cover
Contact Name
Ahmad Fitra Ritonga
Contact Email
fitra@binawan.ac.id
Phone
+6285278953478
Journal Mail Official
bsj@binawan.ac.id
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No.25-30, kalibata, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Binawan Student Journal
Published by Universitas Binawan
ISSN : 26565285     EISSN : 27151824     DOI : http://dx.doi.org/10.54771/bsj
The journal publishes research papers in four fields, such as: Health Applied sciences Social sciences Psychology Management Business
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 196 Documents
Hubungan Perilaku Hidup Bersih Sehat Dengan Kejadian Infeksi Kecacingan Soil Transmitted Helminth Di Daerah Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu: The Relationship Of Clean Healthy Living Behavior With The Incidence Of Soil Transmitted Helminth Worm Infections In The Integrated Waste Processing Place Mega Charisma, Acivrida; Aini, Jessica Dewi Nur; Puspita, Chelsea Dhea; Chairunnisa, Adellia; Yulianda, Siska; Klau, Adrigius Neno; Ekawasti, Fitrine
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/r10nw827

Abstract

Infeksi kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia terutama di daerah yang memiliki lingkungan sanitasi buruk. Penyebab STH terbanyak di Indonesia adalah Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) mencuci tangan, mengonsumsi air bersih, serta kebersihan lingkungan, dapat memengaruhi tingkat kejadian infeksi kecacingan. Potensi kecacingan di Desa Jabaran sangat tinggi karena kondisi lingkungan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) yang belum sepenuhnya memenuhi standar sanitasi dan kebersihan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kaitan antara perilaku PHBS dan kejadian infeksi STH di TPST Desa Jabaran. Jenis penelitiannya adalah studi literatur. Artikel ini menunjukkan bahwa kurangnya perilaku PHBS meningkatkan risiko infeksi STH di daerah tersebut, dengan tingkat kejadian yang lebih tinggi di masyarakat yang tidak menerapkan kebiasaan hidup sehat. Faktor lingkungan TPST yang terkontaminasi juga berkontribusi pada penyebaran infeksi kecacingan.
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Puasa Antara Sampel Serum Dan Sampel Plasma Heparin: Differences In Fasting Blood Glucose Levels Between Heparin Plasma Samples And Serum Samples Putri, Dian Eka; Indrayani, Anisa; Safari, Wulan Fitriani; Wirahkusuma, Dhinasty Armenia
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/sbhzh716

Abstract

Sampel serum paling umum digunakan di praktek klinis, dibandingkan sampel plasma heparin yang lebih direkomendasikan. Kadar glukosa turun selama waktu pemrosesan serum. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan antara kadar glukosa darah puasa (GDP) sampel serum dan plasma heparin. Penelitian analitik cross sectional, melibatkan  40 subjek dewasa non-diabetes di Laboratorium Sunter Sisma Medical pada Desember 2023- April 2024. Pengukuran kadar GDP menggunakan metode GOD-PAP. Uji beda rerata kadar glukosa serum dan plasma heparin menggunakan T-paired test. Nilai bias (d) antara sampel dihitung. Kadar GDP serum lebih rendah dibandingkan plasma (p=0,000). Nilai bias glukosa serum 5,2% terhadap sampel plasma heparin; melebihi batas variasi biologis glukosa yang diperbolehkan (<2,2%). Terdapat penurunan kadar GDP serum dibandingkan GDP plasma heparin bahkan tanpa penundaan pemrosesan. Penelitian ini membuktikan penggunaan sampel plasma heparin lebih unggul mencegah penurunan glukosa secara invitro. Sampel serum seharusnya tidak digunakan untuk menggantikan sampel plasma pada pemeriksaan GDP.
Hubungan Asupan Makanan Tradisional Dengan Kadar Asam Urat Pada Masyarakat Perkotaan Di Mustika Jaya Kota Bekasi: The Relationship Between Traditional Food Intake and Uric Acid Levels in Urban Communities in Mustika Jaya District, Bekasi City Sulaiman, Tasya; Agustina, Lisna; Deniati, Kiki
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/027hzw58

