cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
imamsetyonugroho@lecture.utp.ac.id
Phone
+6282333848318
Journal Mail Official
proficio@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27753506     EISSN : 27753492     DOI : https://doi.org/10.36728/jpf.v2i2
Jurnal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat dipublikasikan 2 kali dalam satu volume (tahun) yaitu pada bulan Januari dan Juli. Junal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat berisi hasil pengabdian masyarakat sebagai implementasi pengembangan keilmuan kepada masyarakat dalam bidang: Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Dasar, Keolahragaan (prestasi, pendidikan, rekreasi),Teknologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 622 Documents
LITERASI FINANSIAL SYARIAH UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN BAGI SISWA MAS AL IHSAN LAMONGAN: literasi finansial syariah Anwar, Muchammad Khoirul; Sri Abidah Suryaningsih; Kholida Ulfi Mubaroka; Hendrawan Cahyaningrat; Siti Makrufah; Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5820

Abstract

Madrasah sebagai ekosistem pendidikan dan pembentukan karakter memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan siswa yang tangguh menghadapi transformasi sosial, Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman bagi Siswa Madrasah Aliyah Swasta Al Ihsan khususnya berkaitan dengan literasi finansial syariah untuk peningkatan Pemahaman dan kesejahteraan. Program pemahaman literasi keuangan di Madrasah Aliyah Swasta Al Ihsan Lamongan dilakukan dengan pendekatan Workshop yang berfokus pada potensi peserta didik. Workshop Literasi keuangan di sekolah terbukti efektif meningkatkan pemahaman keuangan syariah siswa. Hasil workshop menunjukkan nilai literasi keuangan kategori sangat tinggi, menunjukkan siswa makin cerdas dalam mengelola keuangan. Kegiatan ini membentuk siswa yang berakhlak dan cerdas finansial. Agar berkelanjutan, madrasah perlu mengintegrasikan program ke kurikulum, melatih pengasuh, meningkatkan literasi digital, menjalin kemitraan, dan melakukan evaluasi rutin. Madrasah Aliyah Swasta Al Ihsan Lamongan menjadi model madrasah yang tangguh dan mandiri ekonomi.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPEAKING MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS UNIVERSITAS HALU OLEO Gultom, Eva Solina
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5821

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang sering menjadi kendala bagi mahasiswa tingkat awal. Banyak mahasiswa kesulitan mengekspresikan ide secara lisan akibat keterbatasan kosakata, pelafalan yang kurang tepat, serta minimnya latihan berbicara yang terarah. Di era digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan membuka peluang baru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan serta melatih mahasiswa semester I Prodi Sastra Inggris Universitas Halu Oleo dalam menggunakan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Pelatihan dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan pendekatan participatory learning melalui penggunaan aplikasi seperti ChatGPT, Elsa Speak, dan TalkPal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kelancaran, kepercayaan diri, dan keakuratan pengucapan. Mahasiswa merespons positif kegiatan ini dan menilai AI sebagai sarana efektif untuk belajar secara mandiri. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran bahasa berbasis teknologi di perguruan tinggi Indonesia.
PELATIHAN PENERAPAN PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED KEPADA GURU PENDIDIKAN JASMANI Muhammad Akbar Syafruddin; Retno farhana Nurulita; Muh. Nugrah Setyawan; Ilham Azis; Reza Mahyuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5828

Abstract

Seiring dengan perkembangan kurikulum dan pendekatan pedagogi modern, metode pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) semakin direkomendasikan untuk diterapkan di berbagai bidang pendidikan, termasuk pendidikan jasmani. Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, dengan memberikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan mengambil keputusan dalam kegiatan yang dilakukan. Beberapa metode pembelajaran yang berbasis student-centered dalam pendidikan jasmani meliputi model pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan berbasis permainan. Namun, implementasi metode pembelajaran yang berpusat pada siswa di sekolah-sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan metode ini menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, fasilitas dan sarana pendukung yang terbatas juga sering kali menghambat pelaksanaan pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan yang dapat membantu guru pendidikan jasmani dalam memahami konsep pembelajaran student-centered serta mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan guru pendidikan jasmani dalam menerapkan metode student-centered learning telah berjalan dengan efektif. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih partisipatif, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa
PENINGKATAN KESADARAN AKAN PENTINGNYA KETRAMPILAN SDM PADA KELOMPOK USAHA JAJAN PASAR PUTU MAYANG DI BANGETAYU KULON SEMARANG Suhana; Ida Nurhayati; Kasmari
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5834

Abstract

Kelompok Usaha Jajan Pasar Putu Mayang beralamat di Bugen Utara RW 03 Bangetayu Kulon Kelurahan Bangetayu Kecamatan Genuk Semarang Jawa Tengah. Kelompok usaha ini berdiri sejak lama. Usaha jajan pasar putu mayang ini sudah berjalan secara turun temurun. Ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang memiliki usaha jajan pasar. Usaha jajan pasar putu mayang ini yang telah ditekuni lama ini dijadikan mata pencaharian utama dari masyarakat ini. Meski demikian usaha jajan pasar putu mayang ini berjalan secara sederhana. Bisa dikatakan usaha jajan pasar ini sekedar berjalan saja. Permasalahan-permasalahan yang ditemui di usaha ini, antara lain: aspek produksi, aspek pemasaran, aspek keuangan dan aspek SDM. Artikel ini fokus pada uraian masalah di aspek SDM pada Kelompok Usaha Jajan Pasar Putu Mayang beralamat di Bugen Utara RW 03 Bangetayu Kulon Kelurahan Bangetayu Kecamatan Genuk Semarang Jawa Tengah. Berdasar kondisi di lapangan, aspek SDM ini memiliki masalah yang paling kritis. Sekian lama menekuni usaha ini, kelompok usaha ini sangat minim untuk meningkatkan kompetensi SDMnya. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya kesadaran tentang pentingnya peningkatan kualitas kompetensi SDM makin meningkat.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU SMK TENTANG PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK SESUAI KURIKULUM MERDEKA Jatmika, Surya; M. Fahmi Johan Syah; Kartika Thoyibbah; Happy Martama
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.4559

Abstract

Mulai tahun 2022 hingga 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih di antara tiga kurikulum: Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Prototipe. Ketiga kurikulum ini menawarkan pendekatan pembelajaran berbasis projek (Project-Based Learning/PjBL) untuk guru, dengan penekanan kuat pada Kurikulum Prototipe untuk menerapkan PjBL di setiap mata pelajaran. Namun, pada jenjang pendidikan menengah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sosialisasi terkait PjBL dalam Kurikulum Merdeka masih minim, termasuk di SMK Muhammadiyah Salatiga dan SMK Muhammadiyah Sukoharjo. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) menyosialisasikan konsep dasar dan karakteristik PjBL, (2) memberikan panduan langkah-langkah PjBL, (3) memperkenalkan modul ajar berbasis projek, dan (4) mendiskusikan tantangan dalam penerapan PjBL. Pengabdian ini dilakukan melalui model webinar. Di SMK Muhammadiyah Salatiga, kegiatan berfokus pada penerapan PjBL di kelas, terutama dari aspek perangkat pembelajaran dan penggunaan jobsheet/Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis projek. Sementara itu, di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, fokus pengabdian adalah penguatan PjBL dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5BK). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru mengenai PjBL, memperbaiki struktur jobsheet, menyesuaikan modul ajar dengan standar panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka serta panduan projek P5BK, dan meningkatkan pemahaman guru mengenai asesmen berbasis projek.
PENERAPAN AWARENESS TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PAIKEM GEMBROT DAN WELL BEING Awang Dharmawan; Yuri Lolita; Faridha Nurhayati; Lutfi Saksono
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.4736

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pelatihan kesadaran (awareness training) dalam meningkatkan penerapan metode PAIKEM GEMBROT dan kesejahteraan guru di Kabupaten Madiun. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan kombinasi workshop tatap muka dan daring, melibatkan survei, wawancara, dan observasi langsung. Program dilaksanakan melalui lima tahapan utama: identifikasi kebutuhan, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap metode PAIKEM GEMBROT (85,9%) dan efektivitas pembelajaran. Analisis kesejahteraan guru mengindikasikan perbaikan dalam manajemen stres dan beban kerja, dengan 69,6% responden melaporkan dukungan sekolah yang memadai. Tantangan utama meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, dan kesulitan dalam mengintegrasikan pembelajaran daring dan tatap muka. Program ini berhasil menciptakan komunitas praktisi yang mendukung pengembangan profesional berkelanjutan dan peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Madiun. Kesimpulannya, integrasi awareness training dengan metode PAIKEM GEMBROT efektif dalam meningkatkan kapasitas mengajar dan kesejahteraan guru, meskipun diperlukan dukungan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan implementasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERHADAP METODE ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI TPMB OYAH Ika kania Fatdo Wardani; Annisa ikhdina Harahap; Citra sari; Lilis Wulandasari; Solbiah; Oyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5311

Abstract

Keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mengatur kelahiran, diIindonesia masih banyaknya kurang pengetahuan berbagai Masing-masing jenis kontrasepsi memiliki kekurangan dan kelebihan dan biasanya masing-masing memiliki kesesuaian dan kecocokan individual bagi setiap wanita. Pemberian informasi yang lengkap menjadi salah satu faktor penting dalam pemilihan alat kontrasepsi. Pemberian informasi terkait alat kontrasepsi dan jenis-jenisnya serta deteksi kesehatan pada wanita usai subur dioptimalisasi guna meningkatkan cakupan peserta KB aktif dan menurunkan golongan resiko tinggi yang tidak boleh mengunakan metode kontrasepsi tertentu. Dari kegiatan yang dilakukan diperoleh dari 10 Pasangan usia subur yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 4 orang (40%) memiliki pengetahuan yang baik terkait kontrasepsi dan sebanyak 6 orang (60%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait kontrasepsi. Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman pasangan usia subur terkait kontrasepsi yakni sebanyak 10 orang (100%) di PMB Oyah.
PENERAPAN MENDELEY SEBAGAI OPTIMALISASI PENULISAN KARYA ILMIAH GURU SEKOLAH DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AR-ROUDHOTUL ILMIAH KERTOSONO Nur Kholis; Ismet Basuki
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5328

