cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
EVALUASI SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH (STUDI KASUS DI KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT) Ahen, Martinus; Nirmala, Azwa; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52882

Abstract

PDAM Sirin Meragun Kecamatan Sekadau Hilir melayani Desa Sungai Ringin, Mungguk, Tanjung, dan Bokak Sebumbun. Jumlah penduduk terlayani tahun 2020 hanya sekitar 30% dari total jumlah penduduk 28.168 jiwa. Untuk mendukung tingkat pelayanan air bersih pada penelitian ini dilakukan analisis kondisi eksisting dan merencanakan perbaikan menggunakan software Epanet 2.0. Penelitian melalui tiga tahap, pertama menentukan jumlah penduduk dengan metode Aritmatika, Geometrik, dan Least Square. dan dipilih satu metode dengan nilai deviasi terkecil. Kedua menentukan kebutuhan air jam puncak tahun 2020 dan tahun 2040. Ketiga simulasi jaringan distribusi dengan empat kondisi. Satu, kondisi eksisting dengan kebutuhan air tahun 2020. Dua, kondisi alternatif perbaikan jaringan tahun 2020. Tiga, kondisi jaringan dengan kebutuhan air tahun 2040. dan Empat, kondisi alternatif perbaikan jaringan tahun 2040. Proyeksi jumlah penduduk menggunakan metode aritmatika. Kebutuhan air jam puncak tahun 2020 sebesar 82,075 liter/detik, dan tahun 2040 sebesar 128,567 liter/detik. Hasil analisa simulasi satu terdapat pipa tidak memenuhi standar izin unit headloss. Pada simulasi dua dilakukan perubahan dimensi sebagai alternatif perbaikan simulasi satu. Simulasi tiga terdapat pipa tidak memenuhi standar izin unit headloss dan pressure. Pada simulasi empat dilakukan perubahan dimensi dan penambahan jalur pipa sebagai alternatif perbaikan pada simulasi tiga.Kata Kunci : Epanet 2.0, Jaringan, Proyeksi, Simulasi.
PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI SUB DAS BELANTIAN KECAMATAN NGABANG BERDASARKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Ardiansyah, Novi; Kartini, Kartini; Yulianto, Eko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76252

Abstract

 Daerah aliran sungai (DAS) Belantian berada di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak, dengan luas area sebesar 32.559,17 ha. Sebagai daerah tangkapan air hujan, DAS Belantian memiliki permasalahan erosi dan sedimentasi, terlihat dari warna serta kualitas air ketika mengalami curah hujan, oleh karena itu perlu dilakukan analisis erosi guna memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tingkat resiko yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan faktor penyebab erosi, menentukan nilai laju erosi, kelas dan tingkat bahaya erosi (TBE) serta mendapatkan peta sebaran erosi, dengan menggunakan metode USLE serta memanfaatkan software ArcGIS 10.8. Total laju erosi pada tahun 1990 sebesar 30.601,67 ton/ha/tahun, erosi yang terjadi pada tahun 2009 sebesar 48.641,73 ton/ha/tahun, dan pada tahun 2022 sebesar 49.208,65 ton/ha/tahun. TBE dibagi menjadi 5 kelas, berdasarkan tutupan lahan tahun 1990 TBE sangat ringan sebesar (1,47-11,39) ton/ha/tahun, TBE ringan (24,98- 44,08) ton/ha/tahun, TBE sedang (73,47-154,29) ton/ha/tahun, TBE berat (200,67-474,63) ton/ha/tahun, TBE sangat berat (488,59-4.765,92) ton/ha/tahun, sedangkan pada tahun 2009 TBE ringan mencapai (27,92-40,13) ton/ha/tahun, TBE sedang (73,47-154,29) ton/ha/tahun, TBE berat (200,67-474,63) ton/ha/tahun, TBE sangat berat (488,59- 4.765,92) ton/ha/tahun, dan pada tahun 2022 TBE ringan mencapai hingga (27,92-44,08) ton/ha/tahun, TBE sedang (73,47-154,29) ton/ha/tahun, TBE berat (200,67-474,63) ton/ha/tahun, TBE sangat berat (488,59-4.765,92) ton/ha/tahun. Pada peta sebaran erosi terdapat kelas TBE yang menunjukan bahwa hanya pada TBE sangat berat yang mengalami peningkatan signifikan di setiap tahun, karena perubahan luas daerah tutupan lahan, yaitu tahun 1990 sebesar 12,4%, tahun 2009 sebesar 14% dan tahun 2022 sebesar 23,5% dari total luas wilayah. Kata Kunci : Sub DAS Belantian, Tingkat Bahaya Erosi, Sistem Informasi Geografis.ABSTRACTThe Belantian watershed (DAS) is located in Ngabang District, Landak Regency, with an area of 32,559.17 ha. As a rainwater catchment area, the Belantian watershed has erosion and sedimentation problems, as seen from the color and quality of water when experiencing rainfall, therefore it is necessary to conduct erosion analysis to provide information to the community about the level of risk posed. The purpose of this study is to formulate erosion causal factors, determine the value of erosion rate, class and erosion hazard level (TBE) and obtain erosion distribution maps, using the USLE method and utilizing ArcGIS 10.8 software. The total erosion rate in 1990 was 30,601.67 tons/ha/year, erosion that occurred in 2009 was 48,641.73 tons/ha/year, and in 2022 it was 49,208.65 tons/ha/year. TBE is divided into 5 classes, based on land cover in 1990 Very light TBE (1.47-11.39) tons/ha/year, light TBE (24.98-44.08) tons/ha/year, medium TBE (73.47-154.29) tons/ha/year, heavy TBE (200.67-474.63) tons/ha/year, very heavy TBE (488.59-4,765.92) tons/ha/year, while in 2009 light TBE reached (27.92-40.13) tons/ha/year, medium TBE (73.47-154.29) tons/ha/year, TBE weight (200.67-474.63) tons/ha/year, very heavy TBE (488.59-4,765.92) tons/ha/year, and in 2022 light TBE reaches up to (27.92-44.08) tons/ha/year, medium TBE (73.47-154.29) tons/ha/year, heavy TBE (200.67-474.63) tons/ha/year, very heavy TBE (488.59-4,765.92) tons/ha/year. On the erosion distribution map, there is a TBE class which shows that only very heavy TBE has increased significantly every year, due to changes in land cover area, namely in 1990 by 12.4%, in 2009 by 14% and in 2022 by 23.5% of the total area. Key Words : Belantian Sub Watershed, Erosion Hazard Level, Geographic Information System.
Analisis ATP (Ability to Pay) dan WTP (Willingness to Pay) Pada Rencana Operasional Jalur Tol Pontianak-Singkawang Anggraini, Ade Fitra; Widodo, Slamet; Sumiyattinah, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.65153

