cover
Contact Name
PT Mantaya Ide Batara
Contact Email
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Phone
+6285211848489
Journal Mail Official
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Editorial Address
BTP Blok AA Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Idea Pengabdian Masyarakat
Published by PT.Mantaya Idea Batara
ISSN : -     EISSN : 27983668     DOI : 10.53690
Core Subject : Health, Social,
Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) Merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat yang dikelola oleh PT.Mantaya Idea Batara. Jurnal ini Menerima Manuskrip yang Berfokus pada Bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi tepat Guna, Sosial Ekonomi, Hukum dan Ilmu Lainya yang berhubungan dengan Masyarakat. Jurnal ini terbit pada periode Februari-Juli & Agustus-Desember setiap tahunya. Artikel yang diterbitkan di Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) telah ditinjau oleh Sejawat dengan Ilmu yang Relevan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
Pemberdayaan Desa Melalui Kontribusi Pada Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Di Provinsi Bali dan Sumatera Barat Kartini, Tini; Fitriyani, Amanda; Nurhasanah, Siti; Manik, Tuti Khoiriyah; Silaningsih, Endang; Yulianingsih, Yulianingsih; Assegaf, Said Riziq; Ramadhanti, Alicia Nurfitriani; Sumirat, Nur Cahya; Gojali, Andreas
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.344

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Provinsi Bali dan Sumatera Barat merupakan sarana bagi dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan upaya pemberdayaan desa melalui kegiatan PkM agar memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di empat desa. Pengumpulan data pengabdian dilakukan dengan beberapa metode, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan PkM terdiri dari: 1) bantuan pendidikan dengan melakukan pembelajaran dan peningkatan fasilitas pendidikan di beberapa sekolah yang berada di Desa Susut, Bali, dan Desa Panjang Ikua Koto, Sumatera Barat; 2) kontribusi sosial dengan memberikan santunan sosial kepada masyarakat yang mengalami stunting akibat gizi buruk di Desa Simabur, Sumatera Barat, dan; 3) kepedulian lingkungan melalui pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Pasie Nan Tigo. Hasilnya, masyarakat desa mampu mengembangkan potensi dengan kelebihan yang dimiliki, menjaga kebersihan, dan memperbaiki fasilitas pendidikan. Kegiatan PkM diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan dan memperkuat kerjasama antara Tim PkM dan masyarakat, serta menjadi wadah efektif untuk penerapan ilmu dalam pengabdian sosial.
Pemberdayaan Kader Peduli Stunting dalam Meningkatkan Pola Asuh Orang Tua Ibrahim, Sri Andriani; Antu, Mihrawaty S.; Rahma, Siti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.345

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah yang menjadi prioritas dan menjadi perhatian khusus oleh Kabupaten Pohuwato, meskipun Kabupaten Pohuwato untuk tahun 2020 masuk dalam zona aman lokus Stunting. Kasus Stunting di Pohuwato khususnya di Kecamatan Taluditi masih tinggi dengan kisaran sebesar 25% di Desa Puncak Jaya sudah dilakukan pendataan mengenai Stunting dan ditemukan 2 balita yang masih dicurigai mengalami Stunting. Tujuan pengabdian ini untuk memberdayakan kader peduli Stunting dengan meningkatkan pola asuh orang tua. Data dikumpulkan pada Juli 2024. Pendampingan kader merupakan suatu kegiatan pendampingan yang dilakukan terhadap kader untuk melihat perkembangan kader dalam upaya pencegahan Stunting, pendampingan kader sangat penting dilakukan untuk melihat perkembangan kemampuan kader terhadap pengetahuan yang telah diberikan pada seminar kepelatihan. Seminar Pelatihan Kader merupakan acara pembelajaran yang formal namun berdurasi pendek, seminar ini merupakan program inti yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN-PK desa Puncak Jaya dalam mengatasi Stunting yang ada di Desa Puncak Jaya. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah Kader kesehatan yang menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Hasil didapatkan adanya motivasi dan semangat kader dalam melaksanakan screening Kesehatan dan edukasi terhadap pola asuh orang tua
Edukasi Bahaya Anemia: Mencegah Generasi Junk Food pada Remaja Putri Melalui “Gerakan Mencintai Sayur dan Buah” di SMPN 3 Lamasi Razak, Abd; Oka, Irmayanti A.; Persada, Al Syahril; Jayanti, Ira
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.347

