cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
PERKIRAAN EROSI PADA BAGIAN HULU DAS SEKADAU MENGGUNAKAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION) Febrianti, Anisa Valentia; Nurhayati, Nurhayati; Umar, Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76727

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau merupakan daerah aliran sungai yang mempengaruhi keadaan Sungai Sekadau. Daerah aliran sungai tersebut berperan sebagai daerah tangkapan air hujan juga tak lepas dari permasalahan erosi dan sedimentasi. Hulu DAS Sekadau yang terletak di Nanga Mahap sebagian besar merupakan kawasan perkebunan dan pertanian lahan kering. Penelitian ini berlokasi pada DAS Sekadau bagian hulu, dengan tujuan mengetahui perkiran laju erosi yang terjadi. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari instansi terkait. Penelitian dilakukan dengan menganalisis faktor penentu erosi yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang lereng (L), kemiringan lereng (S), tutupan lahan (C), dan konservasi lahan (P) menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Hasil analisis data antara lain adalah, DAS Sekadau Hulu dengan luasan 79.884,92 Ha memiliki nilai erosivitas hujan 3281,89, serta jenis tanah, kemiringan lereng, dan tutupan lahan yang bervariasi. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah laju erosi yang terjadi pada seluruh Hulu DAS Sekadau adalah sebesar 143.272,997 ton/ha/tahun atau 4,54 kg/ha/detik, dengan rerata kehilangan tanah 6,3 ton/tahun tiap hektarnya.
KORELASI ANTARA NILAI KUAT GESER TANAH DAN NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG DI DAERAH KABUPATEN MEMPAWAH Geraldo Dewantara; Elsa Tri Mukti; R M Rustamaji
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.54546

Abstract

Nilai kuat geser dan nilai CBR berpengaruh dalam perencanaan suatu konstruksi bangunan sipil terutama pada konstruksi jalan raya. Tanah lempung memiliki daya dukung tanah dan kuat geser tanah yang rendah, hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada konstruksi khususnya konstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi nilai kuat geser dan nilai CBR pada tanah lempung di daerah kabupaten Mempawah. Dalam penelitian ini digunakan alat Vane Shear Test dan alat Dynamic Cone Penetrometer. Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO, USCS, dan USDA, semua titik uji memiliki fraksi lempung. Dalam menentukan nilai CBR menggunakan 2 metode yaitu metode menurut pedoman Kementerian Pekerjaan Umum dan Buku Perkerasan Lentur Jalan Raya oleh Silvia Sukirman. Hasil pengujian dianalisa menggunakan analisa regresi sederhana linear dan menghasilkan persamaan untuk penentuan nilai CBR menurut Kementerian Pekerjaan Umum berturut-turut CBR = 6,7663(Cu) + 0,3664, CBR = 7,5016(Cu) + 0,2823, dan CBR = 1,2531(Cu) + 1,2665 dan untuk penentuan nilai CBR menurut buku Perkerasan Lentur Jalan Raya menghasilkan persamaan CBR = 3,4784(Cu) + 1,9740, CBR = 2,3456(Cu) + 2,0730, dan CBR = -6,0645(Cu) + 3,5482. Nilai koefisien korelasi berturut-turut yaitu 0,5077, 0,2711, dan 0,0619 untuk nilai CBR menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan 0,2500, 0,0742, dan -0,2673 untuk nilai CBR menurut buku Perkerasan Lentur Jalan Raya. Dapat disimpulkan hubungan antara nilai kuat geser dan nilai CBR pada tanah lempung lunak dan sangat lunak tidak memiliki hubungan
STUDI PENGARUH LIMBAH PLTU BENGKAYANG (FLY ASH) TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS BETON RPC Cipta, Ricardo Marga; Aryanto, Aryanto; Faisal, Faisal
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan limbah fly ash terhadap sifat fisis dan mekanis dari campuran beton RPC. Benda uji dibuat dengan menggunakan cetakan silinder berukuran 15 x 30 cm dan ukuran 10 x 20 cm dengan total 63 buah. Bahan campuran dalam beton RPC adalah agregat halus, fly ash, semen, silica fume, superplasticizer, dan air. Pasir yang digunakan adalah pasir kuarsa. Fly ash yang digunakan berasal dari PLTU Bengkayang. Semen yang digunakan adalah semen conch. Benda uji dibuat dengan substitusi fly ash sebesar 0%, 6,5%, 12,5% dari berat volume semen. Benda uji juga dibuat tanpa menggunakan silica fume dengan substitusi fly ash sebesar 0%, dan 12,5% dari berta volume semen. Sifat fisis yang diuji adalah berat volume beton. Sifat mekanis yang diuji adalah kuat tekan beton, kuat tarik belah beton, dan modulus elastisitas beton. Berat volume beton rata "“ rata beton umur 28 hari untuk variasi 0%, 6,5%, 12,5%, 6,5%(tanpa silica fume), 12,5%(tanpa silica fume ) adalah 2220,91 kg/m3, 2121,21 kg/m3, 2021,52 kg/m3, 1981,21 kg/m3, 1962,12 kg/m3. Kuat tekan beton rata "“ rata umur 28 hari untuk variasi 0%, 6,5%, 12,5%, 6,5%( tanpa silica fume ), 12,5%(tanpa silica fume ) adalah 62,123 MPa, 57,580 MPa, 48,705 MPa, 21,062 MPa, 17,070 MPa. Kuat tarik belah beton rata "“ rata umur 28 hari untuk variasi 0%, 6,5%, 12,5% adalah 19,348 MPa, 13,719MPa, 11,541 MPa. Modulus elastisitas beton rata "“ rata umur 28 hari untuk variasi 0%, 6,5%, 12,5% adalah 34226 MPa, 28642 MPa, 25763 MPa. Kata Kunci : Berat Volume, Beton RPC, Fly Ash, Kuat Tarik Belah, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENINGKATAN LENTUR BALOK BETON MENGGUNAKAN TULANGAN YANG DIPERKUAT DENGAN GLASS FIBER REINFORCED POLYMER oktavianus okta; Yoke Lestiyowati; Asep Supriyadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60397

Abstract

Pada wilayah tertentu terutama kota Pontianak yang keadaan tanahnya gambut mengakibatkan air tanah bersifat asam ph (3-5), dan terpengaruh pasang surut laut mengakibatkan air bersifat payau ph (7-9). Keadaan ini sangat berdampak bagi struktur yang bersinggungan dengan muka air baik secara langsung atau tidak, kondisi ini sering terjadi terutama pada balok sloof. Hal ini dapat mengakibatkan korosi/karat pada tulangan dan mengakibatkan penurunan daya dukung. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kuat lentur dengan adanya penambahan perkuatan GFRP berdasarkan variasi jumlah dan pola lapisan serat terhadap balok. Serta metode pengerjaan atau pola varian yang paling tepat dan memudahkan pada pengerjaan lapangan. Benda uji yang digunakan berupa balok bersimensi 15 cm x15 cm x53 cm dengan tulangan ϕ8 mm, berdasarkan hasil pengujian lentur untuk sampel balok didapat kuat lentur rata-rata setiap varian berturut-turut, balok beton polos (A) sebesar 342,573 MPa, balok beton bertulang normal (B) sebesar 707,950 MPa, balok beton perkuatan GFRP 2 lapis tanpa tulangan (C) sebesar 292,673 MPa, balok beton perkuatan GFRP 2 lapis dibawah tulangan (D) sebesar 365,991 MPa, balok beton perkuatan GFRP 1 lapis diatas dan dibawah tulangan (E) sebesar 321,811 MPa. Kata kunci: GFRP, kuat lentur, varian
EVALUASI KERAPATAN JARINGAN ALAT PENGUKUR HUJAN DENGAN METODE KRIGING DI SUB-DAS LANDAK Iswara, Mirandi Aldino; Yulianto, Eko; Umar, Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.79141

Abstract

Distribusi lokasi dan jumlah stasiun hujan akan mewakili kejadian serta menunjukkan keakuratan informasi analitis di suatu area. Hingga kini, permasalahan ini kurang mendapat perhatian. Mengingat akan hal itu, maka perlu dilaksanakan evaluasi serta rekomendasi jaringan stasiun pengamat hujan yang efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan pada Sub-DAS Landak dengan luas 8.580,92 Km2 menurut standar WMO, Kagan-Rodda dan Varshney yang kemudian dievaluasi dengan metode Kriging. Analisa Kriging bertujuan untuk melihat besarnya nilai eror dan curah hujan prediksi sebagai acuan data untuk stasiun hujan rekomendasi. Analisa kerapatan jaringan eksisting didasarkan pada standar WMO untuk kategori dataran mediteran sedang, di mana hanya 4 dari 7 stasiun yang memenuhi tipe ideal. Analisa rekomendasi I dengan metode Kagan-Rodda menghasilkan 29 stasiun baru. Analisa metode Varshney menghasilkan 2 rekomendasi dengan rekomendasi II 5 stasiun baru, sedangkan rekomendasi III 2 stasiun baru. Analisa evaluasi Kriging menunjukkan nilai eror yang lebih kecil untuk stasiun hujan yang direkomendasi dibandingkan dengan yang ada, sedangkan tingkat kesalahan relatif terletak pada rekomendasi I yaitu 3,4%. Hasil analisa menurut standar WMO rekomendasi I masuk ke dalam kondisi ideal tidak efektif karena terlalu rapat dengan luasan rerata antar stasiun 238,29 Km2/stasiun, rekomendasi II dan III masuk ke dalam kategori ideal dan normal.Kata Kunci:, Kriging, Kagan, Stasiun Hujan, Varshney, WMO.
Perencanaan Struktur Gedung Rumah Susun Tahan Gempa Di Kabupaten Kubu Raya Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Muhammad Hilman Afif; Yoke Lestyowati; Aryanto Aryanto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.55800

