cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 538 Documents
Hubungan Growth Mindset dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar IPS Yuni Anista; Yuswanti Ariani Wirahayu; Sa’diyah Nuraini
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4388

Abstract

Hasil belajar IPS siswa yang masih bervariasi mengindikasikan adanya faktor internal yang perlu dikaji, khususnya growth mindset dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan growth mindset dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 171 siswa yang diperoleh dari populasi 299 siswa melalui teknik Proportionate Stratified Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan korelasi Pearson dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset (r = 0,636; sig. = 0,000) dan motivasi belajar (r = 0,648; sig. = 0,000) memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar IPS. Selain itu, kedua variabel secara simultan juga berhubungan signifikan dengan hasil belajar IPS (F = 86,958; sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 50,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keyakinan untuk terus berkembang dan motivasi belajar yang tinggi cenderung memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, penguatan growth mindset dan motivasi belajar perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar IPS di tingkat SMP.
Pengaruh Penerapan Model Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Media Domino Card terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Peserta Didik SMP Negeri 28 Malang Farikha Maghfiratul Hijjah; Aditya Nugroho Widiadi; Lies Setyaningsih
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4390

Abstract

Penggunaan praktik pedagogis tradisional yang meluas di bidang IPS telah menyebabkan rendahnya prestasi peserta didik, yang pada gilirannya membuat mereka enggan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik peserta didik SMP Negeri 28 Malang belajar setelah menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match yang dibantu oleh Media Domino Card. Metodologi penelitian ini didasarkan pada data kuantitatif dan menggunakan desain pra-eksperimental dengan tata letak Pretest-Posttest Satu Kelompok. Sebanyak tiga puluh dua peserta didik kelas VII D dipilih untuk penelitian ini melalui Sampling Bertujuan. Dua bagian ujian pilihan ganda, yaitu Pretest dan Posttest, digunakan untuk mengumpulkan data. Beberapa uji dilakukan sebagai bagian dari proses analisis data. Uji-uji tersebut meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji t sampel berpasangan. Semua item tes dinyatakan valid dan dapat diandalkan berdasarkan hasil pengujian instrumen, yang menunjukkan skor Cronbach's Alpha sebanyak 0,744. Skor signifikansi Pretest dan Posttest masing-masing sebanyak 0,060 dan 0,077 dari Uji Normalitas menggunakan Uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal. Dengan nilai signifikansi dua ekor sebanyak 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, temuan Uji Hipotesis mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan Ha. Temuan peneliti menunjukkan bahwa prestasi peserta didik dalam pelajaran IPS di SMP Negeri 28 Malang meningkat secara signifikan ketika Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match digunakan dengan bantuan Media Domino Card.
Peran Pedagogi Afektif Guru IPS dalam Mengatasi Degradasi Moral Remaja di Era Disrupsi Digital Ramansyach Ragil Wicaksono; Sumaryunan Sumaryunan; Ferani Mulianingsih
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4400

Abstract

Fenomena menurunnya etika komunikasi, kedisiplinan, dan penghormatan siswa terhadap guru menunjukkan adanya krisis moral remaja di era disrupsi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk degradasi moral siswa, faktor sosial penyebabnya, serta peran transformatif guru IPS dalam memitigasi krisis moral siswa di SMP Negeri 1 Bejen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis instrumental case study. Informan penelitian meliputi guru IPS, guru BK, dan siswa kelas VIII. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi moral siswa dipengaruhi oleh tekanan kelompok sebaya, lemahnya kontrol keluarga, serta budaya digital yang membentuk perilaku permisif dan melemahnya etika sosial siswa. Guru IPS berperan sebagai agen transformatif melalui pendekatan afektif, komunikasi interpersonal, keteladanan perilaku, dan pembelajaran kontekstual berbasis realitas sosial. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas mitigasi degradasi moral sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru menjaga stabilitas psikofisik dan membangun hubungan afektif dengan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan humanis dan pedagogi afektif dalam penguatan pendidikan karakter di era digital.
Analisis Implementasi Project Based Learning pada Pembelajaran Geografi Materi Dinamika Hidrosfer Kelas X di SMAN 13 Samarinda Norselina Sedan; Rahmadi Rahmadi; Najma Nur Mawaddah; Sutriani Sutriani; Annisa Qomariah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4454

Abstract

Proses pembelajaran geografi yang masih berpusat pada guru berimplikasi pada rendahnya partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Penelitian ini ditujukan guna mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) pada materi dinamika hidrosfer di kelas X SMA Negeri 13 Samarinda serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwasanya implementasi PjBL berjalan sesuai tahapan pembelajaran, meliputi penentuan pertanyaan mendasar perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pelaksanaan dan pemantauan proyek, presentasi hasil proyek, serta evaluasi pembelajaran. Materi dinamika hidrosfer yang kontekstual dan berkaitan dengan realitas sehari-hari mendukung penerapan PjBL, sebab memudahkan peserta didik menghubungkan konsep pembelajaran dengan fenomena nyata. Faktor pendukungnya meliputi motivasi belajar peserta didik, kerja sama kelompok, sarana prasarana yang memadai, dan pengetahuan awal peserta didik. Adapun kendala yang ditemukan yaitu keterbatasan waktu, kondisi pembelajaran pada jam siang, dan kurang aktifnya beberapa peserta didik dalam kelompok diskusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya penerapan PjBL dapat menciptakan pembelajaran geografi yang lebih kontekstual, meningkatkan partisipasi peserta didik, serta mendukung interaksi dan kerja sama dalam kegiatan proyek.
Analisis Budaya Konsumsi dalam Konstruksi Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Chyntia Khairunnisa Azizah; Khalid Syaifullah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4457

Abstract

Studi ini meneliti pergeseran perilaku konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari pemenuhan kebutuhan utilitarian menjadi keterlibatan dalam praktik sosial simbolis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekosistem spasial kampus yang berbeda memengaruhi standar konsumsi, kebiasaan, dan pembentukan budaya mahasiswa melalui interaksi sosial fisik dan digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan dari kampus Ketintang dan Lidah Wetan antara April dan Mei 2026. Data diinterpretasikan menggunakan teori sosiologi budaya Pierre Bourdieu mengenai hubungan triadik habitus, lapangan, dan modal. Temuan menunjukkan polarisasi yang mencolok dalam pola konsumsi yang didorong oleh perbedaan spasial geografis. Karakteristik kampus Lidah Wetan, yang terkait dengan lanskap perkotaan modern Surabaya Barat, mendorong habitus konsumsi kafe estetika untuk mereproduksi perbedaan kelas sosial. Sebaliknya, ekosistem konvensional kampus Ketintang mempertahankan pola konsumsi komunal yang sederhana karena kendala keuangan. Dinamika ini dipercepat oleh ekosistem virtual dan sindrom Fear of Missing Out (FOMO), yang meningkatkan tekanan untuk kesesuaian digital dan mendorong mahasiswa untuk mengubah modal ekonomi menjadi modal simbolik, khususnya, untuk mendapatkan legitimasi dalam lingkaran sosial kampus. Studi ini menyimpulkan bahwa ruang komersial estetika telah berubah menjadi arena kontestasi simbolik bagi mahasiswa.
Technoference dalam Pola Asuh Digital: Studi Fenomenologi tentang Interaksi Emosional Orang Tua dan Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta Rahma Cahya Pratiwi; Aprilia Anggun Setyo Budi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4515

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi dalam keluarga dan menghadirkan fenomena technoference, yaitu gangguan interaksi interpersonal akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Fenomena ini berpotensi memengaruhi kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak, khususnya pada usia sekolah dasar yang merupakan fase penting dalam pembentukan kelekatan dan perkembangan sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua terkait technoference dalam pola asuh serta implikasinya terhadap interaksi emosional dengan anak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri atas 13 orang tua yang memiliki anak usia 7–12 tahun dan berdomisili di Kota Yogyakarta. Pemilihan partisipan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode fenomenologi Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) melemahnya ikatan emosional antara orang tua dan anak akibat berkurangnya kualitas interaksi tatap muka; (2) ambivalensi orang tua dalam penggunaan gawai yang ditandai oleh konflik antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pengasuhan; serta (3) munculnya strategi protektif berbasis kearifan lokal dan nilai religius, seperti makan bersama tanpa gawai, mendongeng, olahraga keluarga, shalat berjamaah, dan mengaji bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa technoference tidak hanya berdampak pada kualitas hubungan emosional orang tua dan anak, tetapi juga mendorong keluarga mengembangkan berbagai strategi adaptif berbasis budaya dan religiusitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian digital parenting dengan menegaskan pentingnya kearifan lokal dan nilai-nilai Islam sebagai faktor protektif dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Peran Mitigasi Berbasis Early Warning System (EWS) terhadap Kesiapsiagaan Relawan dan Masyarakat Mengantisipasi Banjir di Desa Karangwuni, Sukoharjo Piky Transiska; Muh Husyain Rifaa’i Rifaa’i; Ary Wijayanti; Bayu Kurniaaji
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4523

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu wilayah yang menjadi risiko banjir sehingga diperlukan upaya mitigasi berbasis sistem peringatan dini Early Warning System (EWS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mitigasi berbasis EWS dalam meningkatkan kesiapsiagaan relawan dan masyarakat serta mengkaji efektivitas penerapannya dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 97 responden, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan persentase, sedangkan data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EWS berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, dengan 85% responden menilai EWS membantu meningkatkan kesiapan menghadapi banjir. Tingkat kesiapsiagaan relawan dan masyarakat mencapai 70% dalam kategori siap. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan dan mekanisme EWS masih terbatas dengan nilai 41%. Oleh karena itu, diperlukan upaya literasi melalui pengembangan buku panduan mitigasi bencana berbasis EWS sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan relawan dan masyarakat secara berkelanjutan.
The Effectiveness of Subdistrict Head Leadership in Increasing Community Participation in Nanggalo Subdistrict, Padang City Edja Suci Ramadhani; Naya Putri Nasywa; Raisya Syakira; Indri Ramadhani Putri; Mulyati Rahmah; Nuriwa Putri Utami; Nizrina Wulandari Ayunda; Syamsir Syamsir
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4528

Abstract

Although the government has provided various participatory forums at the subdistrict level, community involvement in development planning and evaluation remains relatively low. Previous research has generally focused on the role of subdistrict heads in improving bureaucratic performance and public services, while studies on the effectiveness of participatory leadership in increasing community participation remain limited. This study aims to analyze the effectiveness of the Nanggalo Subdistrict Head’s leadership in increasing community participation and to identify the strategies, dynamics, and barriers that influence residents’ involvement in development. The study employs a qualitative approach with an interpretive paradigm through a single-case holistic case study design in Nanggalo Subdistrict, Padang City. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving the subdistrict head, subdistrict officials, community leaders, and residents selected through purposive sampling. Analysis was conducted interactively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the effectiveness of the sub district head’s leadership is determined by the ability to establish dialogic communication, facilitate collaboration, and strengthen public trust. Community participation remains dominant during the program implementation phase, whereas involvement in decision making and evaluation is not yet optimal. This study found that social proximity has a dual impact: it enhances participation while simultaneously potentially creating network exclusivity and information access disparities.
Analisis Kebutuhan Belajar Murid Disabilitas Intelektual dalam Pengembangan Panduan Bina Diri Mitigasi Tsunami di Sekolah Luar Biasa Nurhayani Nurhayani; Setia Budi; Damri Damri; Safaruddin Safaruddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4537

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya murid disabilitas intelektual yang belum mampu mengenali bahaya tsunami, memahami tanda peringatan dini, menentukan jalur evakuasi, serta melakukan tindakan penyelamatan diri secara mandiri. Selain itu, di sekolah belum terdapat sosialisasi dan latihan bina diri yang secara khusus mengajarkan keterampilan keselamatan diri dalam menghadapi bencana tsunami. Pembelajaran bina diri yang dilaksanakan masih berfokus pada aktivitas kehidupan sehari-hari dan belum mengintegrasikan aspek mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar murid disabilitas intelektual sebagai dasar pengembangan panduan bina diri mitigasi tsunami di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang berorientasi pada identifikasi kebutuhan (needs analysis). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta asesmen awal terhadap murid. Hasil analisis menunjukkan bahwa murid mengalami kesulitan dalam mengenali bahaya tsunami, memahami tanda peringatan dini, menentukan jalur evakuasi, dan melakukan tindakan penyelamatan diri secara mandiri. Di sisi lain, guru belum memiliki panduan pembelajaran yang terstruktur, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid disabilitas intelektual. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan panduan bina diri mitigasi tsunami yang disusun secara sederhana, konkret, visual, dan berulang agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh murid. Temuan analisis ini digunakan sebagai dasar dalam pengembangan panduan pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan, kemandirian, dan keselamatan murid disabilitas intelektual dalam menghadapi bencana tsunami.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi Wira Parawangsa; Ni Made Novi Suryanti; Imam Malik; Masyhuri Masyhuri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4538

Abstract

Tujuan pelaksanaan studi ini ialah guna menumbuhkan kemampuan dalam berpikir kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung media komik digital pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 2 SMAN 1 Gangga. Jenis studi yang dimanfaatkan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui model Kemmis serta McTaggart, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, serta refleksi. Subjek studi terdiri atas 20 murid kelas XI IPS 2. Penghimpunan data dilakukan melalui pengamatan, tes tertulis, serta dokumentasi, kemudian dilaksanakan analisis dengan deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Perolehan studi memperlihatkan bahwasanya implementasi model Problem Based Learning (PBL) melalui dukungan media komik digital mampu menaikkan kemampuan berpikir kritis para murid. Persentase keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 66% dalam siklus I hingga menyentuh angka 100% dalam siklus II, sedangkan kemampuan berpikir kritis para murid naik dari 55% dalam siklus I hingga menyentuh angka 75% pada siklus II. Maka dari itu, model Problem Based Learning yang dibantu media komik digital dibuktikan efektif dalam menaikkan kemampuan berpikir kritis para murid pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 2 SMAN 1 Gangga.