cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 538 Documents
Pengaruh Contextual Teaching and Learning Berbasis Lingkungan terhadap Pengalaman Belajar Menyenangkan pada Pembelajaran Geografi SMA Ayu Melia Rahmatika; Laili Rosita; Budi Utomo
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4906

Abstract

Pembelajaran geografi masih didominasi penyampaian materi secara teoritis sehingga pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar belum optimal dan pengalaman belajar peserta didik cenderung kurang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendekatan kontekstual berbasis lingkungan terhadap pengalaman belajar yang menyenangkan pada pembelajaran geografi peserta didik kelas XI SMA Nurul Yaqin Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Posisi penelitian ini terletak pada penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dipadukan dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, sedangkan penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada hasil belajar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Experimental Posttest-Only Control Design. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI.1 (34 peserta didik) sebagai kelas eksperimen dan XI.2 (34 peserta didik) sebagai kelas kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan melalui observasi lingkungan, diskusi kontekstual, dan pemecahan masalah berdasarkan fenomena di sekitar peserta didik. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang diadaptasi dari instrumen FunQ dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kelas eksperimen sebesar 71,47 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 62,06 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,002 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berbasis lingkungan berpengaruh signifikan terhadap pengalaman belajar yang menyenangkan pada pembelajaran geografi.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Murid melalui Model Gallery Walk Berbantuan Poster pada Pembelajaran IPS Kelas VII Materi Peranan Komunitas Zulfa Desi Ramadhani; Nurul Ratnawati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4917

Abstract

Keaktifan murid pada pembelajaran IPS di kelas VII C masih tergolong rendah, ditandai dengan rendahnya partisipasi murid dalam diskusi maupun presentasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Gallery Walk berbantuan poster dan meningkatkan keaktifan murid kelas VII C pada materi tersebut. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini yaitu 32 murid kelas VII C SMP Negeri 26 Kota Malang. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kinerja guru, lembar observasi keaktifan murid, penilaian diri, dan penilaian antarteman kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja guru meningkat dari 70,53% pada siklus I menjadi 91,07% pada siklus II. Keaktifan murid secara klasikal meningkat dari 62,86% berkategori sedang pada siklus I menjadi 86,92% berkategori tinggi pada siklus II, dengan peningkatan tertinggi pada indikator kreativitas dan kolaborasi. Peningkatan tersebut didukung oleh penyempurnaan prosedur pembelajaran, pemberian motivasi dan reward, serta penggunaan poster bermuatan kasus dan komunitas kontekstual di Kota Malang. Dengan demikian, penerapan model Gallery Walk berbantuan poster terbukti efektif meningkatkan keaktifan murid pada pembelajaran IPS.
Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 7 Kota Palembang Mukhlish Romadhon; Maharani Oktavia; Mega Kusuma Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4930

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kesenjangan antara pemahaman konseptual ekologis siswa dengan perilaku nyata sehari-hari, seperti membuang sampah sembarangan dan rendahnya partisipasi Bank sampah di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru pembina dalam menginternalisasi nilai peduli lingkungan, serta mendeskripsikan mekanisme implementasinya melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan Bank Sampah di SMAN 7 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi yang menggabungkan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengintegrasikan nilai ekologis ke dalam kebijakan kurikulum melalui program harian. Pada ekstrakurikuler Pramuka, penanaman karakter didasarkan pada Dasadarma melalui kegiatan luar ruangan, gerakan menanam pohon, serta pemanfaatan bahan daur ulang pada materi pioneering. Sementara itu, ekstrakurikuler Bank Sampah mengedukasi peserta didik dalam manajemen pemilahan sampah. Implementasi kedua program nonformal ini terbukti efektif menjadi katalisator yang mentransformasikan domain pengetahuan moral (moral knowing) dan perasaan moral (moral feeling) siswa menjadi tindakan moral (moral action) nyata yang berkelanjutan dalam memelihara ekosistem sekolah.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran IPS SMP Alifia Lafi Illiyin; Listyo Yudha Irawan; Emilia Nanda Sartika
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4931

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah adalah salah satu kecakapan penting di abad ke – 21 yang sangat perlu dikembangkan secara terstruktur, sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation mata pelajaran IPS. Rendahnya keterampilan pemecahan masalah siswa ditimbulkan karena adanya dominasi pendekatan cara tradisional dan pola belajar pasif menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian. Penelitian dilangsungkan di kelas VIII SMP Negeri 26 Malang dengan melibatkan 31 siswa sebagai subjek penelitian. Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis & McTaggart dipilih pada penelitian dan diimplementasikan dengan menggunakan dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian hasil kerja kelompok dan analisis lembar kerja siswa. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada keterampilan pemecahan masalah siswa, yakni dari rata – rata skor 74,17 (kategori tinggi) pada siklus 1 meningkatan skor 83,33 (kategori sangat tinggi) siklus 2. Peningkatan pada siklus 2 dicapai melalui strategi perbaikan berupa pembagian peran yang jelas dalam setiap kelompok serta penggunaan lembar kerja yang lebih menarik dan terstruktur. Bersumber dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaplikasian model Group Investigation terbukti efektif meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPS di jenjang SMP.
Konsumsi Sebagai Bentuk Boikot dalam Perspektif Maqosid Al-Syariah Rosdiana Puspita Dewi; Fadila Izzati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4933

