cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 561 Documents
Analisis Kemampuan Abstraksi Matematis Peserta Didik Berdasarkan Teori Van Hiele ditinjau dari Motivasi Belajar Pebrianty, Salisa Khairina; Muslim, Siska Ryane; Mulyani, Eva
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2874

Abstract

Kemampuan abstraksi matematis penting dalam memahami konsep geometri yang bersifat abstrak, dan motivasi belajar turut menentukan sejauh mana peserta didik dapat mencapai tahapan berpikir geometri menurut teori Van Hiele, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengungkap keterkaitan ketiganya guna meningkatkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan abstraksi matematis peserta didik berdasarkan teori van hiele ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga peserta didik kelas IX-I SMP Negeri 13 Tasikmalaya. Penentuan subjek didasarkan pada peserta didik dari setiap kategori motivasi belajar yang paling banyak memenuhi indikator kemampuan abstraksi matematis terlepas dari jawaban benar maupun salah serta mampu memberikan informasi yang baik dan jelas. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, angket motivasi belajar, Van Hiele Geometry Test, dan soal kemampuan abstraksi matematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengisian angket motivasi belajar, soal Van Hiele Geometry Test, soal tes kemampuan abstraksi matematis, dan wawancara tidak terstruktur. Model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan motivasi belajar tinggi dengan level deduksi informal mampu memenuhi empat dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar sedang dengan level deduksi informal mampu seluruh indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar rendah dengan level deduksi informal mampu memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis.
Keunikan Variasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Teorema Pythagoras melalui Pendekatan Polya pada Siswa SMP Adzahra, Regina Kartini; Ramlah, Ramlah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2902

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan komponen krusial dalam pembelajaran matematika, karena melibatkan pemahaman konsep, penalaran logis, dan keterampilan berpikir sistematis. Di tingkat SMP, salah satu topik penting yang menuntut keterampilan ini adalah Teorema Pythagoras. Variasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah pada topik ini perlu dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi kendala dan merancang strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan tahapan Polya: (1) memahami masalah, (2) menyusun rencana penyelesaian, (3) melaksanakan rencana, dan (4) memeriksa kembali hasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga siswa kelas VIII SMP yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui dua sesi: tes tertulis pemecahan masalah dan wawancara mendalam untuk menggali strategi berpikir siswa, dengan dokumentasi sebagai pendukung. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pola yang konsisten: siswa dengan kemampuan tinggi dapat melalui seluruh tahapan Polya secara sistematis; siswa dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan pada tahap menyusun rencana penyelesaian; sedangkan siswa dengan kemampuan rendah mengalami hambatan hampir di semua tahapan, terutama dalam memahami masalah. Temuan ini mengindikasikan perbedaan signifikan dalam pendekatan penyelesaian masalah. Implikasi praktisnya, pembelajaran berbasis tahapan Polya dapat difokuskan untuk memperkuat pemahaman masalah dan perencanaan solusi bagi siswa dengan kemampuan rendah.
Meta Analisis Pengaruh Permainan Tradisional terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar di Indonesia Nur, Muhammad Awal
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2921

Abstract

Sejumlah studi sebelumnya telah meneliti dampak permainan tradisional terhadap prestasi belajar matematika siswa sekolah dasar, namun temuan yang dihasilkan masih bervariasi dalam memberikan dampak permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi ukuran efek size permainan tradisional dalam meningkatkan hasil belajar matematika di tingkat Sekolah Dasar melalui metode meta-analisis kuantitatif dan memberikan gambaran jenis-jenis permainan tradisional yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah dasar. Sampel penelitian mencakup artikel-artikel dari jurnal nasional maupun jurnal terakreditasi SINTA yang memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) publikasi tahun 2014-2024; (2) fokus pada pengaruh permainan tradisional terhadap hasil belajar matematika SD; (3) penelitian dilaksanakan di sekolah dasar Indonesia; (4) menggunakan desain  quasi-eksperimen dengan kelas kelompok kontrol dan eksperimen; serta (5) artikel menyajikan data mean, standar deviasi, ukuran sampel untuk kedua kelompok dan jenis permainan tradisional. Proses pengumpulan data mengikuti protokol PRISMA, sedangkan analisis data dilakukan dengan software JASP 0.17.3.0 untuk menghitung effect size, uji heterogenitas, dan evaluasi bias publikasi. Hasil analisis model random effect dari 8 artikel terpilih menunjukkan bahwa permainan tradisional memberikan pengaruh yang signifikan dengan kategori sangat besar terhadap hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar dengan nilai effect size = 1,537 dan nilai heterogenitas (I2) = 97 %. Temuan ini mengkonfirmasi kontribusi penting permainan tradisional dalam meningkatkan pencapaian akademik matematika di tingkat sekolah dasar
Eksplorasi Etnomatematika Rumah Bari Pesirah Pangkalan Balai untuk Pembelajaran Matematika SMP Maulida, Amanah; Somakim, Somakim; Mulyono, Budi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2976

