cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Pola penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di instalasi rawat inap rumah sakit X Bekasi tahun 2023 Zaevany, Tatiek Arsita; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1630

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang memerlukan penanganan segera, termasuk pemberian antibiotik yang tepat. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi dan memperburuk kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di instalasi rawat inap Rumah Sakit X Bekasi tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif dalam metode deskriptif dalam desain penelitian data diambil secara retrospektif. Penelitian ini menggunakan sampel resep pasien pneumonia di Rumah Sakit X Bekasi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu jenis kelamin laki – laki sebanyak 74 pasien (63,25%), usia masa balita 0 – 5 tahun sebanyak 90 pasien (76,92%) dan diagnosa terbanyak yaitu pneumonia sebanyak 68 (58,12%). Pada penggunaan berdasarkan jenis antibiotik paling banyak digunakan yaitu ampisillin sulbactam sebanyak 63 pasien, (45,00%), penggunaan berdasarkan golongan antibiotik paling banyak yaitu Penisillin sebanyak 66 pasien (47,14%).
Tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Institut Kesehatan Hermina tentang air rebusan daun salam sebagai obat hipertensi Saputra, Tegar Bagus; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1631

Abstract

Pengetahuan merupakan pemahaman atau keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pendidikan, atau pembelajaran. Pengetahuan tentang bahan alam mencakup informasi mengenai senyawa yang dihasilkan oleh organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap obat modern maupun obat tradisional untuk mendukung praktik kefarmasian yang aman dan berbasis bukti. Daun salam (Syzygium polyanthum) adalah salah satu tanaman herbal yang umum digunakan, kaya akan metabolit sekunder, dan memiliki efek farmakologis sebagai obat tradisional, termasuk terapi hipertensi. pentingnya pemahaman mahasiswa farmasi terhadap pemanfaatan tanaman herbal serta belum adanya penelitian yang secara khusus mengkaji pengetahuan mahasiswa farmasi mengenai air rebusan daun salam, dilakukan penelitian berjudul Pengetahuan Mahasiswa Farmasi Institut Kesehatan Hermina tentang Air Rebusan Daun Salam sebagai Obat Hipertensi. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuisioner yang terdiri dari 10 pernyataan. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas(r table =0,235) dan reliabilitas(α =0,530). Hasil dari 67 responden menunjukkan tingkat pengetahuan terbagi menjadi tiga kategori: Baik (66%), Cukup (22%), dan Kurang (12%).
Pola penggunaan obat analgetik pada pasien BPJS di poli saraf rumah sakit x Fadillah, Muhammad Noval; Adiana, Sylvi; Arianti, Varda
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1635

Abstract

Penggunaan obat analgetik menjadi salah satu intervensi utama dalam pengelolaan nyeri. Nyeri adalah salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat. Penggunaan obat analgetik pada pasien dengan gangguan syaraf memegang peranan penting dalam pengelolaan nyeri. Analgetik terdiri dari beberapa golongan obat, seperti Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs), opioid, dan adjuvant analgesics. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat analgetik pada pasien peserta BPJS di poli saraf sebuah rumah sakit dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan retrospektif. Hasil penelitian ini untuk memastikan penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan pasien saraf demi meningkatkan kualitas hidup pasien dan mencegah efek samping jangka panjang dari penggunaan analgetik yang tidak tepat. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 267 pasien (76,29%), berdasarkan usia yaitu usia lansia akhir sebanyak 109 pasien (31,14%), berdasarkan jenis pekerjaan yaitu pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 277 pasien (79,15%). Selanjutnya hasil penelitian pola penggunaan obat didapatkan hasil berdasarkan diagnosa terbanyak adalah diagnosa neuropatik sebanyak 192 pasien (54,86%), berdasarkan jenis obat terbanyak  adalah paracetamol tablet sebanyak 158 pasien (45,14%), berdasarkan golongan obat analgetik terbanyak adalah golongan analgetik non opioid sebanyak 168 pasien (48%).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bagian pengolahan dipabrik kelapa sawit PT.X Azri, Nabila Inne; Susanti, Nofi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1659

Abstract

Hampir semua pekerjaan akan beresiko menimbulkan musculoskeletal disorders (MSDs). Keluhan musculoskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja bagian pengolahan dipabrik kelapa sawit PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 35 responden yang merupakan populasi total pekerja bagian pengolahan. Penggumpulan data ini menggunakan kuesioner, observasi, Nordic Body Map (NBM), untuk menilai tingkat keluhan musculoskeletal dengan metoda QEC (Quick Expossure Check) untuk postur kerja. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara umur (P=0,042 <0,05) kebiasaan merokok (P=0,038 < 0,05) postur kerja (P=0,005 < 0,05) durasi kerja (P=0,005 < 0,05) dengan keluhan musculoskeletal pada pekerja pengolahan, dan faktor yang tidak berhubungan dengan keluhan musculoskeletal pada pekerja pengolahan yaitu masa kerja (P=0,135 > 0,05). Saran bagi peneliti yaitu memberikan arahan kepada pekerja pengolahan untuk melakukan peregangan ringan sebelum melakukan pekerjaan agar mengurangi nyeri yang dirasakan.
Pelaksanaan rujukan rawat jalan tingkat pertama peserta Jaminan Kesehatan Nasional di puskesmas x Andika, Wulan; Hasibuan, Rapotan
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1660

