cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@gmail.com
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
jpom.upgris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Raya No.40, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28081358     DOI : https://doi.org/10.26877/jpom
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi Bidang ilmu Olahraga, Rekreasi, dan Kesehatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Desa Laban Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Hadi, Husnul; Zhannisa, Utvi Hinda; Rohmansyah, Nur Azis; Wiyanto, Agus
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i2.19378

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun, berdampak pada perkembangan fisik mereka. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh malnutrisi pada ibu selama kehamilan atau kurangnya asupan gizi pada anak selama masa tumbuh kembang. Di Desa Laban, salah satu tanda stunting yang paling sering diamati adalah tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan dengan teman sebaya mereka. Meskipun tinggi badan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, stunting mencerminkan keterlambatan pertumbuhan yang membutuhkan perhatian serius. Beberapa langkah untuk mengatasi masalah stunting meliputi pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi secara lengkap. Untuk mencegah stunting, tim pengabdi telah melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat Desa Laban.  Kegiatan penyuluhan, penyuluhan dilakukan melalui pendekatan kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat lainnya dengan materi tentang penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Berdasarkan hasil survei akhir yang dilakukan, didapat hasil pemahaman pencegahan stunting pada masyarakat sebagai berikut; 10% berada pada kategori rendah, 30% pada kategori sedang, 60% pada kategori baik.
Pemberdayaan Instruktur Senam ASIAFI Kab Kendal Melalui Workshop Penggunaan Aplikasi Music Speed Changer Untuk Pembelajaran Senam Aerobik Fahmi, Donny Anhar; Herlambang, Tubagus; Purwadi, Purwadi; Wibisana, Muh. Isna Nurdin; Zhannisa, Utvi Hinda
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i2.20587

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki segudang sanggar senam. Sudah banyak instruktur instruktur senam yang berdomisili dan menjadi instruktur di yang tergaabung dalam Asosiasi Instruktur Senam Aerobik dan Fitness Indonesia  di Kabupaten Kendal. Namun dari banyaknya instruktur tersebut, ketika sedang mengajar senam masih sering menggunakan musik yang terlalu cepat/tidak sesuai dengan peserta yang ikut senam. Sehigga pembelajaran senam tidak dapat dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu tim pengabdi memberikan workshop penggunaan aplikasi music speed changer untuk pembelajaran senam aerobik di semua tingkatan usia. Metode yang digunakan adalah pemberian materi ajar, praktik download aplikasi, dan praktek penggunaan aplikasi. Luaran dalam pengabdian ini adalah berupa pemberian sertifikat legal kepada peserta sebagai peserta workshop senam aerobic. Kegiatan ini diikuti oleh 50 instruktur senam di Kabupaten Kendal Hasil Uji kinerja menunjukan nilai pretest 71,2 dan hasil postest 85,1 dengan kenaikan 20%. Uji kinerja menggunakan angket tertutup berupa kuesioner pemahaman dan praktikum instruktur senam. Hasil pengabdian ini adalah praktik mengajar senam aerobik dengan menggunakan aplikasi tersebut yang dapat dijadikan ukuran keberhasilan pembinaan instruktur senam aerobik ASIAFI di Kabupaten Kendal, agar instruktur yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan mempunyai skill keterampilan untuk dapat bersaing. Pemberian sertifikat sebagai bukti sah yang diberikan kepada instruktur diharapkan tidak disalah- gunakan fungsinya di dalam masyarakat agar dapat bersaing dengan instruktur-instruktur di kota lain
Penguatan Karakter Pesepakbola Muda Sebagai Upaya Pembekalan Menuju Atlet Profesional Apriliyanto, Rizki; Munandar, Kukuh; Sulaiman, Ahmad; Hardovi, Bahtiar Hari
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i2.18855

Abstract

Banyak faktor yang memengaruhi untuk meraih prestasi olahraga secara maksimal. Baik faktor internal maupun eksternal atlet itu sendiri. Selain kemampuan teknis seperti fisik dan teknik, ada juga yang tidak kalah penting adalah mental. Mental di sini lebih berkaitan ke karakter seorang atlet dalam menjalani sebagai atlet profesional. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pelatih kepala di SSB PBJ didapat bahwa seluruh siswa wajib bersepatu saat berangkat latihan. Namun masih banyak karakter seorang atlet profesional yang perlu dikuatkan lagi sebagai upaya lebih menyiapkan mereka ke depan seperti pengaturan pola istiraha, pola makan, respek terhadap wasit dan lawan, peningkatan nilai religi dan sebagainya. Tujuan pengabdian ini adalah, adanya peningkatan pemahaman penanaman karakter bagi tim pelatih; adanya peningkatan pemahaman penanaman karakter kepada para orang tua siswa SSB PBJ; adanya peningkatan pemahaman bagi siswa bagaimana menjadi seorang atlet profesional. Instrumen yang digunakan yaitu angket kuesinoer karakter. Secara garis besar metode pelaksanaan dibagi mejadi tiga tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi analisis situasi, dialog dengan mitra, dan kesepakatan kerjasama. Pelaksanaan program pelatihan dengan cara pemaparan materi, diskusi dan pendampingan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan setelah pelatihan dilakukan untuk mengetahui keberhasilan program dengan meminta peserta melalukan posttest. Hasil pengabdian ini menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman karakter sebesar 82,1% 
Pengenalan Olahraga Woodball Di Kalimantan Barat Terhadap Peningkatan Minat Berolahraga Haetami, Mimi; Gandasari, Maharani Fatima; Pranata, Doni
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i2.20280

Abstract

Munculnya beberapa olahraga baru menjadi alternatif dalam meningkatkan minat olahraga disuatu daerah. Dalam hal ini pengprov woodball Kalimantan barat mencoba untuk mengenalkan woodball sebagai cabang olahraga baru di Kalimantan barat. Harapannya melalui olahraga ini akan menjadi harapan untuk meningkatkan minat berolahraga khususnya woodball. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan ini sebagai bagian dalam memperkenalkan permainan olahraga woodball. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian informasi dan keterampilan melalui metode ceramah yang dilaksanakan. Objek sasarannya adalah masyarakat baik itu guru, pelatih dan para insan olahraga pada 7 kabupaten/kota yang berada diwilayah Kalimantan Barat diantaranya Kab.Kubu Raya, Kota Pontianak, Kab. mempawah, Kab.Sanggau, Kab. Sambas, Kab. Landak, Kab.Singkawang. Melalui kegiatan pengabdian ini nantinya akan menghasilkan pemahaman masyarakat terkait olahraga woodball dan pembentukan pengurus woodball di beberapa daerah kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Respon positif dari beberapa pengurus KONI provinsi dan juga pengurus provinsi woodball Kalimantan Barat. Kontribusi dalam perkembangan olahraga kedepannya woodball memiliki potensi untuk berkembang di Kalimantan Barat dan meningkatkan minat masyarakat dalam berolahraga melalui olahraga woodball.
Pelatihan Weight Training pada Performa Sprint, Vertical Jump, dan Strength Pemain Sepakbola Wanita Hendarto, Singgih; Doewes, Rumi Iqbal; Manshuralhudlori, Manshuralhudlori; Adirahma, Ahmad Septiandika; Gontara, Satria Yudi; Agustiyanta, Agustiyanta; Adi, Pomo Warih
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i2.20667

Abstract

Meskipun pola aktivitas permainan sepakbola dominan adalah sifat aerobik, tetapi kekuatan otot, power, dan kecepatan merupakan ciri fisiologis yang penting untuk melakukan sprint, jump, tackling, dan tendangan dalam sepakbola. Faktanya program weight training maupun kombinasi dengan plyometric training mampu menghasilkan peningkatan performa sprint, jump, dan strength. Oleh karena itu, program weight training yang tepat perlu diterapkan untuk dapat meningkatkan perkembangan fisik pemain sepakbola. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada pemain sepakbola wanita terkait pentingnya weight training. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan weight training. Mitra pengabdian adalah pemain sepakbola wanita, berjumlah 20 pemain. Evaluasi dilakukan pada pengetahuan serta performa sprint, vertical jump, dan strength yang dinilai sebelum dan sesudah pelatihan. Instrumen yang digunakan adalah angket pengetahuan, 20m sprint test, countermovement jump test, dan squats test. Hasil dari pengabdian ini adalah pengetahuan peserta meningkat dari pretest 17.05±2.72 menjadi 32.80±2.78 saat posttest. Pretest sprint dengan kecepatan 4.15±0.18 detik meningkat menjadi 3.57±0.19 detik saat posttest. Jump mulai dengan ketinggian pretest 54.71±1.78 cm meningkat menjadi 57.30±1.81 cm saat posttest. Pretest strength dengan squat sebanyak 24.05±6.69 kali meningkat menjadi 42.10±9.20 kali saat posttest. Sehingga disimpulkan bahwa pengetahuan dan performa pemain sepakbola wanita mengalami peningkatan.
Sosialisasi Penanganan Cedera Saat Pembelajaran PJOK Di SMA Negeri 8 Makassar Zainuddin, M Said; Usman, Arifuddin; Sudirman, Sudirman; Badaru, Benny; Kamal, Muhammad
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i2.20522

Abstract

Penanganan cedara saat pembelajaran PJOK merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan keselamatan siswa.  Permasalahan mitra berkaitan dengan penanganan cedera selama pembelajaran PJOK, cedera sering disebabkan oleh kurangnya pemanasan, teknik yang salah, dan fasilitas yang tidak memadai.  Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang cara mencegahan cedera saat berolahraga, Memberikan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menangani cedera yang umum terjadi saat olahraga, dan Optimalisasi Kinerja Fisik, Meningkatkan kinerja fisik dan kesehatan secara keseluruhan melalui manajemen cedera dan strategi pencegahan. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan demonstrasi teknik penanganan cedera yang efektif dan bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi situasi darurat terkait cedera saat berolahraga. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Makassar dengan diikuti oleh 50 peserta dari setiap perwakilan kelas dan juga ekstrakulikuler / organisasi sekolah. Dari hasil pelaksanaan kegiatan sosialisasi penanganan cedera telah berjalan dengan baik yang dilihat dari antusiasi, umpan balik dan juga pendemonstrasian yang dilakukan oleh peserta kegiatan.
Pelatihan Sport Massage Berbantuan Dual Vibration Untuk Tindakan Preventif Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) Bagi Tenaga Pengajar SMAN Keberbakatan Olahraga Bengkulu Yarmani, Yarmani; Raibowo, Septian; Ilahi, Bogy Restu; Rizky, Oddie Barnanda; Prabowo, Andika
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i1.20552

Abstract

One of the many contributing elements to Bengkulu Province's declining sporting accomplishments is the teaching staff at SMANKO's ignorance of managing and recovering from sports injuries. Increasing knowledge and proficiency in dual vibration-assisted sports massage for the goal of preventing delayed onset muscle soreness (DOMs) is the aim of this community service project. The training materials are delivered in a manner that combines direct practice and demonstration techniques. The population that was utilized of all 35 teaching staff members of SMAN Keberbakatan Sport Province in Bengkulu. As a result of this activity, participants' knowledge and proficiency in dual vibration-assisted sports massage increased. However, the majority of pretest results—23 teaching staff members, or 65.7%—were in the extremely poor group the majority of teaching staff—57.1% in the very high category, 17.1% in the high category, and 20% in the medium groups. The paired samples test, or t-test, produced a sig. (2-tailed) value of = 0.001 0.05. According to the findings, dual vibration-assisted sports massage training improves the teaching staff at SMAN Keberbakatan Sport's knowledge and abilities in terms of delayed onset muscle soreness (DOMs) prevention.
Pelatihan Kebutuhan Gizi Atlet berdasarkan Periodesasi Latihan pada Pelatih Cabang Olahraga KONI Jakarta Timur Siahaan, Maya Fernandya; Siahaan, Jonni; Qomarullah, Rif'iy; Ali, Nur; Fazara, Andree; Risman, Porseda; Wangge, Michael Tani; Imanuel, Andi
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i1.21816

Abstract

Masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah kurangnya pengetahuan pelatih dan atlet mengenai kebutuhan gizi atlet berdasarkan periodesasi latihan. Tujuan dari pelatihan adalah untuk menambah pemahaman pelatih tentang aplikasi kebutuhan gizi pada fase persiapan, pertandingan, dan pemulihan. Pelatihan dilakukan dengan metode presentasi dan diskusi, yang diikuti oleh 55 pelatih di bawah naungan KONI Wilayah Kota Jakarta Timur. Peserta mengikuti pre-test dan post-test dengan mengisi formulir google form yang berisi 10 soal pilihan ganda terkait gizi seimbang, kebutuhan energi, serta kebutuhan gizi pada fase persiapan, pertandingan, dan pemulihan. Rata-rata nilai pre-test peserta adalah 48,35 poin, sedangkan post-test 60,45 poin, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Kesimpulannya, edukasi gizi melalui pelatihan memberikan dampak positif terhadap perubahan pengetahuan pelatih. Selanjutnya, diharapkan intervensi gizi dapat diberikan langsung kepada atlet, bersama dengan pemantauan asupan gizi dan  parameter komposisi tubuh agar perubahan tersebut dapat dilihat.
Implementasi Sport Massage Bagi Olahragawan Dalam Meningkatkan Kebugaran di Kabupaten Garut Permadi, Asep Angga
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i1.22408

Abstract

Abstrak Olahragawan di Kabupaten Garut menghadapi kendala dalam pemulihan cedera akibat kurangnya pemahaman tentang teknik terapi yang tepat serta keterbatasan akses ke fasilitas medis. Untuk mengatasi masalah ini, program pengabdian ini mengimplementasikan sport massage sebagai metode pemulihan yang dilakukan oleh mahasiswa yang telah mengontrak mata kuliah Penanganan dan Pencegahan Cedera Olahraga di Universitas Garut. Metode yang digunakan adalah praktik langsung sport massage dengan teknik effleurage, petrissage, tapotement, dan friction, serta edukasi kepada atlet dan pelatih tentang pentingnya terapi ini. Evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan peserta dan pengamatan terhadap kondisi atlet pasca-terapi. Hasil menunjukkan 85% peserta sangat puas dan 15% cukup puas. Para atlet merasakan penurunan nyeri otot, peningkatan fleksibilitas, dan pemulihan lebih cepat. Selain itu, 90% mahasiswa berhasil menerapkan teknik dengan benar. Kendala utama adalah keterbatasan fasilitas pendukung dan perlunya pelatihan lanjutan bagi mahasiswa. Program ini terbukti efektif dalam membantu pemulihan cedera serta meningkatkan keterampilan mahasiswa. Pengembangan lebih lanjut diperlukan dengan meningkatkan kualitas pelatihan, memperluas cakupan layanan, dan menyediakan fasilitas terapi yang lebih baik.
Edukasi Pengetahuan Asupan Cairan dan Status Hidrasi untuk Sekolah Sepak Bola Sunarya, Biga Rizky; Sefrina, Linda Riski; Elvandari, Millyantri
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i1.19372

Abstract

Dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola, pemahaman atlet mengenai gizi dan hidrasi berperan penting dalam menentukan performa dan kesehatan mereka. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kinerja atlet, termasuk kemampuan kognitif dan pembuatan keputusan selama pertandingan. Studi ini dirancang untuk menilai efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pengetahuan atlet muda di SSB Kancil Mas Karawang perihal pentingnya hidrasi yang baik. Penelitian menerapkan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan tingkat kesadaran atlet setelah mengikuti sesi edukasi. Hasil dari intervensi tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka tentang gizi olahraga, khususnya terhadap aspek hidrasi, dengan peningkatan rata-rata sebesar 26,6 poin antara skor pre-test dan post-test. Peningkatan ini juga terlihat dalam implementasi praktik hidrasi dalam aktivitas olahraga sehari-hari mereka. Kesimpulannya, program edukasi yang dirancang dengan baik dapat menjadi pendekatan dalam menginformasikan atlet muda mengenai pemenuhan hidrasi yang tepat untuk mendukung peningkatan performa atletik. Diharapkan selanjutnya untuk terus mengembangkan edukasi ini dengan melibatkan lebih banyak atlet, serta menilai dampaknya dalam jangka panjang untuk melihat efektivitasnya pada performa olahraga.

Page 11 of 14 | Total Record : 140