Abstract

Jalan Tol Pontianak-Singkawang akan menjadi jalan tol pertama di Kalimantan Barat yang akan dibangun untuk menangani kepadatan dan keselamatan lalu lintas di antara kedua kota tersebut. Oleh karena itu, perlu ditinjau tarif ideal berdasarkan persepsi pengguna dengan menggunakan analisis ATP dan WTP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik calon pengguna, menghitung nilai ATP dan WTP, dan mengetahui tarif ideal jalan tol.   Metodelogi penelitian menggunakan kuesioner meliputi kuesioner karakteristik responden, kuesioner ATP dan WTP, dan kuesioner harapan. Berdasarkan hubungan   ATP dan WTP diperoleh hasil karakteristik seluruh responden dan tarif ideal Jalan Tol Pontianak-Singkawang yakni, Golongan 1 Rp. 610/km, Golongan 2 Rp. 915/km, Golongan 3 Rp. 1.220/km, Golongan 4 Rp. 1.525/km, dan Golongan 5 Rp. 1.830/km. Nilai Ability To Pay(ATP) dan Willingness To Pay (WTP) rata-rata responden berturut-turut sebesar Rp. 1.330 dan Rp. 883 per km. Pada responden berpenghasilan lebih dari Rp. 2.900.000 diperoleh tarif ideal Jalan Tol Pontianak-Singkawang yaitu Golongan 1 Rp. 875/km, Golongan 2 Rp. 1.312.5/km, Golongan 3 Rp. 1.750/km, Golongan 4 Rp. 2.187,5/km, dan Golongan 5 Rp. 2.625/km. Nilai ATP dan WTP rata-rata berturut-turut sebesar Rp. 1.280 dan Rp. 1.054 per km.Key Words: ATP, Jalan Tol, Pontianak-Singkawang, Tarif, WTP
PEMETAAN SEBARAN BENGKEL KENDARAAN BERMOTOR RODA 2 DAN 4 PENGHASIL LIMBAH PELUMAS BEKAS DI KOTA PONTIANAK Natalia Ursula; Ely Nurhidayati; Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.59349

Abstract

Pertambahan kendaraan pribadi lebih besar dibanding penggunaan kendaraan umum. Peningkatan umumnya pada kendaraan seperti kendaraan bermotor roda 2 dan 4. Peningkatan kendaraan mempengaruhi penambahan sektor usaha bengkel dalam pemeliharaan dan perbaikan. Penelitian ini akan melakukan pemetaan sebaran usaha bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4 penghasil limbah pelumas bekas di Kota Pontianak. Pengumpulan data penelitian dengan observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan digitasi. Pengambilan data menggunakan sampel, yaitu 81 bengkel. Bengkel kendaraan bermotor roda 2 di Kota Pontianak memiliki klasifikasi bengkel dealer, bengkel pelayanan umum, dan bengkel pelayanan merek kendaraan tertentu. Sampel penelitian terdiri atas 10 bengkel dealer, 50 bengkel pelayanan umum, dan 3 bengkel pelayanan merek kendaraan tertentu. Bengkel kendaraan bermotor roda 4 di Kota Pontianak memiliki klasifikasi bengkel dealer dan bengkel pelayanan umum. Sampel penelitian terdiri atas 2 bengkel dealer, dan 16 bengkel pelayanan umum. Bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4 memiliki tipe A, tipe B, dan tipe C. Keadaan lantai bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4 terdiri atas lantai beton dan lantai keramik. Bengkel dealer dan bengkel pelayanan merek kendaraan tertentu memiliki lantai keramik, sedangkan bengkel pelayanan umum masih terdapat beberapa bengkel menggunakan lantai beton.Kata kunci: Bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4, Klasifikasi Bengkel, Pemetaan
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG 7 LANTAI SEKOLAH SANTU PETRUS DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN Puspabella, Fany; Sutandar, Erwin; Yusuf, Muhammad
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53691

Abstract

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.  Kata Kunci: Beton Bertulang, Perancangan Struktur, Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus.
Analisis Kinerja Operasional Pelabuhan Sintete Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Aryanti, Melisa Vania; Supriyadi, Asep; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.77215

Abstract

Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan terbesar kedua yang dikelola PT Pelindo II cabang Pontianak, memiliki kinerja operasional yang tidak teratur sehingga menimbulkan pelayanan yang kurang memuaskan bagi pengguna. Penelitian ini membahas kinerja pemanfaatan fasilitas dan sarana pelabuhan sesuai peraturan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HKI 03/2/2/DPJL-11 tanggal 15 Desember 2011, menggunakan metode deskriptif kuantitatif sehingga menghasilkan data primer yaitu WT, AT, ET, Ton/Gang/Hour, BOR, SOR, dan YOR. Dari perhitungan data didapatkan: Pencapaian kinerja waiting time tahun 2016-2021 baik, kurang dari 1 jam.   Pencapaian kinerja approach time tahun 2016-2021 baik, kurang dari 5 jam. Pencapaian kinerja ET/BT tahun 2016 dan 2021 kurang baik, dibawah 70% sedangkan pencapaian kinerja tahun 2017-2020 baik, diatas 70%. Pencapaian kinerja T/G/H tahun 2016-2021 tidak baik, standar kinerja kurang dari 25%. Pencapaian kinerja berth occupancy ratio tahun 2016 dan 2021 baik dengan nilai kinerja kurang dari 70% sedangkan pencapaian kinerja tahun 2017-2020 tidak baik , diatas 70%. Nilai kinerja yard occupancy ratio dari tahun 2016-2021 terdapat 1 tahun yang kurang baik, lebih dari 65% yaitu tahun 2019. Hal ini dapat teratasi apabila ada penambahan peralatan untuk bongkar muat supaya terjadinya kelancaran angkutan bongkar muat di pelabuhan sintete.
RENCANA KEBUTUHAN DAN PENATAAN LAHAN PARKIR DI JALAN D.I. PANJAITAN DAN JALAN BRIGJEND KATAMSO, KECAMATAN SINTANG Japutra, Felix; erwan, komala; azwansyah, heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.66480

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat) menyebabkan masalah dalam mengatur dan penyediaan lahan parkir terutama pada Jalan D.I Panjaitan dan Jalan Brigjend Katamso dikarenakan kedua jalan ini telah dilakukan pembuatan drainase dan trotoar yang membuat jalan ini kehilangan lahan parkir. Sehingga dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan karakteristik dan kebutuhan lahan parkir serta perencanaan layout parkir. Metode dalam penelitian ini menggunakan survey lapangan untuk mendapatkan data primer dan dianalisis secara statistic. Penelitian dilakukan pada kendaraan roda 4 dikarenakan kendaraan ini yang menyebabkan kemacetan. Akumulasi maksimum yang didapat pada jalan D.I Panjaitan adalah 35 kendaraan dan jalan Brigjend Katamso adalah 25 kendaraan. Setelah dilakukannya analisis dengan asumsi adanya petak parkir, didapatkan pada jalan D.I Panjaitan terdapat 61 petak parkir dengan kebutuhan ruang parkir adalah 37 SRP dan jalan Brigjend Katamso terdapat 69 petak parkir dengan 26 SRP. Sehingga pada perencanaan yang akan dilakukan adalah pembuatan petak parkir pada jalan Brigjend Katamso agar menertibkan kendaraan parkir dan larangan parkir kendaraan roda 4 pada jalan D.I Panjaitan dikarenakan lebar jalan yang kurang efektif untuk diterapkan. Selain itu, memberikan sosialisasi untuk pemindahan parkir kendaraan roda 4 pada jalan D.I Panjaitan untuk parkir ke jalan Brigjend Katamso.
Kapasitas Tampung Saluran Drainase Parit Gertak Kuning Kubu Raya Wifki Leonardo; Nurhayati Nurhayati; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.59069

Abstract

Kubu Raya merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Kubu Raya secara astronomis terletak di sekitar garis khatulistiwa yang menyebabkan mengalami dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Air hujan menjadi limpasan permukaan (surface runoff) akan mengalir di permukaan tanah karena gaya gravitasi dan akan mengalir melalui saluran-saluran seperti  saluran drainase, sungai, danau, laut hingga samudra. Saat ini lah permasalahan akibat limpasan akan terjadi yaitu banjir. Penelitian ini berlokasi di Parit Gertak Kuning, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis besar debit aliran saluran drainase pada kawasan Parit Gertak Kuning; mengkaji kombinasi pasang surut dan curah hujan terhadap kejadian banjir di kawasan Parit Gertak Kuning. Simulasi aliran di saluran menggunakan program aplikasi HEC-RAS. Simulasi dilakukan pada saat kondisi pasang tanpa hujan dan hujan rencana periode ulang 2 Tahun dan 5 Tahun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada saat terjadi pasang dan disertai debit rancangan dengan periode ulang 5 Tahun, beberapa segmen penampang tidak mampu menampung debit air tersebut.Kata Kunci: analisis, banjir, curah hujan, HEC-RAS, hidrologi, kinerja saluran.
TINJAUAN DAYA DUKUNG PELAT BETON BERSIRIP DI ATAS TANAH LEMPUNG DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SIRIP BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN Samuel Maruli Sirait; Vivi Bachtiar; M Yusuf
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.55267

Abstract

Pembangunan jalan di kota Pontianak sendiri pada akhir-akhir ini banyak menggunakan jalan beton karena jalan beton dapat digunakan pada struktur tanah yang memiliki daya dukung rendah. Diketahui bahwa di Pontianak didominasi oleh tanah lunak yang mempunyai daya dukung yang rendah. Kondisi tanah yang memiliki daya dukung yang kecil berpotensi untuk terjadinya penurunan pada jalan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada jalan tersebut. Dengan kondisi tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bentuk pelat yang memiliki nilai penurunan terkecil terhadap beban pada pelat beton di atas tanah lempung dengan variasi kemiringan sirip. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian secara eksperimental melalui metode uji pembebanan langsung (loading test). Dalam penelitian ini diteliti daya dukung pelat beton bersirip di atas tanah lempung yang memiliki kemiringan yang berbeda, yakni 0°, 10°, 20°, 30° dan 40°. Selanjutnya dihubungkan ke dalam grafik untuk melihat grafik dari kelima sampel tersebut mana yang memiliki trend kurva penurunan terhadap pembebanan yang terkecil. Dari hasil pengujian beban dan pengamatan grafik didapat sampel yang memiliki penurunan paling kecil dengan beban yang relatif sama terdapat pada sampel dengan kemiringan sirip 30.
Studi Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat Marta, Angga; Supriyadi, Asep; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.78279

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan bagian terpenting dari sistem pemanfaatan sumber daya perikanan karena pelabuhan perikanan merupakan basis industri perikanan terutama perikanan laut yang memberikan peluang bagi investor yang ingin beraktivitas di dalamnya. Penanganan dan pengelolaan pelabuhan perikanan yang sungguh-sungguh dan optimal akan dapat menjawab tantangan pembangunan perikanan, selain untuk peningkatan produksi sebagai sumber devisa daerah dan negara, untuk peningkatan lapangan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kuantitatif. Dalam menganalisis aktivitas operasional perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat dapat dilakukan secara deskriptif kuantitatif serta sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan yang artinya dalam metode penulisannya menjelaskan atau menerangkan suatu peristiwa. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat terletak di Desa Penjajap, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Berada di muara Sungai Sambas yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan dan Natuna. Jarak pelabuhan ke Kota Singkawang sekitar 35 km dan jarak dari Pontianak adalah 177 km dengan titik koordinat 1 °-11''-51.2"Lintang Selatan dan 108 °-59''-29.2"Bujur Timur. Tingkat pendayagunaan kedalaman alur pelayaran memiliki nilai sebesar 166% yang bisa dikatakan melampaui batas optimal karena pendayagunaan fasilitas lebih dari 100%. Dermaga memiliki tingkat pendayagunaan sebesar 83%, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendayagunaan panjang dermaga dikatakan kurang optimal karena kurang dari 100%. Kolam pelabuhan memiliki tingkat sebesar 130%, bahwa tingkat kolam pelabuhan melampaui batas optimal karena memiliki lebih dari 100%.

Page 100 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue