cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 527 Documents
Profesionalisme Guru di Era Digital: Tantangan dan Strategi Penguatan Kompetensi Pedagogik Abad Ke-21 Yuliatin; Syarfira; Sarah Widya Astuti; Syarifuddin; Feralia Eka Putri
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.930

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia pendidikan sehingga menuntut guru untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pedagogik sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru di era digital, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi penguatan kompetensi pedagogik berdasarkan hasil kajian literatur. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Berdasarkan proses identifikasi, penyaringan, dan penerapan kriteria inklusi serta eksklusi, diperoleh lima artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru di era digital tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga oleh kemampuan literasi digital serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan kompetensi digital, rendahnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, keterbatasan sarana dan prasarana, serta tingginya beban administrasi. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan literasi digital, pelatihan profesional berkelanjutan, pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan media pembelajaran interaktif, serta penerapan model pembelajaran inovatif yang mendukung keterampilan abad ke-21. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru, lembaga pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat kompetensi pedagogik guna meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
Pengembangan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Pendidikan Akuntansi melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dalam Pembelajaran Ekonomi Nisnawati; Wulan Chahyani; Adinda Salwa Fadilla; Nila Kesumawati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.963

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengembangan kompetensi pedagogik mahasiswa Pendidikan Akuntansi melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam praktik pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 3 Palembang, mengidentifikasi kondisi yang mendukung dan menghambat proses tersebut, serta merumuskan strategi penguatan PLP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa peserta PLP dan guru pamong, serta telaah modul ajar, jurnal refleksi, dan laporan supervisi. Peserta didik kelas X dan XI menjadi sumber konfirmasi terhadap pengalaman pembelajaran. Data dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLP menyediakan ruang belajar autentik bagi mahasiswa untuk mengembangkan lima dimensi kompetensi pedagogik: perencanaan pembelajaran berbasis capaian, penguasaan strategi dan representasi materi ekonomi, pengelolaan kelas, penggunaan media digital, serta asesmen formatif dan autentik. Perkembangan tersebut dimediasi oleh bimbingan guru pamong, umpan balik dosen pembimbing, kesempatan mengajar secara langsung, jurnal refleksi, dan ketersediaan sarana. Tantangan utama meliputi keterbatasan pengalaman mengajar, kesulitan merespons heterogenitas peserta didik, konsistensi pengelolaan kelas, dan kecenderungan menggunakan asesmen secara administratif. Karena penelitian ini tidak menggunakan pengukuran sebelum–sesudah, temuan tidak ditafsirkan sebagai bukti kausal peningkatan kompetensi. Artikel ini mengusulkan siklus PLP-R: perencanaan bersama, praktik terbimbing, observasi berbasis indikator, umpan balik dialogis, dan refleksi-perbaikan sebagai model penguatan kompetensi pedagogik calon guru.
Mengimplementasikan Strategi Pendidikan Agama Kristen bagi Guru pada Peserta Didik yang Majemuk Pe Demas Haba Ratu; Anggreni Tamal Nenohai; Rosalia Laata; Maya Novita Mbura; Sefanya Mera Loinati; Fransiska Yanti Nggeong
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.984

Abstract

Kemajemukan peserta didik merupakan realitas yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan modern. Setiap siswa membawa latar belakang budaya, gaya belajar, tingkat kemampuan, serta pengalaman rohani yang berbeda-beda ke dalam ruang kelas. Kondisi ini menuntut guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk tidak sekadar menyampaikan materi secara seragam, melainkan mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual, responsif, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi PAK yang efektif dalam menghadapi kemajemukan peserta didik, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru, serta menemukan solusi berbasis landasan teologis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur teologi, pedagogi, dan psikologi pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajemukan peserta didik mencakup dimensi kognitif, afektif, sosial-budaya, dan spiritual yang harus direspons secara holistik. Strategi PAK yang efektif meliputi pembelajaran diferensiasi, pendekatan kontekstual, metode dialogis, dan integrasi nilai Alkitabiah dalam setiap aktivitas pembelajaran. Secara teologis, kemajemukan dipandang sebagai anugerah Allah yang memperkaya komunitas belajar, sebagaimana tubuh Kristus terdiri dari anggota-anggota yang beragam namun saling melengkapi (1 Korintus 12:12-27). Dengan demikian, implementasi strategi PAK yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membangun karakter Kristiani yang inklusif dan penuh kasih.
Pendekatan Pendidikan Agama Kristen Membangun Sikap Toleransi Masyarakat Majemuk di Kota Kupang,Nusa Tenggara Timur Santi Aplunggi; Chors Putra Mardanil Tabun; Viatni Manu; Merti Tana; Sarci Henukh; Fransiska Yanti Nggeong
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.989

Abstract

Masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur merupakan masyarakat yang majemuk dari sisi agama, etnis, dan budaya. Kemajemukan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menjaga kerukunan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membangun sikap toleransi di tengah kemajemukan masyarakat Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PAK yang berpusat pada nilai kasih, rekonsiliasi, dan penghargaan terhadap sesama mampu membentuk karakter toleran pada peserta didik. Pendekatan inklusif, dialogis, multikultural, dan transformatif terbukti efektif dalam mendorong sikap saling menghormati antarumat beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAK berperan strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu hidup berdampingan secara damai dalam konteks masyarakat majemuk.
Peran Televisi Sebagai Sumber Informasi Politik Kredibel dalam Menjaga Kualitas Demokrasi di Era Media Sosial Ni Komang Ayu Sari Emben; Sukadi Sukadi; Sakman Sakman; Ni Komang Apriani; Ni Made Linda Herawati; I Gede Eka Putra; I Putu Agus Febriana Putra Wijaya
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1006

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi politik secara signifikan, termasuk dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Di tengah arus informasi yang cepat dan tidak selalu terverifikasi, televisi masih dipandang sebagai salah satu sumber informasi politik yang memiliki tingkat kredibilitas relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran televisi sebagai sumber informasi politik kredibel dalam menjaga kualitas demokrasi di era media sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran dan analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, serta sumber daring yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa televisi memiliki mekanisme verifikasi, struktur redaksi, serta penerapan kode etik jurnalistik yang membedakannya dari media sosial yang lebih terbuka dan minim kontrol. Dalam konteks demokrasi, keberadaan televisi yang kredibel berkontribusi pada pembentukan opini publik yang lebih rasional serta mendorong akuntabilitas kekuasaan. Meskipun menghadapi tantangan digitalisasi dan pergeseran preferensi audiens, televisi tetap memiliki peran strategis sebagai penyeimbang informasi politik di ruang publik.
Tingkat Self-Improvement pada Gen Z Pengguna Tiktok yang Mengonsumsi Konten Motivasi Melisa Tri Puspita Sari; Bernardinus Agus Arswimba
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengukur tingkat self-improvement pada generasi Z pengguna TikTok yang mengonsumsi konten motivasi; 2) mengidentifikasi butir item pada skala self-improvement yang menunjukkan skor rendah sebagai dasar penyusunan topik bimbingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 45 mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2022 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Proses pengambilan data menggunakan Google Form dengan skala self-improvement yang terdiri dari 38 item terpakai. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan kategorisasi mean dan standar deviasi. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan perhitungan Cronbach’s Alpha dengan hasil 0,893 yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang baik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat self-improvement pada mahasiswa generasi Z mayoritas berada pada kategori sedang sebesar 46,66%, kategori tinggi sebesar 44,44%, kategori sangat tinggi sebesar 4,44%, dan kategori rendah sebesar 4,44%, serta tidak terdapat responden pada kategori sangat rendah; 2) terdapat 2 butir item pada skala self-improvement yang berada pada kategori rendah dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan topik bimbingan: “Mengubah Inspirasi Menjadi Aksi, Membangun Komitmen Nyata Dalam Proses Self-Improvement” dan “Optimalisasi Pemanfaatan Konten Motivasi TikTok untuk Meningkatkan Wawasan dalam Proses Self-Improvement”.Kata Kunci: self-improvement, gen z, TikTok, konten motivasi.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Disabilitas Alya Shafana Nabila; Angellina Syawal Izzati; Devita Rizqi Ramadhani; Dita Nur Ariyani; Elfi Setiyaningsih; Firgita Gusmanisa; Salsabila Ardiani Az-Zahra; Gunarhadi Gunarhadi; Mahardika Supratiwi; Leni Ambar Cahyani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1014

Abstract

Motivasi belajar adalah aspek penting yang membantu mahasiswa mencapai kesuksesan akademik, termasuk mahasiswa dengan disabilitas yang menghadapi berbagai tantangan dalam proses perkuliahan. Salah satu aspek yang diduga memengaruhi motivasi belajar yaitu dukungan dari teman sebaya. Penelitian ini ingin menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar pada mahasiswa disabilitas di Universitas Sebelas Maret. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 31 mahasiswa disabilitas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Du kungan Sosial Teman Se baya dan Skala Motivasi Belajar yang sudah memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas. Data dianalisis secara bertahap dengan melakukan  uji normalitas menggunakan Sh apiro Wilk Test, uji linearitas melalui Test for Linearity, serta uji hipotesis melalui korelasi Pearson Product Moment menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil analisis menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal dan terdapat hubungan linear anatara dua variabel. Uji korrelasi memperoleh nilai koefisien sebesar r = 0,700 dan signifikansi p < 0,001, yang menandakan adanya hubungan positif dan signifikan kuat antara motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya. Temuan tersebut mengindikasi bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa disabilitas dari teman sebayanya, semakin tinggi juga motivasi belajar yang dimiliki. Dengan demikian, penguatan dukungan sosial teman sebaya dapat menjadi sala h satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi.
Social Media Fatigue (SMF) pada Generasi Z Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Sriulina Br Depari; Bernardinus Agus Arswimba
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat social media fatigue (SMF) pada Generasi Z, khususnya mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2025; dan (2) mengidentifikasi butir-butir item pada skala SMF yang menunjukkan kategori tinggi berdasarkan pengalaman penggunaan media sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 126 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2025. Sampel penelitian terdiri atas 57 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa aktif Angkatan 2025, termasuk dalam kategori Generasi Z, menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari, serta mengisi kuesioner secara lengkap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Social Media Fatigue berbentuk skala Likert. Hasil uji validitas menunjukkan 39 butir pernyataan valid dari 50 butir yang disusun, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,890, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan JASP melalui pengelompokan kategori berdasarkan rentang skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat social media fatigue responden didominasi kategori ringan hingga sedang, yaitu 27 responden (47%) berada pada kategori ringan, 26 responden (46%) pada kategori sedang, 3 responden (5%) pada kategori sangat ringan, dan 1 responden (2%) pada kategori berat, sedangkan tidak terdapat responden pada kategori sangat berat. Distribusi capaian skor item juga didominasi kategori rendah hingga sedang, dengan satu indikator berada pada kategori tinggi yang berkaitan dengan kecenderungan terdistraksi oleh banyaknya informasi di media sosial. Temuan ini hanya menggambarkan kondisi 57 responden yang menjadi subjek penelitian dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan kepada seluruh mahasiswa Generasi Z atau populasi yang lebih luas. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling dalam membantu mahasiswa mengelola penggunaan media sosial secara sehat dan seimbang.
Pengaruh Project Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan Amilatul NurKholifah; Soeparno Soeparno
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1019

Abstract

Kajian ini dilakukan guna memperoleh gambaran mengenai dampak penerapan Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah serta pencapaian hasil pembelajaran pada bidang studi Konstruksi Jalan dan Jembatan di SMKN 5 Surabaya. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam Kajian ini dirancang menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan pola non-equivalent control group pretest-posttest guna mengidentifikasi perubahan ketika kondisi awal dan akhir tiap subjek kelompok. Studi ini melibatkan dua kelompok sampel yang terdiri atas kelomppok eksperimen dan kelompok kontrol. Dalam pelaksanaan penelitian, kelompok eksperimen menggunakan model Project Based Learning (PjBL), dan kelompok kontrol mengikuti proses ajar yang berlangsung tanpa penerapan model tersebut. Pengambilan data instrumen diambil dengan tes, angket, dan pengamatan. Langkah berikutnya adalah menganalisis data temuan menggunakan uji prasyarat berupa normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan menggunakan pengujian hipotesis serta analisis N-Gain. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa siswa eksperimen menunjukkan perkembangan lebih unggul pada aspek kemampuan pemecahan masalah maupun hasil belajar dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut terlihat dari capaian nilai evaluasi, hasil angket, dan data pengujian Bukti statistik mengenai perbedaan yang kontras di antara kedua kelompok. Temuan ini menguatkan Project Based Learning Berpotensi untuk dijadikan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang menjadi peningkatan kualitas belajar.
Implementasi Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Melalui Integrasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Dikembangkan (KUDIK): Studi Kasus di SD Swasta Reformasi Kabupaten Kupang Yulia Heldelina Oktavia Huwae; Ni Wayan Rati; I Wayan Lasmawan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1026

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) melalui integrasi Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Dikembangkan (KUDIK) di SD Swasta Reformasi Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data bersumber dari Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, perangkat asesmen, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian tematik, dan penarikan kesimpulan, sedangkan kredibilitas temuan dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi KUDIK berlangsung pada tiga lapis: penyelarasan kurikuler, pelaksanaan pedagogis, dan penjaminan mutu. Pada lapis kurikuler, SKL dan SI diterjemahkan ke dalam KOSP, ATP, modul ajar, dan asesmen tanpa mengganti capaian pembelajaran nasional. Pada lapis pedagogis, nilai Alkitabiah, pembelajaran tematik-kontekstual, pembiasaan karakter, asesmen autentik, dan proyek pelayanan digunakan untuk menguatkan dimensi profil lulusan. Pada lapis penjaminan mutu, kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi guru, dan supervisi akademik menjaga konsistensi implementasi. Tantangan utama mencakup beban administratif, perbedaan pemahaman guru, keterbatasan waktu pengembangan perangkat, dan belum eksplisitnya indikator seluruh dimensi profil lulusan dalam dokumen pembelajaran. Studi ini menawarkan kerangka integrasi kurikulum khas sekolah yang tetap akuntabel terhadap standar nasional.