cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
alex@ikado.ac.id
Phone
+6285648580815
Journal Mail Official
p3m@ikado.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Informatika Indonesia (IKADO) Jl. Pattimura No. 3 Kel. Sonokwijenan, Kec. Sukomanunggal Kota Surabaya 60189 Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27745341     EISSN : 27981584     DOI : https://doi.org/10.34148/komatika
Komatika (ISSN 2774-5341, EISSN 2798-1584) terbit setahun dua kali pada setiap bulan Mei dan November. Berisi tulisan seputar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai upaya diseminasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) serta transfer teknologi untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
Peningkatan Motivasi Belajar Matematika bagi Siswa SMA Melalui Permainan Edukasi: Increasing Motivation to Learn Mathematics for High School Students Through Educational Games yundari yundari; Nilamsari Kusumastuti; Bayu Prihandono; Helmi; Mariatul Kiftiah; Nur’ainul Miftahul Huda; Yudhi; Meliana Pasaribu; Fransiskus Fran; Evi Noviani
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i2.963

Abstract

Understanding the basic concepts of mathematics is the key to learning and applying mathematics in other disciplines. Many students today only rely on memorizing formulas without understanding mathematics concepts. One way to be introduced so that students do not just memorize and think math is boring is educational games. Community service conducted by lecturers of the Mathematics Study Program FMIPA Tanjungpura University to students of SMA Negeri 1 Singkawang West Kalimantan amis to increase motivation to learn matematis through educational games. The method used was in the form of educational seminars on educational games in the field of mathematics and exhibitions of mathematical teaching aids. Students are given some basic math problems that can be solved through games. Some concepts of algebra, geometry, and statistics were given as examples in applying educational games. In addition, some props to facilitate math solutions were also given, such as trigonometry, geometry, and algebraic calculation props. One of the results obtained is that students feel that activities like this need to be done so that student's interest in mathematics increases. Furthermore, this activity also gives a better understanding of the basic concepts of mathematics to other disciplines
Pelatihan Pengembangan Jati Diri dalam Menentukan Gaya Estetika Pribadi pada Mahasiswa Institut Informatika Indonesia: Personal Development Training in Determining Personal Aesthetic Style for Institut Informatika Indonesia Students Clara Victoria Padmasari; Swesti Anjampiana Bentri
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i2.977

Abstract

Mahasiswa DKV dituntut untuk mempunyai kompetensi dan keahlian dalam membuat desain untuk keperluan karirnya di masa depan. Kemampuan mahasiswa dalam menyerap materi selama menjalani pendidikan formal membantu mahasiswa mendapatkan gaya estetika dalam membuat karya yang mana dapat membantu mahasiswa dalam memenuhi tuntutan karirnya. Gaya estetika mahasiswa tidak hanya terbentuk oleh kuliah saja, melainkan juga dari eksplorasi mandiri pada lingkungan sekitarnya, seperti mengikuti diskusi seni, ekslorasi internet, atau mengikuti seminar dan workshop. Memasuki dunia kerja, mahasiswa DKV tentu akan menghadapi berbagai persoalan terkait pembuatan desainnya, salah satunya adalah gaya estetik mereka yang tidak jarang bertolak belakang dengan keinginan pengguna jasa mereka. Persoalan kerja kreatif seperti konsep kreatif, budgeting dan timeline umumnya memaksa gaya estetika yang tidak sesuai dengan diri desainer sendiri dan perlu kedewasaan dalam menghadapinya. Guna mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi permasalahan ini maka diperlukan pelatihan pengembangan diri untuk menemukan gaya estetika diperlukan sebagai salah satu kiat berbagi ilmu dan refleksi untuk mencari gaya estetika pribadi yang dapat digunakan dalam ruang lingkup kepentingan pribadi dan memenuhi tuntutan kerja. Metode yang digunakan adalah metode interaktif dengan tahapan observasi, wawancara dan studi pustaka untuk melakukan perumusan masalah sehingga materi yang disiapkan dapat digunakan sebagai bahan pemberian informasi serta diskusi aktif pada kegiatan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman peserta terhadap proses penemuan gaya estetik dalam mendesain yang dapat diaplikasikan pada segala tuntutan yang dihadapi, terutama dunia karir.
Pelatihan Manajemen dan Visualisasi Data Menggunakan Excel untuk Guru Matematika SMP di Kabupaten Karanganyar: Data Management and Visualization Training using Excel for Junior High School Mathematics Teacher in Karanganyar Regency Muhammad Bayu Nirwana; Hasih Pratiwi; Yuliana Susanti; Respatiwulan Respatiwulan; Sri Sulistijowati Handayani; Andreas Rony Wijaya; Alfito Putra Fajar Pratama; Kiki Ferawati
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i2.1023

Abstract

Literasi statistik merupakan kemampuan untuk memahami beragam informasi statistik yang dimunculkan di berbagai media. Kemampuan ini meliputi keterampilan dalam menginterpretasikan grafik dan tabel, serta mampu membaca dan memahami statistik dalam berita, media, jajak pendapat, dan lain-lain. Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kota Surakarta dan termasuk sebagai wilayah Karesidenan Surakarta. Pengetahuan mengenai literasi statistik dan implementasinya di wilayah Kabupaten Karanganyar merupakan hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat, karena berkaitan langsung dengan pemahaman mengenai informasi data statistika dan bagaimana merepresentasikannya. Sebagai ilmu yang mempelajari tentang cara pengumpulan, analisis, dan pengambilan keputusan dari data, pengetahuan tentang statistika merupakan ilmu penunjang yang penting untuk dimiliki oleh masyarakat. Sebagai sasaran peningkatan literasi statistika kali ini Grup Riset Statistika dan Sains Data Bidang Lingkungan dan Kesehatan Program Studi Statistika FMIPA UNS akan melaksanakan pengabdian masyarakat dengan bentuk pelatihan untuk guru dan siswa SMP di Kabupaten Karanganyar melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika. Literasi statistik memerlukan pengetahuan tentang analisis dan visualisasi data yang diberikan untuk meningkatkan pemahaman terkait penerapan metode statistika dengan menggunakan Excel yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat.
Literasi Digital berbasis GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa dalam Pembelajaran: Using GeoGebra Media to Improve Students' Spatial Abilities in Learning Roberta Uron Hurit; Alfian Nara Weking; Dominikus Boli Watomakin; Lusia Bince Kumanireng
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i2.1129

Abstract

Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Spasial siswa SMP Satu Atap Riangpuho. Peningkatan kemampuan ini dilakukan dengan melaksanakan proses pembelajaran matematika mengunakan aplikasi Geogebra. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 50 siswa SMP Satu Atap Riangpuho. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 Tahap, yaitu: 1) Tahap ceramah/presentasi, 2) Tahap Demostrasi, 3) Tahap Eksperimen dan Simulasi. Luaran dari PkM ini telah dibuat modul hasil Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Geogebra dan telah di serahkan ke sekolah. Hasil Kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam membuat bangun ruang dan jaring-jaring bangun ruang belum Maksimal. Hal ini dapat dilihat pada pembahasan yang diperoleh menunjukkan beberapa peserta didik belum memenuhi indikator kemampuan spasial dalam membuat jaring-jaring bagun ruang.
Memperkuat Kreativitas Generasi Muda “Capcut: Inovasi Media Visual Kreatif” Tri Wulandari Ginting; Nuraina Nuraina; Zulpa Salsabila
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1014

Abstract

Memasuki tahun 2024, media digital menjadi nomor satu diantara media lainnya. Dengan adanya media digital berbagai kalangan masyarakat ingin menjadi bagian dari perkembangan digital tidak terkecuali siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Siswa SMK dituntut memiliki skill yang mumpuni sebelum masuk kedunia kerja ataupun perguruan tinggi. Skill editing vidio menjadi salah satu skill yang paling dibutuhkan karena tingginya permintaan konten berkualitas hampir untuk semua jenis bisnis ataupun usaha. Kebutuhan akan pembuatan konten berkualitas membuat siswa SMK yang nantinya harus siap bekerja ataupun ingin memulai usaha membutuhkan kemampuan untuk memenuhi permintaan pembuatan konten tersebut. Saat ini skill editing vidio siswa SMK diwilayah medan belum sebaik para konten creator yang berada di daerah jawa. Konten-konten yang diproduksi biasanya masih hanya sebatas daily vlog sederhana, ASMR, ataupun konten hiburan mengikuti tren Tiktok, sedangkan kebutuhan saat ini lebih kepada konten kreatif untuk pemasaran produk ataupun jasa, konten edukasi, sampai personal branding. Karena kebutuhan tersebut, siswa SMK harus mulai mengembangkan minat dan bakatnya yang bertujuan menjadi portofolio mereka untuk memasuki perguruan tinggi ataupun dunia kerja. Maka dari itu, penulis menawarkan kegiatan pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan skill editing siswa SMK. CAPCUT salah satu aplikasi yang mampu menjadi media inovasi visual kreatif, dimana aplikasi CAPCUT dapat digunakan untuk membuat konten kreatif dengan berbagai tools yang ditawarkan sehingga konten yang dihasilkan menjadi lebih variatif. Solusi yang kami tawarkan adalah mengajarkan siswa SMK dalam menggunakan aplikasi CAPCUT serta memberikan tips dan trik penggunaan tools aplikasi tersebut agar dapat menambah skill siswa SMK dalam mengikuti perkembangan media digital.
Implementasi Aplikasi Identitas Tanah (SIDENTAH) Pada Desa Mangunarga Sumedang Satria Satria; Marisa; Sekar Wulandari; Ratna Rahmawati Rahayu
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1073

Abstract

Aplikasi pencatatan Identitas tanah yang diterapkan dalam program ini dilengkapi dengan sejumlah fitur utama, seperti konversi dokumen fisik menjadi format digital, pencatatan aktivitas atau perubahan kepemilikan tanah, serta penyediaan informasi yang dapat diakses secara langsung dan cepat (real-time). Desa Mangunarga di Kabupaten Sumedang merupakan salah satu contoh wilayah yang mengalami tantangan tersebut. Sehingga, diperlukan sebuah solusi yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan dalam pengelolaan data pertanahan. Permasalahan administrasi pertanahan di tingkat desa seringkali dihadapkan pada berbagai kendala, seperti birokrasi yang rumit, ketidakjelasan status kepemilikan, serta risiko kehilangan dokumen fisik. Kondisi ini tidak hanya memperlambat proses pelayanan, tetapi juga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem administrasi pertanahan. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan sebuah aplikasi pencatatan Identitas tanah digital yang dirancang khusus untuk mendukung proses administrasi pertanahan di Desa Mangunarga pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan, peserta merasakan kemudahan yang signifikan dalam memahami serta menggunakan aplikasi tersebut. Masyarakat kini dapat lebih cepat memverifikasi status kepemilikan tanah, mengurus perubahan data, dan memperoleh informasi yang akurat tanpa harus melalui proses yang berbelit. Sementara itu, pemerintah desa memperoleh kemudahan dalam hal pencatatan, pelacakan, dan pengelolaan data pertanahan secara terpusat dan efisien. Dengan demikian, aplikasi ini memberikan kontribusi nyata dalam modernisasi sistem administrasi pertanahan di desa.
Peningkatan Daya Saing Produk Olahan Jamur KWT Rumah Jamur Takalar Melalui Penerapan Manajemen Pemasaran dan Inovasi Kemasan Andrew Ridow Johanis M; Arham Arifin; Ina Yulianadewi; Michael Jofer; Andi Syeril
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1074

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Rumah Jamur Takalar menghadapi tantangan dalam pemasaran dan kemasan produk olahan jamur mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing produk melalui penerapan manajemen pemasaran dan inovasi kemasan. Program dilaksanakan selama tahun anggaran 2024. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi program, pelatihan manajemen pemasaran digital dan inovasi kemasan, pengembangan website, redesain kemasan produk, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam visibilitas produk melalui website www.rumahjamurtakalar.com, peningkatan daya tarik kemasan, dan pemahaman anggota KWT tentang strategi pemasaran digital. Sebanyak 87% peserta melaporkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya kemasan dan manfaat website untuk pemasaran. Program ini berhasil meningkatkan daya saing produk KWT Rumah Jamur Takalar dan berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Analisis Pelaksanaan Pelatihan Infografis Data Dengan Microsoft Excel Bagi Guru Kabupaten/Kota Pasuruan A'yunin Sofro; Riska Wahyu Romadhonia; Affiati Oktaviarina; Danang Ariyanto; Mutia Eva Mustafidah
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1078

Abstract

Dalam era teknologi yang berkembang pesat, pemanfaatan perangkat lunak seperti Microsoft Excel menjadi krusial, terutama di bidang pendidikan. Meski populer, sebagian besar guru di Kabupaten/ Kota Pasuruan belum sepenuhnya memaksimalkan Microsoft Excel untuk infografis data. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengusulkan kolaborasi dalam "Pelatihan Infografis data dengan Microsoft Excel Bagi Guru Kabupaten/Kota Pasuruan" tahun 2024, bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sejalan dengan visi lembaga untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelatihan difokuskan pada pembuatan infografis data melalui fungsi Excel, meningkatkan keterampilan guru di Kabupaten/Kota Pasuruan dalam memanfaatkan perangkat lunak ini. Pelatihan ini telah dilaksanakan oleh tim secara luring pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 bertempat di SMPN 1 Bangil. Pelatihan diikuti oleh 24 guru di beberapa SD di Pasuruan dan berjalan lancar. Pada saat pelatihan dilakukan penilaian dengan pretest dan posttest, berdasarkan hasil tes tersebut akan dilakukan pengujian menggunakan uji t, dengan hasil yang diperoleh adalah nilai thitung lebih besar dari ttabel dan terjadi kenaikan rata-rata nilai pretest (30,83) ke posttest (67,92) yang menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai. Hasil survei evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, peserta memberikan penilaian yang sangat positif terhadap kegiatan PKM ini, dengan rata-rata poin keseluruhan sebesar 4.8. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi dan penyampaian dalam kegiatan ini berhasil menarik minat dan memenuhi kebutuhan peserta, dengan mayoritas merasa antusias, termotivasi, dan mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat infografis data menggunakan Microsoft Excel.
Analisis Kinerja Distribusi dan Marketing dengan Metode Line Balancing Pada Produk UMKM Desa Pengudang Kabupaten Bintan Adyk Marga Raharja; Firman Apriansyah; Eka Suswaini; Muhd Ridho Baihaque; Dwila Sempi Yusiani; Ari Andriyas Puji
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1094

Abstract

Perajin bambu di UMKM binaan PokDarWis Desa Pengudang Kabupaten Bintan belum memiliki daya jual yang optimal secara menyeluruh. Berdasarkan kondisi di daerah tersebut, pelaku UMKM lebih memilih menerapkan sistem Make-to-Order (MTO). Dalam jangka waktu yang ditentukan, metode tersebut belum menemukan solusi yang optimal. Dengan adanya permasalahan tersebut, perubahan diperlukan dalam penentuan rute logistik untuk mengurangi biaya transportasi. Metode Operation Chart dan Line Balancing dipilih dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan optimal dalam implementasi line balancing sehingga setiap stasiun kerja dapat bekerja secara efektif dan efisien. Terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah stasiun kerja setelah penelitian ini dilakukan. Setelah menerapkan metode Line Balancing, data Line Efficiency (LE) yang didapatkan adalah 71,94% dari total waktu kerja stasiun. Balance Delay (BD) memiliki nilai sebesar 35%, dan jumlah stasiun kerja yang seimbang adalah 21,46 dari total 40 elemen kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan beban kerja yang adil dari operator dengan menyediakan pekerjaan untuk operator tidak ditempati sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan.
Strategi Pengembangan Teknik dan Repertoar Gamelan Baleganjur untuk Meningkatkan Partisipasi Budaya Umat Hindu di Keerom, Papua Indra Wijaya Kadek; Wicaksana I Dewa Ketut; Ida Bagus Gede Surya Peradantha
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1096

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan teknik bermain gamelan Baleganjur bagi komunitas Hindu di Kabupaten Keerom, Papua. Meski telah tersedia gamelan Baleganjur hasil swadaya dan bantuan pemerintah, pengetahuan teknik dan repertoar musik yang relevan masih kurang untuk kegiatan keagamaan setempat. Komunitas Hindu yang tergabung dalam Sanggar Seni Saraswati berkeinginan kuat mendukung budaya dan keagamaan melalui Baleganjur. Metode pelatihan demonstratif langsung digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bermain gamelan Baleganjur di kalangan anggota komunitas. Penggunaan teknologi modern, seperti perekaman audiovisual dan pembuatan materi tutorial, diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas pembelajaran. Kegiatan ini difokuskan pada dua aspek utama: 1) Pengembangan teknik bermain Baleganjur pada tiap instrumen; dan 2) Pengayaan repertoar gending Baleganjur, seperti Tabuh Gilak dan Bebarongan. Luaran utama dari program ini adalah video dokumentasi pelatihan, mencakup sesi teori, praktik, dan penampilan akhir peserta. Hasil kegiatan ini menunjukkan kemajuan positif. Para penabuh Sanggar Seni Saraswati telah berhasil meningkatkan teknik bermain gamelan Baleganjur, khususnya telah menguasai teknik pukulan instrumen reyong, pola gegilakan dan jagul dalam instrumen kendang dan teknik kakilitan dalam instrumen ceng-ceng. Keberhasilan selanjutnya adalah penambahan materi gamelan Gilak untuk musik ilustrasi upacara Caru, serta gamelan Babarongan yang digunakan untuk mengiringi upacara Melasti. Peningkatan ini membawa dampak positif dalam memupuk rasa kebersamaan antarkomunitas umat Hindu setempat baik dalam konteks budaya maupun keagamaan.