kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu hamil dan ibu balita untuk mengolah snack sehat padat energi berbasis ubi jalar ungu. Program ini dilakukan di Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah dengan sasaran berupa ibu balita. Kegiatan yang dilakukan berupa pemaparan materi, demonstrasi dan praktik pengolahan snack sehat padat energi berbasis ubi jalar ungu, serta lomba kreasi snack sehat berbasis ubi jalar ungu. Dari kegiatan ini diperoleh hasil bahwa sebagian besar peserta cukup terampil dalam mengolah snack sehat berbasis ubi jalar ungu. Hasil lomba menunjukkan beraneka kreasi menu snack sehat padat energi berbasis ubi jalar ungu yang dibuat oleh peserta.
OPTIMALISASI KEBUGARAN JASMANI MELALUI SARANA DAN PRASANA PADA PONDOK PESANTREN “WALISONGO” SRAGEN Andhega Wijaya; Aprilyan Putra Bimantoro; Turhan Yani; Mufarrihul Hazin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5816

Abstract

Olahraga menempati salah satu kedudukan terpenting dalam kehidupan manusia untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Dalam dunia modern ini, olahraga menjadi sebuah kebutuhkan bagi manusia. Seperti halnya pada program kegiatan di Ponpes (Pondok Pesantren) Pondok Pesantren “Walisongo” Sragen selaku Mitra PKM, olahraga merupakan bagian dari aktivitas untuk mengimbangi kegiatan-kegiatan selain kegiatan keagamaan dan pelajaran sekolah. Ponpes/ Pondok Pesantren “Walisongo” Sragen Sragen merupakan salah satu pesantren yang mempunyai komitmen besar dalam pengembangan kemandirian karakter bagi santrinya, dan olahraga bagian untuk menjaga kestabilan staminanya. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu; 1) masih kurangnya kegiatan atau aktivitas Jasmani dan olahraga di lingkungan Ponpes, 2) sarana prasasarana olahraga masih belum mencukupi. Solusi dan pendekatan yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dapat segera teratasi antara lain; 1) aktivitas olahraga dalam hal ini bisa dicontohkan dengan tenis meja sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan Kesehatan, kamadirian dan karakter, 2) dengan pemberian bantuan peralatan olahraga dapat memberi motivasi bagi siswa atau santri untuk melakukan aktivitas olahraga secara umum dan tenis meja pada khususnya. Target luaran hasil yang akan dicapai pada program pengabdian diantaranya dilakukan para pengasuh secara kontinyu, dan juga pada pihak sekolah, guru, para siswa, serta santri terhadap aktivitas fisik dalam hal ini olahrag sepak bola, karena kegiatan ini belum pernah dilakukan di sekolah mereka.
EDUKASI OLAHRAGA AIR BADMINTON DI SMP 3 SATARMESE PROVINSI NTT Andhega Wijaya; Aprilyan Putra Bimantoro; Dewangga Yudhistira; Shidqi Hamdi Pratama Putera
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5817

Abstract

Program pengabdian masyarakat bertajuk “Pendidikan Olahraga Bulu Tangkis Udara” dilaksanakan di SMPN 3 Satar Mese, Nusa Tenggara Timur, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi siswa dan guru untuk terlibat dalam kegiatan olahraga inovatif yang beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas sekolah. Program ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, yang melibatkan aktif guru dan siswa pendidikan jasmani di seluruh tahapan kegiatan. Pelaksanaannya meliputi sosialisasi tentang pentingnya aktivitas fisik teratur bagi kesehatan remaja, pengenalan konsep dan aturan Bulu Tangkis Udara, dan pelatihan praktis teknik dasar seperti servis, reli, dan permainan net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berhasil menguasai keterampilan bermain dasar dan menunjukkan peningkatan dalam aspek sosial-emosional seperti kerja sama tim, komunikasi, dan sportivitas. Lebih lanjut, guru pendidikan jasmani memperoleh peningkatan kompetensi pedagogis dengan menerapkan metode pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan lingkungan lokal sekolah. Program ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik, karena dapat dengan mudah dilaksanakan tanpa fasilitas yang rumit. Secara keseluruhan, inisiatif ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan jasmani di sekolah-sekolah dengan sumber daya terbatas dan menunjukkan bahwa inovasi sederhana seperti Air Badminton dapat berfungsi sebagai alternatif rekreasi dan pendidikan dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dalam pendidikan jasmani.
SOSIALISASI TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA DI SMP 3 SATARMESE NUSA TENGGARA TIMUR Andhega Wijaya; Dewangga Yudhistira; Aprilyan Putra Bimantoro; Shidqi Hamdi Pratama Putera
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5818

Abstract

Kegiatan pengabdiaan masyarakat (PKM) fokus pada sosialisasi serta implementasi Tes kebugaran pelajar nusantara(TKPN) di SMP 3 Satarmese, Nusa tenggara Timur dalam mengatasi kesenjangan literasi dan pemberdayaan tantangan Sumber daya di wilayah 3T. TKPN digunakan untuk instrumen yang berstandart untuk mengukur kebugaran jasmani siswa. Penelitian ini menggunakan mixed method. Pelatihan yang dilakukan secara mendalam berhasil meningkatkn pemahaman tentang teknis implementasi TKPN yang sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP) yang menekan pada jaminan validitas data. Kegiatan ini menghasilkan model implementasi TKPN yang adaptif dan efisien menyesuaikan dengan keadaan 3T serta rekomendasi pada kebijakan yang kuat, juga kontribusi dalam standarisasi pengukuran kebugaran jasmani pelajar pada daerah terpencil.
LITERASI HUKUM, DAN ANTI KEKERASAN BERPERSPEKTIF ISLAM UNTUK PENINGKATAN WELLBEING BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL FIQHI LAMONGAN subagio, Agung Ari; Yani, Muhammad Turhan; faidah, Mutimmatul; Hikmah, Nurul; Muhammad Hakim Akmal; Arshella Angelina
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5819

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pendampingan bagi santri Pondok Pesantren Darul Fiqhi Lamongan khususnya berkaitan dengan literasi hukum, serta anti kekerasan dalam perspektif Islam untuk peningkatan wellbeing. Kegiatan PKM dengan pola ABCD ini dilakukan melalui tahapan: (1) persiapan/pemetaan Asset; (2) perencanaan Aksi; (3) pelaksanaan Aksi; dan (4) evaluasi dan pemantauan. Program literasi hukum, dan anti kekerasan di Pondok Pesantren Darul Fiqhi Lamongan meningkatkan pengetahuan, karakter, dan kemandirian santri melalui pendekatan ABCD yang berfokus pada potensi pesantren. Literasi hukum dan anti kekerasan di pesantren terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan sikap santri. Nilai literasi hukum dan anti kekerasan keduanya naik ke kategori sangat tinggi, menunjukkan santri makin cerdas dalam sadar hukum dan menolak kekerasan. Kegiatan ini membentuk santri yang berakhlak, memahami hukum, serta menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan bebas kekerasan. Agar berkelanjutan, pesantren perlu mengintegrasikan program ke kurikulum, membentuk pusat konseling, melatih pengasuh, meningkatkan literasi digital, menjalin kemitraan, dan melakukan evaluasi rutin. Pesantren Darul Fiqhi Lamongan menjadi model pesantren ramah dan berdaya dalam membangun generasi Islami yang tangguh dan beretika.