Abstract

Angka kejadian Anemia di Daerah Kabupaten Luwu ialah sebanyak 15,3% dari total 73.000 remaja. Edukasi bahaya konsumsi junk food berdampak pada kesehatan jangka panjang antara lain kekurangan nutrisi, risiko obesitas, serta dampak lain yang didapatkan ialah potensi anak remaja yang makin rentan mengalami anemia, akan lebih berpotensi mengalami anemia pada masa kehamilan. Hal ini disebabkan karena Junk Food sering kali menggantikan makanan sehat seperti sayur dan buah yang menyebabkan kurangnya asupan zat besi. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan edukasi bahaya konsumsi Junk Food, pola dan menu makanan sehat dan bergizi serta cara pengolahan sayur dan buah yang benar kepada remaja putri karena untuk mencegah terjadinya anemia yang lebih berat pada masa kehamilan. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi yaitu melalui pemberian edukasi tentang bahaya Junk Food dan Anemia pada remaja dan serta metode demonstrasi yaitu mengajarkan cara mengolah sayur dan buah menjadi makanan bergizi seperti kebab sayur dan salad buah yang memiliki zat gizi yang dapat mencegah anemia. Adapun pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, dihadiri sebanyak 25 siswa remaja putri, perangkat sekolah, tim pengabdian kepada masyarakat yang sangat antusias dalam pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan pengabdian ini dihasilkan cara pengolahan sayur dan buah yang sehat dan bergizi yang dapat mencegah terjadi anemia pada remaja putri sehingga dapat diterapkan dirumah untuk menghindari konsumsi Junk Food berlebihan. 
Pemberdayaan Penguatan Kapasitan Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Menjadi Tajhizul Jenazah Profesional Sesuai Syariah Islam Di Desa Borikamase Nurjannah, Nurjannah; Muchlis, Nurmiati; Setiawati, Nur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.349

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan peran kapasitas Pengurus TP-PKK sebagai tajhizul jenazah (pada aspek memandikan, mengkfani, menshalati, memakamkan) pada aspek kesehatan dan sesuai tuntunan syariah islam dengan kemampuan menggunakan alat/sarana yang refresentatif. PKM ini terdiri dari 4 (empat) masalah utama yang masing-masing berkaitan dengan masalah pendidikan, sosial budaya & agama, masalah Kesehatan, dan masalah ekonomi, 1) Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra sebagai tajhizul jenazah sesuai syariah Islam sebagai kewajiban kolektif (Fardhu kifayah) di suatu masyarakat, 2) Belum adanya sarana dan media informasi yang representative untuk pedoman pemulasaran jenazah sebagai media efektif dan efisien dengan menerapkan patient safety sesuai tuntutan syariah Islam. 3) Rendahnya keterampilan mitra dalam pemanfaatan sarana pemulasaran jenazah, dan 4) Belum adanya kemampuan mitra dalam manajerial perencanaan keuangan (masalah ekonomi dan pendidikan). Metode Pendekatan yaitu; pelatihan dan bimbingan teknis, melalui; ceramah, simulasi, microteaching, brainstorming, ice breaking, diskusi tanya-jawab, pre-post test, monitoring evaluasi, problem solving dan studi kasus. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perubahan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Hasil evaluasi ini diperoleh berdasarkan hasil wawancaran, simulasi dan presentasi secara langsung yang dilakukan oleh mitra. Tindaklanjut kegiatan adanya pelaporan dan monitoring serta evaluasi secara berkelanjutan yang dilakukan oleh tim pengabdi. Keterlibatan aktif mitra serta peran stakeholder menjadi kunci utama kesinambungan dari kegiatan ini.
Pemberdayaan Pramuwisata Lokal dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Wisata Geopark Dunia di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Muchlis, Nurmiati; Hardi, Ikhram; Syamsu, Awaluddin; Triwahyuningsih, Triwahyuningsih; Nisa, Azzahra Khaerun
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.351

Abstract

Rapat Dewan Council Unesco Global Geopark (UGG) yang digelar di Thailand, Minggu tanggal 4 September 2022, ditetapkan berdasarkan berbagai pertimbangan/konsiderasi sejumlah aspek dari hasill asesement yang telah dilakukan, ditetapkankan bahwa kawasan Maros Geopark resmi menjadi warisan dunia atau UNESCO Global Geopark. Meskipun lokasi wisata ini sudah mendunia namun masih banyak pramuwisata lokal yang masih memiliki kemampuan yang masih kurang dalam menghadapi wisatawan asing. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan: 1) kesiapan dan kapasitas mitra dalam kemampuan basic safety dan health management, serta transfer teknologi, 2) keterampilan mitra bantuan hidup dasar serta edukasi tentang pencegahan kecelakaan di area wisata, 3) keterampilan advokasi dalam mengatasi masalah sanitasi lingkungan di lokasi wisata, 4) pengetahuan dan keterampilan hospitality dan public speaking kepariwisataan. Diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan, ekonomi, Sosial Kemasyarakatan, dan masalah Teknologi, Komunikasi dan Informasi. Masalah tersebut berdampak pada produksi, manajemen dan pemasaran. metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi/praktik. Mitra dalam kegiatan ini yaitu Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Maros. Adapun tahapan kegiatan terdiri dari sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Peningkatan pengetahuan mitra meningkat dari 63% menjadi 85% setelah dilakukan pelatihan. Selain itu, terdapat peningkatan keterampilan manajemen kesehatan dan keselamatan mitra di tempat wisata.
Snakes And Ladder Games For Education Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Anak Di Gorontalo Mohamad, Rini Wahyuni; Wulansari, Ika; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji; Falah, Fakhriatul
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.353

Abstract

Saat ini kekerasan seksual merupakan satu diantara bentuk kekerasan yang sering terjadi pada anak. Data laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dikumpulkan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Provinsi Gorontalo terjadi kenaikan dalam waktu tiga tahun terakhir yaitu tahun 2019, 2020, dan 2021. Tujuan pengabdian ini karena anak-anak hanya sedikit tahu tentang seks. Di sekolah ini anak-anak masih banyak yang tidak mengetahui tentang bahaya pelecehan dan kekerasan seksual sehingga mereka terus-menerus bungkam dan tidak menceritakan kepada orangtuanya ketika mendapatkan pelecehan dan kekerasan seksual. Oleh sebab itu, belajar tentang seks sangat penting selama perkembangan seksual anak. Game Selendank (Snakes and Ladder Education Game For Kids) merupakan sebuah game edukatif untuk mencegah pelecehan seksual pada anak. Data dikumpulkan pada September 2024. Hasil didapatkan permainan ular tangga merupakan metode yang menyenangkan sehingga materi pembelajaran yang diberikan dapat diterima dengan baik dan membuat suasana belajar berbeda
Pendampingan Tenaga Kependidikan di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Muaro Jambi Yusra, Hilman; Harahap, Eddy Pahar; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Rasdawita, Rasdawita; Saputra, Ade Bayu
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.354

Abstract

Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) edisi V merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) melalui surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 0424/I/BS.00.01/2022. Hal ini menjadi perhatian penting khususnya bagi penggunanya. Penyuluhan ini pastinya yang paling urgensi yakni bagi tenaga kependidikan di sekolah-sekolah. Urgensi ini mengingat tenaga kependidikan atau administrasi kantor yang merupakan tugas pokok persuratan surat dinas bagi sekolah. Temuan di lapangan khususnya di Kabupaten Muaro Jambi masih banyak temuan yang didapatkan bahwa banyak tenaga kependidikan yang tidak memperhatikan ejaan bahasa Indoensia yang baik dan benar dalam penulisan persuratan dinas. Metode yang digunakan berbentuk pendampingan yang meliputi pelatihan, praktik penulisan, dan evaluasi hasil surat dinas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas surat dinas, khususnya dalam penggunaan tanda baca, penulisan kata depan, serta penulisan singkatan dan akronim sesuai dengan EYD edisi V. Pendampingan ini terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas administrasi surat-menyurat di sekolah dan meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan.
Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Kreatif Serta Flash Card Sebagai Media Ajar Bagi Siswa PAUD TK AlMaarif Singosari Kabupaten Malang Asri, Trimega; Cahya Handaru, Wuri; Irmawati, Dini Kurnia
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.360

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya di PAUD TK Al-Maarif Singosari, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini. Permasalahan yang dihadapi dalam pengajaran bahasa Inggris, seperti kurangnya rasa percaya diri anak dan keterbatasan media pembelajaran, diatasi dengan pengenalan flash card sebagai media pembelajaran. Program ini mencakup tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Flash card yang dirancang interaktif dan menarik digunakan untuk memperkenalkan kosakata dasar dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi, program ini berhasil meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam pembelajaran dan mendukung kreativitas guru dalam merancang medi
Pemberdayaan Siswa Sebagai Duta Kesehatan Untuk Mempromosikan Gaya Hidup Sehat Melalui UKS Di UPT SMP Negeri 1 Polombangkeng Utara Nurnainah, Nurnainah; nurnaeni, Nurnaeni; Ismail, Ismail; Rosmini, Rosmini; Ardani, Gita
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.362

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Kemitraan Masyarakat "Pemberdayaan Siswa sebagai Duta Kesehatan untuk Mempromosikan Gaya Hidup Sehat melalui UKS" dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah. Pendekatan ini memfokuskan pada pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan dengan menggunakan metode peer-topeer dalam promosi kesehatan. Studi ini mengukur beberapa aspek, termasuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam hal kesehatan, integrasi teknologi melalui pengembangan aplikasi HealthyEdu UKS, serta dampak program terhadap lingkungan sekolah secara keseluruhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil memberdayakan siswa sebagai Duta Kesehatan yang efektif dalam meningkatkan partisipasi dan kesadaran akan gaya hidup sehat. Aplikasi HealthyEdu UKS terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam isu-isu kesehatan, sementara pendekatan peer-to-peer dalam promosi kesehatan memperlihatkan keberhasilan signifikan dalam membentuk perilaku sehat siswa. Program ini juga berkontribusi terhadap penciptaan budaya sehat di lingkungan sekolah. Temuan lain menunjukkan potensi keberlanjutan program melalui dukungan dari pihak sekolah dan tingginya partisipasi siswa. Beberapa saran diajukan, seperti penguatan aspek evaluasi, pengembangan sistem reward, peningkatan kolaborasi eksternal dengan institusi kesehatan, dan penelitian longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang dari program ini. Selain itu, pentingnya keterlibatan orang tua dan adaptasi kontekstual juga menjadi faktor penting untuk keberhasilan implementasi program di masa depan. Dengan integrasi lebih lanjut dalam kurikulum sekolah dan peningkatan kolaborasi antar pihak, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan kesehatan di berbagai sekolah di Indonesia, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.
Peran Perawat dalam Melaksanakan Konseling Kesehatan pada Masyarakat Jannah, St. Nurfatul; Irawati, Irawati
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.363

Abstract

Konseling adalah suatu bantuan yang diberikan seorang pembimbing yang terlatih dan berpengalaman terhadap individu-individu yang membutuhkannya. Meskipun Perawat bukan konselor berlisensi atau psikolog, namun peran perawat dapat memungkinkan mencakup bentuk konseling yang kurang formal, terutama dengan pasien dan orang yang mereka cintai yang menghadapi diagnosis sulit dan situasi intensif lainnya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dimulai dengan pemeriksaan Kesehatan berupa (pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, asam urat, dan kolestrol). Setelah Masyarakat memperoleh hasil pemeriksaannya, dilanjutkan ke bagian meja konseling. Diberikan konseling terkait cara pencegahan penyakit, pengetahuan tanda dan gejala penyakit, makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, serta penerapan pola hidup yang sehat. Selain hal tersebut, jika Masyarakat sudah memiliki keluhan yang disertai tanda dan gejala suatu penyakit akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Perawat sebagai konselor tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kepuasan pasien tetapi juga hasil kesehatan yang lebih baik dengan menumbuhkan lingkungan di mana pasien merasa dipahami dan didukung dalam perjalanan kesehatan mereka. Keterampilan konseling dasar ini dapat diterapkan di banyak lingkungan kerja, dan bahkan dapat digunakan di luar pekerjaan.