Abstract

Hingga saat ini, belum ditemukan studi yang secara eksplisit mengeksplorasi keterkaitan antara arsitektur Rumah Bari Pesirah dan konsep matematika dalam perspektif etnomatematika, padahal bangunan ini mencerminkan nilai budaya yang berpotensi memperkaya konteks pembelajaran geometri di tingkat SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika berupa makna filosofis pada rancang bangun Rumah Bari Pesirah Pangkalan Balai serta mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada ornamen dan arsitektur bangunan. Penelitian ini dilakukan karena Rumah Bari Pesirah merupakan salah satu contoh arsitektur tradisional di Sumatera Selatan yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi, namun belum dieksplorasi dari sudut pandang etnomatematika. Selain itu, penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh pentingnya mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran matematika agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan teknik wawancara terhadap tokoh adat dan pengrajin lokal, observasi langsung terhadap struktur bangunan, serta dokumentasi arsitektural yang dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ukiran berbentuk segi empat simetris pada dinding mencerminkan konsep geometri bidang datar, sedangkan struktur atap berbentuk limas memperlihatkan pemahaman terhadap volumetrik bangun ruang. Konsep-konsep ini selaras dengan capaian pembelajaran geometri dan pengukuran di SMP. Kedua elemen konten itu sesuai atau dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran matematika yang bermakna melalui integrasi budaya lokal.
Numerasi Calon Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Studi Kasus Rofiki, Imam; Darmawan, Puguh; Faizah, Siti; Sani, Mutiara; Nugroho, Citra Maulidyah Rahmawati; Maulidiawati, Tasya; Hidayah, Farihatul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2991

Abstract

Numerasi merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang harus dimiliki oleh calon guru Sekolah Dasar (SD) mengingat peran strategis guru dalam menumbuhkan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemenuhan indikator numerasi calon guru SD dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus kolektif dengan instrumen pendukung meliputi lembar tugas dan pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah disesuaikan dengan indikator numerasi. Instrument tersebut divalidasi melalui metode expert judgement checklist dengan melibatkan dua orang doktor pendidikan matematika. Subjek penelitian adalah 19 mahasiswa program PPG prajabatan PGSD Universitas Negeri Malang yang kemudian dipilih masing-masing 1 subjek dengan teknik purposive sampling untuk penyajian data sebagai hasil penelitian. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis seluruh jawaban subjek penelitian ini adalah interaktif mecangkup tahapan pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Selanjutnya, data divalidasi dengan menggunakan metode triangulasi dan member checking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 tingkatan pemenuhan indikator numerasi antara lain, (1) calon guru SD mampu memenuhi ketiga indikator soal cerita numerasi, (2) calon guru SD mampu memenuhi dua dari tiga indikator soal cerita numerasi, dan (3) calon guru SD mampu memenuhi satu dari tiga indikator soal cerita numerasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa belum semua calon guru memiliki kecakapan numerasi yang memadai untuk mendukung pembelajaran bermakna di kelas. Oleh karena itu, temuan ini selanjutnya direkomendasikan sebagai landasan dalam upaya peningkatan numerasi calon guru SD sebelum menjalani peran sebagai pendidik profesional di dunia kerja.
Pengaruh Self-Efficacy dan Habits of Learning terhadap Kemampuan Computational Thinking Nurhaliza, Erisa; Patmawati, Hetty; Yulianto, Eko
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3002