Abstract

Asam urat atau gout arthritis adalah penyakit yang sering menyerang usia dewasa hingga lansia, dengan faktor risiko seperti diet tinggi purin, kelainan genetik, obesitas, serta gaya hidup tidak sehat meningkatkan risiko mengalami asam urat. Pola makan modern yang mengandung purin tinggi menjadi salah satu penyebab utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan tradisional dengan kadar asam urat pada masyarakat perkotaan, khususnya di RT/RW 02/09 Kel. Cimuning Kec. Mustika Jaya Kota Bekasi Tahun 2025. Metode penelitiannya ialah kuantitatif dengan analitik observasional dan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling sebanyak 88 orang. Asupan makanan tradisional diukur melalui kuesioner, sedangkan kadar asam urat diukur dengan alat Easy Touch GCU Meter Device. Kedua variabel tersebut dianalis menggunakan uji chi square.  Hasil univariat di penelitian ini didapatkan mayoritas asupan makanan modern yaitu sebanyak 48 responden (54,5%) dan kadar asam urat tinggi sebanyak 48 responden (54,5%). Hasil uji chi square dengan signifikansinya 95% atau nilai α 5% (0,05) didapatkan p value (0,00) < α (0,05) sehingga H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan asupan makanan tradisional dengan kadar asam urat pada masyarakat perkotaan di Kec. Mustika Jaya Kota Bekasi.
Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Frekuensi Kunjungan Kontrol Lansia Hipertensi Di Puskesmas: Knowledge And Family Support On The Frequency Of Control Visits In Elderly Hypertension Patients At Health Center Fadhlika, Luthfiana; Wiratmo, Puji Astuti; Chairiyah, Royani
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/g75ga278

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia, terutama pada lansia. Di Indonesia, dimungkinkan banyak penderita belum dapat mengelola hipertensi dengan baik termasuk dalam kepatuhan terhadap kunjungan kontrol rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dan dukungan keluarga terhadap frekuensi kunjungan kontrol rutin pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 lansia dengan teknik accidental sampling Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan hipertensi HK-LS yang sudah dinyatakan valid dengan r table 0,2973 dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha 0,839, kuesioner dukungan keluarga yang sudah dinyatakan valid dengan r table 0,301 dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha 0,628, serta lembar observasi kunjungan kontrol rutin. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan tentang hipertensi yang baik (83%), dukungan keluarga yang baik (58%), dan sudah melakukan kunjungan kontrol secara rutin (62,5%). Didapatkan p < 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan frekuensi kunjungan kontrol rutin. Peningkatan edukasi kesehatan mengenai hipertensi serta dukungan keluarga yang optimal dapat berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap kontrol rutin, sehingga menurunkan risiko terjadinya komplikasi.
Pengaruh Pemberian Pijat Oksitosin Dan Teknik Marmet Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu: The Effect Of Oxytocin Massage And Marmet Technique On Smooth Breast Milk Production In Postpartum Mothers In The Working Area Of Belinyu Community Health Center Rohmawati, Rohmawati; Jayatmi, Irma; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/mp9qr292

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2023 menunjukkan sebanyak 50,85% atau hanya setengah dari 2,5 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Indonesia. Ketidakmampuan dalam mencukupi produksi ASI dapat dicegah dengan berbagai cara antara lain, Tindakan yang dapat merangsang pengeluaran dan produksi ASI seperti melakukan pijat oksitosin dan Teknik marmet. Tujuan dari penelitian ini pemberian pijat oksitosin dan Teknik marmet untuk meningkatkan produksi ASI dengan Teknik Komplementer. Desain penelitian dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Tempat penelitian ini di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu. waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024 . Hasil penelitian menunjukan kedua intervensi pijat oksitosin dan Teknik marmet dapat menambah produksi ASI Berdasarkan hasil pengamatan yang lebih efektif memperlancar Produksi ASI adalah Pijat Oksitosin terlihat dari jumlah interval volume ASI pijat oksitosin dapat meningkatkan volume Produksi ASI secara Signifikan di hari ke 5 dan ke 7. teknik marmet dan pijat oksitosin dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena hemat biaya banyak dan sangat terjangkau dan juga mudah sehingga tidak ada lagi ibu yang kesulitan dalam meningkatkan produksi ASI secara efektif.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Penurunan Nyeri Post Kraniotomi: The Effect Of Classical Music Therapy And Peppermint Aromatherapy On Reducing Post Craniotomy Pain Selviano, Ronggo; Suparti, Sri
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/ev7d8s35

Abstract

Kraniotomi adalah suatu tindakan bedah yang dilakukan dengan cara membedah sebagian dari tulang tengkorak, agar bisa memperoleh akses ke dalam area kepala. Meskipun prosedur ini memiliki manfaat signifikan dalam mengatasi kondisi medis yang serius, pasien yang menjalani kraniotomi sering mengalami nyeri yang intens dan berkepanjangan pasca operasi. Oleh karena itu, penanganan nyeri pasca operasi perlu segera ditangani baik penggunaan analgesik farmakologis sering kali disertai dengan risiko efek samping toleransi, dan ketergantungan. Sehingga penggunaan non farmakologis seperti terapi musik klasik dan aromaterapi peppermint bisa digunakan agar tidak menimbulkan efek nyeri dan efek samping yang berkepanjangan. Terapi musik klasik telah dikenal sebagai salah satu bentuk terapi komplementer yang mungkin dapat membantu mengurangi tingkat nyeri pasca operasi. Tujuan penelitian ini menerapkan terapi musik klasik dan aromaterapi peppermint untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien post kraniotomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasy exsperimental pre-test post-test dengan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner nyeri Critical-Care Pain Observation Tool(CPOT), analisa data menggunakan uji Mann whitney test. Hasil penelitian menujukkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan rerata nyeri pasien post-kraniotomi dari 6,28 menjadi 5,93 dengan p-value 0,101 (>0,05), pada kelompok intervensi, rerata nyeri pasien menurun signifikan dari 6,14 menjadi 2,42 dengan p-value 0,001 (<0,05). Terdapat perbedaan tingkat nyeri pasien sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai Z= -7.283 dan p-value < 0.001. Pemberian terapi musik klasik dan aromaterapi peppermint dapat diintegrasikan ke dalam protokol perawatan standar bagi pasien post kraniotomi untuk manajemen nyeri bagi pasien post kraniotomi.
Studi Kasus Implementasi Pemberian VCO dan Edukasi Kesehatan pada Keluarga Penderita Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sukodono: Case Study of the Implementation of VCO and Health Education for Families of Leprosy Patients in the Sukodono Health Center Working Area Rahmawati, Primasari Mahardhika; Suhari; Sulistyono, R Endro; Pebriyanti, Dwi Ochta; Triana, Dinda; Purwanto, Alvin Ferdian
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/xh6jqp47

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur, dengan prevalensi yang meningkat. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi fisik penderita tetapi juga berdampak pada aspek psikologis dan sosial, terutama akibat stigma negatif yang berkembang di masyarakat. Pengetahuan keluarga mengenai penyakit kusta dan cara perawatan penderita menjadi kunci utama dalam pengelolaan penyakit ini. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan dan pemberian terapi Virgin Coconut Oil (VCO) dalam meningkatkan pemahaman keluarga dan kualitas hidup penderita kusta di Desa Selokgondang, Kabupaten Lumajang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: setelah tiga kali kunjungan, keluarga dan partisipan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai penyakit kusta, serta pentingnya pengobatan dan pencegahan penularan. Selain itu, pemberian VCO terbukti efektif dalam meningkatkan  kelembapan kulit dan mengurangi keluhan kulit kering pada penderita. Kesimpulan: intervensi edukasi kesehatan yang diikuti dengan pemberian terapi VCO dapat meningkatkan pemahaman keluarga dalam merawat penderita kusta serta memperbaiki kondisi fisik pasien, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup penderita kusta.  
Risk Factors and Protective Factors for Musculoskeletal Disorder (MSD) Complaints Among Office Workers: A Qualitative Study Suraya, Anna; Situmorang, Susi Kesuma Pratiwi
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/feb7bc50

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are a significant occupational health concern among office workers globally. Prolonged sitting, non-ergonomic postures, and static work positions associated with computer-based tasks contribute to physical discomfort and functional limitations. In Indonesia, MSDs remain underreported, and qualitative insights into workers' lived experiences are limited. This study aimed to explore the experiences, perceived causes, risk factors, and coping strategies related to musculoskeletal complaints among office workers in Jakarta, Indonesia. A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted from February to May 2024. Six office workers from a major insurance company who had worked for over three years participated in semi-structured interviews and field observations. Data were analyzed using Colaizzi’s seven-step method to identify emerging themes and validate participant experiences. Five key themes emerged: (1) experiences of MSD-related complaints, (2) work-related risk factors, (3) additional contributing factors, (4) strategies for symptom relief, and (5) factors that worsen symptoms. Participants commonly reported back pain and stiffness linked to prolonged sitting, poor posture, and mismatched office furniture. Other contributing factors included high body mass index (BMI), emotional fatigue, long working hours, and commuting conditions. Strategies such as regular exercise, stretching, hydration, and the use of pain relief patches were perceived to alleviate symptoms. Psychosocial stressors, including workload and interpersonal conflict, were found to exacerbate physical complaints. MSDs among office workers are influenced by a complex interplay of physical, psychosocial, and behavioral factors. Comprehensive workplace interventions addressing both ergonomic and psychosocial aspects are needed to mitigate MSD risks and improve worker well-being.
Hubungan Pendidikan, Pekerjaan, Dan Penghasilan Terhadap Kecenderungan Depresi Postpartum Di RSUD Koja: The Relationship Between Education, Employment, Income, And The Tendency For Postpartum Depression In Mothers At RSUD Koja, North Jakarta Indah, Raeni; Handayani; Manurung, Sondang
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/b813qs21

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan mental umum yang dialami ibu setelah melahirkan, dapat berdampak pada kesejahteraan ibu serta tumbuh kembang bayi yang biasanya berlangsung selama 4–6 minggu. Penelitian ini dilakukan di RSUD Koja, Jakarta Utara, dengan pendekatan kuantitatif, desain deskriptif, dan studi potong lintang. Sebanyak 113 ibu nifas menjadi responden melalui purposive sampling. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan kecenderungan depresi postpartum. Hasil menunjukkan 50,44% responden memiliki risiko rendah, 10,62% risiko sedang, dan 38,94% risiko tinggi depresi postpartum. Uji Spearman Rank menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pendidikan (ρ=0,963; p>0,05), pekerjaan (ρ=−0,040; p>0,05), dan penghasilan (ρ=−0,065; p>0,05) dengan kecenderungan depresi postpartum. Kesimpulannya, tidak ditemukan hubungan yang berarti antara ketiga variabel tersebut dan kecenderungan depresi postpartum. Peneliti merekomendasikan skrining rutin dan deteksi dini depresi postpartum pada semua ibu nifas, terlepas dari latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan, untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.
Molekuler Docking Senyawa Fenolik Daun Kelor Terhadap Enzim Collagenase, Elastase, Dan Tyrosinase: Molecular Docking of Phenolic Compounds from Moringa Leaves Against Collagenase, Elastase, and Tyrosinase Enzymes Krismayadi; Mumpuni, Esti; Humaedi, Aji; Sari Wardana, Mutia; Yuliana, Agnes
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/c57mvx68

Abstract

Kulit merupakan organ terbesar, essensial dan berfungsi sebagai sensor luar bagi tubuh yang rentan terhadap penuaan (skin aging) yang dipicu oleh faktor intrisik dan ekstrinsik melalui produksi Reactive oxygen species (ROS). Oksidan ini mempengaruhi aktivitas enzim collagenase, elastase, dan tyrosinase yang berperan dalam degradasi struktur kulit. Dengan demikian perlu adanya pemanfaatan herbal guna meregulasi ketiga enzim tersebut, salah satunya adalah daun kelor yang kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibisi senyawa aktif fenolik daun kelor dengan pendekatan molekular docking. Penelitian dilakukan dengan tahapan meliputi preparasi dan optimasi senyawa ligan, serta makromolekul target, menambatkan koordinat gridbox, pembuatan berkas GPF dan DPF serta simulasi, analisis dan visualisasi hasil docking menggunakan perangkat lunak diantara nya Marvin Sketch 15.5.11, Chimera 1.10.2, PyMol 2.3.3, Discovery Studio V21.1.0.20298, dan Autodock 4.2. Hasil menunjukkan bahwa asam klorogat memberikan ikatan terkuat terhadap collagenase (∆G = -8,54 kkal/mol), sementara asam elagat menunjukkan afinitas tertinggi terhadap elastase dan tyrosinase. Studi ini menyimpulkan bahwa senyawa fenolik daun kelor berpotensi sebagai kandidat anti-aging yang berikatan denganenzim target yang berperan dalam proses penuaan kulit.