cover
Contact Name
Nuansa Bayu Segara
Contact Email
nuansasegara@unesa.ac.id
Phone
+6285624008584
Journal Mail Official
sosearch@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus UNESA Ketintang, Surabaya Gedung I1 Pendidikan IPS
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
SOSEARCH : Social Science Educational Research
ISSN : 00000000     EISSN : 27742776     DOI : -
Core Subject : Social,
SOSEARCH : Social Science Educational Research merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya yang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Guru IPS (FKG-IPS) Nasional dengan ISSN 2774-2776 (Media Online). Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini meliputi: Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil riset ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan diharuskan terdapat penjelasan di dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Articles 58 Documents
Kajian Review Kurikulum K13 dan Kurikulum Merdeka dalam Implikasinya Terhadap Pembelajaran di Masa Mendatang SAPUTRA, ADITYA APRIAWAN; Stiawan, Agung
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p1-17

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbandingan antara Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) dalam konteks pendidikan di Indonesia. Metode penelitian melibatkan studi literatur, analisis dokumen resmi, dan evaluasi pendapat para ahli pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa KMB menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif, fleksibel, dan berbasis teknologi. Ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan relevan bagi siswa. Meskipun K13 menekankan pengembangan karakter, KMB menonjol dengan pendekatan inovatif dan adaptif, terutama dalam pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi. Disimpulkan bahwa KMB lebih sesuai untuk masa depan pendidikan di Indonesia. Namun, tantangan implementasi perlu diperhatikan untuk memastikan kualitasnya. Penelitian lanjutan dapat mengungkap lebih lanjut tentang strategi implementasi yang efektif dan dampak jangka panjang dari penerapan KMB dalam sistem pendidikan Indonesia.
Implementasi Pembelajaran IPS pada Multi-age Classroom (Studi Kasus di Sekolah Murid Merdeka Kota Bandung) Annissa, Sylvia; Wiyanarti, Erlina; Logayah, Dina Siti
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v4n2.p42-53

Abstract

Pembelajaran IPS tidak hanya dilaksanakan di sekolah formal saja melainkan juga di sekolah non-formal atau yang biasa disebut dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang mengusung program pendidikan kesetaraan. Tujuan penelitian ini menganalisis Pembelajaran IPS pada Multi-age Clasroom di Sekolah Murid Merdeka Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus di Sekolah Murid Merdeka Kota Bandung. Teknik Pengumpulan data, dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama, Kepala Sekolah, dua Guru, dan Supervisor Sekolah Murid Merdeka Kota Bandung. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini, yaitu 1) Pembelajaran IPS pada multi-age classroom dilakukan menggunakan pendekatan student centered, dengan model, strategi, dan metode yang mendukung, serta sudah memperhatikan dimensi pembelajaran IPS dan memperhatikan seluruh komponen pembelajaran multi-age classroom. 2) Tantangan dan Hambatan ditemukan ditemukan dalam pelaksanaan pembelajaran serta dalam proses perancangan pembelajaran. 3) Pelaksanaan pembelajaran IPS pada Multi-age classroom di sekolah murid merdeka banyak menghasilkan dampak positif yang signifikan.
Strategi Strategi Bertahan Hidup Keluarga Pemulung di Wilayah Muharto DAS Brantas Kedungkandang Kota Malang Junita, Astrid Junita; Ruja , I Nyoman
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p30-39