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya computational thinking sebagai kompetensi abad ke-21 yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi seberapa besar pengaruh self-efficacy dan habits of learning terhadap kemampuan computational thinking siswa, baik dilihat secara terpisah maupun bersamaan. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode asosiatif untuk mengungkap pengaruh antar variabel. Sampel diambil dari populasi dengan karakteristik bahwa seluruh siswa tidak mengikuti les atau bimbingan belajar tambahan, sehingga sampel dianggap merepresentasikan populasi secara utuh tanpa adanya pengaruh dari pembelajaran eksternal. Sampel terdiri dari 40 siswa kelas 12 di salah satu SMA negeri di Kabupaten Sukabumi yang dipilih melalui random sampling. Instrumen penelitian mencakup kuesioner self-efficacy dan habits of learning, serta melalui tes kemampuan computational thinking yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui uji ahli dan uji coba kepada siswa non-sampel. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 24, dengan kriteria dikatakan memiliki pengaruh, jika hasil analisis regresi ganda menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 pada tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) self-efficacy memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan computational thinking, (2) habits of learning juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan tersebut, dan (3) secara simultan, kedua variabel ini berkontribusi sebesar 60,1% terhadap kemampuan computational thinking. Temuan ini menyerankan agar memberi perhatian pada aspek afektif siswa.
Meta Analisis Lembar Kerja Digital Berbasis Geogebra terhadap Kemampuan Penalaran Hardiana, Hardiana; Putriyani, Putriyani; Djafar, Suarti; Nurdin, Nurdin; Alam, Pratiwi Pujilestari
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3006

Abstract

Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi dalam upaya mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dalam pembelajaran matematika. Geogebra sebagai perangkat lunak dinamis yang menawarkan visualisasi konsep abstrak yang dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan penalaran yang merupakan kunci dalam pembelajaran matematika. Melalui penelitian ini, dapat diperoleh data dan bukti nyata mengenai sejauh mana lembar kerja digital berbasis geogebra mampu menfasilitasi pemahaman konsep, keterlibatan aktif serta mendorong kemandirian belajar peserta didik. Tujuan penelitian untuk meninjau kembali peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik melalui lembar kerja digital berbasis geogebra dari sekian artikel penelitian relevan secara komprehensif dan mendalam. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang meliputi lima tahap: definisi masalah penelitian, pengumpulan data, proses pengkodean, analisis statistik, dan presentasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai effect size termasuk dalam tiga kategori: sedang, besar, dan sangat besar, yang menunjukkan bahwa, penggunaan lembar kerja digital berbasis geogebra terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematika peserta didik secara keseluruhan. Selain itu, hasil perhitungan uji rata-rata juga dapat ditemukan bahwa nilai = 21,28 dan , karena 21,28 = maka ditolak. Artinya, mean kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol sehingga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penalaran melalui lembar kerja digital berbasis geogebra. Penelitian lebih lanjut disarankan agar dilakukan kajian lebih mendalam dengan mempertimbangkan variabel lain seperti tingkat literasi digital peserta didik, gaya belajar, serta peran tenaga pendidik dalam menfasilitasi penggunaan geogebra.
Visualisasi dan Tren Problem Based Learning dalam Matematika: Analisis Bibliometrik Database Scopus Menggunakan VOSviewer Gayatri, Soraya Ajeng; Anggoro, Bambang Sri; Nabila, Siti Ulfa
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3048

