cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 34 Documents clear
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MEMBENTUK RESILIENSI DAN KEBERHASILAN AKADEMIK SISWA Putri, Rindiyani Alfina; Dahlia, Dahlia; Sholikhun, Muhamad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10760

Abstract

This study aims to analyze the role of student management in shaping student resilience and academic success at MTs-MA Syubbanul Wathon Tegalrejo. This study is motivated by the need for a student management system that functions as a dormitory-based structural development system that directly produces resilience, but is able to respond to academic and psychological pressures in high-intensity Islamic boarding school-based education. This study uses a qualitative approach with an intrinsic case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results show that student management is implemented through six integrated stages, namely planning, recruitment and admission, orientation and adjustment, placement and grouping, coaching and supervision, and evaluation and alumni services. These six stages do not operate solely as administrative procedures, but as an integrated dormitory-based development system that directly shapes student resilience. Resilience develops through structured adaptive pressures, control of daily activities, and support from the Islamic boarding school environment, which impact the stability of student learning motivation and academic achievement. These findings confirm that student management operates as a structural mechanism in producing resilience and academic success simultaneously. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen peserta didik dalam membentuk resiliensi dan keberhasilan akademik siswa di MTs–MA Syubbanul Wathon Tegalrejo. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sistem pengelolaan peserta didik yang berfungsi sebagai sistem pembinaan struktural berbasis asrama yang secara langsung berperan dalam membentuk resiliensi, tetapi mampu merespons tekanan akademik dan psikologis dalam pendidikan berbasis pesantren berintensitas tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik diimplementasikan melalui enam tahapan terintegrasi, yaitu perencanaan, rekrutmen dan penerimaan, orientasi dan penyesuaian, penempatan dan pengelompokan, pembinaan dan pengawasan, serta evaluasi dan layanan alumni. Keenam tahapan tersebut tidak beroperasi sebagai prosedur administratif semata, tetapi sebagai sistem pembinaan terpadu berbasis asrama yang secara langsung membentuk resiliensi peserta didik. Resiliensi berkembang melalui tekanan adaptif yang terstruktur, kontrol aktivitas harian, dan dukungan lingkungan pesantren, yang berdampak pada stabilitas motivasi belajar dan capaian akademik siswa. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen peserta didik beroperasi sebagai mekanisme struktural dalam menghasilkan resiliensi dan keberhasilan akademik secara simultan.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ERA DIGITAL DI MTSN 1 MERANGIN Armaini, Uci; Ariqah, Febriona Maharani; Wisnarni, Wisnarni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10762

Abstract

This study aims to examine in-depth the transformational leadership practices of madrasah principals in strengthening character education amidst the dynamics of the digital era, focusing on MTsN 1 Merangin. The urgency of this research is based on the acceleration of educational digitalization, which has not only transformed learning systems and methods but also created new challenges related to the moral and ethical development of students. This research employed a qualitative approach through a case study design. The research informants consisted of the madrasah principal, several teachers, and student representatives. Data were obtained through field observations, in-depth interviews, and document reviews. They were then analyzed through data organization, reduction, interpretation, and verification using triangulation techniques to ensure validity. The research findings indicate that the madrasah principal applies a visionary, inspirational, and collaborative leadership style in integrating character building with the use of learning technology. These practices are realized through the instilling of religious values, modeling digital ethics, and providing coaching-based academic supervision. The use of technology has been proven to support the effectiveness of the learning process, but also presents new issues such as challenges in controlling students' digital behavior and a decrease in sensitivity to media ethics. This study confirms that the synergy between transformational leadership, participatory supervision, and the internalization of Islamic values ​​is a crucial foundation for building a technology-based educational management system that remains oriented toward character formation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam praktik kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter di tengah dinamika era digital, dengan mengambil studi di MTsN 1 Merangin. Urgensi penelitian ini dilandasi oleh percepatan digitalisasi pendidikan yang tidak hanya mengubah sistem dan metode pembelajaran, tetapi juga memunculkan tantangan baru terkait pembinaan moral dan etika peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, sejumlah guru, serta perwakilan siswa. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui proses pengorganisasian data, reduksi, interpretasi, dan verifikasi temuan dengan teknik triangulasi guna memastikan validitasnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan pola kepemimpinan yang visioner, inspiratif, dan kolaboratif dalam mengintegrasikan penguatan karakter dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Praktik tersebut diwujudkan melalui pembiasaan nilai religius, pemberian teladan dalam etika digital, serta supervisi akademik yang bersifat pembinaan. Pemanfaatan teknologi terbukti mendukung efektivitas proses belajar, namun sekaligus menghadirkan persoalan baru seperti tantangan kontrol perilaku digital siswa dan penurunan sensitivitas etika bermedia. Studi ini menegaskan bahwa sinergi antara kepemimpinan transformasional, supervisi partisipatif, dan internalisasi nilai-nilai Islam menjadi fondasi penting dalam membangun sistem manajemen pendidikan berbasis teknologi yang tetap berorientasi pada pembentukan karakter.
REORIENTASI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ardya Putri, Ayu; Wahyudiati, Dwi; Lailatul Khusniah, Nurul; Sulhan, Ahmad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10841

