cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN (BLACK SPOT) DIKOTA PONTIANAK (STUDI KASUS JALAN KHATULISTIWA) Very Nusa Putera; - Said; Siti Mayuni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.49176

Abstract

Menurut data kecelakaan Poltabes Pontianak, ruas jalan khatulistiwa kurun waktu 3 tahun(2010, 2011, 2012 ) terdapat sebanyak 37 titik lokasi kecelakaan dengan 2 lokasi titik rawan kecelakaan(black spot) tertinggi berada pada STA 1+000 dan STA 6+700 sebanyak 5 kasus kecelakaan, dengan tingkat kefatalan pada STA 1+000 8 LR(Luka Ringan), 2 LB(Luka Berat), dan 2 MD(Meninggal Dunia), dan tingkat kefatalan pada STA 6+700 3 LR(Luka Ringan), 2 LB(Luka Berat), 5 MD(Meninggal Dunia). Dari hasil survey diketahui kondisi perkerasan jalan baik termasuk di dalamnya kondisi land use meliputi marka jalan, lampu penerang jalan, rambu jalan, dan bahu jalan. Dari hasil penelitian hubungan kecelakaan terhadap geometrik alinyemen vertikal dan alinyemen horisontal juga tidak signifikan. Pada 2 lokasi titik rawan kecelakaan(black spot) tertinggi pada STA 1+000 sebesar 0.050% dan STA 6+700 sebesar -0.140%. Pada geometrik jalan alinyemen horisontal dititik lokasi kecelakaan hanya terjadi pada segment jalan lurus, lengkung horizontal tidak berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan, dimana radius terkecil 125.2445m berada pada STA PI=3+146.16 segment jalan 6 sebesar 2%, dan radius terbesar 1046.9588m berada pada STA PI=6+456.05 segment jalan 18 sebesar 2%, dan pada 2 lokasi rawan kecelakaan(black spot) tertinggi STA 1+000 berada di antara STA 0+162.29 – STA 2+953.52 sebesar 43% sepanjang 2790.73m, dan STA 6+700 berada di antara STA 6+529.26 – STA 6+825.35 sebesar 4% sepanjang 296.09m. Di simpulkan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan pada 37 lokasi titik kecelakaan dengan 2 lokasi titik rawan kecelakaan(black spot) tertinggi adalah manusia(Human Error). Kata kunci : Rambu lalu-lintas, Kelandaian jalan, Volume lalu-lintas, Kasus kecelakaan
ANALISIS KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRESENT SERVICEABILITY INDEX (PSI) DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (STUDI KASUS: JALAN PAHLAWAN (DALAM KOTA SINGKAWANG) Hutapea, Sabar Maranatha; Widodo, Slamet; Kadarini, Siti Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.67433

Abstract

Banyak sekali permasalahan yang terjadi dijalan raya, salah satunya kondisi jalan yang rusak. Salah satu usaha yang ditempuh oleh pemerintah untuk menunjang pencapaian sasaran pembangunan, yaitu dengan mengadakan program pemeliharaan dan peningkatan jalan. Pada penelitian ini dilakukan untuk dapat nilai kerusakan, dan jenis penanganan yang dibutuhkan jalan tersebut. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengamatan secara visual dan pengukuran dimensi kerusakan secara langsung di lapangan untuk selanjutnya dilakukan proses analisis data menggunakan metode Present Serviceability Index (PSI) dan metode Pavement Condition Index (PCI). Dari hasil penelitian pada Jalan Pahlawan (Dalam Kota Singkawang) sepanjang 13 km yang sudah dibagi menjadi 13 segmen, terdapat beberapa jenis kerusakan seperti retak memanjang, retak kulit buaya, retak pinggir, dan lubang. Setelah melakukan penelitian pada ruas Jalan Pahlawan Dalam Kota Singkawang yaitu 2,421 cukup untuk metode PSI dan 80,962 sangat baik untuk metode PCI.
STUDI KELONGSORAN JALAN PADA RUAS JALAN SIMPANG AMPAR - TAYAN, KABUPATEN SANGGAU – KALIMANTAN BARAT Khrisna Catur Wibawa; Eka Priadi; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44629