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia, masalah yang kini dimiliki Indonesia adalah jumlah angka kemiskinan yang cukup tinggi, salah satunya di Kota Malang. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2023 tercatat sebanyak 37,78 ribu atau 4,26 persen warga masuk ke dalam kategori miskin. Salah satu pekerjaan informal masyarakat miskin di Indonesia ialah sebagai pemulung. Masyarakat yang melakukan aktivitas memulung biasanya mudah ditemukan di kota-kota besar. Aktivitas memulung merupakan pekerjaan informal dengan tingkat pendapatan yang rendah, sehingga mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana masyarakat yang bekerja sebagai pemulung untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidupnya? Pemukiman kumuh yang ada di wilayah Muharto DAS Brantas Kedungkandang Kota Malang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pemulung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan menganalisis strategi bertahan hidup pemulung dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berusaha mengungkapkan realitas yang ada di lapangan sesuai dengan kondisi real, menggambarkan secara mendalam, faktual, dan akurat. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber dan teori pilihan rasional dari James S. Coleman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar karakteristik masyarakat di kampung pemulung wilayah Muharto tergolong berusia produktif yaitu 26-53 tahun dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup, mereka menerapkan tiga strategi untuk bertahan hidup diantaranya yaitu strategi aktif, strategi pasif, dan strategi jaringan. Keluarga pemulung menerapkan pola hidup hemat, mencari pekerjaan tambahan, dan menjalin relasi atau hubungan baik dengan saudara, teman, ataupun relasi formal lainnya.
IMPLEMENTASI KARAKTER GOTONG ROYONG SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI DUKUNGAN TERHADAP PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5): Studi Kasus di SMPN 11 Cimahi, Jawa Barat Zahra, Trisha Fauziah; Wiyanarti , Erlina; Holilah , Mina
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v4n2.p13-21

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SMPN 11 Cimahi, dapat diketahui bahwa terdapat degradasi karakter gotong royong yang terjadi di kalangan siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya penguatan karakter gotong royong yang diterapkan di sekolah, salah satunya yaitu dengan mengadakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, pembelajaran IPS juga memiliki peran dalam penguatan karakter melalui kurikulum, materi, guru, dan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran IPS dalam mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 11 Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMPN 11 Cimahi telah melakukan berbagai kegiatan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yaitu dengan kampanye anti perundungan, pemilihan Ketua OSIS, dan penanaman hidroponik. Adapun perencanaan pembelajaran IPS yang mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah dengan dengan menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan modul ajar yang dapat mengimplementasikan karakter gotong royong siswa pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran IPS dilakukan dengan memilih materi terkait aktivitas ekonomi yang dapat menunjang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah yang bertema kewirausahaan
Philosophical Foundations of Project Based Learning: Perspectives on Constructivism and Contextualism Theory Siska, Felia; Asnimawati , Asnimawati; Sulkaisi, Neffi; Novidyayulanda; Morales, Janice Zamora
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p48--56

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of constructivism and contextualism theory as a philosophical foundation in the application of Project Based Learning and to identify challenges and opportunities in its implementation in the current education system. The method used in this study is a literature review that examines various current literature related to PBL, constructivism theory, and contextualism, as well as its application in 21st century education. The results show that Project Based Learning based on both theories can increase student engagement, deepen their understanding through hands-on experience, and connect learning with real-life contexts. However, challenges such as limited resources, time, and resistance to change are still obstacles to its implementation. However, the opportunity to optimize PBL, especially by utilizing technology, is huge in creating learning that is more flexible and relevant to the times. Conclusion: Project Based Learning based on constructivism and contextualism is effective in increasing student engagement and understanding, even though it is constrained by resources and resistance, but technology opens up optimization opportunities.
The Effect of Social Support and Self-Efficacy on Learning Outcomes Syidad, Ahmad Wildan; Ilmiyah , Bachrotul; Sofi, Natilatus; Amin , Saiful
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p18-29

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of social support and self-efficacy on student learning outcomes. The research method used was mixed methods with a sequential explanatory design. Multiple regression analysis was used to collect quantitative data on how the two variables affect learning outcomes, and in-depth interviews were used to collect qualitative data to provide a more thorough assessment. Students of the Department of Social Science Education (PIPS) at Maulana Malik Ibrahim State Islamic University Malang were the subjects in this study. The results showed that social support and self-efficacy did not have a statistically significant influence on student learning outcomes. However, qualitative data shows that social support is very influential to increase students' emotional support and help them in facing academic challenges. Students who have high self-efficacy also usually use more structured study techniques and have more confidence in their ability to complete academic tasks.
Increasing Student Learning Activities in Social Studies through the Syndicate Group Method Kurniawan, Muchammad Akbar; Amin, Saiful; Dewi, Sari
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p40-47