Abstract

Boikot terhadap produk Israel dan negara-negara pendukungnya menjadi salah satu fenomena konsumsi yang menonjol di tengah masyarakat Muslim pascaeskalasi kekerasan di Gaza. Artikel ini mengkaji boikot sebagai bentuk perilaku konsumsi yang dilandasi konsep mashlahat dalam perspektif Maqosid al-Syariah, menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi dalam Islam tidak semata berorientasi pada kepuasan individu sebagaimana asumsi dasar ekonomi konvensional, melainkan pada terpenuhinya mashlahat bagi diri sendiri dan sesama manusia. Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, mengonsumsi produk yang terafiliasi dengan pendanaan agresi Israel bertentangan dengan lima prinsip dasar (al-kulliyyāt al-khams) dalam Maqosid al-Syariah, yaitu hifẓ al-dīn, hifẓ al-nafs, hifẓ al-‘aql, hifẓ al-nasl, dan hifẓ al-māl. Artikel ini menyimpulkan bahwa boikot bukan sekadar tindakan ekonomi maupun politik, melainkan bentuk solidaritas keagamaan yang selaras dengan tujuan syariat dalam menjaga kemaslahatan umat manusia, sekaligus membuka peluang bagi penguatan produk UMKM dalam negeri.
Partisipasi Masyarakat melalui Pengelolaan Lingkungan Berbasis Destana di Desa Karangwuni Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Thalita Dentri Octaviana; MS Khabibur Rahman; Bayu Kurniaaji; Pranichayudha Rohsulina
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4939

Abstract

Upaya dalam memperkuat kapasitas Masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir dan kekeringan dibentuk program pengelolaan lingkungan berbasis Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bentuk partisipasi Masyarakat, faktor keterlibatan Masyarakat, kontribusi program DESTANA terhadap pengelolaan di Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala desa, ketua DESTANA, serta Masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Masyarakat terlihat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui pengelolaan permanen air hujan, penerapan irigasi tetes, penggunaan rocket stove, dan pengoperasian Early Warning System banjir. Faktor pendorong meliputi pengalaman menghadapi bencana, budaya gotong royong, dukungan pemerintah, dan kepemimpinan desa. Hambatan utama berasal dari keterbatasan pendanaan, jumlah relawan, kapasitas sumber daya manusia, serta sistem monitoring yang belum berjalan secara optimal. Program DESTANA berkontribusi terhadap peningkatan kesiagaan, perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan, dan penguatan kelembagaan desa. Kesimpulan dari penelitian ini Program DESTANA di Desa Karangwuni meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko bencana serta memperkuat ketangguhan desa melalui pengembangan kapasitas Masyarakat.
Pemahaman Guru tentang Regulasi Emosi Murid dengan Gangguan Emosi dan Perilaku di Sekolah Dasar Inklusif Tasya Tasya; Marlina Marlina; Mega Iswari; Endang Sri Handayani
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4948

Abstract

Pemahaman guru terhadap regulasi emosi murid dengan Gangguan Emosi dan Perilaku (GEP) merupakan faktor penting dalam mendukung pembelajaran di sekolah inklusi. Namun, penelitian yang mengkaji pemahaman guru berdasarkan model proses regulasi emosi Gross masih terbatas, khususnya pada konteks sekolah dasar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman guru terhadap regulasi emosi murid GEP secara keseluruhan dan berdasarkan lima aspek regulasi emosi menurut Gross. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional yang melibatkan 121 guru kelas dari 19 sekolah dasar inklusi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 30 butir berdasarkan lima aspek regulasi emosi Gross (Cronbach's Alpha = 0,856) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru secara keseluruhan berada pada kategori tinggi (M = 102,00; SD = 10,92). Pemahaman lebih baik ditemukan pada aspek situation selection (M = 21,38) dan cognitive change (M = 21,02), sedangkan situation modification (M = 20,38), response modulation (M = 20,52), dan terutama attentional deployment (M = 18,70) berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman guru terhadap strategi regulasi emosi yang bersifat internal, terutama attentional deployment.
Pengalaman Regulasi Emosi Guru dalam Pembelajaran Murid Disabilitas di SLB YPAC Sumatera Barat: Studi Fenomenologi Hana Salsabila; Antoni Tsaputra; Rahmatrisilvia Rahmatrisilvia; Safaruddin Safaruddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4994

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan emosional yang tinggi dalam mendampingi murid disabilitas sehingga kemampuan meregulasi emosi menjadi kompetensi penting untuk menjaga efektivitas pembelajaran dan profesionalisme. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menitikberatkan pada hubungan antarvariabel dan pengalaman subjektif guru dalam meregulasi emosi masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman regulasi emosi guru selama proses pembelajaran di SLB YPAC Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi transendental dengan melibatkan lima guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh tema, yaitu ragam emosi yang muncul selama pembelajaran, faktor pemicu emosi, tuntutan pekerjaan, dan kondisi pribadi, pengaruh kondisi emosional terhadap interaksi dan proses belajar, pengalaman psikologis serta fisiologis akibat tekanan emosional, strategi regulasi emosi melalui refleksi diri, pengendalian diri, dan nilai spiritual, sumber dukungan regulasi emosi dari rekan kerja, keluarga, dan lingkungan sekolah, serta makna regulasi emosi sebagai wujud kesabaran, empati, dan profesionalisme dalam mendampingi murid disabilitas. Temuan menunjukkan bahwa regulasi emosi merupakan kompetensi esensial yang mendukung kesejahteraan guru, terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan khusus.