Abstract

Kelongsoran adalah salah satu peristiwa yang kerap sering terjadi pada lereng gunung, bukit dan bahkan tebing sungai, kelongsoran dapat terjadi dengan berbagai cara, bisa perlahan-lahan atau secara mendadak dan dengan ataupun tanpa tanda-tanda yang terlihat.Terjadinya kelongsoran lereng pada ruas jalan Simpang Ampar – Tayan KM.5+050 dapat merusak jalan serta membahayakan setiap kendaraan yang melintas, sehingga diperlukannya analisa kestabilan lereng serta penanggulangan berupa perkuatan pada lereng agar lereng kembali stabil.Pada penelitian ini penulis menganalisa kestabilan lereng dengan analisa manual menggunakan Metode Bishop, sedangkan untuk perkuatan pada lereng yang mengalami kelongsoran penulis merencanakan perkuatan berupa dinding penahan tanah (Retaining Wall), dalam penelitian ini penulis mengharapkan hasil yang diinginkan berupa lereng yang stabil atau mantap melalui penaggulangan yang telah direncanakan agar lereng tidak lagi membahayakan kendaraan yang melintas maupun penduduk setempat yang sedang beraktivitas.
PENERAPAN METODE TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KESELAMATAN LALU LINTAS Hervian Handika Sugasta; Elsa Tri Mukti; Said said
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.63245

Abstract

Salah satu dampak transportasi modern ialah harga yang harus dibayar oleh masyarakat atas tingkat kecelakaan bahkan fatalitas yang meningkat untuk luka-luka dan kehilangan nyawa (Khisty dan Lall, 2006). Tingginya angka kecelakaan lalu lintas termasuk satu diantara pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam upaya pemerintah dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Tujuan dari Penelitian ini, antara lain: menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keselamatan lalu lintas di simpang empat tak bersinyal kota Pontianak, Menganalisis tingkat keselamatan lalu lintas di simpang empat tak bersinyal Kota Pontianak, Memberikan solusi dan tindak lanjut mengenai tingkat keselamatan lalu lintas di simpang empat tak bersinyal Kota Pontianak. Untuk pelaksaan penelitian ini, peneliti memilih lokasi di persimpangan Jl. Putri Daranante - Jl. Putri Darahitam - Jl. Alianyang dan persimpangan Jl. Harapan Jaya - Jl. Ampera - Jl. Prof. M. Yamin. Alasan memilih ruas persimpangan jalan tersebut dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir pencatatan kecelakaan lalu lintas pada ruas persimpangan jalan tersebut tidak tercatat secara lengkap dan data-data yang ada hanya berdasarkan pada data yang dilaporkan, satu diantara sebab dilakukan penelitian ini untuk menganalisis keperluan traffic light pada persimpangan Jl. Harapan Jaya - Jl. Ampera - Jl. Prof. M. Yamin. Adapun alasan memilih waktu survey pada hari Sabtu, dan Senin dimulai dari jam 07.00 – jam 17.30 WIB berpedoman pada The Swedish Traffict Conflict Technique (Observer’s manual) & PIARC bahwa studi konflik lalu lintas umumnya dilakukan pada siang hari di hari kerja dalam kondisi kering. Berdasarkan analisis metode traffic conflict techique selama 2 hari pengamatan (hari sabtu dan hari senin), faktor utama dari analisis ternyata berbeda dari faktor utama yang dirumuskan oleh hipotesis. Faktor utama dari analisis metode Traffic Conflict Technique menunjukkan bahwa tingkat keselamatan di kedua simpang penelitian dipengaruhi oleh nilai Time to Accident. Akan tetapi, hasil yang diperoleh dari analisis menggunakan metode traffic conflict technique memang sesuai dengan hipotesis, yaitu: dominan berada di level serious conflict. Akan tetapi berdasarkan nilai level serious conflict yang tinggi berada di persimpangan Jl. Harapan Jaya - Jl. Ampera - Jl. Prof. M. Yamin dengan hasil analisis tertinggi pada level 29 dengan nilai maksimum conflicting speed berada diantara 40 – 45 km/h dan nilai Time to Accident berada di antara 0,0 – 0,5 s di hariSenin. Dapat disimpulkan tingkat keselamatan pada persimpangan Jl. Harapan Jaya - Jl. Ampera - Jl. Prof. M. Yamin lebih rendah dibandingkan persimpangan Jl. Putri Daranante – Jl. Putri Darahitam –Jl. Alianyang. Untuk mendukung solusi yang direkomendasikan dari penelitian ini. Maka, disarankan agar dilakukan juga sosialisasi mengenai rambu, marka, dan undang-undang terkait lalu lintas dalam upaya mendukung tingkat keselamatan lalu lintas di kedua lokasi penelitian.
ANALISIS AKRESI PANTAI DI PANTAI TENGKUYUNG DESA SUNGAI NIBUNG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBURAYA siti fajar; johnny maruli tua sitompul; riyanny pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.55878