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires a paradigm shift in education, including Islamic Religious Education (PAI). However, current PAI learning practices still reveal a gap between the demands of digital transformation and pedagogical implementation, particularly in terms of methodology, value reinforcement, and the role of teachers. This study aims to formulate an integrative conceptual framework for the reorientation of PAI learning in the digital era. The research employs a qualitative approach using library research by reviewing relevant recent scientific literature within the last ten years. Data analysis was conducted through content analysis, including data reduction, categorization, and interpretation to identify conceptual relationships. The findings indicate that the reorientation of PAI learning consists of three main dimensions: technology-based methodological transformation, strengthening of digital morality, and empowerment of teachers as agents of Islamic digital literacy. These dimensions are integrated into a value-based conceptual framework that positions technology as a tool rather than an end. Thus, the success of PAI learning transformation is not determined solely by technological adoption, but by the systemic integration of methodological, value-based, and teacher-related aspects in producing adaptive learning while maintaining Islamic values. ABSTRAK Transformasi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut perubahan paradigma pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI di lapangan masih menunjukkan kesenjangan antara tuntutan transformasi digital dengan implementasi pedagogis, terutama pada aspek metodologi, penguatan nilai, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integratif reorientasi pembelajaran PAI di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) melalui pengkajian literatur ilmiah mutakhir yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi untuk mengidentifikasi keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reorientasi pembelajaran PAI mencakup tiga dimensi utama, yaitu transformasi metodologi berbasis teknologi digital, penguatan akhlak digital, dan pemberdayaan guru sebagai agen literasi digital Islami. Ketiga dimensi tersebut terintegrasi dalam kerangka konseptual berbasis nilai Islam yang menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Dengan demikian, keberhasilan transformasi pembelajaran PAI tidak ditentukan oleh adopsi teknologi semata, melainkan oleh integrasi sistemik antara aspek metodologis, nilai, dan peran guru dalam menghasilkan pembelajaran yang adaptif sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman.
PENDEKATAN DEEP LEARNING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAIT ANAK SHOLEH MATARAM Yusril Kurniawan, Muhammad; Sobry, M.; Hilmiati, Hilmiati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10853

