cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 538 Documents
Analisis Perilaku Ramah Lingkungan Mahasiswa dalam Mengurangi Sampah Plastik di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo Intan Tiara Kartika; Sanri J. Dotutinggi; Sukarman Kamuli
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4540

Abstract

Penggunaan plastik sekali pakai masih menjadi persoalan lingkungan di perguruan tinggi meskipun kesadaran terhadap isu keberlanjutan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku ramah lingkungan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dalam upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan survei deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 215 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Gorontalo. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan mahasiswa terhadap kampus hijau memperoleh persentase tertinggi sebesar 95%, diikuti praktik pengelolaan sampah sebesar 85%. Namun, penggunaan plastik sekali pakai masih tergolong tinggi, mencapai 83%, sedangkan kebiasaan membawa perlengkapan ramah lingkungan hanya sebesar 57%. Analisis berdasarkan fakultas menunjukkan variasi perilaku, di mana mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki kebiasaan membawa tumbler tertinggi (76,9%), sementara mahasiswa Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan menunjukkan praktik pemilahan sampah tertinggi (70,5%), tetapi juga penggunaan botol plastik sekali pakai tertinggi (85,2%). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara dukungan terhadap kampus hijau dan praktik nyata pengurangan sampah plastik, sehingga diperlukan penguatan fasilitas, kebijakan, pembiasaan sosial, dan budaya kampus yang mendukung perilaku ramah lingkungan secara konsisten.
Eksplorasi Nilai Kecerdasan Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sumbawa sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah Suharli Suharli; Muhammad Iksan; Arbi Batulante; Jhon Kenedi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4544

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai budaya masyarakat Sumbawa yang bersumber dari falsafah adat barenti ko syara, syara barenti ko kitabullah, sepuluh prinsip saleng, dan leksikon Istana Dalam Loka, serta merumuskan potensinya sebagai sumber belajar IPS untuk mengembangkan kecerdasan budaya (cultural intelligence-CQ) peserta didik. Pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka sistematis digunakan. Pencarian literatur dilakukan pada Google Scholar dan Garuda untuk periode 2015–2026. Dari 187 dokumen awal, 25 dokumen memenuhi kriteria inklusi (16 artikel jurnal terakreditasi, 5 disertasi/tesis, 3 buku, 1 peraturan daerah). Analisis mengikuti teknik analisis dokumen Bowen (2009) melalui tiga fase yaitu skimming, reading, dan interpretation, dengan pengodean pada lima unit analisis yaitu kata, frasa, konsep, narasi, dan praktik budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya Sumbawa bukanlah CQ itu sendiri, melainkan sumber belajar potensial untuk mengembangkan keempat dimensi CQ. Musakara/tokal barema dan saleng satotang berpotensi mengembangkan CQ-Strategy; to, ila, kerik salamat, saleng pedi, saleng sayang berpotensi mengembangkan CQ-Knowledge; pamedi, saling sadu, saleng sakiki berpotensi mengembangkan CQ-Motivation; serta basiru, antat panulung, saleng tulung, saleng satingi, saleng jango, saleng beme, saleng santurit, tete gasa, alang kamutar berpotensi mengembangkan CQ-Behavior. Model konseptual pengintegrasian nilai CQ dirumuskan sebagai kerangka integrasi nilai budaya Sumbawa ke dalam materi, metode, dan evaluasi pembelajaran IPS. Disimpulkan bahwa kearifan lokal Sumbawa layak dijadikan sumber belajar IPS untuk mengembangkan kecerdasan budaya peserta didik.
Analisis Kehidupan Sosial dan Persepsi Masyarakat Daerah Terpencil terhadap Pendidikan Formal di Desa Ramba Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi Nur Fathiyah; Sri Dewi Lisnawaty; Riska Elfira
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4573

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kehidupan sosial masyarakat dan persepsi mereka terhadap pendidikan formal di Desa Ramba, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, sebagai salah satu daerah terpencil di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat, orang tua, tokoh adat, dan aparat desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Desa Ramba masih kuat diwarnai nilai-nilai gotong royong dan solidaritas berbasis kearifan lokal masyarakat Kaili. Namun di sisi lain, tingginya angka ketergantungan ekonomi pada sektor pertanian subsisten menjadi penghambat utama partisipasi pendidikan anak. Persepsi masyarakat terhadap pendidikan formal bersifat ambivalen yaitu sebagian masyarakat menyadari pentingnya pendidikan untuk masa depan anak, namun sebagian lain masih memandang pendidikan formal belum mampu menjamin kesejahteraan yang nyata. Faktor jarak tempuh, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya latar belakang pendidikan orang tua menjadi variabel yang memperlemah motivasi pendidikan. Temuan ini memberikan implikasi pentingnya pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah terpencil.
Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa melalui Model Case Based Learning Berbasis Isu Lokal pada Pembelajaran IPS Rhegina Dwi Cahyani; Nurleli Ramli; Fawziah Zahrawati B; Zurahmah Zurahmah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4661

