cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Histoplasmosis: Etiologi, patofisiologi, morfologi, diagnosis, dan pengobatan Jannah, Insani Fitrahulil; Arianto, Steven
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1110

Abstract

Histoplasmosis is a fungal infection caused by Histoplasma capsulatum, commonly found in contaminated soil, particularly in endemic areas. This disease is of concern as it can be potentially fatal for individuals with weakened immune systems. This study aims to summarize and analyze current information regarding the etiology, pathophysiology, diagnosis, and treatment of histoplasmosis. The research method employed is a literature review, collecting and analyzing relevant articles from various reputable sources.The findings indicate that diagnosing histoplasmosis is often challenging with conventional methods, such as microscopy and culture, which have limitations in sensitivity and specificity. In contrast, molecular methods like PCR demonstrate better results in detecting infections, especially in difficult cases. The conclusion of this study emphasizes the importance of a comprehensive understanding of histoplasmosis and the need for developing more accurate diagnostic methods to enhance the detection and management of this disease. Histoplasmosis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh Histoplasma capsulatum, yang sering ditemukan di tanah yang terkontaminasi, terutama di daerah endemik. Penyakit ini menjadi perhatian karena dapat berpotensi fatal pada individu dengan sistem imun yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum dan menganalisis informasi terkini mengenai etiologi, patofisiologi, diagnosis, dan pengobatan histoplasmosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel- artikel relevan dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis histoplasmosis sering kali sulit dilakukan dengan metode konvensional, seperti mikroskopis dan kultur, yang memiliki keterbatasan dalam sensitivitas dan spesifisitas. Sebaliknya, metode molekuler seperti PCR menunjukkan hasil yang lebih baik dalam mendeteksi infeksi, terutama pada kasus yang sulit. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang histoplasmosis dan perlunya pengembangan metode diagnostik yang lebih akurat untuk meningkatkan deteksi dan penanganan penyakit ini.
Peran heart rate variability dan faktor inflamasi pada sindrom lelah kronik Anwar, Bariani; Faisal, Edward; Irvianita, Vinandia; Putranto, Rudi; Shatri, Hamzah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1139

Abstract

Sindrom kelelahan kronis yang juga dikenal sebagai Myalgic Encephalomyelitis (ME), adalah kondisi kronis kompleks yang ditandai oleh kelelahan parah, disertai nyeri muskuloskeletal, gangguan kognitif, dan sistem autonom. Patofisiologi CFS melibatkan inflamasi kronis, disfungsi mitokondria, dan ketidakseimbangan sistem kekebalan, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar sitokin pro-inflamasi. Aktivitas sitokin ini berperan dalam munculnya gejala utama seperti kelelahan, nyeri, dan penurunan kognitif. Diagnosis CFS merupakan proses yang kompleks karena didasarkan pada metode eksklusi dan belum adanya biomarker definitif sehingga menyebabkan banyak pasien tidak terdiagnosis. Heart Rate Variability (HRV) telah diajukan sebagai metode non-invasif untuk menilai disfungsi autonom pada CFS, di mana HRV rendah menunjukkan peningkatan risiko kelelahan dan disfungsi parasimpatis. Penggunaan HRV dan sitokin sebagai biomarker potensial menawarkan pendekatan yang lebih terukur dalam mendiagnosis CFS serta memprediksi prognosis. Namun, heterogenitas dalam hasil penelitian terkait peran sitokin menekankan pentingnya konsistensi metodologis di masa mendatang. Studi lanjutan tentang HRV dan inflamasi pada CFS diharapkan dapat berkontribusi pada strategi terapi yang lebih spesifik.
Analisis insiden kondisi potensial cedera di instalasi farmasi rumah sakit “X” daerah Jawa Barat periode Januari 2022 - Desember 2023 Maharani, Aprilia; Lakoan, Milda Rianty; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1144