Abstract

ABSTRACT Curriculum changes in Indonesia continue to be made in order to respond to the needs of society and the dynamics of the times. The Merdeka Curriculum emphasises freedom of learning, creativity, and the development of higher-order thinking skills. In the context of Islamic Religious Education (PAI), there is a need to shift learning from a memorisation approach to deep learning that is oriented towards conceptual understanding, critical analysis, and the application of religious values in real life. This study aims to analyse the objectives, processes, and outcomes of implementing a deep learning approach in Islamic Religious Education (IRE) at SMAIT Anak Sholeh Mataram. Using a qualitative approach and case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that deep learning is implemented through contextual material planning, the use of active methods such as problem-based learning, project-based learning, and reflective discussion, as well as evaluation based on student self-reflection. This implementation significantly improves students' critical thinking skills, particularly in identifying Islamic issues, analysing arguments in depth, evaluating differences of opinion among scholars, and formulating creative solutions in accordance with Islamic values. This study confirms that the deep learning approach is effective as a modern Islamic Education learning strategy and is relevant for implementation in the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Perubahan kurikulum di Indonesia terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dinamika zaman. Kurikulum Merdeka hadir dengan menekankan kebebasan belajar, kreativitas, dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), muncul kebutuhan untuk menggeser pembelajaran dari pendekatan hafalan menuju pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pemahaman konseptual, analisis kritis, dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tujuan, proses, dan hasil implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI di   Anak Sholeh Mataram. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning diimplementasikan melalui perencanaan materi kontekstual, penggunaan metode aktif seperti problem based learning, project based learning, dan diskusi reflektif, serta evaluasi berbasis refleksi diri siswa. Implementasi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam mengidentifikasi persoalan keislaman, menganalisis dalil secara mendalam, mengevaluasi perbedaan pendapat ulama, dan merumuskan solusi kreatif sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan deep learning efektif sebagai strategi pembelajaran PAI modern dan relevan untuk diterapkan dalam Kurikulum Merdeka.
KINERJA BAURAN PEMASARAN DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PADA PILKADA KOTA BANDAR LAMPUNG Hakim, Lukman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10303

Abstract

ABSTRACT The development of political communication in the Society 5.0 era has encouraged a transformation in campaign strategies from conventional patterns toward more interactive digital approaches based on social experiences. This study aims to analyze the influence of the political marketing mix and social media utilization on voters’ decision-making within the context of local politics. The research employed a mixed-method approach with a descriptive explanatory design. Quantitative data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM), while qualitative data were obtained through in-depth interviews with local political actors and voters. The findings indicate that the dimensions of promotion, process, people, and physical evidence exerted a more dominant influence than political products in shaping voting decisions. In terms of social media variables, connection and collaboration emerged as the strongest factors in enhancing political participation and voter engagement. The results also revealed that voting decisions were influenced by perceptions of candidates, social proximity, previous political experiences, and exposure to digital political communication. The model contribution of 16.32% suggests that other factors beyond the variables examined in this study, such as local identity and social legitimacy, also affect voting behavior. This study confirms that the success of modern political communication depends not only on candidate popularity but also on the ability to establish authentic, participatory, and adaptive interactions through digital media. The novelty of this research lies in the development of an integrative model between the political marketing mix and digital communication based on social interaction within the framework of Society 5.0. ABSTRAK Perkembangan komunikasi politik pada era Society 5.0 mendorong perubahan strategi kampanye dari pola konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran politik dan penggunaan media sosial terhadap keputusan memilih masyarakat pada konteks politik lokal. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain deskriptif eksplanatori. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aktor politik lokal dan pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi promosi, proses, people, dan physical evidence memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan produk politik dalam membentuk keputusan memilih masyarakat. Pada variabel media sosial, aspek koneksi dan kolaborasi menjadi faktor paling kuat dalam meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan pemilih. Temuan penelitian juga memperlihatkan bahwa keputusan memilih dipengaruhi oleh persepsi terhadap kandidat, kedekatan sosial, pengalaman politik sebelumnya, serta eksposur komunikasi digital. Kontribusi model sebesar 16,32% menunjukkan adanya faktor lain di luar variabel penelitian yang turut memengaruhi perilaku memilih, seperti identitas lokal dan legitimasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi politik modern tidak hanya bergantung pada popularitas kandidat, tetapi juga pada kemampuan membangun interaksi yang autentik, partisipatif, dan adaptif melalui media digital. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model integrasi antara political marketing mix dan komunikasi digital berbasis interaksi sosial dalam kerangka Society 5.0.
PENGARUH PERMAINAN ENGGO LARI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN SELF-AWARENESS LOCAL WISDOM PADA KELAS V SD : Indonesia Pirsouw, Pretty Yohana; Johannes, Nathalia Yohana; Ritiauw, Leonid
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10395

Abstract

Globalization and digital technology development have displaced traditional games that previously served as vehicles for transmitting local wisdom values. This phenomenon has resulted in low self-awareness among students regarding their regional cultural identity, particularly in Maluku, which possesses rich cultural heritage. This study aimed to analyze the effect of the Enggo Lari game as an educational medium in enhancing local wisdom-based self-awareness among fifth-grade students at SD Negeri 7 Ambon. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental One Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of twenty students selected through saturated sampling technique. The data collection instrument was a local wisdom-based self-awareness questionnaire that had been tested for validity and reliability, yielding a Cronbach's Alpha value of 0.844. Data analysis utilized paired sample t-test and N-Gain test. The results showed a significance value of 0.000, which was smaller than the significance level of 0.05, thus the alternative hypothesis was accepted. The average N-Gain score of 0.323 fell within the moderate category. In conclusion, the Enggo Lari game as an educational medium significantly and moderately effectively enhances local wisdom-based self-awareness among elementary school students ABSTRAK Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah menggeser eksistensi permainan tradisional yang selama ini menjadi wahana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal. Fenomena ini berdampak pada rendahnya kesadaran diri peserta didik terhadap identitas budaya daerahnya, khususnya di wilayah Maluku yang kaya akan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan Enggo Lari sebagai media edukasi dalam meningkatkan self-awareness berbasis kearifan lokal pada peserta didik Kelas V SD Negeri 7 Ambon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa angket self-awareness berbasis kearifan lokal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,844. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,323 berada pada kategori sedang. Kesimpulannya, permainan Enggo Lari sebagai media edukasi berpengaruh signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan self-awareness berbasis kearifan lokal pada peserta didik    
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BERBASIS KETERAMPILAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA PENDIDIKAN VOKASIONAL TATA RIAS Febrianti, Syielviadwi; Sarah, Ririn Amaliah Putri; Suaida, Suaida; Fahmi, Merdila Nuril; Surya, Wirma; Fajrina, Suci
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10635

Abstract

This study is motivated by the suboptimal work readiness of students in Beauty Education, which tends to be dominated by technical skills and lacks development in social and professional aspects. The study aims to analyze the effectiveness of inclusive learning based on work skills in improving students’ work readiness. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest–posttest control group. The participants consisted of 60 students divided into an experimental group and a control group, with 30 students in each group. The instruments used included a work readiness questionnaire, observation sheets, and documentation. The research procedures involved pretest administration, implementation of inclusive learning based on work skills through diverse client simulations, task differentiation, and reflective learning activities, followed by posttest administration. Data analysis was conducted using normality testing (sig. > 0.05), homogeneity testing (sig. = 0.213), paired sample t-test, independent sample t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the average work readiness score of the experimental group increased from 65.20 to 85.40, while the control group increased from 64.80 to 74.10. The t-test results indicated a significant difference between groups (p = 0.000 < 0.05). The N-Gain score for the experimental group was 0.58 (moderate–high category), while the control group obtained 0.27 (low–moderate category). The findings conclude that inclusive learning based on work skills is effective in comprehensively improving students’ work readiness across cognitive, affective, psychomotor, and social aspects. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan vokasional tata rias yang masih didominasi aspek teknis dan kurang pada aspek sosial-profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pretest–posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 60 mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 30 mahasiswa. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kesiapan kerja, lembar observasi, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pretest, pelaksanaan pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja melalui simulasi klien beragam, diferensiasi tugas, dan refleksi pengalaman belajar, serta posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas (sig. > 0,05), uji homogenitas (sig. = 0,213), paired sample t-test, independent sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapan kerja kelompok eksperimen meningkat dari 65,20 menjadi 85,40, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 64,80 menjadi 74,10. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000 < 0,05). Nilai N-Gain pada kelompok eksperimen sebesar 0,58 (kategori sedang–tinggi), sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,27 (kategori rendah–sedang). Simpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa secara komprehensif pada aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial.  
HUBUNGAN MATHEMATICAL DISCOURSE ORANG TUA MELALUI PERTANYAAN KRITIS DENGAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS ANAK SEKOLAH DASAR Yulianingsih, Lilis Karina; Hasanah, Viena Rusmiati; Salim, Rio Gunawan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10652

Abstract

Children’s mathematical development is not only influenced by formal schooling but also by the quality of cognitive interactions within the family, particularly through parents’ mathematical discourse. However, the use of critical questioning in such interactions remains suboptimal, even though it plays a crucial role in fostering children’s logical reasoning. This study aims to examine the relationship between parents’ mathematical discourse through critical questioning and elementary school children’s logical reasoning ability. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 40 participants, including students in grades IV–VI and their parents, selected using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire measuring parents’ mathematical discourse and a test assessing children’s logical reasoning ability. Data analysis was conducted using descriptive statistics and Spearman correlation. The results indicate that parents’ mathematical discourse is at a moderate level, with critical questioning identified as the weakest dimension. Similarly, children’s logical reasoning ability is also at a moderate level, with stronger performance in procedural aspects than in higher-order reasoning. The correlation analysis reveals a significant positive relationship between the two variables (r = 0.500; p = 0.001). Substantively, these findings highlight that the quality of interaction particularly through reflective and exploratory critical questioning is an important factor associated with the development of children’s logical reasoning. ABSTRAK Perkembangan kemampuan matematika anak tidak hanya dipengaruhi oleh pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga oleh kualitas interaksi kognitif dalam lingkungan keluarga, khususnya melalui mathematical discourse orang tua. Namun, praktik penggunaan pertanyaan kritis dalam interaksi tersebut masih belum optimal, padahal aspek ini berperan penting dalam mengembangkan kemampuan penalaran logis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mathematical discourse orang tua melalui pertanyaan kritis dengan kemampuan penalaran logis anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang terdiri dari siswa kelas IV–VI dan orang tua mereka, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur mathematical discourse orang tua dan tes untuk mengukur kemampuan penalaran logis anak. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mathematical discourse orang tua berada pada kategori sedang, dengan kelemahan utama pada dimensi pertanyaan kritis, sementara kemampuan penalaran logis anak juga berada pada kategori sedang dengan kecenderungan lebih kuat pada aspek prosedural. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel (r = 0,500; p = 0,001). Secara substantif, temuan ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi, khususnya melalui pertanyaan kritis yang bersifat reflektif dan eksploratif, merupakan aspek penting yang berkaitan dengan perkembangan penalaran logis anak.    
LITERASI KEUANGAN MEMODERASI VIRAL MARKETING, CITRA MEREK, PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN FASHION DI TIKTOK SHOP Arindah, Putri Nur; Miftahunnajah, Nimas Aulia Pambajeng
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10662

Abstract

ABSTRACT This research was conducted in response to the inconsistency between the extensive use of viral marketing strategies on TikTok Shop and actual consumer purchasing behavior, indicating that viral content does not always lead to buying decisions. Previous studies have generally focused on the direct effects of marketing factors on purchasing decisions, with limited attention given to the moderating role of financial literacy within the TikTok Shop context. Therefore, this study offers a new perspective by incorporating financial literacy as a moderating variable. The study aimed to examine the influence of viral marketing, brand image, and price perception on purchasing decisions among students of the Faculty of Economics and Business at Universitas Negeri Semarang, while also analyzing the moderating effect of financial literacy. Using a quantitative survey approach, data were collected from 377 respondents. The findings revealed that viral marketing did not significantly affect purchasing decisions. Conversely, brand image exerted a significant positive effect, whereas price perception negatively influenced purchasing decisions (p < 0.05). Furthermore, financial literacy was not found to moderate the effects of viral marketing and brand image, although it strengthened the association between price perception and purchasing decisions. These results suggest that consumers tend to make purchasing decisions based more on rational considerations, particularly related to brand credibility and price evaluation, rather than relying solely on viral promotional exposure. Moreover, the inclusion of financial literacy as a moderating variable in TikTok Shop digital marketing research offers additional insight into consumer behavior within the contemporary digital economy. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara tingginya intensitas pemasaran digital berbasis viral pada platform TikTok Shop dengan keputusan pembelian konsumen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua strategi pemasaran viral mampu memengaruhi keputusan pembelian secara efektif. Selain itu, penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji pengaruh langsung variabel pemasaran tanpa mempertimbangkan literasi keuangan sebagai variabel moderasi dalam konteks TikTok Shop. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi keterkaitan antara viral marketing, citra merek, dan persepsi harga dengan keputusan pembelian mahasiswa, sekaligus menelaah kemampuan literasi keuangan dalam memoderasi hubungan antarvariabel pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 377 responden. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa viral marketing tidak memberikan pengaruh berarti terhadap keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Di sisi lain, citra merek terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan, sementara persepsi harga menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi p < 0,05. Literasi keuangan tidak memoderasi pengaruh viral marketing dan citra merek, tetapi memperkuat pengaruh persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsumen cenderung menentukan keputusan pembelian berdasarkan aspek rasional, terutama citra merek dan pertimbangan harga, dibandingkan hanya dipengaruhi popularitas konten viral. Selain itu, penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan literasi keuangan sebagai variabel moderasi dalam pemasaran digital melalui TikTok Shop memberikan perspektif baru untuk menjelaskan perilaku konsumen di era ekonomi digital.
STUDENT LEARNING ENGAGEMENT AMONG FIRST-SEMESTER STUDENTS: IMPLICATIONS FOR EDUCATIONAL MANAGEMENT Alpendi, Alpendi; Diah Rina, Miftakhi; Handayani, Trikinasih; Mirsa , Nur Rina Priyani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10683

Abstract

Learning engagement is a key construct in higher education that plays a crucial role in determining the quality of learning processes and outcomes. For first-semester students, engagement is particularly critical as it relates to academic adaptation, motivation, and the development of self-regulated learning. In the context of teacher education, especially in Elementary School Teacher Education (PGSD), learning engagement is essential for shaping pedagogical and professional competencies of prospective teachers. However, studies integrating learning engagement with educational management perspectives remain limited. This study aims to analyze the level of learning engagement among first-semester students and examine its implications for educational management. A quantitative approach with a survey method was employed, involving all first-semester students of the PGSD program at Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung in the 2025/2026 odd semester using total sampling. The instrument was a learning activity questionnaire covering six aspects: visual, oral, listening, writing, emotional, and mental activities, measured using a four-point Likert scale. Data were analyzed descriptively using mean scores and percentages. The results indicate that students’ learning engagement is generally in the “good” category, with an average score of 82.81%. The highest engagement was found in writing activities (86.38%), while the lowest was in oral activities (75.66%). These findings suggest that learning engagement is multidimensional but still dominated by receptive activities. Therefore, it is necessary to strengthen student-centered learning management effectively through discussions and project-based activities that can enhance student participation. In addition, learning evaluation should emphasize learning engagement rather than merely  final outcomes so that learning engagement can be effectively improved. ABSTRAK Learning engagement merupakan konstruk kunci dalam pendidikan tinggi yang berperan penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pada mahasiswa semester pertama, learning engagement menjadi isu krusial karena berkaitan dengan kemampuan adaptasi akademik, motivasi, serta pengembangan self-regulated learning. Dalam konteks pendidikan guru, khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), learning engagement memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi pedagogik dan profesional calon guru. Namun, kajian yang mengaitkan learning engagement dengan perspektif manajemen pendidikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat learning engagement mahasiswa semester pertama serta implikasinya terhadap manajemen pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan seluruh mahasiswa semester pertama PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 melalui teknik total sampling sejumlah 242 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket keaktifan belajar yang mencakup enam aspek, yaitu visual, lisan, mendengarkan, menulis, emosional, dan mental, dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning engagement mahasiswa berada pada kategori baik sebesar 82,81%. Aspek tertinggi terdapat pada aktivitas menulis (86,38%) dan terendah pada aktivitas lisan (75,66%). Temuan ini menunjukkan bahwa learning engagement bersifat multidimensional, namun masih didominasi oleh aktivitas reseptif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui diskusi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan learning engagement, bukan sekadar aktivitas pembelajaran. Selain itu, evaluasi pembelajaran perlu menekankan proses keterlibatan mahasiswa, bukan hanya sekadar hasil akhir, agar learning engagement meningkat secara optimal.

Page 2 of 4 | Total Record : 34