Abstract

Tengkuyung Beach has experienced a change in coastline which indicates a forward movement of the coastline, which indicates accretion in the area. Therefore, this study was conducted to find out how much the coastline changes that occurred so that the next steps in the management of coastal areas can be taken. The research method used is quantitative method and qualitative method. The data used include wind, wave, tidal, current and sediment transport data. The results showed that the parameters that caused changes in the coastline were the dominant wind speed from the southwest and northwest, the distance of the breaking waves from the coast, the smaller outflow velocity, the tides and the large sediment transport. Coastal accretion that occurs causes siltation, increased land in the coastal area and reduced the number of fish and shrimp catches. The method used to determine shoreline changes is the Google Earth satellite imagery data processing method and digitizing the coastline using ArcGIS so that the coastline change in 2009 is 0.229 km2, in 2013 is 0.472 km2, 2016 is 0.581 km2 and 2018 is 0.633. km2, while the rate of coastal accretion that occurred in 2009 was 78.957 m, in 2013 it was 83,815 m, in 2016 it was 93,677 m and in 2018 it was 119,663 m which has an additional coastline every year. The concept of countermeasures to overcome the problem of accretion at Tengkuyung Beach is the method of cleaning sediment deposits by dredging. Keywords: Beach Accretion, ArcGIS, Dredging
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR PADA KAWASAN PASAR HONGKONG DI KOTA SINGKAWANG Dewitha, Dwi Fitria; Sumiyattinah, Sumiyattinah; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.80946

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan di Kota Singkawang khususnya pada Kawasan Pasar Hongkong secara langsung maupun tidak langsung mengakibatkan meningkatnya lalu lintas harian rata-rata pada jalanan sehingga tingkat kemacetan tinggi di ruas jalan tersebut yang mengakibatkan kinerja jalan semakin berkurang. Tingkat kemacetan tinggi pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong diakibatkan oleh ketidaktersediaan ruang parkir pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dan kapasitas ruang parkir dengan melakukan pencatatan nomor pelat kendaraan yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan karakteristik parkir. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei lapangan untuk mendapatkan data primer dan dianalisis secara statistik. Titik pengamatan terdiri dari 8 pos pencatatan nomor pelat kendaraan oleh surveyor dengan pemilihan waktu survei diambil dengan mempertimbangkan jam operasional pasar. Penelitian dilakukan pada hari kerja dan hari libur. Data yang diambil untuk dilakukannya analisis kebutuhan parkir adalah pada hari libur. Akumulasi maksimum yang didapatkan untuk sepeda motor adalah 66 kendaraan dan akumulasi maksimum untuk mobil adalah 20 kendaraan. Setelah dilakukannya analisis, didapatkan pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong untuk sepeda motor terdapat 129 SRP/jam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 39 SRP/jam, sedangkan untuk mobil terdapat 21 SRP/jam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 10 SRP/jam. Sehingga, pada perencanaan yang dilakukan adalah pembuatan marka parkir atau petak parkir sepeda motor dan mobil pada Kawasan Pasar Hongkong di Kota Singkawang.
PEMBUATAN KURVA IDF DAS MELAWI MENGGUNAKAN DATA CURAH HUJAN SATELIT TRMM YANG DIVALIDASI Sidik, Muhammad; Kartini, Kartini; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62404

Abstract

Bencana banjir setiap tahunnya melanda daerah perhuluan Kalimantan Barat, demikian pula DAS Melawi. Pada tahun 2021 banjir yang terjadi di DAS Melawi mengalami intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga berdampak kerugian pada masyarakat. Intensitas curah hujan yang tinggi diduga akibat perubahan iklim global. Sehingga diperlukan data curah hujan yang cukup akurat dan alat bantu seperti kurva IDF untuk memprediksi intensitas curah hujan. Untuk menangani hal tersebut, dapat memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini dengan menkombinasikan data curah hujan satelit TRMM yang dikombinasikan dengan data curah hujan observasi. Selanjutnya dilakukan analisis parameter statistik dan parameter distribusi yang paling sesuai. Intensitas curah hujan dihitung dengan metode mononobe. Hasil penelitian dari data kombinasi curah hujan satelit TRMM dan curah hujan observasi distribusi yang sesuai adalah metode gumbel tipe I. Besaran intensitas periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun dengan hasil 195.94 mm, 237.09 mm, 264.30 mm, 290.77 mm, 324.94 mm, dan 350.69 mm. Sedangkan persamaan yang didapatkan dari hubungan intensitas dan durasi pada kurva IDF didapatkan persamaan periode ulang 2 tahun yaitu Y2=-0.3215X+108.25, 5 tahun yaitu Y5=-0.3908X+131.59, 10 tahun yaitu Y10=-0.4536X+146.69, 20 tahun yaitu Y20=-0.4792X+161.38, 50 tahun yaitu Y50=-0.5356X+180.35, dan 100 tahun yaitu Y100=-0.578X+194.63. Dengan Y merupakan prediksi nilai intensitas curah hujan dan X merupakan nilai bebas data curah hujan.  Kata Kunci: Banjir, Intensitas, Melawi, Mononobe, TRMM
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN STRAPPING BAND SEBAGAI BAHAN PENGGANTI TULANGAN BAJA PADA PEMBUATAN PONDASI TELAPAK PRECAST UNTUK KONSTRUKSI WILAYAH PANTAI Petronela Chu Melina Aschida; Elvira Elvira; Yoke Lestyowati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.56707

