cover
Contact Name
M. Ikhwanul Hakim
Contact Email
paiiaihnwlotim2021@gmail.com
Phone
+6281805503485
Journal Mail Official
nahdlah@iaihnw-lotim.ac.id
Editorial Address
Jln. Utama Mataram-Lb. Lombok Anjani Kec. Suralaga Kab. Lombok Timur
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 28076958     EISSN : 28075412     DOI : 10.51806
Core Subject : Religion, Education,
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam which focuses on issues related to the field of Islamic Education. We invite lecturers, students, researchers, practitioners, and observers in the field of Islamic Education to publish their manuscripts that have never been published in other media, which focus on: Models, Strategies, Methods, and Learning Techniques for Islamic Religious Education Development of Islamic Religious Learning Media Evaluation of Islamic Religious Education Learning Implementation and Development of Islamic Education Curriculum Management of Islamic Education Institutions and Teaching
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2024): September-Desember" : 35 Documents clear
RELEVANSI PEMIKIRAN BUYA YAHYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA DI ERA SOCIETY 5.0 Sholikhah, Dahlia Damayanti; Faizin, Moh; Syafi'i, Imam
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi pemikiran Buya Yahya dalam pendidikan Islam untuk mewujudkan moderasi beragama yang sesuai dengan tuntutan era society 5.0. Moderasi beragama di sini dipahami sebagai sikap yang menghargai kebenaran agama sendiri serta menghormati dan menghargai keyakinan agama lain tanpa harus menyetujui keyakinan tersebut. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah bagaimana mengintegrasikan gagasan moderasi beragama Buya Yahya dalam konteks pendidikan Islam di era society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan metode kepustakaan dan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan moderasi beragama Buya Yahya dapat diaplikasikan dalam konteks pendidikan Islam di era society 5.0. Pemikiran Buya Yahya tentang moderasi beragama dapat membantu mengembangkan individu yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menghadapi tantangan era society 5.0 dengan sikap yang mengutamakan keseimbangan dan kesederhanaan (Wasathiyah). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gagasan-gagasan Buya Yahya sangat relevan dalam pendidikan Islam di era society 5.0, sehingga Buya Yahya dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan individu-individu yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK MELALUI TEKNIK REINFORCEMENT POSITIVE UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI SMAN 1 KECAMATAN MUNGKA Widya Arianti; Alfi Rahmi; Dodi Pasila Putra; Syawaluddin Syawaluddin
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.279

Abstract

This study aims to determine the effect of group counseling with positive reinforcement techniques on student learning discipline at SMAN 1 Mungka District. The problem identified is the low learning discipline of students, such as being late for class, making noise during lessons, and not taking learning activities seriously. This study used a quantitative experimental method with a One Group Pretest-Posttest design, with a sample of 43 students of class XI IPA and XI IPS selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that students' learning discipline before being given group counseling services was in the moderate category, with an average score of 66.40. After the treatment, students' learning discipline increased to a high category with an average score of 95.50. The Wilcoxon test results show a p-value of 0.005, which is smaller than 0.05, which means that the alternative hypothesis is accepted. Thus, group counseling using positive reinforcement techniques is proven effective in improving students' learning discipline.
RELEVANSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH DALAM PERSPEKTIF AUGUSTE COMTE DI MAN 4 AGAM Naharuddin; Silfia Hanani
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.282

Abstract

Pendidikan agama di madrasah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam membangun moralitas sosial dan etika melalui pemahaman yang logis dan rasional. Metode pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dan jenis penelitianya studi kasus. Teknik pengumpulan datanya yaitu melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumen serta penelitian terdahulu. Lokasi penelitian ini di MAN 4 Agam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama di MAN 4 Agam tidak hanya berfokus pada pengajaran doktrin agama, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami nilai-nilai agama secara logis, relevan, dan kontekstual. Pendekatan ini mendukung pandangan Comte bahwa pendidikan harus mengutamakan rasionalitas dan empirisme untuk membentuk individu yang kritis dan mampu berkontribusi pada stabilitas sosial. Guru berperan penting sebagai fasilitator dalam menerapkan pendekatan ilmiah dalam memahami agama, yang pada gilirannya membantu siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai moral dan sosial yang kuat. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan positivisme dalam pendidikan agama Islam di MAN 4 Agam memberikan dampak positif terhadap perkembangan pemikiran kritis dan moralitas siswa. Implikasi teoritis dari penelitian ini menunjukkan bahwa teori Comte tentang positivisme memiliki relevansi dalam pendidikan agama modern, di mana penekanan pada pendekatan ilmiah dapat memperkuat karakter siswa sebagai individu religius yang rasional.
PENERAPAN PEMIKIRAN TINDAKAN YANG DIKEMUKAKAN OLEH MAX WEBER DI SMAN 1 CANDUANG Yusra; Silfia Hanani
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pemikiran tindakan sosial Max Weber di SMAN 1 Canduang, dengan fokus pada dinamika interaksi sosial antara siswa, guru, dan manajemen sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan sosial yang terjadi di sekolah dapat dikategorikan ke dalam empat jenis tindakan sesuai dengan teori Weber, yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Tindakan rasional instrumental terlihat dalam upaya siswa meraih prestasi akademik melalui kerja sama dalam pembelajaran, sedangkan tindakan rasional nilai tercermin dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial yang menunjukkan kesadaran siswa akan tanggung jawab sosial. Tindakan afektif terbangun melalui hubungan emosional yang kuat di antara siswa, yang menciptakan komunitas belajar yang solid dan mendukung. Selain itu, penelitian ini juga menemukan tantangan terkait perbedaan nilai dan budaya di antara siswa yang perlu dikelola dengan baik. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya pemahaman tindakan sosial dalam konteks pendidikan untuk merancang program yang mendukung pengembangan karakter dan prestasi akademik siswa.
PERSPEKTIF AUGUSTE COMTE TENTANG PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN NURUL YAQIN RINGAN-RINGAN Ramadhoni Aulia Gusli; Silfia Hanani; Muaddyl Akhyar; Kurnia Mira Lestari
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan Islam di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Kabupaten Padang Pariaman, melalui perspektif teori perkembangan sosial dari Auguste Comte. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk memahami bagaimana pesantren ini mengadaptasi pendidikan agama tradisionalnya menjadi lebih inklusif dan modern sesuai dengan kebutuhan zaman. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren ini mengalami transformasi yang mencerminkan tiga tahap utama teori Comte: teologis, metafisik, dan positif. Awalnya, pesantren berfokus pada pendidikan agama yang dogmatis, namun seiring waktu, mereka mulai mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum, teknologi informasi, dan keterampilan praktis ke dalam kurikulum. Transformasi ini berhasil dilakukan melalui kepemimpinan yang visioner dan pendekatan pendidikan yang inklusif, yang memungkinkan santri tidak hanya memahami ajaran agama secara mendalam tetapi juga menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam dapat berkembang secara dinamis dan progresif dengan tetap mempertahankan identitas tradisionalnya, asalkan ada keterbukaan terhadap perubahan dan inovasi. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan positifisme dalam pendidikan dapat diimplementasikan dalam konteks pesantren, sehingga memungkinkan santri untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman dan berkontribusi lebih luas dalam masyarakat.
INTEGRASI PEMIKIRAN TINDAKAN MAX WEBER DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SMP PLUS BAABUSSALAM Neka Zulwiddi; Silfia Hanani
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep tindakan sosial Max Weber dalam manajemen pembelajaran di SMP Plus Baabussalam serta untuk memahami bagaimana pendekatan ini mendukung pengembangan karakter dan nilai-nilai positif pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengkaji integrasi pemikiran tindakan Max Weber dalam manajemen pembelajaran di SMP Plus Baabussalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMP Plus Baabussalam berhasil mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam manajemen pembelajaran yang menekankan pada pengembangan karakter siswa, tidak hanya pencapaian akademik. Melalui tindakan rasional-instrumental, sekolah menciptakan lingkungan belajar kondusif dengan memanfaatkan teknologi dan metode penilaian berkelanjutan. Penguatan nilai melalui tindakan rasional-nilai dan penerapan tindakan afektif memperkuat interaksi positif antara siswa dan guru serta meningkatkan keterlibatan orang tua, menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Selain itu, integrasi tindakan tradisional memperkaya budaya sekolah, membantu siswa menghargai warisan budaya mereka. SMP Plus Baabussalam menghasilkan siswa yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga berintegritas, empatik, dan siap berkontribusi positif kepada masyarakat.
IMPLEMENTASI BUDAYA MINANGKABAU DALAM KURIKULUM NASIONAL DI KOTA BUKITTINGGI MENURUT PERSPEKTIF AUGUSTE COMTE Susanda Febriani; Silfia Hanani
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dari budaya Minangkabau dalam implementasi kurikulum nasional di Kota Bukittinggi dalam perspektif Auguste Comte yang mencakup tantangan dan solusi strategis yang ditawarkan dalam peneltiian ini. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tantangan yang umumnya dihadapi dalam mengimplementasikan budaya lokal dalam kurikulum nasional yaitu kekakuan kurikulum nasional, keterbatasan sumber daya, partisipasi masyarakat yang rendah, dan kurangnya pelatihan untuk guru. Walaupun terdapat tantangan dalam pengimplementasiannya tentu ada solusi yang ditawarkan. Solusi strategis yang dapat dilakukan yaitu melalui pelatihan dan pendidikan bagi para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Pelatihan ini dirancang untuk membantu mereka dalam mengimplementasikan kurikulum secara lebih efektif, pengembangan kurikulum yang lebih tepat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Ini melibatkan perbaikan tujuan, materi, strategi, dan evaluasi kurikulum, dan pelatihan pengembangan rancangan pembelajaran yang cocok dengan Kurikulum. Manajemen pendidikan modern berdasarkan pemikiran Auguste Comte harus mempertimbangkan bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan moral yang baik, etika, dan pemahaman tentang tanggung jawab sosial. Ini dapat mencakup pengembangan kurikulum yang menekankan pendidikan moral, program pembelajaran yang mempromosikan kerja sama dan kepedulian sosial, serta upaya untuk membentuk budaya sekolah yang positif.
RELEVANSI PEMIKIRAN TOKOH SOSIOLOGI KLASIK DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM Deni Irawati; Nur Azizah; Januar Januar; Muhiddinur Kamal
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.346

Abstract

This research aims to analyze the thoughts of the pioneers of sociology on the phenomenon of Islamic education. Through a literature review, this study reveals that these figures have made significant contributions to the development of the theory of sociology of education. The research results show that educational sociology figures such as Emile Durkheim and Auguste Comte contribute to the view that religion and society are the same and that religion can be used as a means to strengthen collective consciousness. Auguste Comte contributes to promoting a more scientific approach to understanding the Qur'an and Hadith to gain a deeper understanding of the Qur'an and Hadith. Max Weber contributes to social stratification in school management, and Karl Marx with his thoughts on social equality and George Simmel with his thoughts on social interaction to be able to create a learning environment that supports positive relationships between students, teachers, and society. Therefore, by applying the perspective of these sociologists, it will provide opportunities for Islamic education to compete in the modern world.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TIME TOKEN ARENDS TERHADAP HASIL BELAJAR PAI PESERTA DIDIK KELAS VIII DI UPTD SMPN 3 HARAU Inti Oza; Eka Rizal; Mustafa Mustafa; Jasmienti Jasmienti
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.347

Abstract

Students' learning outcomes that have not been maximized are caused by the lack of student involvement in learning. This makes some students not understand the subject matter. This study aims to determine the effect of the application of the Time Token Arends type learning model on the PAI learning outcomes of VIII grade students at UPTD SMPN 3 Harau. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design or pseudo-experiment. Data were collected through pretest and posttest. This study found a positive effect of Arends' Time Token type learning model on the PAI learning outcomes of VIII grade students at UPTD SMPN 3 Harau. The hypothesis test results show that the sig. (2-tailed) pretest and posttest of the experimental class and control class 0.000≤ 0.05, it can be concluded that the use of the Time Token Arends type learning model affects the learning outcomes of VIII grade students at UPTD SMPN 3 Harau.
RELEVANSI MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DENGAN TUNTUTAN KERJASAMA DALAM TIM DI DUNIA KERJA Nazila Mumtaza Zamhariroh; Ahmad Yusam Thobroni
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the relevance of collaborative learning models from the perspective of the Qur’an in relation to the demands of teamwork in the workplace. The collaborative learning model, which emphasizes cooperation, communication, and shared responsibility, aligns with principles taught in the Qur'an, such as ta'awun (mutual assistance in goodness) and musyawarah (collective decision-making). Using a qualitative-descriptive approach, this study conducts a literature review to identify the alignment between collaborative learning principles and the teamwork skills increasingly needed in today’s workplace. The findings indicate that implementing collaborative learning not only aids in academic skill development but also equips students with essential interpersonal skills for work environments, such as effective communication, conflict management, and problem-solving. In conclusion, integrating Qur'anic values into collaborative learning can strengthen students' character and social skills, thus better preparing them to meet the demands of teamwork in professional settings.

Page 2 of 4 | Total Record : 35