Abstract

Keselamatan pasien merupakan tindakan terbaik yang dilaksanakan oleh rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien melalui standar yang terukur agar meminimalisir kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis insiden Kondisi Potensial Cedera di Instalasi Farmasi Rumah Sakit ”X” daerah Jawa Barat periode Januari 2022 – Desember 2023 dengan menggunakan metode penelitian kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengetahui persentase Instalasi Farmasi berkontribusi dalam Insiden Kondisi Potensial Cedera (KPC) dan penelitian kualitatif dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya insiden tersebut. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi data insiden dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentase insiden Kondisi Potensial Cedera pada tahun 2022 sebesar 8,45% atau ditemukan sebanyak 30 insiden, sedangkan pada tahun 2023 sebesar 8,25% atau sebanyak 26 insiden. Faktor penyebab terjadinya Insiden Kondisi Potensial Cedera (KPC) yaitu kurangnya kerjasama tim antara petugas kefarmasian dan perawat di tiap unit, double checker yang tidak dilakukan secara maksimal, faktor human error seperti kelelahan dan stress sehingga berkurangnya konsentrasi, penempatan dan penyimpanan obat yang tidak mengikuti Standar Prosedur Operasional (SPO), serta kinerja petugas kefarmasian yang belum optimal dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak sebanding dengan beban kerja yang dilakukan.
Gambaran penyimpanan obat di Apotek Quality Bekasi berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di apotek Marasabessy, Nurlaila; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1147

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan yang dilakukan secara langsung oleh apoteker kepada pasien guna meningkatkan mutu kehidupan terhadap pasien. Pelayanan yang berkualitas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap apotek. Apotek perlu memperhatikan pengelolaan obat secara optimal, hal ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan obat yang kurang efisien, khususnya dalam tahap penyimpanan yang akan memberikan pengaruh terhadap peran apotek di lingkungan masyarakat. Proses penyimpanan obat merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan memelihara manajemen obat di Apotek. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tentang gambaran penyimpanan obat di Apotek Quality apakah sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi. Hasil dari penelitian ini adalah Gambaran Penyimpanan Obat Di Apotek Quality Berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, pada tangal 15 Januari dan 4 Februari 2024, menunjukan hasil persentase penyimpanan yaitu pada tanggal 15 Januari dengan persentase penyimpanan yaitu 66,67% kategori “Baik” dan pada tanggal 4 Februari mengalami peningkatan persentase penyimpanan yaitu 71,43%, hal ini dapat dikatakan penyimpanan yang dilakukan di Apotek Quality Berdasarkan Dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, dikategorikan “Baik.
Profil penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi farmasi rawat jalan BPJS rumah sakit x periode Mei - Juli 2023 Maharani, Devi Elfina; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1148

Abstract

Karena pola hidup yang tidak sehat, diabetes melitus tipe 2 masalah kesehatan yang serius dan sering terjadi pada orang dewasa di seluruh dunia. Diabetes Melitus tipe 2 merupakan sindrom metabolik disebabkan oleh resistensi insulin yang dominan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil penggunaan antidiabetes pada pasien diabetes tipe 2 di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS RS X. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif pendekatan retrospektif. Data yang dikumpulkan dari resep elektronik pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS RS X dari Mei - Juli 2023. Dari hasil pengolahan data berdasarkan Jenis Kelamin perempuan 56,31%. Usia 54 – 65 Tahun 47,57%. Tipe Terapi Kombinasi 78,64%. Obat Antidiabetes Oral Tunggal Gliquidone 68,18%. Obat Antidiabetes Oral Kombinasi Gliquidone+Metformin 38,27%. Golongan Obat Sulfonilurea 44,28%. Obat Antidiabetes yang sering digunakan pada pasien Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS RS X Periode Mei-Juli tahun 2023 untuk obat Tunggal Gliquidone dan Kombinasi Gliquidone+Metformin. Golongan obat Sulfonilurea. Pada Jenis Kelamin paling sering yaitu Perempuan, Untuk usia paling banyak di Usia 54 – 65 Tahun dan Tipe Terapi yang paling banyak yaitu Kombinasi.
Gambaran peresepan obat antiepilepsi pada pasien rawat jalan di poli anak RS X periode Mei – Juli 2023 Maulina, Devi; Ariyanti, Gita Suci; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1162

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu kelainan neurologis kronis yang banyak terjadi pada anak. Prevalensi kasus epilepsi paling tinggi terjadi pada anak. Di Indonesia, setidaknya terdapat 700.000–1.400.000 kasus epilepsi, dengan 70.000 kasus baru muncul setiap tahun, dan 40%–50% di antaranya terjadi pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antiepilepsi yang banyak diresepkan pada pasien anak berdasarkan jenis kelamin, umur, dosis penggunaan obat antiepilepsi, dan jenis obat antiepilepsi yang digunakan pada pasien rawat jalan di poli anak RS X pada periode Mei–Juli 2023. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data pasien rawat jalan, dan sampel yang diperoleh adalah 153 resep. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas pasien adalah laki-laki dengan jumlah 89 resep (58,17%). Berdasarkan kategori umur, pasien epilepsi terbanyak berada di rentang usia 0–5 tahun dengan jumlah 77 resep (50,32%). Pada penggunaan dosis obat antiepilepsi yang diresepkan oleh dokter, semua sampel (153 resep atau 100%) sudah tepat dosis. Berdasarkan jenis obat antiepilepsi tunggal yang paling banyak diresepkan, yaitu asam valproat sirup sebanyak 90 resep (58,82%), sedangkan obat antiepilepsi kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah asam valproat sirup dengan kapsul fenitoin sebanyak 5 resep (3,28%).
Gambaran tingkat pengetahuan tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat pada masyarakat di perumahan Taman Balaraja Tambunan, Friska Mauli Anggina; Adiana, Sylvi; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1167

Abstract

There are various problems due to people's lack of understanding about the correct use and handling of drugs.  One way to manage medicines properly and correctly is to implement the Get, Use, Save, Dispose (DAGUSIBU) program.  This method explains the procedures for managing medicines from the moment you get the medicine until the time the medicine is no longer consumed and is finally thrown away. This research uses a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique, obtaining a sample of 119 respondents. Data collection was carried out through several statements in the form of a questionnaire. From the data processing results of a descriptive study of knowledge about Get, Use, Save, Dispose of (DAGUSIBU) drugs in the community at Taman Balaraja Housing RT.01 RW.07, Sukamulya District, Tangerang Regency, the results were obtained based on Gender Male (74.5%), Age 56-65 years (77.8%), Diploma/Bachelor's degree education (69.2%), Civil Servant/Private Employee (74.4%). Level of public knowledge regarding how to get (72.3%) sufficient category, how to use (63.9%) sufficient category, how to save (66.4%) sufficient category, how to dispose of (68.1%) sufficient category. Description of the Level of Knowledge about Get, Use, Save, Dispose of (DAGUSIBU) Medicines in the Community in the Taman Balaraja Housing Complex RT.01 RW.07 Sukamulya District, Tangerang Regency (79.4%) in the good category. Adanya berbagai permasalahan dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU). Cara ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mendapatkan obat hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 119 responden, pengambilan data dilakukan melalui beberapa pernyataan dalam bentuk kuesioner. Dari Hasil pengolahan data studi deskriptif pengetahuan tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) obat pada masyarakat di Perumahan Taman Balaraja RT.01 RW.07 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang diperoleh hasil berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki (74,5%), Usia 56-65 tahun (77,8%), Pendidikan Diploma/Sarjan (69,2%), Pekerjaan Pegawai Negeri/Pegawai Swasta (74,4%). Tingkat Pengetahuan Masyarakat mengenai cara mendapatkan (72,3%) kategori cukup, cara menggunakan (63,9%) kategori cukup, cara menyimpan (66,4%) kategori cukup, cara membuang (68,1%) kategori cukup. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) Obat Pada Masyarakat di Perumahan Taman Balaraja RT.01 RW.07 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang (79,4%) kategori baik.
Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat Chlorpheniramine Maleat sebagai anti alergi di RT 10/RW 02 Sunter Agung Jakarta Utara Zahidin, Imam; Lakoan, Milda Rianty; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1168

Abstract

Chlorpheniramine Maleat (CTM) merupakan obat antihistamin generasi pertama yang indikasinya sebagai anti alergi. Kesalahan pengobatan sering terjadi akibat kurangnya informasi penggunaan obat yang tepat. Masyarakat harus memahami informasi mengenai obat CTM sebagai anti alergi dengan baik dan benar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat CTM sebagai anti alergi di RT 10/RW 02 Kelurahan Sunter Agung Jakarta Utara berdasarkan usia dan Tingkat Pendidikan. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan cara membagikan kuesioner pada masyarakat. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua masyarakat yang berdomisili di RT 10/RW 02 Kelurahan Sunter Agung Jakarta Utara. Sampel yang digunakan berjumlah 118 orang. Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang alergi di RT 10/RW 02 Kelurahan Sunter Agung Jakarta Utara diperoleh tingkat kategori cukup sebesar 75,42%. Selanjutnya gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat anti alergi (CTM) diperoleh tingkat kategori baik sebesar 84,75%. Selanjutnya hasil pengetahuan masyarakat tentang pemahaman obat CTM sebagai anti alergi bukan sebagai obat tidur diperoleh tingkat kategori baik sebesar 87,29%.
Tren peresepan obat gastritis di poli penyakit dalam RS X: Fokus pada pasien BPJS Juli-September 2023 Astuti, Linda Sri; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1172

Abstract

Gastritis, yang lebih dikenal sebagai "maag," adalah adalah kondisi peradangan pada lambung, terutama pada lapisan mukosa lambung. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala, antara lain mual, muntah, nyeri pada perut bagian atas, pendarahan, kelelahan, dan penurunan nafsu makan. Penanganan gastritis biasanya melibatkan pemberian obat-obatan yang terbagi dalam beberapa jenis, seperti antasida, penghambat sekresi asam lambung, analog prostaglandin, serta pelindung mukosa lambung.. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelompok obat gastritis yang paling sering diresepkan, berdasarkan usia, jenis kelamin, serta pola peresepan tunggal atau kombinasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan teknik purposive sampling. Dari 222 sampel resep, ditemukan bahwa perempuan lebih rentan terhadap gastritis (72,07% atau 160 resep), dan kelompok usia yang paling banyak terdiagnosa gastritis adalah lansia akhir (56-65 tahun) dengan 27,48% (61 resep). Obat yang paling banyak diresepkan adalah penghambat sekresi asam dari golongan proton pump inhibitor (77,93% atau 173 resep), dengan pola terapi tunggal yang mendominasi (87,39% atau 194 resep).
Perbandingan standarisasi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan pelarut yang berbeda Pratama, Arya Yudha; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1176

Abstract

Teh hijau (Camellia sinensis L. Kuntze) adalah salah satu tanaman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh hijau dikenal sebagai minuman herbal berkhasiat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter spesifik dan non spesifik serta kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol dan aquadest teh hijau. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan aquadest. Jenis penelitian eksperimental. Hasil ekstrak didapatkan  rendemen etanol 31% dan aquadest 28%. Pada hasil penetapan parameter spesifik dan non spesifik menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau  pada pengujian organoleptik didapatkan hasil berbentuk kental, warna coklat, bau khas, rasa pahit sepat. kadar sari larut etanol pada ekstrak etanol 42%, ekstrak aquadest 45,4% dan kadar sari larut aquadest esktrak etanol 49% dan aquadest 50,1%. Hasil kandungan senyawa metabolit sekunder pada teh hijau mengandung flavonoid, tannin, saponin dan alkoloid. Hasil standarisasi parameter non spesifik pada ekstrak teh hijau, kadar air ekstrak etanol 2,0% ekstrak aquadest 2,2%, Kadar abu ekstrak etanol 6,4% ekstrak aquadest 8,6%, susut pengeringan ekstrak etanol 0,14% ekstrak aquadest 0,19%, sisa pelarut ekstrak etanol 0,9574, bobot jenis ekstrak etanol 0,97, ekstrak aquadest 0,96. Hasil dari standarisasi ekstrak teh hijau  dalam penelitian ini memenuhi persyaratan.