cover
Contact Name
Anirwan
Contact Email
jurnalintelekmadani@gmail.com
Phone
+6285218159999
Journal Mail Official
globalabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malengkeri, Kompleks Gerhana Alauddin, Blok D No. 18 Mangasa Tamalate Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27763331     DOI : https://doi.org/10.51577/globalabdimas.v1i2
GLOBAL ABDIMAS adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat yang diterbtikan oleh Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dengan scope: Sosial, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Teknologi Tepat Guna, Teknologi Informasi, Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 107 Documents
STRATEGI KOMPREHENSIF (EDUKASI, DIET, DAN PERAWATAN LUKA) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN KETAHANAN HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI ULKUS DI DESA TANAKARAENG KECAMATAN MANUJU KABUPATEN GOWA Andi Nailah Amirullah; Haerul P,S; Salki Sasmita; Elya Novianti; Andi Asliana Sainal; Bustang Bustang; Andi Chusnul Chotimah; Yusma Putri; Sabri Jufri; Allisa Austia Bahrun; Nurhudaya Nurhudaya
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v4i2.1003

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan sering disertai komplikasi berupa ulkus diabetikum yang dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko kecacatan, infeksi, hingga amputasi. Penanganan pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melalui pengobatan medis tetapi juga melalui edukasi, pengaturan diet, dan perawatan luka yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan strategi komprehensif berupa edukasi kesehatan, pengelolaan diet, dan perawatan luka dalam meningkatkan kualitas dan ketahanan hidup pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tanakaraeng Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa meliputi penyuluhan mengenai pengendalian diabetes dan pencegahan komplikasi, pendampingan penerapan pola makan sehat sesuai kebutuhan pasien, pelatihan perawatan luka yang benar, serta monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pasien dan keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pemberian edukasi, demonstrasi perawatan luka, pendampingan diet, serta evaluasi pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pengelolaan diabetes melitus dan ulkus diabetikum, peningkatan kepatuhan terhadap pola diet yang dianjurkan, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, pasien menunjukkan peningkatan motivasi dalam menjalani perawatan, kemampuan beradaptasi terhadap kondisi penyakit, dan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan demikian, penerapan strategi komprehensif melalui edukasi, diet, dan perawatan luka terbukti mampu meningkatkan kualitas dan ketahanan hidup pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus sehingga dapat mendukung pengelolaan penyakit yang lebih efektif dan berkelanjutan di masyarakat.
TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PENANGANAN STUNTING DI DESA LAKATONG KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Sudiarti Dewi Kurra; Nurmillah Nurmillah; A.M. Azhar Aljurida; Ruslimin Ruslimin; Andi Anugerah Mahfuddin; Lukman Arifin; Jusrah Kadoeng
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): November 2023, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v3i2.1020

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Kabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi daerah prioritas dalam percepatan penurunan stunting karena masih memiliki prevalensi stunting yang relatif tinggi. Penanganan stunting memerlukan tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, organisasi nonpemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan di Kabupaten Takalar dalam membangun kolaborasi lintas sektor serta mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai media koordinasi, komunikasi, dan integrasi program percepatan penurunan stunting. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD), pendampingan, serta wawancara yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan unsur masyarakat di Kabupaten Takalar. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai collaborative governance, penguatan koordinasi antarlembaga, serta penyusunan strategi percepatan penurunan stunting berbasis SPBE. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor, menguatnya komitmen para pemangku kepentingan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, serta tersusunnya rekomendasi pemanfaatan SPBE untuk mendukung koordinasi, berbagi data, komunikasi, dan pemantauan program secara terpadu. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola kolaboratif yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Takalar.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI EMIS 4.0 BAGI OPERATOR LEMBAGA PENDIDIKAN AL-QUR'AN KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Nur Inayah Rauf; Andi Ade Ula Saswini; Irwan Irwan; Qamal Qamal; Ismail Ismail
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1048

Abstract

Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) merupakan satuan pendidikan keagamaan nonformal yang wajib melaporkan datanya melalui Education Management Information System (EMIS) 4.0, namun sebagian besar operator LPQ di Kecamatan Tamalate Kota Makassar belum menguasai pengoperasian aplikasi tersebut sehingga pelaporan data kerap terlambat dan tidak valid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan operator LPQ dalam menggunakan aplikasi EMIS 4.0 guna mendukung pengelolaan data pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Mei 2026 di Rumah Tahfidz Husnuddin Wal Amien, Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, dan diikuti oleh 30 operator LPQ. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu identifikasi kebutuhan melalui survei awal, perencanaan materi dan perangkat, pelaksanaan pendampingan melalui pemaparan materi, simulasi, praktik langsung, dan diskusi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan pada setiap tahapan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh materi inti, meliputi konsep dan manfaat EMIS 4.0, registrasi dan hak akses, pengelolaan serta validasi data lembaga, manajemen data peserta didik dan tenaga pendidik, hingga pelaporan dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan. Kendala yang teridentifikasi berupa ketidakstabilan jaringan internet, ketidaksertaan sebagian operator, dan keterbatasan keterampilan pengoperasian laptop pada sebagian pimpinan LPQ. Disimpulkan bahwa pendampingan berlangsung efektif dalam meningkatkan kompetensi operator, dan direkomendasikan pendampingan teknis lanjutan yang berkelanjutan serta penyediaan modul dan video tutorial luring.
KOLABORASI MULTI STAKEHOLDER PEMERINTAH DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI DESA BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS Nurmillah Nurmillah; Sudiarti Dewi Kurra; Abdul Rahman; Andi Atrianingsih; Arjang Arjang; Hanafi A Kadir; Rusdin Nawi; A.M. Azhar Aljurida; Ruslimin Ruslimin; Beddu Lahi; Ali Imran Sadiq; Wahyuddin Wahyuddin; Andi Risma Jaya; Henni Zainal; Yusita Indrayanti; Nazira Dahlan; Merry Ayu Mahrita; Ari Eko Saputra; Rusfandi Rusfandi; Saharuddin Saharuddin
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1052

Abstract

Program pengabdian kepada Masyarakat di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, dilaksanakan sebagai upaya mendukung kebijakan pembangunan nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui perlindungan hak anak dan penguatan ketahanan keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mencegah praktik pernikahan anak melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, serta remaja. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi mengenai dampak hukum, kesehatan, sosial, dan ekonomi dari pernikahan anak, pelatihan bagi kader dan kelompok remaja, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan penyusunan strategi pencegahan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan anak, meningkatnya komitmen para pemangku kepentingan dalam melakukan upaya pencegahan, serta terbentuknya jejaring kolaborasi yang mendukung perlindungan anak di tingkat desa dan kecamatan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan masa depan bagi remaja. Program ini berkontribusi dalam memperkuat peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak, sehingga diharapkan mampu menekan angka pernikahan anak secara berkelanjutan di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
SOSIALISASI HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DALAM MEMANFAATKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT DI RSUD HAJI MAKASSAR Anna Maria Daud; Irwan Irwan; Erlina HB; Andi Muti'ah Sari; Nur Inayah Rauf; Anirwan Anirwan; Kahar Gani
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1060

Abstract

Pelayanan kesehatan di rumah sakit melibatkan relasi antara rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pasien beserta pendampingnya yang masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Rendahnya literasi hukum kesehatan masyarakat kerap menjadi sumber kesalahpahaman, ketidakpuasan, hingga sengketa dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan pendamping pasien mengenai hak dan kewajibannya dalam memanfaatkan pelayanan rumah sakit di RSUD Haji Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman peserta, melibatkan 21 responden (11 pasien dan 10 pendamping pasien) yang dipilih secara accidental sampling. Evaluasi dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang dievaluasi, terutama pada aspek pemahaman kewajiban pasien dan keaktifan peserta dalam berdiskusi, meskipun pemahaman terhadap dasar hukum pelayanan kesehatan masih berada pada kategori sedang. Faktor pendukung utama adalah dukungan manajemen rumah sakit dan antusiasme peserta, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu pelaksanaan dan belum tersedianya instrumen evaluasi kuantitatif. Kegiatan sosialisasi terbukti menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi hukum kesehatan masyarakat dan disarankan untuk dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.
SOSIALISASI KOMUNIKASI BENCANA DALAM MENINGKATKAN KEWASPADAAN PADA PERUBAHAN IKLIM DI DESA JELEGONG, RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG Muh. Resa Yudianto Suldani; Miftakhul Fikri; Fauzan Ahdi Widyaputra; Krisna Aditya
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1063

Abstract

Saat ini, perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan risiko bencana alam di berbagai daerah termasuk di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mitigasi risiko serta alur informasi darurat yang terstruktur sering kali menjadi kendala utama dalam penanganan bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan warga Desa Jelegong terhadap dampak perubahan iklim melalui sosialisasi komunikasi bencana. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi secara edukatif dan interaktif, sesi diskusi dua arah, serta evaluasi program. Kegiatan ini dihadiri oleh aparatur desa dan masyarakat. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi penanganan di tingkat desa. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan antusiasme peserta yang tinggi dalam memahami tata cara penyebaran informasi darurat yang akurat, pencegahan hoaks saat bencana serta pemanfaatan saluran komunikasi lokal secara efektif. Kesimpulannya, penguatan komunikasi bencana berbasis masyarakat desa berhasil mendorong kesiapsiagaan secara kolektif. Kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan kader komunikasi bencana desa guna mewujudkan masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap potensi bencana di masa mendatang.
SOSIALISASI TATA CARA PENDAFTARAN, RUJUKAN DAN ADMINISTRASI DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT DI RSUD HAJI MAKASSAR Asriani Minarti S; Muhajrin Muhajrin; Shulystiawaty Desy Resky; Anggun Dinianti; Sulfianti Fakhruddin; Mahar Muharram Hamzah Assabrun Malik; Nurhayati B; Awaluddin Jamin
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1075

Abstract

Pemanfaatan layanan pendaftaran berbasis digital dan sistem rujukan memerlukan pemahaman pasien agar proses pelayanan rumah sakit dapat berjalan dengan baik. Hasil observasi awal dan komunikasi dengan petugas RSUD Haji Makassar menunjukkan bahwa masih terdapat pasien yang mengalami kebingungan dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN dan membutuhkan arahan dalam proses pendaftaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien dan pendamping pasien mengenai tata cara pendaftaran, penggunaan Mobile JKN, sistem rujukan, dan alur administrasi pelayanan di RSUD Haji Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi masalah, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman. Sebanyak 21 peserta terdiri atas 11 pasien dan 10 pendamping pasien mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pertanyaan lisan sebelum dan sesudah penyampaian materi serta observasi terhadap respons dan keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta, terutama mengenai tahapan pendaftaran, penggunaan Mobile JKN, dan prosedur rujukan. Peserta juga menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam bertanya dan menyampaikan kendala pelayanan. Sosialisasi dan diskusi interaktif memberikan manfaat dalam membantu pasien dan pendamping memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai prosedur pelayanan rumah sakit. Evaluasi kegiatan masih terbatas pada pertanyaan lisan dan observasi, sehingga kegiatan selanjutnya disarankan menggunakan instrumen evaluasi yang lebih terstruktur dan melibatkan peserta yang lebih banyak.

Page 11 of 11 | Total Record : 107