cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Nurul Huda; Salsabiila Puteri Bagusmita; Muhammad Hariri Abdul Aziz; Rifka Helma Syahida; Melna Helda Wati; Kharisma Putri Diana; Nurul Azkia; Putri Indah Lestari; Yohana Natalia Do Rego; Ahda Mutia Ramadhani; Naura Seta Dewi; Muhammad Salman; Natal Sinaga
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3170

Abstract

Masyarakat di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada awalnya belum memanfaatkan limbah ternak secara optimal (94,7%) dengan rincian, 47,4% warga membiarkan limbah ternak begitu saja, 26,3% menjualnya dengan nilai ekonomi rendah, dan 10,5% melakukan pembakaran yang memicu polusi lingkungan. Guna mengatasi persoalan tersebut, program pembinaan desa ini dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai jual tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pengomposan sebesar (84,2%) responden kini telah menguasai cara pembuatan dan langsung tertarik untuk memproduksi kompos secara mandiri. serta perubahan perilaku dari pengelolaan limbah konvensional menuju pengelolaan berbasis sumber daya (waste to resource). Rangkaian kegiatan terdiri dari survei ke desa, penyuluhan, dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos, lalu kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan kuisioner. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan dukungan kelembagaan dan kebijakan yang memadai untuk mengatasi kendala keterbatasan biaya dan pendampingan guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Pelatihan dan Pendampingan Produksi serta Aplikasi Bokashi Kotoran Puyuh bagi Kelompok Tani Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Sri Andayani; Edy Syafril Hayat; Sigit Sugiardi; Mulyadi Mulyadi; Hamdani Hamdani; Lathifah Khairani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3172

Abstract

Ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan belum optimalnya pemanfaatan limbah peternakan menjadi permasalahan dalam pengembangan hortikultura di Desa Sungai Rengas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Bangka Hulu dalam produksi dan aplikasi bokashi berbahan pupuk kandang burung puyuh pada tanaman terung (Solanum melongena L.). Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi masalah, penyuluhan, praktik produksi, pemantauan fermentasi, pengemasan, demonstrasi aplikasi, dan evaluasi bersama 20 anggota kelompok tani. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada aspek transfer teknologi pupuk organik (30–70%), penggunaan EM4 (33–69%), manfaat EM4 (42–58%), pembuatan bokashi (33–62%), serta aplikasi bokashi (22–58%). Kegiatan menghasilkan 263 kg bokashi atau 87 kemasan produk dan berhasil mendemonstrasikan aplikasinya pada tanaman terung. Kegiatan ini meningkatkan kesiapan petani memproduksi bokashi secara mandiri serta membuka peluang pengembangan produk bokashi sebagai usaha kelompok tani berbasis pemanfaatan limbah lokal. 
Pendataan Potensi dan Karakteristik UMKM untuk Pengembangan Ekonomi Desa Balumbungan Azikin Azikin; Muhammad Gusril Fauzan Algamar; Resky Arifti; Pitriani Pitriani; Deswita Putri Maharani; Adelia Adelia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi serta karakteristik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan survei, obeservasi lapangan, dan wawancara terhadap 50 pelaku UMKM yang ada di enam dusun. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis tematik untuk memperoleh gambaran kondisi UMKM secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Desa Balumbungan didominasi oleh usaha perdagangan eceran berskala mikro yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, rendahnya akses terhadap pembiayaan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Selain itu, ditemukan tiga usaha kue kering berbasis bahan baku lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, penguatan identitas merek, dan pemasaran digital. Sebaran UMKM menunjukkan bahwa Dusun Sunggumanai dan Panaikang memiliki jumlah pelaku usaha terbanyak sehingga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa. Penelitian ini menghasilkan data dasar yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam merancang program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran serta mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu Desa Pringombo melalui Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan serta Pemeliharaan Alat Kesehatan Dasar Antonius Hendro Noviyanto; Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami; Eko Arianto; Agus Siswoyo
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3190

Abstract

Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan primer berbasis masyarakat yang berperan dalam upaya promotif dan preventif. Kader Posyandu sebagai pelaksana kegiatan memerlukan kompetensi yang memadai dalam menggunakan alat kesehatan dasar agar hasil pengukuran akurat dan dapat mendukung pengambilan keputusan pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi di Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan bahwa literasi kader dalam penggunaan serta pemeliharaan alat kesehatan digital masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi, pengetahuan, dan keterampilan kader Posyandu dalam penggunaan, pemeliharaan, serta pengenalan perkembangan teknologi alat kesehatan dasar melalui pendekatan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis praktik (hands-on training), pendampingan lapangan, monitoring, serta evaluasi keterampilan dan kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader sebesar 85% dalam penggunaan alat kesehatan digital dan 78% dalam pemeliharaan alat berdasarkan hasil observasi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, mendukung deteksi dini masalah masyarakat, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas masyarakat Desa Pringombo secara berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan tentang Pencegahan Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi Lomba Edukatif dan Deklarasi Komitmen di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Salatiga Cahya Wulandari; Mutmainah Nur Qoiri; Winarsih Winarsih; Chanidia Ari Rahmayani; Agung Aditya; Yuniar Fahmi Lathif
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3192

Abstract

Kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, masih menjadi permasalahan yang memerlukan upaya pencegahan secara preventif dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pencegahan kekerasan di PTYQ Salatiga melalui kegiatan lomba edukatif dan deklarasi komitmen bersama. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan preventif yang melibatkan santri serta pengelola pesantren. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan kekerasan, evaluasi mekanisme pengaduan melalui “bullying box”, media lomba pembuatan poster bertema anti-kekerasan, serta deklarasi komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai bentuk-bentuk kekerasan, pentingnya budaya ramah anak, dan kesadaran terhadap mekanisme pelaporan di lingkungan pesantren yang ditunjukkan dari hasil pengisian lembar pre-test dan post-test yang sebelumnya ditemukan 60% santri belum memahami pencegahan kekerasan pada anak menjadi 0%. Selain itu, kegiatan lomba edukatif dan deklarasi bersama juga mampu meningkatkan partisipasi aktif santri serta memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Dengan demikian, pendekatan kreatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dinilai efektif dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pembuatan Konten Video dan Penyusunan Bahasa Persuasif untuk Promosi Kuliner di Media Sosial guna Mendukung Pemberdayaan Ekonomi masyarakat Lisnawaty Simatupang; Nawang Dwiningrum; Maria Veronika Simanjuntak; Enita Rahayu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3197

Abstract

Dunia ekonomi dan pariwisata saat ini telah bergerak seiring dengan kemajuan teknologi. Namun, sebagian besar masyarakat belum memanfaatkan media sosial secara maksimal karena kurangnya literasi digital dan pemahaman mengenai penggunaan bahasa persuasif dalam video promosi. Hal ini yang terjadi di lingkungan TP PKK Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Apabila masyarakat, dalam konteks ini anggota TP PKK karang Joang, tidak proaktif mengikuti perkembangan perdaganagan dalam era digital, peluang mereka untuk meningkatkan kesejahteraan semakin terbatas.. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan literasi yang memadai kepada masyarakat, khususnya PKK Karang Joang, dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi secara strategis melalui penguatan pembuatan video promosi serta penyusunan bahasa persuasif. Metode yang diterapkan meliputi dua pendekatan, yaitu (1) penyampaian materi oleh narasumber yang berpengalaman di bidang promosi digital dan kewirausahaan kuliner, yang mencakup konsep hook, teknik narasi berbasis fakta, preferensi serta kondisi pasar, dan (2) praktik mandiri pembuatan video promosi yang dievaluasi secara langsung. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi bahasa dalam konten video dan kemampuan awal menyusun hook yang persuasif. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi bahasa dalam konten video. Dari 3 kelompok praktik video, 1 kelompok berhasil menerapkan teknik hook secara tepat dengan alur narasi dan ajakan bertindak yang jelas.
Pendampingan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Insinerator Ramah Lingkungan di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Sutrisno Ibrahim; Faisal Rahutomo; Subuh Pramono; Joko Hariyono; Muhammad Hamka Ibrahim; Josaphat Tetuko Sri Sumantyo; Meiyanto Eko Sulistyo; Tofa Aditya Putra
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3204

Abstract

Peningkatan jumlah santri dan aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo berdampak pada meningkatnya timbulan sampah domestik yang belum terkelola optimal sehingga memicu praktik pembakaran terbuka. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada April hingga Juli 2026 ini bertujuan mengimplementasikan insinerator ramah lingkungan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren. Metode pelaksanaan meliputi survei timbulan sampah, perancangan dan fabrikasi insinerator double chamber kapasitas 700 Liter terintegrasi wet scrubber, edukasi prinsip 3R, pelatihan operasional, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan insinerator beroperasi optimal pada volume isian 200–300 Liter dengan durasi pembakaran 15–20 menit pada suhu ruang sekunder 800 °C – 900 °C, menghasilkan efisiensi reduksi volume sampah sebesar 88,8% dan reduksi massa sebesar 86,0%. Penerapan wet scrubber terbukti menurunkan konsentrasi partikulat gas buang sebesar 78,5% (menjadi 45,2 mg/Nm³), menekan kadar karbon monoksida hingga 24,2 ppm, serta menghasilkan asap buangan dengan opasitas di bawah skala 1 Ringelmann. Program pendampingan ini berhasil meningkatkan pemahaman 28 santri mengenai prinsip 3R sebesar 86,9% (skor rata-rata naik dari 46,8 pada pre-test menjadi 87,5 pada post-test), meningkatkan kepatuhan pemilahan sampah santri hingga 84%, serta mencetak 6 operator yang kompeten menjalankan SOP dan K3. Keberadaan insinerator dan tim pengelola lingkungan internal berhasil mewujudkan kemandirian pesantren dalam mengolah sampah residu secara bersih, aman, dan berkelanjutan.
Inovasi Desain Stiker Berbasis Artificiall Intelligence: Solusi Keterbatasan Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Physical Branding Lembaga Pendidikan Non-Formal di Yogyakarta Danny Sebastian; Centaury Harjani; Antonius Rachmat Chrismanto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3206

Abstract

Keterbatasan sumber daya manusia di bidang desain menjadi kendala bagi lembaga pendidikan non-formal dalam mengembangkan identitas visual, media promosi, dan suvenir apresiatif bagi siswa. Topik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generatif dipilih karena teknologi ini menawarkan solusi desain yang praktis, efisien, dan berbiaya relatif rendah bagi lembaga yang belum memiliki desainer khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membimbing mitra dalam merancang stiker berbasis AI sebagai media physical branding sekaligus sarana untuk meningkatkan refreshment saat belajar. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif aktif melalui pelatihan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan berkelanjutan. Tim pengabdi melibatkan kolaborasi bidang teknologi informasi dan desain produk. Peserta kegiatan terdiri atas 10 orang dari unsur manajemen, karyawan Robotics Education Centre cabang Jongke dan Demangan serta Eyelevel cabang Demangan, Yogyakarta. Hasil kegiatan berupa rancangan stiker berbasis generatif AI yang disesuaikan dengan identitas dan kebutuhan masing-masing lembaga. Peserta juga memperoleh pengalaman dalam menyusun konsep, menghasilkan visual dengan bantuan AI, dan mengelola desain untuk kebutuhan branding. Stiker yang dihasilkan dapat digunakan sebagai media promosi dan suvenir apresiatif bagi siswa dalam pembelajaran matematika maupun robotika di masing-masing lembaga.
Implementasi Program GENSA (Generasi Sadar Belajar) untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Anak-Anak di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik Setia Widia Rahayu; Wahyudin Wahyudin; Nur Aisyah; Susanti Susanti; Putri Nabila Marsha; Kurnia Sari; Nabilah Febriyanti; Nurul Amelia; Nursyahira Anisa; Saskiyah Putri; Salempang Tandi Datu; Muhammad Ikhsan Tatang; Grasiana Dominika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3209

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi anak masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas pendidikan, terutama di wilayah pedesaan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik, ditemukan bahwa sebagian anak-anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung dasar dan menyelesaikan soal numerasi sederhana. Selain itu, belum tersedianya kegiatan pendampingan belajar secara rutin menyebabkan kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan numerasi di luar sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program GENSA (Generasi Sadar Belajar) sebagai upaya meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak di Desa Padaidi. Metode yang digunakan meliputi observasi, pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan kepada 26 peserta yang terdiri atas siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kegiatan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 28 Juni, 30 Juni, 10 Juli, dan 11 Juli 2026. Pengukuran kemampuan peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep operasi hitung dasar, kemampuan menyelesaikan soal numerasi sederhana, serta meningkatnya keaktifan dan kepercayaan diri peserta selama proses pembelajaran. Pendampingan yang dilakukan secara bertahap melalui penyampaian materi, latihan soal, diskusi, dan bimbingan langsung mampu membantu peserta memahami konsep numerasi dengan lebih baik. Dengan demikian, Program GENSA efektif sebagai bentuk pendampingan belajar berbasis masyarakat dalam mendukung peningkatan kemampuan numerasi anak-anak di Desa Padaidi.
Implementasi Metode Ceramah Berbasis Hots pada Pembelajaran Tematik Kelas II Pengalaman Praktik Mengajar Mahasiswa KKN-B Maksud Hakim; Elisa Putri Handayani; Sri Rahyuni; Nur Annisa; Selpi. S; Mutiara Mutiara
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Tematik Kelas 2 yang Berbasis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) di UPT SD Negeri 16 Bontoramba berdasarkan praktik mengajar mahasiswa KKN-B. Metode: Penelitian Kualitatif ini menggunakan desain studi kasus tunggal deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pastisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analitik Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik memastikan validitas data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis HOTS dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuka dengan aktivasi pengetahuan awal; kegiatan utama menggunakan soal-soal HOTS dalam kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; serta tahap penutup, dengan sintesis dan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Strategi-strategi ini mendorong keterlibatan siswa yang tinggi, serta memberikan ruang bagi siswa untuk menyuarakan dan memilih pendapat mereka melalui pendekatan pembelajaran yang praktis. Tantangan yang dihadapi meliputi tingkat literasi siswa, perbedaan tingkat kemampuan diantara siswa, serta keterbatasan sumber daya dan waktu di kelas. Tantangan-tantangan ini diatasi dengan penggunaan kosakata  sederhana, pertanyaan yang disesuaikan, serta pemanfaatan alat bantu visual dasar dan manajemen waktu di kelas. Hal ini meningkatkan pemahaman pedagogis, kemampuan reflektif, serta serta keterlibatan siswa dan guru.