Abstract

Mendeley merupakan perangkat yang dapat diakses secara online di tempat manapun. Tujuan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat), meliputi: mengoptimalkan dan mengevaluasi kegiatan dalam menerapkan mendeley untuk memperlancar menyusun karya ilmiah Pendidik sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Ar-Roudhotul Ilmiah Kertosono. Perangkat ini sangat bermanfaat untuk membantu dan meningkatkan tercapainya peningkatan penulisan artikel nasional, sehingga dapat mendukung nilai akreditasi sekolah. Sebagai mitra pada kegiatan ini adalah sekolah-sekolah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren. Sarana internet di lingkungan pondok sudah diterapkan penggunannya namun belum maksimal, dalam menerapkan penggunannya yang menyebabkan masih kurang maksimal. Metode yang digunakan meliputi 3 tahap yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta kegiatan PKM sejumlah 50 orang sebagai guru sekolah lingkungan pondok pesantren. Hasil kegiatan, tingkat frekuensi kehadiran peserta pelatihan 94% dari 45 peserta yang hadir. peserta yang antusiasnya tinggi 100% tanpa meninggalkan ruangan hingga kegiatan berakhir. Hasil evaluasi, 100% menjawab bermanfaat, 100% menjawab mudah dipahami, 100% menjawab mudah dilaksanakan, 59.6% menjawab cukup, 36.2% menjawab perlu ditambah, 4.2% menjawab terlalu lama, 100% menambah wawasan, 55.3% menjawab cukup, 44.7% menjawab perlu ditambah. Kemampuan dan kreativitas 95.8%. hasil PKM menunjukkan bahwa kemampuan dan kreativitas peserta meningkat signifikat dan kegiatannya dapat di tindaklanjuti pada kegiatan berikutnnya.
PENGETAHUAN PREMENOPOUSE PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI TPMB FITRIA WULANDARI TAHUN 2025 Wulandari, Fitria; Euis Siti Aisyah; Misni Winasari; Ratnasari Nurjanah; Windasari; Ida Widaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5345

Abstract

Menopouse bagi sebagian wanita seringkali menjadi suatu hal yang menakutkan, kecemasan ini berawal dari pemikiran bahwa wanita menjadi tidak sehat, tidak bugar, dan tidak cantik lagi, padahal masa menopause dan premenopause merupakan salah satu fase yang harus dijalani seorang wanita dalam kehidupannya, seperti halnya fase-fase kehidupan yang lain, yaitu masa kanak-kanak, dan masa reproduksi. Premenopause merupakan kondisi dimana tubuh mulai berinteraksi menuju menopause, masa ini dapat terjadi selama 2-8 tahun dan ditambah 1 tahun diakhir menuju menopause. Biasanya masa premenopause terjadi pada usia diatas 40 tahun, tapi juga banyak yang mengalami perubahan ini saat usia masih dipertengahan tahun. Tahun 2025 di Indonesia diperkirakan akan ada 60 juta perempuan menopause. Menurut data statistik, jumlah penduduk di Propinsi Jawa Barat mencapai 11.358.740 jiwa penduduk di Jawa Barat adalah usia remaja dan wanita usia subur yang berusia 20-45 tahun. Kecemasan yang dirasakan ibu menopause umumnya dikarenakan berakhirnya masa reproduksi yang artinya dirinya merasa akan menjadi tua, yang berarti kecantikan akan memudar. Dengan hal itu vitalis dan fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun.
EDUKASI REGULASI EMOSI PADA SISWA SMK N 7 SURAKARTA UNTUK MENGATASI STRESS AKADEMIK Laely Shifaatul Ulyaa; Anniez Rachmawati Musslifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5355

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan perubahan emosional yang intens dan fluktuatif, sehingga sering memicu munculnya masalah psikologis, salah satunya adalah stres. Remaja rentan mengalami stres yang dipicu oleh berbagai hal, seperti tekanan dari sekolah, permasalahan sosial, maupun tuntutan dari lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat memicu munculnya emosi negatif seperti kemarahan, kecemasan, dan rasa frustrasi. Jika emosi-emosi tersebut tidak dikelola dengan tepat, remaja berisiko bersikap impulsif sesuai dengan perasaannya. Hal ini dapat berdampak pada perilaku sehari-hari, seperti menurunnya konsentrasi, menarik diri dari pergaulan, kehilangan fokus, hingga mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Permasalahan emosi yang kerap muncul pada remaja mencakup kecemasan, depresi, keluhan somatik, kesulitan bersosialisasi, kesulitan berpikir dan berkonsentrasi, pelanggaran norma, hingga perilaku agresif. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengatur emosi atau emotion regulation menjadi sangat penting bagi remaja. Regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengelola pikiran, perilaku, dan ekspresi emosinya secara adaptif. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan siswa SMK Negeri 7 Surakarta sebagai subjek, guna memahami kondisi emosional mereka sekaligus memberikan intervensi psikoedukatif yang bertujuan meningkatkan keterampilan regulasi emosi dalam menghadapi stres akademik.