Abstract

This study aims to implement the syndicate group discussion approach to enhance the learning engagement of seventh-grade students in Social Studies (IPS), specifically on the topic of socio-cultural issues, at MTs Almaarif 01 Singosari. The method employed is classroom action research (CAR), utilizing field notes and observation sheets for data collection. The data gathered were analyzed descriptively to evaluate the changes occurring in the learning process. The results of the study indicate that the syndicate group discussion approach is effective in improving students' activity and learning outcomes. This effectiveness is evidenced by a significant increase in the average student score, which rose by 23.61 points from the first cycle to the second. This approach enables students to actively engage in discussions, enhance critical thinking skills, and deepen their understanding of the material. Based on these findings, it is recommended that teachers focus more on classroom management, including effectively utilizing learning analysis and controlling discussion time to optimize the learning process. Additionally, it is crucial for teachers to ensure that every group member has an opportunity to contribute, ensuring the success of this approach is evenly distributed among all students.
Ecoprint: Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Project Based Learning Dewi, Sari; Prasetyo, Ketut; Utami, Wiwik Sri; Prastiyono, Hendri; Bashith, Abdul; Faizah, Ana Nur; Kurniawan, Muchammad Akbar
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p57-70

Abstract

Sampah plastik menjadi perhatian utama karena dapat menimbulkan masalah yang signifikan bagi manusia dan kelestarian lingkungan. Faktanya, banyak generasi muda saat ini banyak yang tidak memperhatikan permasalahan ini, terutama pelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan kemampuan berpikir kreatif melalui pembuatan ecoprint menggunakan model pembelajaran berbasis proyek di MTs Islamiyah Sukopuro. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain grup kontrol pretest-posttest. Studi ini melibatkan siswa MTS Islamiyah Sukopuro kelas VII, dengan 37 siswa di kelas A sebagai kelas eksperimen dan 38 siswa di kelas B sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini terdiri atas tes kepedulian lingkungan dan kemampuan berpikir kreatif. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji t yaitu Independent Samples T-Test untuk pengujian perbedaan skor yang diperoleh siswa sebelum pembelajaran (pretes) dan setelah pembelajaran (postes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan dan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah penerapan model Project based learning lebih baik dari sebelum penerapan.
Greeneration: An Innovative Learning Resource for Students' Environmental Awareness Wijayanto, Bayu; Nurwahdah; Nurazizah, Septina; Laila Tamin, Aulia; Budi Hermawan, Aditya; Utari, Shita; Adawiyah, Jamiatul; Khairul Azim, Muhammad
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n2.p71-83

Abstract

Environmental issues such as pollution, deforestation, and climate change are increasingly worsening. However, students' awareness and concern for the environment remain relatively low. Many students lack an understanding of the impact of human activities on nature, as learning is often theoretical and fails to connect environmental concepts with real-life experiences. Greeneration, as an innovative learning approach, utilizes the environment as a learning resource that provides students with direct experiences. This study aims to explore the impact of using Greeneration as a learning resource on students' environmental awareness, with the hope of offering relevant solutions in the current educational context. The research employs a quantitative approach with an experimental design, involving students from Kuntum Cemerlang High School in Bandung City. Data collection was conducted through a questionnaire designed to measure changes in students' attitudes before and after the intervention. The findings indicate that the implementation of Greeneration significantly enhances students' environmental awareness and concern, with an average increase of 30% in environmental attitude scores after the intervention. These results are expected to contribute to the development of a more environmentally responsive curriculum and encourage the implementation of innovative learning methods that inspire students to take an active role in environmental preservation.
Enhancing Social Skills in Physically Disabled Students through Inclusive Social Studies Curriculum in Secondary Schools Sogen, Maria
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n2.p84-90

Abstract

Inclusive education aims to provide equal opportunities for all students, including students with physical disabilities, to develop according to their potential. One important area in education is the subject of Social Studies, which can play a significant role in developing the social skills of students with physical disabilities. This research aims to analyze the implementation of an inclusive Social Studies curriculum in secondary schools, focusing on enhancing the social skills of students with physical disabilities. The method used is a qualitative approach with case studies in several secondary schools that implement inclusive education. The research results show that implementing an inclusive Social Studies curriculum can improve the social skills of students with physical disabilities, although there are challenges related to resource limitations and teachers' understanding. It is hoped that these findings can contribute to the development of a more inclusive curriculum in secondary schools in Indonesia.