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan model Case Based Learning berbasis isu lokal dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa pada pembelajaran IPS kelas VIII di UPT SMP Negeri 2 Pinrang. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran berbasis kasus yang bersumber dari lingkungan sekitar siswa dapat mendukung pengembangan kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru IPS dua orang dan siswa kelas VIII empat orang, serta didukung oleh informasi pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan kasus lokal, diskusi kelompok, dan kegiatan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini mendorong siswa lebih aktif dalam diskusi, mampu berbagi tanggung jawab, percaya diri menyampaikan ide, membantu teman, serta lebih mudah mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan kasus. Penggunaan isu lokal membuat pembelajaran lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa Case Based Learning berbasis isu lokal dapat menjadi strategi pembelajaran yang bermakna dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa melalui pembelajaran IPS yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Dinamika Game Mobile Legends dan Implikasinya terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik IPS di SMA Negeri 1 Bolano Lambumu Wahyu Ade Putra; Adawiyah Pettalongi; Mudaimin Mudaimin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4680

Abstract

Maraknya penggunaan game online di kalangan peserta didik menimbulkan perhatian terhadap dampaknya terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika penggunaan game Mobile Legends yang berlebihan serta dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik IPS di SMA Negeri 1 Bolano Lambunu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah 4 orang yang terdiri atas 3 peserta didik IPS (2 peserta didik yang aktif bermain Mobile Legends dan 1 ketua OSIS) serta 1 guru mata pelajaran IPS yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile Legends telah menjadi bagian dari interaksi sosial peserta didik dalam kelompok sebaya. Dampaknya terhadap hasil belajar bervariasi tergantung pada kemampuan regulasi diri dan manajemen waktu peserta didik. Peserta didik yang mampu mengatur waktu bermain tetap dapat mempertahankan prestasi akademik, sedangkan penggunaan yang berlebihan cenderung mengurangi waktu belajar, menurunkan konsentrasi, dan menyebabkan kelelahan akibat kurang tidur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak Mobile Legends terhadap hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan peserta didik dalam mengendalikan intensitas bermain dan menyeimbangkannya dengan tanggung jawab akademik.
Strategi Masyarakat Nelayan Tradisional dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga di Desa Pulau Enam Ana Ana; Rustina Rustina; Rizka Fadliah Nur; Suharnis Suharnis
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4697

Abstract

Masyarakat nelayan tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan terpencil, menghadapi tantangan struktural dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga akibat ketidakstabilan pendapatan yang disebabkan oleh perubahan iklim, fluktuasi musim, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan nelayan tradisional di Desa Pulau Enam, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, serta mendeskripsikan upaya konkret mereka dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi dengan melibatkan nelayan, istri nelayan, tokoh masyarakat, dan Ketua BPD sebagai informan kunci. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa nelayan tradisional mengembangkan lima strategi adaptif yang bersifat integratif, yaitu praktik penangkapan ikan berbasis kearifan ekologis lokal, diversifikasi pekerjaan sampingan, pemanfaatan tenaga kerja keluarga khususnya peran ekonomi aktif istri, pengelolaan pengeluaran rumah tangga secara ketat, serta jaringan solidaritas sosial yang berlandaskan nilai keagamaan dan adat. Strategi-strategi ini membentuk sistem ketahanan organik yang beroperasi secara simultan pada dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan ekonomi keluarga nelayan bukan semata fungsi besarnya pendapatan, melainkan bagaimana komunitas menenun sumber daya yang tersedia menjadi jaring pengaman kolektif di tengah ketidakpastian.
Model Media Pembelajaran Geografi Digital Adaptif untuk Sekolah Perbatasan di Kabupaten Malaka Stefania Sonia Manek; Oce Antipas Langkameng; Yohanis Kristianus Tampani; Gud Reach Hayat Padje; Damian Puling; Agusta De Jesus Magalhaes; Yanrini Martha Anabokay; Rocky Paulus Sekoni
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model media pembelajaran Geografi digital adaptif yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan khusus yang dihadapi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee dan Owens yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya berbagai kendala infrastruktur yang signifikan, antara lain ketidakstabilan pasokan listrik pada 58% sekolah, akses internet yang sering mengalami gangguan pada 63% sekolah, serta keterbatasan kepemilikan telepon pintar oleh peserta didik, yang hanya mencapai 55%. Selain itu, proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah (70%), sementara 68% peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep Geografi yang bersifat abstrak. Media pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan Teori Pembelajaran Multimedia Mayer dan Teori Pembelajaran Adaptif Lee dan Owens melalui penyajian fitur interaktif, multimedia yang kaya, penyesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik, serta kemampuan akses secara luring (offline). Uji coba yang dilakukan di SMA Negeri 1 Malaka Barat menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep Geografi, dengan rata-rata nilai postes sebesar 82,5 dibandingkan nilai pretes sebesar 55,2 (p < 0,001; Cohen's d = 1,85). Analisis kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo mengonfirmasi bahwa media ini memperoleh tingkat penerimaan yang tinggi, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong kemandirian peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran digital adaptif berbasis luring merupakan solusi inovatif yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran di daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, integrasi media ini ke dalam kebijakan pendidikan nasional serta pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ekosistem pembelajaran digital direkomendasikan sebagai langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan.
Transformasi Praktik Inklusi dan Multikulturalisme di Sekolah Perbatasan Indonesia-Timor Leste: Studi Etnografi Digital Yohanis Kristianus Tampani; Oce Antipas Langkameng; Stefania Sonia Manek; Gud Reach Hayat Padje; Damian Puling; Agusta De Jesus Magalhaes
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pendidikan inklusif dan multikulturalisme di sekolah perbatasan Indonesia–Timor Leste serta mengidentifikasi tantangan implementasinya di wilayah perbatasan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran teknologi digital dan kontribusi kearifan lokal dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi etnografi dan netnografi. Lokasi penelitian meliputi enam SMP Negeri di Kabupaten Belu dan Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta komunitas digital yang terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan observasi digital, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik inklusif telah diterapkan melalui pembelajaran heterogen, pemerataan kesempatan belajar, dan penanaman nilai toleransi. Kearifan lokal dan kepemimpinan sekolah berperan penting dalam membangun budaya inklusif. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya sarana, budaya kekerasan, serta kesenjangan literasi digital. Teknologi digital berpotensi memperkuat partisipasi warga sekolah meskipun belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif dipengaruhi interaksi antara kearifan lokal, kepemimpinan, budaya sekolah, dan teknologi digital, dengan integrasi etnografi dan netnografi sebagai kebaruan penelitian.
Pengembangan Model Pembelajaran Geografi Berbasis Virtual Reality dan Augmented Reality Offline untuk Meningkatkan Pemahaman Spasial Siswa di Daerah 3T Kabupaten Malaka Ivony Sarlin Asa; Oce Antipas Langkameng; Gud Reacht Hayat Padje; Damian Puling
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4745

Abstract

Penelitian ini berupaya merespons tantangan kesenjangan teknologi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), khususnya di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dimana keterbatasan akses internet masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran geografi yang memerlukan visualisasi spasial secara optimal. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan inovasi pembelajaran yang dapat diimplementasikan tanpa ketergantungan pada koneksi internet, sehingga tetap mampu mendukung peningkatan pemahaman spasial siswa. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran geografi berbasis VR/AR offline untuk meningkatkan pemahaman spasial siswa. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi, penelitian melibatkan 30 siswa SMPN 1 Malaka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan instrumen pretest-posttest, kemudian dianalisis menggunakan NVivo untuk data kualitatif dan SPSS untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman spasial sebesar 35% dengan effect size besar (Cohen’s d = 1,59). Respon pengguna sangat positif dengan skor kemudahan penggunaan 4,4/5 dan daya tarik visual 4,7/5. Penelitian berhasil menghasilkan model pembelajaran VR/AR offline yang valid, praktis, dan efektif serta dapat diimplementasikan di daerah 3T lainnya dengan adaptasi konten lokal.
Model Penguatan Ketahanan Pangan Lokal: Integrasi Pengelolaan Berkelanjutan dan Program Makan Sehat Gratis di Sekolah Perbatasan Wolfgang Asindo Seran; Oce Antipas Langkameng; Gud Reach Hayat Padje; Damian Puling
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model ketahanan pangan lokal yang terintegrasi melalui pendekatan pengelolaan berkelanjutan dan program makan sehat gratis di sekolah perbatasan Kabupaten Malaka. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan desain mixed-methods. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 jenis pangan lokal potensial yang dapat dioptimalkan untuk program makan sehat. Model yang dikembangkan, disebut Model SEGAR (Sekolah Gerakan Pangan Lokal Berkelanjutan), terdiri dari tiga komponen utama: edukasi, pasokan, dan partisipasi. Implementasi model terbukti meningkatkan asupan gizi siswa (85% siswa mengalami peningkatan konsumsi sayur dan buah), meningkatkan partisipasi belajar (78% guru melaporkan peningkatan konsentrasi siswa), dan mendapatkan dukungan tinggi dari orang tua (90% mendukung kelanjutan program). Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi pengelolaan pangan lokal berkelanjutan dengan program sekolah efektif dalam membangun ketahanan pangan di wilayah perbatasan. Rekomendasi kebijakan mencakup integrasi program ke dalam kebijakan pendidikan daerah, penyediaan insentif bagi petani lokal, dan penganggaran berkelanjutan.