Abstract

Sampai saat ini masih banyak siswa yang kurang minat belajar matematika. Pemahaman matematika yang buruk, siswa mungkin mengalami kesulitan memahami konsep matematika, terutama dengan materi abstrak. Pembelajaran pasif metode tradisional yang berpusat pada guru dapat menyebabkan siswa menjadi pasif dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Problem Based Learning (PBL) merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam Pembelajaran Berbasis Masalah kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja tim yang sistematis, sehingga siswa dapat mengasah dan mengembangkan kemampuan berpikirnya berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jumlah perkembangan publikasi, visualisasi pemetaan bibliometrik jaringan antar kata kunci, rekomendasi peluang, dan melihat dampak dari penelitian dimasa mendatang terkait penggunaan Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika. Populasi yang digunakan bersumber dari database scopus sebanyak 99 dan sampel penelitian sebanyak 89 metadata yang diseleksi. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari database scopus dan analisis data menggunakan software VOSviewer. Tingkat sitasi tertinggi terjadi tahun 2022, dengan Indonesia sebagai negara terdepan dan University Brunei Darussalam sebagai instritusi teratas. Arizona State University mencatat jumlah jumlah sitasi tertinggi, sementara Jurnal posisi teratas adalah interdisciplinary journal of problem-based learning. Penulis Hui-Chuan Li menduduki peringkat pertama dengan peringkat tertinggi sedangkan untuk sitasi penulis tertinggi adalah Joi Merrit untuk artikel mengenai “Problem-based learning in k-8 mathematics and science education: a literature review”. Analisis bibliometrik menggunakan VOSViewer mengidentifikasi 17 cluster kata kunci dengan tema baru seperti Academic performance, attitude, controlled study, questionnaire, skill, teaching yang muncul sebagai topik penelitian potensional.
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Outdoor Modelling Mathematics terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Mendrofa, Eva Kristinawaty; Sofnidar, Sofnidar; Anwar, Khairul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3064

Abstract

Kurangnya kemampuan penalaran matematis siswa menjadi faktor belum tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan model Outdoor Modelling Mathematics terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Kami menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Posttest-Only Control Grup Design. Kelas yang digunakan sebanyak dua kelas, yaitu kelas ekperimen dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan model Outdoor Modelling Mathematics dan kelas kontrol dengan penerapan pembelajaran kovensional. Kami menggunakan instrumen berupa lembar keterlaksanaan pembelajaran dan soal tes penalaran matematis. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik uji-T dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan model Outdoor Modelling Mathematics memberikan pengaruh sangat besar terhadap kemampuan penalaran matematis. Skor keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa pada kedua kelas sampel berkategori sangat baik. Pembelajaran berdiferensiasi dengan model Outdoor Modelling Mathematics lebih berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik.
Analisis Kemampuan Bernalar Kritis Siswa setelah Mengikuti Pembelajaran Model Outdoor Learning Berdiferensiasi Berdasarkan Gaya Belajar Munawaroh, Sapiatul; Sofnidar, Sofnidar; Anwar, Khairul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3072

Abstract

Kemampuan bernalar kritis siswa sangat diperlukan dalam menuntaskan persoalan matematika yang menuntut kedalaman pemahaman dan ketajaman logika. Keterampilan ini dapat berkembang secara optimal apabila siswa terbiasa menghadapi soal-soal matematika yang menuntut penalaran kritis serta mengikuti tahapan penyelesaian yang sistematis. Adapun tujuannya dari penelitian ini guna menganalisis maupun mendeskripsikan kemampuan bernalar kritis setelah mengikuti pembelajaran model outdoor learning berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar materi bentuk aljabar. Pendekatan yang diadopsi yakni kualitatif deskriptif. Populasinya terdiri dari 6 siswa kelas VII I SMP Negeri 22 Kota Jambi, diklasifikasikan berdasarkan gaya belajarnya yakni 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa auditori, maupun 2 siswa kinestetik. Instrumen pengumpulan data mencakup kuesioner gaya belajar, lembar observasi pelaksanaan aktivitas pembelajaran, tes kemampuan bernalar kritis, serta panduan wawancara. Prosedurnya dijalankan melalui tiga tahap utama, yakni pra-lapangan, lapangan, mupun analisis data. secara umum berada dikategori sangat tinggi dengan nilai rerata 83 untuk materi bentuk aljabar. Hal ini diperoleh setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan model outdoor modelling mathematics berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar. Dengan model pembelajaran yang diadopsi siswa dengan gaya belajar kinestetik menunjukkan respons paling positif dengan perolehan nilai rerata 84,5 dengan kategori sangat tinggi.  Pembelajaran dengan model outdoor learning berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar terbukti sangat baik untuk memenuhi kemampuan bernalar kritis siswa