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan luas lautan yang besar, sementara infrastruktur semakin meningkat, sehingga memungkinkan perkembangan konstruksi menuju daerah pesisir. Hal ini menjadi masalah bagi konstruksi di daerah pesisir yang beresiko lebih cepat mengalami korosi bagian tulangan. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan alternatif pengganti tulangan baja yaitu glass fiber dan strapping band. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat lentur pelat mortar menggunakan glass fiber dan strapping band. Benda uji berupa 15 silinder dengan Ø15 cm, tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, modulus elastisitas, dan kuat tarik belah mortar. Kemudian 18 pelat untuk uji lentur beberapa variasi yaitu, A (0% fiber), B1 (0,5% glass fiber), B2 (1% glass fiber), B3 (1,5% glass fiber), C1 (2 lembar strapping band/lapisan), C2 (3 lembar strapping band/lapisan). Untuk persentase glass fiber diambil terhadap berat mortarnya. Dari pengujian diperoleh nilai momen lentur tipe A, B1, B2, B3, C1, C2 berturut-turut 0,136 kN.m, 0,194 kN.m, 0,247 kN.m, 0,359 kN.m, 0,145 kN.m, 0,176 kN.m. Dari hasil pengujian diketahui perentase kenaikan kuat lentur untuk tipe B1, B2, B3 berturut- turut adalah 143%, 182%, dan 268%. Untuk tipe C1, C2 persentase kenaikan kuat lenturnya berturut-turut adalah 107% dan 129%. Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak serat maka momen lenturnya semakin meningkat.
KARAKTERISTIK TAMAN CATUR AYANI SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA PONTIANAK Angelstanly, Kirey; Lubis, Mira Sophia; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.75525

Abstract

Ruang publik memiliki peran penting dalam kehidupan perkotaan karena merupakan tempat dimana masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi, dan melakukan aktivitas sosial. Taman Catur Ayani merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada di Kota Pontianak. Taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas guna menunjang aktivitas yang ada di dalam taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kondisi fasilitas yang ada di Taman Catur Ayani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas pada Taman Catur Ayani cukup beragam dan memiliki kondisi baik seperti lapangan terbuka, lapangan basket, parkiran, papan informasi, jalan, dan Stasiun Penyediaan Listrik Umum (SPLU). Sedangkan fasilitas yang memiliki kondisi sedang yaitu, wc umum, area bermain anak, tempat duduk, outdoor fitness, tempat sampah, dan pencahayaan lampu. Selain itu, vegetasi yang ada di Taman Catur Ayani sudah terpenuhi dan memiliki kondisi yang baik serta memiliki berbagai jenis tanaman seperti pohon, perdu, dan penutup tanah.
KAJIAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG PASCA PEMBAKARAN BERDASARKAN VARIASI MUTU DAN SUHU Yeyen Kurnia Sandy; Yoke Lestyowati; M. Yusuf
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44926

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang harus diwaspadai karena banyak menimbulkan kerugian bagi pemilik maupun orang yang berada di sekitar bangunan. Penurunan kapasitas lentur diakibatkan oleh pemanasan terhadap beton yang berfungsi membungkus tulangan baja mengalami kerusakan dan temperatur panas itu masuk melalui pori-pori beton sehingga baja mendapat perlakuan panas yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan struktur tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perubahan kuat lentur balok beton bertulang dengan pembakaran 500oC dan 750oC, dengan variasi mutu ????c’= 25 MPa, ????c’= 30 MPa, dan ????c’= 35 Mpa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kuat lentur balok beton bertulang pasca pembakaran pada suhu 500oC dan 750oC untuk ????c ’= 25 MPa mengalami penurunan dari 105,73 MPa menjadi 70,84 MPa dan 49,63 MPa, sehingga persentase penurunannya sebesar 33,00% dan 79,18%. Untuk balok beton bertulang ????c ’= 30 MPa pada pembakaran suhu 500oC dan 750oC mengalami penurunan dari 138,32 MPa menjadi 94,85 MPa dan 66,02 MPa, sehingga persentase penurunannya sebesar 31,43% dan 76,23%. Untuk balok beton bertulang ????c ’= 35 MPa pada pembakaran suhu 500oC dan 750oC mengalami penurunan dari 144,40 MPa menjadi 120,98 MPa dan 69,67 MPa, sehingga persentase penurunannya sebesar 16,22% dan 61,77%. Kata kunci: Beton bertulang; Kebakaran; Kuat lentur; Mutu; Suhu

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue