cover
Contact Name
Mohammad Salehudin
Contact Email
jider@iel-education.org
Phone
+628113212014
Journal Mail Official
sarthi339@gmail.com
Editorial Address
Wage Asri 2, Taman, Sidoarjo West Java Province, Indonesia 61257
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Instructional and Development Researches
ISSN : 2807548X     EISSN : 28075471     DOI : https://doi.org/10.53621/jider
Core Subject : Education,
Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 25%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 212 Documents
Observational Study Implementation of STEAM Activities to Stimulate 21st Century Skills in Early Childhood Prastyaningrum, Ihtiari; Alfina, Alisa; Shella, Geo
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i5.614

Abstract

Learning with the STEAM approach has begun to be implemented in early childhood education settings. The STEAM approach provides significant opportunities to stimulate students’ critical thinking skills. This phenomenon requires teachers to have a deep understanding of STEAM. Therefore, research is needed to reveal the extent to which STEAM activities are implemented in the classroom and how teachers are able to manage the learning environment to be more conducive in relation to the implementation of STEAM activities. This observational study aims to determine and analyze the extent to which teachers in early childhood education are able to carry out learning activities using the STEAM approach. It also aims to analyze how teachers are able to stimulate 21st-century skills through the implementation of the STEAM approach. The research data were collected through two main activities, namely observation and interviews. Observation and interviews were considered the most effective steps in gathering research data. The data obtained were analyzed using Miles and Huberman’s qualitative data analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that teachers’ understanding of STEAM is generally good; however, teachers still experience difficulties in providing contextual learning. Several misconceptions in science were also identified as important findings in this study. These results indicate that comprehensive and intensive mentoring is essential and deserves greater attention.
Pengaruh Media Pembelajaran Gamifikasi Berbasis Wordwall Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 3 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Di Madrasah Ibtidaiyah Khoiriyatin, Vilda Zahrotul; Juhaeni, Juhaeni; Muhayarotun, Siti; Chasanah, Uswatun; Safaruddin, Safaruddin
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i5.616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis gamifikasi, khususnya platform Wordwall, terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III MIN 1 Kota Surabaya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena pembelajaran yang masih didominasi metode tradisional dengan penekanan pada buku paket dan hafalan, sehingga menyebabkan kejenuhan serta rendahnya motivasi belajar peserta didik. Minimnya variasi media dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital turut berpengaruh terhadap capaian akademik siswa yang belum memenuhi standar ketuntasan minimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) serta menerapkan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 56 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok: 28 siswa kelas IIIA sebagai kelompok kontrol dan 28 siswa kelas IIIC sebagai kelompok eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes objektif berbentuk multiple choice sebanyak 20 butir soal untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 23 dengan penerapan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan tersebut mengindikasikan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan media Wordwall dan yang tidak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis gamifikasi seperti Wordwall efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil evaluasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III MIN 1 Kota Surabaya.
Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dan Budaya Literasi Peserta Didik Kelas IV Hikmah, Nurul; Handayani, Eka Selvi; Haddar, Gamar Al; Winarti, Yessy Ade; Safikah, Intan Nur; Yanti, Nur
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.610

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan memperoleh informasi dan untuk mendeskripsikan mengenai Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Budaya Literasi pada Peserta Didik Kelas IV Al-Farabi di SD Cordova Samarinda. Penelitian ini menerapkan deskriptif kualitatif, subjek pada penelitian ini yaitu pendidik dan peserta didik kelas IV Al-Farabi di SD Cordova Samarinda. Bentuk teknik pengumpulan data ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Menganalisis data caranya reduksi, sajikan data, ditarik kesimpulan, dan mengecek keabsahan data. Membiasakan kegiatan berbicara, menyimak, membaca dan menulis untuk peserta didik menjadi menarik dan tidak bosan, karena guru menawarkan pilihan dalam membaca buku fiksi atau nonfiksi. Guru juga menyiapkan pojok membaca di sudut kelas. Ini adalah inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Peserta didik belajar Bahasa Indonesia contoh mempelajari tentang yang lain, adalah mengikuti dan diulangnya kata yang diterapkan orang besar. Pembiasaan literasi terlatih dan meningkatkan daya ingat peserta didik. Kegiatan berbicara, menyimak, membaca dan menulis dapat meningkatkan wawasan peserta didik menuju era abad 21.
The Relevance of Ibn Rushd's Thought in the Revitalization of the Modern Islamic Boarding School Education System Purnomo, Purnomo; Sa’adi, Sa’adi; Nugroho, Muhammad Aji
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.618

Abstract

his article presents an in-depth argument regarding implementing Ibn Rushd's philosophical thought as a systematic and authentic intellectual framework to address the challenge of aligning the classical Islamic scientific heritage with the times' demands prioritizing rationality, science, and critical thinking. Ibn Rushd's philosophy, which is fundamentally centered on the thesis of absolute harmonization and the unity of truth between reason (burhan) and revelation (sharia), offers a solid epistemological and theological foundation for the holistic integration of general and religious sciences. This research method is a content analysis of authoritative secondary sources on Ibn Rushd's thought relevant to the philosophy of education. This article outlines four pillars of implementation in detail. First, the design of an integrated curriculum based on the principle of the unity of truth rejects the dichotomy of knowledge. It utilizes the method of allegorical interpretation (ta'wil) in a controlled manner for experts. Second, the application of differentiated pedagogy inspired by the classification of three levels of human ability (rhetorical, dialectical, and demonstrative) allows for the maximum and progressive development of the potential of each student. Third, ethics education should be strengthened through an imaginative-narrative approach to form what is analogous to the "essential minimum of character" (Minima Naturalia), a concept of irreducible moral integrity. Fourth, the conceptualization of kiai leadership as a "Philosopher-King" figure who combines intellectual depth, moral nobility, and active social involvement.
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Program Jumat Rehat Berwali Rohman, Muhamad Wahyu Fatkur; Fadzilatunnisa, Gaidha Lutfi; Puspitasari, Dila Oktariani; Umami, Mashlihatul
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam program Jumat Rehat Berwali di SMAN 1 Tuntang, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terbentuk dari setiap kegiatan Jumat, serta menganalisis faktor pendukung dan kendalanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, wali kelas, guru olahraga, serta peserta didik yang terlibat dalam kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai PAI di SMAN 1 Tuntang telah berjalan efektif melalui empat kegiatan utama: Jumat Religi, Jumat Bersih, Jumat Sehat, dan Jumat Perwalian. Kegiatan tersebut menumbuhkan nilai religiusitas, tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, serta empati dan komunikasi antar warga sekolah. Keberhasilan program didukung oleh peran aktif guru PAI, kolaborasi lintas bidang, dan dukungan kelembagaan sekolah, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan sarana prasarana dan variasi partisipasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Jumat Rehat Berwali merupakan strategi efektif dalam internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembiasaan dan keteladanan, serta berkontribusi pada pembentukan karakter religius, sosial, dan ekologis peserta didik di lingkungan sekolah.
Penanaman Pendidikan Karakter Religius Melalui Pendidikan Agama Islam dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Mubarok, Muhammad Khalivi Abqary; Armedi, Rama; Asrori, Mohammad
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.630

Abstract

Visi Indonesia Emas 2045 menghadapi tantangan serius berupa krisis moral dan degradasi karakter, seperti maraknya perundungan, intoleransi, dan kekerasan di kalangan pelajar. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pendidikan karakter selama ini cenderung terjebak pada tataran kognitif moral knowing dan belum menyentuh aspek habituasi moral doing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan peran PAI dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter religius, khususnya cinta damai, toleransi, dan anti-kekerasan melalui pendekatan etika kebajikan guna membentuk generasi yang unggul dan beradab. Penelitian ini dikaji secara kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dan mendokumentasikan artikel ilmiah bereputasi dengan rentang publikasi tahun 2020-2025. Teknik analisis data menggunakan content analysis yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI efektif mentransformasi pengetahuan agama menjadi watak melalui mekanisme habituasi, keteladanan guru, dan integrasi budaya sekolah. Secara spesifik ditemukan bahwa: 1) Karakter cinta damai diinternalisasi melalui praktik empati dan kolaborasi; 2) Toleransi dibangun melalui pergeseran dari sikap eksklusif ke inklusif lewat interaksi sosial aktif; dan 3) Ekosistem anti-kekerasan dibentuk melalui sinergi landasan teologis dengan kebijakan sekolah yang kondusif (model "Sinergi Teologis-Kultural"). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI berfungsi strategis sebagai inkubator kesalehan sosial yang menjadi prasyarat kompetensi SDM Indonesia Emas 2045.
Dinamika Keimanan dan Ketakwaan dalam Kegiatan Keislaman di SMA Negeri 1 Getasan Perspektif Pembelajaran Mendalam Tsania, Farida Inayati; Kamala, Shinta Shofa; Idham, Muhamad Adib Al; Ruwandi, Ruwandi
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip deep learning dalam kegiatan keagamaan Jumat sebagai sarana penguatan nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip deep learning dalam program keagamaan Jumat berpotensi signifikan dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan kompeten secara global. Kegiatan keagamaan ini merepresentasikan pembelajaran bermakna, kolaboratif, reflektif, dan berorientasi nilai sebagaimana dikemukakan oleh Fullan dalam kerangka deep learning. Melalui keterlibatan aktif siswa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi, kegiatan ini berhasil menguatkan enam kompetensi global (6C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, dan kewargaan. Keberhasilan penerapan deep learning dalam konteks keagamaan dipengaruhi oleh faktor internal, seperti peran guru sebagai fasilitator dan co-learner yang membangun kemitraan belajar yang egaliter serta budaya religius sekolah yang menumbuhkan keterlibatan aktif siswa, dan faktor eksternal, seperti dukungan kebijakan sekolah, partisipasi orang tua, serta kerja sama dengan lembaga keagamaan dan masyarakat yang memperkuat ekosistem pembelajaran kondusif. Temuan ini sejalan dengan teori Fullan yang menegaskan bahwa keberhasilan deep learning ditentukan oleh keterpaduan antara kemitraan, pedagogi, dan lingkungan belajar yang mendukung.
Technology-Based Learning and Financial Literacy in Strengthening Students’ Credit Risk Assessment Skills Ariwangsa, IGN Oka; Putra P, Komang Widhya Sedana; Laksmi P, Kadek Wulandari
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.644

Abstract

This study aims to examine how a technology-enhanced learning study model improves students’ credit risk assessment skills and to determine whether financial literacy strengthens this effect. It addresses a gap in the literature, particularly within developing economies, where limited evidence exists on the combined role of digital learning cycles and financial literacy in shaping analytical competence. A quantitative explanatory approach was employed to test the relationships among the study variables and assess the moderating role of financial literacy. Data were gathered through a structured online questionnaire administered to 200 business and finance students in Bali. The instrument consisted of 15 validated indicators measuring technology-enhanced learning study practices, financial literacy, and credit risk assessment ability. Respondents were selected using purposive sampling, focusing on students who had completed core finance-related coursework. The dataset was analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) to evaluate both direct and moderating effects. Reliability, validity, and model fit were assessed before hypothesis testing. The findings show that technology-enhanced learning study exerts a significant positive influence on students’ credit risk assessment ability. Furthermore, financial literacy was found to moderate this relationship, indicating that students with stronger financial literacy benefit more from iterative digital learning processes. These results support the integration of reflective technology-based learning with financial literacy development to better prepare students for analytical decision-making in financial professions.
Penumbuhan Mujahadatun Nafs Pada Diri Siswa Dengan Mengintegrasikan Ritual Keagamaan Nurbarkah, Suci Siti; Bahri, Saiful
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana integrasi pembiasaan keagamaan di MTsN 34 Jakarta berkontribusi terhadap pembentukan sikap mujahadah an-nafs siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan ditentukan secara purposive, terdiri atas wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru keagamaan, dan beberapa siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan keagamaan di MTsN 34 Jakarta, seperti shalat dhuha, dzuhur berjamaah, tilawah, dzikir, infak, istighosah, dan kegiatan keputrian, berperan sebagai hidden curriculum yang menumbuhkan kedisiplinan, kedekatan spiritual, serta pengendalian diri siswa. Aktivitas tersebut melatih konsistensi ibadah, membangun kesadaran muraqabah, dan menumbuhkan kebiasaan baik yang terbawa hingga di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, ritual keagamaan di madrasah tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai strategi pendidikan karakter Islami yang membentuk generasi religius, disiplin, dan berakhlak mulia.
Manajemen Talenta Berbasis Pendidikan Non-Formal untuk Penguatan Kapasitas Organisasi Budaya Pemuda Latifah, Latifah; Tasrim, Tasrim
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen talenta dalam meningkatkan kapasitas dan karakter anggota organisasi dengan studi kasus Forum Pemuda Budaya Kota Yogyakarta. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan organisasi non-profit berbasis budaya untuk menjaga keberlanjutan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta survei internal kepada 15 anggota aktif. Analisis dilakukan melalui reduksi data, koding, identifikasi tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen berjalan transparan dan disertai komitmen awal yang jelas, pelatihan berbasis praktik langsung relevan dengan kebutuhan anggota, pembinaan berkelanjutan meski masih menghadapi tantangan konsistensi, retensi didukung oleh lingkungan kekeluargaan yang hangat, serta apresiasi sosial berfungsi sebagai penguat motivasi. Program dinilai relevan terhadap misi pelestarian budaya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Wawancara dan observasi memperkuat temuan bahwa anggota tidak hanya memperoleh keterampilan teknis seperti public speaking, kepemimpinan, dan manajemen acara, tetapi juga mengalami transformasi karakter berupa disiplin, solidaritas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen talenta dalam organisasi budaya pemuda tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme internal, tetapi juga sebagai model pendidikan non-formal berbasis komunitas yang mampu mengintegrasikan pengembangan kapasitas teknis dengan pembentukan karakter berbasis nilai budaya. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya dalam memodifikasi teori manajemen talenta agar lebih inklusif terhadap konteks organisasi non-profit, sekaligus memperkuat literatur pendidikan non-formal berbasis komunitas sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.