Abstract

Sistem rujukan merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam penguatan pelayanan system primer sebagai upaya untuk penyelenggaraan kendali mutu dan biaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan rujukan di Puskesmas Aek Raso masih belum berjalan sesuai standar, hal tersebut dapat dilihat masih terdapatnya rujukan atas permintaan sendiri (APS). Ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan sudah memenuhi standar. Ketersediaan obat-obatan, tenaga kesehatan yang masih belum memenuhi standar dan pengetahuan tentang konsep gatekapeer merupakan penyebab terjadinya rujukan di puskesmas. Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan Puskesmas Aek Raso dapat menjalankan rujukan sesuai dengan prosedur, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang JKN khususnya sistem rujukan berjenjang dan tentang konsep gatekeeper, dan mengevaluasi kembali perencanaan obat. Dinas Kesehatan juga diharapkan bekerja sama dengan puskesmas dalam melengkapi fasilitas alat kesehatan,Tenaga kesehatan dan juga obat-obatan.
Asuhan keperawatan pada keluarga dengan balita di Gampong Lamtimpeung Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar Yanti, Dara; Hartaty, Neti; Hidayati, Husna
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1734

Abstract

Latar Belakang: Caries gigi dan masalah personal hygiene merupakan gangguan umum pada balita yang dapat menurunkan status kesehatan keluarga. Salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan keluarga dalam menjalankan fungsi kesehatan secara optimal, sehingga berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada keluarga dengan balita yang mengalami caries gigi dan masalah personal hygiene. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di desa Lamtimpeung Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan didapatkan diagnosa keperawatan prioritas yang muncul adalah ketidakefektifan perilaku pemeliharaan kesehatan: caries gigi dan ketidakefektifan perilaku pemeliharaan kesehatan: personal hygiene. Intervensi diberikan berdasarkan lima tugas utama kesehatan keluarga. Intervensi yang diberikan pada diagnosa pertama adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang konsep caries gigi, mengajarkan cara menyikat gigi yang benar, pembatasan makanan manis, dan menganjurkan kontrol ke dokter gigi. Intervensi yang diberikan pada diagnosa kedua meliputi pendidikan kesehatan terkait personal hygiene, mengajarkan langkah mencuci tangan, menganjurkan untuk meletakkan sabun di tempat yang terlihat dan mudah dijangkau, serta memberikan informasi tentang sumber pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Studi kasus menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam merawat anak dengan memenuhi lima tugas kesehatan keluarga. Saran: Perawat diharapkan dapat menyelenggarakan program edukasi melalui media edukatif seperti booklet dan video, serta demonstrasi langsung mengenai teknik menyikat gigi dan mencuci tangan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan anak, serta mencegah masalah kesehatan yang timbul akibat caries gigi dan buruknya personal hygiene.
Asuhan keperawatan pada bayi dengan Prematuritas-Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) dan Resipratory Distress Syndrom (RDS): Studi kasus Faliani, Indah; Fajri, Nova
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1735

Abstract

Berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama komplikasi respirasi seperti respiratory distress syndrom (RDS). RDS merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan pada neonatus prematur yang ditandai oleh surfaktan paru yang tidak adekuat. Neonatus prematur dengan BBLSR dan RDS jika tidak tidak ditangani secara tepat, maka kondisi tersebut dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan yang mengancam jiwa. Sehingga diperlukan penatalaksanaan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup bayi prematur dengan BBLSR dan RDS. Tujuan dari studi kasus ini untuk menganalisis Asuhan Keperawatan Pada Bayi Dengan Prematuritas-Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) Dan Respiratory Distrees Sindrom (RDS). Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan tahapan proses keperawatan yaitu pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil yang diperoleh yaitu pasien mengalami masalah keperawatan pola napas tidak efektif, risiko termoregulasi tidak efektif, risiko syok, defisit nutrisi, risiko gangguan perkembangan dan risiko gangguan perlekatan. Intervensi yang diberikan diantaranya manajemen jalan napas, regulasi temperatur, manajemen syok, pencegahan infeksi, manajemen nutrisi, pemberian makan melalui enteral, perawatan perkembangan, promosi perlekatan dan promosi keutuhan keluarga. Penerapan evidence based nursing (EBN) yang diberikan diantaranya pemberian posisi untuk meningkatkan oksigenasi, memberikan nesting untuk kenyamanan dan stabilitas suhu tubuh, pencegahan infeksi pada bayi, stimulus motoric oral (PIOMI) dan non nutritive sucking untuk meningkatkan reflek hisap dan menelan pada bayi. Setelah dilakukan intervensi kondisi pasien mengalami perbaikan meskipun belum signifikan, terlihat dari peningkatan oksigenasi, asupan diet yang meningkat dan suhu tubuh yang stabil, namum reflek hisap pada bayi masih lemah. Diharapkan pendekatan EBN tersebut dapat menjadi referensi tambahan untuk penanganan pada bayi prematur dengan BBLSR dan RDS.
Hubungan perilaku pola makan pada status gizi ibu hamil untuk pencegahan resiko stunting di Puskesmas Kemayoran Jakarta Pusat tahun 2025 Mulyati, Susi; Mahanani, Dian; Kurniawan, Yang Fajar; Ayu, Irma Yudith; Budianto, Eko Teguh; Sekundaria, Ratna Dewi; Fakhirah, Annisa; Fatimah, Gefira Nur
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1755

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis utama di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022 dan target penurunan hingga 14% pada 2024. Kondisi gizi ibu hamil berpengaruh langsung terhadap status gizi janin dan perkembangan anak, sehingga menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Perilaku pola makan ibu hamil memiliki peran sentral karena ketidakseimbangan konsumsi zat gizi makro dan mikro dapat menyebabkan defisiensi energi kronis, anemia, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, prematuritas, dan stunting. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian terkait hubungan langsung antara perilaku pola makan dan status gizi ibu hamil di wilayah urban, khususnya pada tingkat pelayanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku pola makan dan status gizi ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting di Puskesmas Kemayoran, Jakarta Pusat, tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada Mei 2025. Sampel terdiri dari 100 ibu hamil trimester kedua dan ketiga yang dipilih secara purposive sampling. Perilaku pola makan diukur menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang dimodifikasi. Status gizi diukur melalui IMT pra-kehamilan dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku pola makan ibu hamil dengan status gizi mereka (p-value = 0.032). Kelompok dengan pola makan kurang ideal memiliki prevalensi status gizi kurang optimal sekitar 1.5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pola makan yang lebih baik (PR 1.497; 95% CI: 1.05–2.13). Intervensi gizi berbasis perilaku spesifik di lingkungan urban sangat penting untuk mencegah kasus stunting.
Hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tenaga kesehatan di Puskesmas X Hilmi, Taufik; Tanjung, Nadya Ulfa
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1758

Abstract

Tenaga Kesehatan pada Puskesmas X memiliki peluang bahaya terkena keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang cukup tinggi karena bekerja dalam posisi tubuh yang tidak nyaman, seperti saat membantu mengangkat pasien, berdiri terlalu lama, memeriksa pasien posisi membungkuk dan posisi duduk yang terlalu lama. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada tenaga kesehatan Puskesmas X. Variabel Independen penelitian ini adalah (postur kerja) diukur menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan (durasi kerja) menggunakan kuisoner serta Variabel Dependen pada penelitian ini adalah keluhan (Musculoskeletal Disorder) yang diukur menggunakan NBM (Nordic Body Map). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 62 orang terdiri dari Dokter Umum, Kesehatan Masyarakat, Perawat Gigi, Bidan dan Perawat. Hasil uji statistik Chi-Square postur kerja dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs) menunjukkan angka (p = 0,007). Hasil uji statistik Chi-square durasi kerja dengan Musculoskeletal Disorders menunjukkan angka (p = 0,004). Terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Tenaga Kesehatan Puskesmas X dan terdapat hubungan antara durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Tenaga Kesehatan Puskesmas X.
Faktor-faktor yang mempengaruhi balita beresiko stunting Lestari, Rizki Ayu; Ariani, Septy
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1082

Abstract

Pendahuluan: Stunting pada anak  merupakan masalah gizi yang menjadi masalah nasional, hal ini dikarenakan stunting berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa yang akan datang. Riset Kesehatan Dasar tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting masih sejumlah 37, 2%, hal ini menjadi masalah kesehatan yang penting dikarenakan masalah stunting berada diatas ambang batas 20 %. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang. Desain Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Populasi penelitian yaitu 140 responden teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling sehingga didapatkan responden dalam penelitian ini sebanyak 104. Hasil penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Dengan memperoleh nilai  nilai p-value= 0,000 ≤ 0,05 dan Terdapat hubungan yang signifikan pegetahuan orang tua dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Dengan memperoleh nilai  nilai p-value= 0,000 ≤ 0,05.