cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
heryyanoor-2011@stikesintanmartapura.ac.id
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
lppm@stikesintanmartapura.ac.id
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
ISSN : 23383534     EISSN : 28072693     DOI : 10.54004
Core Subject : Health, Education,
The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN STUNTING BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMOTAN KABUPATEN MALANG Wicaksono, Kurniawan Erman; Wahyu Purwanza, Sena; Nurmawati, Ida; Savitri Universitari, Pascawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i1.166

Abstract

Pendahuluan: Stunting, yang sering kali terjadi pada anak usia balita karena kurangnya asupan makanan yang mencukupi secara berkepanjangan, merupakan masalah gizi yang serius. Sebagian besar kasus stunting terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pamotan Kabupaten Malang. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Analisis yang digunakan yaitu regresi logistik ganda. Hasil: Hasil uji statistic regresi logistic ganda menunjukkan bahwa  pendidikan siq-a (0,016), pengetahuan siq-a ( 0,425), Pendapatan siq-a (0,596), status gizi siq-a  (0,136), riwayat penyakit anak siq-a (0,007), riwayat peyerta kehamilan siq-a (0,000), ASI eksklusif  siq-a (0,354) dengan tingkat keeratan r-square (0,590). Kesimpulan: Terdapat 7 faktor yang mempengaruhi kejadian stunting yaitu pendidikan ibu, pengetahuan ibu, status gizi balita, riwayat infeksi bayi, dan riwayat ASI eksklusif, dan terdapat 4 faktor yang yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting yaitu tingkat pendidikan orang tua, riwayat penyakit kehamilan, riwayat penyakit infeksi anak, dan status gizi anak. Saran: Perlu dilakukan penelitian dari masing-masing variabel yang kurang berpengaruh untuk mengidentifikasi peluang indikator-indikator didalamnya yang masih dapat memberikan pengaruh terhadap kejadian stunting.
EFFECT OF HYPERTENSION EXERCISE ON REDUCING HIGH BLOOD PRESSURE IN THE ELDERLY Zihni Zatihulwani , Eliza; Sari, Gevi Melliya; Puspita, Sylvie
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i1.167

Abstract

Pada lansia terjadi beberapa penurunan fungsi tubuh, diantaranya adalah penurunan massa otot, kekuatan dari laju denyut jantung maksimal, dan terjadinya peningkatan kapasitas lemak tubuh. Lansia rentang sekali mengalami Hipertensi. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah berolahraga secara teratur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain one grup pre test – post design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan hipertensi. Sample berjumlah 37 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Intrumen yang digunakan adalah tensimeter dan lembar observasi. Uji analisis statistik menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil pre test didapatkan hampir setengah responden mengalami hipertensi derajat 2 sebanyak 18 orang (49%) dan hasil post test setelah dilakukan senam hipertensi hampir setengah responden mengalami hipertensi derajat 1 sebanyak 17 orang (46%). Hasil uji statistik yang dilakukan dengan menggunakan Uji Paired T-Test diperoleh hasil nilai signifikan 0,000 yang berarti P <0,05. Sehingga H1 diterima, ada pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah tinggi pada lansia. Perawat dapat memberikan edukasi serta motivasi mengenai latihan fisik seperti senam hipertensi pada lansia. Diharapkan lansia dengan hipertensi dapat melaksanakan kegiatan senam dan mengecek tekanan darah secara rutin sehingga tekanan darah dapat dikendalikan.
PENGARUH NYERI HAID TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR REMAJA PUTRI KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH HIDAYATULLAH MARTAPURA TAHUN 2024 Rahmah, Siti; Zubaidah, Zubaidah; Raziansyah, Raziansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i1.175

Abstract

Pendahuluan: Menstruasi merupakan proses lepasnya dinding endometrium diikuti dengan perdarahan, nyeri haid  pada saat menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pada remaja putri, berupa kurang bersemangat dalam belajar, sulit berkonsentrasi saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan: Menganalisis pengaruh nyeri haid terhadap aktivitas belajar remaja putri kelas XI di Madrasah Aliyah Hidayatullah Martapura Tahun 2024. Metode: Desain penelitian menggunakan studi analitik observasional. Populasi penelitan siswi kelas XI di Madrasah Aliyah Hidayatullah Martapura Tahun 2024 berjumlah 79 siswi. Sampel penelitian semua siswi pernah mengalami nyeri haid berjumlah 67 orang. Varibel berupa nyeri haid dan aktivitas belajar remaja putri dengan instrumen berupa kuesioner serta analisis menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil: secara kategorik nyeri haid remaja putri mayoritas nyeri sedang dengan aktivitas belajar terganggu. Hasil analisisi didapatkan nilai p= 0,001 yang berarti ada pengaruh nyeri haid terhadap aktivitas belajar remaja putri kelas XI di Madrasah Aliyah Hidayatullah Martapura Tahun 2024. Kesimpulan:  Remaja putri yang mengalami nyeri haid akan berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Saran: Remaja putri yang mengalami nyeri haid hendaknya dilakukan penanganan secara maksimal untuk menghilangkan rasa nyeri sehingga tidak mengganggu aktivitas belajarnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN KEPATUHAN MELAKUKAN ANTENATAL CARE Norfitri, Raihana; Zubaidah, Zubaidah; Hayani, Risda
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i1.176

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan mengakibatkan ibu hamil tidak patuh melakukan pemeriksaan antenatal care serta kurang perilaku positif ibu terhadap pemeriksaan kehamilan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care (ANC) di desa Bincau wilayah kerja puskesmas Martapura 1 tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil yang ada di desa Bincau dengan total 56 orang dan sampel adalah total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara Univariat, Bivariat menggunakan uji korelasi sommer’sd Hasil: Uji analisis sommers didapatkan nilai p=0,014 <0,05, dan nilai (r) sebesar 0,307. Sehingga terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan ANC di desa Bincau wilayah kerja puskesmas Martapura 1. Kesimpulan: Ibu hamil yang berpengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan maka ibu tersebut akan patuh melakukan pemeriksaan antenatal care. Saran: Bagi ibu hamil yang sudah mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan sebaiknya memberikan informasi kepada ibu hamil yang lain di lingkungan sekitarnya yang masih belum mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Personil Pemadam Kebakaran Di Bpbd Kabupaten Simeulue Amalia , Fitri; Iqbal Fahlevi , M; Paradhiba, Meutia; Musnadi, Jun; Duana, Maiza
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.184

Abstract

Pendahuluan: Banyaknya kasus kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran yang ada di BPBD kabupaten Simeulue, dikarenakan kurangnya ketersediaan APD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Simeulue. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross cectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh personil pemadam kebakaran Simeulue Timur yang berjumlah 45 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner google form. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja (p value = 0,069), pelatihan kerja dengan kecelakaan kerja (p value = 0,357), dan kurangnya ketersediaan APD dengan kecelakaan kerja (p value = 0,772). Kesimpulan: Pengetahuan, pelatihan kerja dan ketersediaan APD tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecelakaan kerja personil pemadam kebakaran di BPBD Kabupaten Simeulue. Saran: Instansi BPBD Kabupaten Simeulue harus lebih meningkatkan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi personil pemadam kebakaran khusunya pada pos pemadam kebakaran Simeulue Timur. Bagi personil pemadam kebakaran selalu menggunakan alat pelindung diri secara lengkap dan benar saat bertugas, karena penggunaan APD yang tepat dapat mengurangi risiko cedera.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X Noor, Mahdian; Yani S. Hamid, Achir; Syafwani, M.
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.206

Abstract

Pendahuluan: Lingkungan kerja perawat di rumah sakit sangat dinamis, sering kali melibatkan penanganan berbagai macam pasien dengan kebutuhan yang beragam. Kondisi lingkungan kerja yang kondusif sangat penting dalam mencapai kepuasan kerja perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah perawat pelaksana dengan jumlah sampel 172 orang. Variabel bebas yaitu lingkungan kerja dan variabel terikat yaitu kepuasan kerja perawat. Instrument penelitian menggunakan kuesioner lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang dirasakan perawat berada pada kategori baik dengan jumlah 158 orang (91,8%), kepuasan kerja perawat berada pada kategori puas dengan jumlah 161 orang (93,6%), ada hubungan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat dengan p value 0,000 dan nilai r 0,357. Parameter lingkungan kerja yang paling kuat hubungannya dengan kepuasan kerja perawat yaitu suhu ruangan dengan p value 0,000 dan nilai r 0,439. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu lingkungan kerja yang baik dapat memberikan rasa puas kepada perawat di Rumah Sakit X. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN ENAM LANGKAH PADA KELUARGA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RS TK. IV GUNTUNG PAYUNG TAHUN 2024 Tamara Maisah Nurjanah, Tamara; Lestiani, Ika; Pusparina, Iis
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.208

Abstract

Pendahuluan: Keluarga pasien memiliki peran penting terhadap peningkatan pengetahuan dalam perilaku cuci tangan yang baik. Penerapan perilaku cuci tangan enam langkah yang sesuai dengan World Health Organization (WHO) yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. Metode: Studi ini menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang diteliti yaitu tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap cuci tangan enam langkah. Data dianalisis menggunakan uji statistic Spearman Rho. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 69 sampel. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p-value: 0,000 (<0,05) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. Saran: Rumah sakit dapat berupaya meningkatkan pengetahuan keluarga pasien dengan cara melakukan edukasi rutin tentang cuci tangan enam langkah yang baik dan benar sesuai prosedur.
ANALISIS HUBUNGAN STRES, BEBAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA ADMINISTRATOR RUMAH SAKIT DI RSUD PANGERAN JAYA SUMITRA KOTABARU Nur Andini, Septiana; Noor Ifansyah, M; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.209

Abstract

Pendahuluan: Kinerja karyawan administrasi diidentifikasi mampu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau bahkan menurunkan kinerja karyawan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres, beban dan lingkungan kerja dengan kinerja administrator rumah sakit di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Metode: Metode penelitian adalah kuantitatif, instrumen berupa kuesioner. Populasi dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh karyawan administrasi RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru yang berjumlah 60 responden. Uji statistik menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara stres (p-value 0,000, koefisien korelasi 0,538) dan lingkungan kerja (p-value 0,000, koefisien korelasi 0,653) dengan kinerja administrator di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, sedangkan untuk variabel beban kerja diperoleh hasil tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kinerja administrator di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru (p-value -,106 dengan koefisien korelasi 0,420). Kesimpulan : Ada hubungan antara stres dan lingkungan kerja dengan kinerja administrator di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru dan tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kinerja administrator di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Saran Disarankan agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi terhadap penyebab stress kerja dan pemberian beban kerja kepada administrator.
KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMP NEGERI 2 PARIGI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Salamung , Niswa; Rumbo, Helmi; Ayu Lestari, Vidia
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.241

Abstract

Pendahuluan: Kualitas tidur sangat penting untuk kesehatan seluruh individu termasuk remaja. Remaja merupakan salah satu kelompok umur yang sering mengalami kualitas tidur buruk. Kualitas tidur buruk akan mempengaruhi fungsi tubuh seseorang, karena tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri Parigi Kecamatan Parigi KabupatenParigi Maoutong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data primer. Variabel dalam penelitian adalah kualitas tidur pada remaja. Pengumpulan data mengunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Indeks  (PSQI). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Parigi yang berjumlahg 327 dengan sampel 77 responden dengan menggunakan tekhnik sampling proporsional random sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 2 Parigi memiliki kualitas yang memiliki tidur buruk sebesar 72,7% dan kualitas tidur baik sebesar 27,3%. Kesimpulan: Kualitas tidur remaja SMP Negeri 2 Parigi sebagian besar buruk. Saran: Bagi remaja untuk mendapatkan kualitas tidur baik dapat meningkatkan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang bisa dilakukan remaja dengan cara berolahraga seperti main sepak bola, lari, main volly dan lain-lain. Bagi remaja yang tidak melakukan olahraga bisa melakukan aktivitas fisik dirumah seperti menyapu rumah dan halaman, memasak, mengepel dan mencuci.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI DI BAWAH UMUR 6 BULAN I Kadek Dwi Swarjana, Kadek; Oileri Tikirik, Wita; Tarnoto, Tenny; Saputri, Ismirian
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.245

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian MP-ASI pada bayi di bawah 6 bulan menjadi faktor yang sangat penting dalam pembentukan praktik pemberian MP-ASI yang tepat. Pemberian MP-ASI pada bayi umur di bawah 6 bulan, dapat menyebabkan bayi terkena infeksi pada saluran pencernaan. Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI pada bayi di bawah umur 6 Bulan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan besar sampel 75 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan baik dalam pemberian MP-ASI sebanyak 14 (18,7%) responden, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 21 (28%) responden dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 40 (53,3%) responden. Sikap ibu dalam pemberian MP-ASI memiliki sikap positif sebanyak 26 (34,7%) responden dan sikap negatif sebanyak 49 (65,3%) responden. Kesimpulan: Sebagian besar tingkat pengetahuan Ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi adalah kurang dan sebagian besar sikap Ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi adalah pada kategori sikap negatif. Saran: Diperlukan suatu program edukasi intensif melalui penyuluhan kesehatan di posyandu tentang materi MP-ASI untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap Ibu bayi.