Abstract

Rumah Susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Kabupaten Kubu Raya sudah termasuk kabupaten dengan kemungkinan terjadi gempa, sehingga diperlukan upaya mitigasi agar struktur gedung mampu memikul gaya seismik yang terjadi. Metode yang dapat digunakan untuk merancang struktur tahan gempa adalah dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen. Oleh karena itu, dilakukan perencanaan struktur gedung rumah susun tahan gempa di kabupaten kubu raya dengan sistem rangka pemikul momen. Berdasarkan parameter perencanaan gaya gempa, gedung ini termasuk Kategori Desain Seismik C (KDS C) sehingga digunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah sebagai persyaratan desain elemen struktur pemikul gaya seismik. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan dengan perangkat lunak analisa struktur dengan dimensi elemen struktur yang digunakan adalah pelat lantai dengan tebal 140 mm, Balok Induk 350/600 mm, 300/600 mm, dan balok anak 200/400 mm, serta kolom persegi 500/500 mm. Fondasi yang direncanakan adalah fondasi tiang pancang beton prategang dengan dimensi 350/350. Seluruh komponen elemen struktur direncanakan berdasarkan peraturan yang disyaratkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu, SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, dan SNI 1727:2020.
Konsep Peningkatan Daya Tarik Kawasan Riam Solakng Putra, Adventus Tagas Hersy; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.69832

Abstract

Di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak terdapat air terjun Solakng. Akses ke lokasi menggunakan roda dua atau empat, menuju Riam Solakng cukup mudah. Jalan, rambu informasi, dan kamar kecil hanyalah beberapa dari infrastruktur dan layanan pendukung pariwisata yang disediakan. Namun, ada sejumlah persoalan yang menghadang potensi Riam Solakng sebagai destinasi wisata alam. Isu-isu tersebut antara lain tidak adanya pengelolaan kebersihan lingkungan di daerah tersebut, terbatasnya potensi pariwisata yang dipromosikan, dan kebutuhan akan lebih banyak fasilitas terkait pariwisata. Menetapkan rencana peningkatan daya tarik wisata Riam Solakng yang menjadi tujuan dari penelitian ini. Metodologi dalam penelitian ini yaitu secara kualitatif kemudian mengumpulkan data secara observasi, wawancara, dan kajian literatur. Metode analisis penelitian dengan pendekatan analisis SWOT dan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dikembangkan adalah strategi SO, yang mendapat skor tertinggi 4,114 di Kuadran I. Hal ini menempatkannya pada posisi yang sangat menguntungkan untuk merancang atraksi dan hiburan sepanjang tahun, menciptakan rute dan jalur perjalanan untuk objek wisata, serta peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan produk tempat wisata.
PEMETAAN MULTI RESIKO BENCANA DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG pratama, fridolin yonky; Meirany, Jasisca Meirany; Wulandari, Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62419

Abstract

Kecamatan Sungai Raya Kepulauan terdapat di Kabupaten Bengkayang. Kecamatan tersebut merupakan satu dari beberapa kecamatan yang terdapat di wilayah pesisir utara Kalimantan Barat dan rawan terjadi bencana pesisir. Kecamatan ini pernah mengalami gempa bumi tanggal 23-24 Agustus 2011, banjir tanggal 26 Desember 2013 dan 12 Juni 2019, serta angin puting beliung tanggal 22 Oktober 2017 sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan dan rumah warga. Untuk mencegah terjadinya bencana serupa perlu dilakukan upaya mitigasi bencana berbasis sistem informasi geografis. Dalam mengumpulkan data dilakukan melalui studi literatur dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan pemetaan multi risiko bencana berupa pemetaan resiko bencana banjir, pemetaan resiko bencana tanah longsor, pemetaan resiko bencana cuaca ekstrim, pemetaan resiko bencana gempa bumi, serta pemetaan resiko bencana abrasi dan akresi. Tingkat multi risiko bencana terendah di Desa Lemukutan, tingkat risiko sedang di Desa Rukmajaya, dan tingkat risiko tinggi di Desa Karimunting. Mitigasi bencana yang dilakukan adalah dengan merencanakan, memperbaiki, dan mengevaluasi sarana dan prasarana di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.
IDENTIFIKASI RISIKO MENGGUNAKAN SUBKONTRAKTOR PADA PENYELESAIAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI Istiqomah, Istiqomah; Lusiana, Lusiana; M. Nuh, Safaruddin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.82754

Abstract

Dalam dunia konstruksi, biaya, kualitas, dan waktu adalah aspek yang sangat penting. Setiap kontraktor konstruksi diharapkan dapat menyelesaikan proyek dengan efisiensi biaya, mutu yang optimal, dan waktu pengerjaan yang sesuai berdasarkan kontrak. Pada proyek Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, kontraktor utama tidak mengerjakan sendiri seluruh rangkaian pekerjaan proyek namun dibantu oleh beberapa subkontraktor. Penyerahan sebagian pekerjaan kepada subkontraktor dapat menimbulkan risiko-risiko proyek yang mempengaruhi kualitas apabila tidak diatur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali potensi risiko yang muncul dari pekerjaan yang dialihkan kepada subkontraktor, pada Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar. Terdapat 32 faktor risiko yang teridentifikasi yang mempengaruhi aspek biaya, kualitas, dan waktu pada proyek Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar. Faktor-faktor risiko tersebut terdiri dari enam kategori, meliputi tenaga kerja, material, peralatan, metode, keamanan, eksternal. Berdasarkan analisis menggunakan matriks probabilitas dan dampak risiko yang memiliki probabilitas tinggi serta berdampak tinggi yaitu terjadinya kecelakaan kerja konstruksi karena pekerja subkontraktor tidak menggunakan alat keselamatan pada saat bekerja, volume pekerjaan tidak sesuai target karena keterlambatan pasokan material oleh subkontraktor, volume pekerjaan tidak sesuai target karena kurangnya kapasitas peralatan yang disediakan oleh subkontraktor, volume pekerjaan tidak sesuai target karena peralatan subkontraktor yang rusak terlambat diperbaiki.
KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN PADA SALURAN YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT Eka Kristianto Raden; Azwa Nirmala; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57193

Abstract

ABSTRAK Parit Lintang merupakan saluran yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan terletak di kawasan padat penduduk sehingga aktivitas penduduk di sepanjang aliran parit, khususnya Parit Lintang sangat mempengaruhi ekosistem di perairan parit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen melayang (Suspended Load) yang dipengaruhi pasang surut dan mengkaji perbedaan antara angkutan sedimen melayang pada saat pasang dan surut di Parit Lintang Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data primer berupa hasil pengukuran hidrometri (lebar, kedalaman dan kecepatan), data pasang surut, perhitungan debit aliran, sampel air dan perhitungan angkutan sedimen melayang. Analisa angkutan sedimen melayang menggunakan metode sesaat. Penelitian ini dilakukan pada 3 titik, yaitu titik 1 (hilir), titik 2 (tengah) dan titik 3 (hulu). Penelitian dilakukan selama 24 jam pengamatan dengan interval waktu pengamatan per 2 jam. Berdasarkan hasil analisa angkutan sedimen melayang dengan metode sesaat pada kondisi pasang dan surut di lokasi Parit Lintang didapat debit angkutan sedimen melayang total pada titik 1 (hilir) sebesar 21925,935 Kg/hari, titik 2 (tengah) sebesar 12908,441 Kg/hari dan titik 3 (hulu) sebesar 16077,285 Kg/hari.Kata kunci : Angkutan Sedimen Melayang, Debit Aliran, Pasang Surut, Parit Lintang. ABSTRACT Parit Lintang is a channel that is influenced by tides and is located in a densely populated area so that population activities along the flow of the ditch, especially the Parit Lintang, greatly affect the ecosystem in the waters of the ditch. Therefore, this study aims to determine the amount of suspended sediment transport (suspended load) which is influenced by the tides and to examine the difference between floating sediment transport at high tide and low tide in Parit Lintang, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. In this study the data used are primary data in the form of hydrometric measurements (width, depth and speed), tidal data, flow discharge calculations, water samples and floating sediment transport calculations. The analysis of floating sediment transport uses the instantaneous method. This research was conducted at 3 points, namely titik 1 (hilir), titik 2 (tengah) and titik 3 (hulu). The study was conducted for 24 hours of observation with an interval of 2 hours of observation. Based on the analysis of floating sediment transport using the instantaneous method at high and low tide conditions at the Parit Lintang location, the total floating sediment transport discharge at titik 1 (hilir) is 21925,935 Kg/day, titik 2 (tengah) is 12908,441 Kg/day and titik 3 (hulu) of 16077,285 Kg/day.Key Words: Floating Sediment Transport, Flow Discharge, Tidal, Parit Lintang.

Page 99 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue