cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3" : 30 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) DI TANAH ULTISOL Sari, Dwi Darma; Indrawati, Urai Suci; Arief, Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.90554

Abstract

Tanah Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai sebaran luas mencapai 45.794.000 ha. Tanah Ultisol memiliki karakteristik utama berupa kesuburan rendah, keasaman tinggi, dan kandungan mineral tertentu yang mempengaruhi penggunaannya dalam pertanian. Penggunaan biochar tankos yang dapat menyuburkan tanah dan kotoran ayam sebagai amandemen tanah dapat membantu meningkatkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar tankos dan kotoran ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.) di tanah Ultisol. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial dan uji lanjut DMRT (Duncan"™s Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 5% dengan 9 perlakuan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 plot sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian biochar tankos dan kotoran ayam pada perlakuan tertinggi yaitu A3B3 (45 ton/ha + 30 ton/ha) memberikan peningkatan terhadap C-organik sebesar 6,32%, dan N-total sebesar 0,66%. Pemberian biochar tankos dapat meningkatkan reaksi tanah (pH H2O) sebesar 10,44%, K-dd sebesar 34,43%, dan tinggi tanaman sebesar 6,14%, sedangkan pemberian kotoran ayam dapat meningkatkan P-tersedia sebesar 144,73%, K-dd sebesar 29,88%, dan tinggi tanaman sebesar 13,62%.
ANALISIS PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BENGKAYANG Natalia, Natalia; Kusrini, Novira; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.90539

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komoditas basis (unggulan) dan menganalisis pertumbuhan sub sektor tanaman pangan di Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilakukan di daerah administrasi Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data hasil produksi sub sektor pertanian tanaman pangan kurun waktu tahun 2014-2023. Alat analisis yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Tahapan analisis data: 1) menentukan komodias basis/non basis dengan teknik analisa LQ, 2) Menentukan nilai pertumbuhan dan daya saing dengan teknik SSA, 3) Menentukan komoditas unggulan dengan teknik analisa komulatif hasil LQ dan SSA, berdasarkan nilai perjumlahan pertumbuhan proporsional dan pertumbuhan pangsa wilayah dan menghasilkan nilai pertumbuhan bersih, yang menjadi acuan untuk penentuan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Bengkayang. Berdasarkan hasil penelitian komoditas basis di Kabupaten Bengkayang, yaitu jagung, kacang tanah dan ubi jalar. Komoditas unggulan sub sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Bengkayang adalah komoditas jagung dan komoditas ubi jalar.
PENGUJIAN SENSORI DARK CHOCOLATE DENGAN PENAMBAHAN KULIT BUAH JERUK Nuraini, Utin; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.93329

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia dengan potensi produksi yang tinggi. Dark chocolate adalah salah satu produk yang berasal dari olahan cokelat. Produk olahan ini memiliki nilai fungsional tinggi karena kandungan yang terdapat didalamnya. Salah satu kandungan dark chocolate yaitu sebagai antioksidan yang memiliki peran dalam menjaga kekebalan imunitas tubuh serta menurunkan tekanan darah dan dapat memperbaiki aliran darah. Langkah efektif untuk mempertahankan kandungan yang terdapat dalam dark chocolate salah satunya yaitu dengan penambahan kulit buah jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bubuk kulit jeruk terhadap karakteristik organoleptik dark chocolate. Bubuk kulit jeruk ditambahkan sebanyak 5% ke dalam formulasi dark chocolate, kemudian dilakukan uji sensori secara hedonik terhadap atribut warna, rasa, aroma, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kulit jeruk meningkatkan skor hedonik dengan nilai organoleptik terbaik pada aroma (4,37), warna (3,83), rasa (4,00), tekstur (3,70), dan penerimaan keseluruhan (3,70).
KORELASI JARAK SALURAN SEKUNDER DAN SIFAT FISIKA TANAH PADA LAHAN SAWAH PASANG SURUT DI DESA PARIT KELADI KABUPATEN KUBU RAYA Zaen, Fani Afifa; Hazriani, Rini; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.91944

Abstract

Lahan pasang surut merupakan lahan yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut atau sungai sebagai sumber pengairannya. Lahan sawah pasang surut memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan terkait dengan kondisi kesuburan tanahnya. Sifat fisika tanah merupakan unsur lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap tersedianya air, udara tanah dan secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak saluran sekunder terhadap sifat fisika tanah pada lahan sawah pasang surut di Desa Parit Keladi Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode transek dengan menentukan 4 titik pengambilan sampel tanah utuh, masing-masing titik diambil dengan kedalaman 0"“20 cm dan 20"“40 cm. Hasil analisis korelasi menunjukkan jarak saluran memiliki hubungan keeratan korelasi yang sangat kuat terhadap tinggi genangan. Hasil analisis laboratorium pada lokasi penelitian menunjukan bahwa tanah sawah pada lokasi penenlitian memiliki tekstur lempung berdebu dan lempung liat berdebu, memiliki bobot isi dengan kriteria sedang, porositas dengan kriteria baik dan porous, kadar air kapasitas lapangan dengan kriteria tinggi, permeabilitas dengan kriteria lambat, dan kemantapan agregat yang sangat mantap.
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K TANAH ULTISOL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. AGRINA SAWIT PERDANA DI DESA PENYELADI KABUPATEN SANGGAU Manurung, Rocky Oktavianus; Suswati, Denah; Agustine, Leony
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.86120

Abstract

Unsur hara makro N, P, dan K yang ada pada tanah Ultisol masih tergolong rendah, sehingga penambahan kebutuhan unsur hara dapat dipenuhi melalui pemupukan. Perkebunan kelapa sawit membutuhkan unsur hara makro yang tinggi untuk mencapai produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status unsur hara N, P, dan K serta menentukan saran pemupukan tanah ultisol pada perkebunan kelapa sawit. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah berdasarkan tahun tanam 2009, tetapi dengan produksi yang berbeda pada 4 lokasi penelitian. Setiap lokasi diambil 5 titik sampel tanah menggunakan sistem diagonal dengan kedalaman 0-30 cm yang kemudian di kompositkan. Parameter yang dianalisis adalah pH tanah, C-organik tanah, Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB) dan kandungan unsur hara N, P, dan K tanah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pH tanah termasuk dalam kriteria masam, C-organik tanah rendah, N-total tanah rendah, P-tersedia tanah sangat rendah, K-dd tanah rendah, Kapasitas Tukar Kation (KTK) rendah, dan Kejenuhan Basa (KB) dalam kriteria rendah. Saran pemupukan pada setiap blok di lokasi penelitian adalah untuk lokasi Blok D18 Urea sebanyak 2,4 kg/tanaman, SP-36 sebanyak 1,78 kg/tanaman, dan KCL sebanyak 4,08kg/tanaman. Lokasi Blok D19 Urea sebanyak 2,4 kg/tanaman, SP-36 sebanyak 1,44 kg/tanaman, dan KCL sebanyak 4,72kg/tanaman. Lokasi Blok D20 Urea sebanyak 2,42 kg/tanaman, SP-36 sebanyak 1,86 kg/tanaman, dan KCL 5 kg/tanaman. Lokasi Blok D21 Urea sebanyak 2,42 kg/tanaman, SP-36 sebanyak 1,91 kg/tanaman, dan KCL sebanyak 5,8 kg/tanaman.  
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI LIMBAH BUAH-BUAHAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Ayas, Yustianus Dandi; Anggorowati, Dini; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.85149

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat dan mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan. Menurut data dari BPS Kalimantan Barat (2020) bahwa produktivitas mentimun di Kalimantan Barat pada tahun 2019 mencapai 3,06 ton/ha, angka ini lebih rendah dibandingkan potensi produktivitas mentimun hibrida yang dapat mencapai 20 ton/ha. Maka dari itu diperlukan upaya untuk dapat meningkatkan produktivitas mentimun melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan yaitu dengan memanfaatkan lahan gambut dan pemberian bokasi limbah buah-buahan serta pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pemberian bokasi limbah buah-buahan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dan berlangsung dari tanggal 1 Desember 2023 "“ 28 Februari 2024.   Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bokasi limbah buah-buahan (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu a1 = 10 ton/ha; a2 = 15 ton/ha; dan a3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 200 kg/ha; b2 = 300 kg/ha; dan b3 = 400 kg/ha. Variabel penelitian yang diamati meliputi berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm), dan panjang buah (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi bokasi limbah buah-buahan 15 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif terhadap volume akar, panjang buah, dan diameter buah.
ANALISIS STATUS HARA N, P, K TANAH INCEPTISOL PADA DUA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA NUSA KENYIKAP KABUPATEN MELAWI Maragaraya, Yerikho; Hayati, Rita; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.91189

Abstract

Inceptisol sebagai tanah yang baru berkembang tersebar luas diberbagai wilayah, namun tingkat kesuburannya rendah, diperlukan pengelolaan yang tepat agar dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur hara N, P, K, tanah Inceptisol pada lahan karet dan lahan sawit serta memberikan rekomendasi pemupukan di Desa Nusa Kenyikap, Kabupaten Melawi, penentuan titik pengamatan secara acak berdasarkan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan Status Kesuburan tanah pada dua penggunaan lahan memiliki kriteria sangat rendah, dengan pH masam yang dipengaruhi oleh pencucian kation basa (Ca, Mg, K, Na) sehingga Al tersedia lebih banyak yang dapat mengikat fosfor, dan kalium dalam tanah. KTK yang rendah dipengaruhi oleh tekstur tanah Lempung Berpasir. Karbon organik yang memiliki kriteria sedang sampai tinggi mempengaruhi total Nitrogen dalam tanah. Rekomendasi pemberian pupuk pada penggunaan lahan sawit yaitu 190 kg/ha pupuk urea, 130 kg/ha pupuk SP-36 dan 175 kg/ha pupuk KCl. Saran pemberian pupuk pada penggunaan lahan karet yaitu 139 kg/ha, 100 kg/ha pupuk SP-36 dan 52 kg/ha pupuk KCl.
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN PARI KEMEJAN (RHYNCHOBATUS SPRINGERI) YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBURAYA Yogi, Florianus; Mulyadi, Ahmad; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.83183

Abstract

Ikan pari kemejan termasuk ke dalam genus Rhynchobatus dari famili Rhinidae. Ikan ini merupakan target tangkapan utama nelayan jaring insang di Kubu Raya. Seluruh bagian tubuh ikan pari kemejan dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Sumber daya ikan pari kemejan (Rhyncobatus Springeri) merupakan komoditas penting dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan pari kemejan yang didaratkan di PPI Sungai Kakap. Penelitian ini dilakukan di PPI Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat pada bulan April dan Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan wawancara. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan pari kemejan. Hasil analisis perbandingan jenis kelamin ikan pari kemejan jantan dan betina adalah 1,00:1,44, hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sama dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Hasil analisis hubungan panjang dan berat ikan pari kemejan diperoleh nilai a sebesar 20,643 dan nilai b sebesar 0,6770. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya ditambah panjang dan beratnya sama, namun ikan pari kemejan memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Penelitian ini penting dilakukan karena eksploitasi sumber daya ikan pari kemejan yang ada di Kalimantan Barat sangat tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sumber daya ikan serta dapat memberikan saran pengelolaan yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan penentuan kebijakan yang akan diterapkan terhadap eksploitasi sumber daya ikan pari kemejan.
TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP KOMPENSASI YANG DIBERIKAN PT. MITRA AUSTRAL SEJAHTERA DI DESA RAHAYU KECAMATAN PARINDU KABUPATEN SANGGAU Burga, Adrianus Edil; Suyatno, Adi; Kurniati, Dewi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.88314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan kerja karyawan PT Mitra Austral Sejahtera berdasarkan kompensasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Karyawan tetap PT Mitra Austral Sejahtera di desa Rahayu kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dianalisis menggunakan analisis indek kepuasan pelanggan/Costumer Satisfaction  (CSI) dan Importance Performance Analyis  (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks kepuasan karyawan terhadap kompensasi yaitu berdasarkan nilai Costumer Satisfaction Index (CSI) yang diperoleh berdasarkan penilaian tingkat kepentingan dan kinerja atribut kompensasi yang diterima karyawan PT. Mitra Austral Sejahtera yaitu sebesar 60,33%. Nilai ini tergolong ke dalam kategori cukup puas karena berada pada rentang 51% "“ 65%. Hasil diagram Imporatan Performance Analysis  (IPA) untuk kompensasi karyawan menunjukan nilai rata-rata Xi = 4,01 dan Yi = 3,89. Atribut di dalam kuadran I menunjukan proses perbaikan yang harus segera dilakukan perusahaan, karena itu atribut yang masuk dalam kuadran ini menjadi prioritas perbaikan yang kinerjanya harus diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan karyawan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI NANAS DI KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Apriliani, Cindy; Suyatno, Adi; Kurniati, Dewi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.92732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi nanas di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis menggunakan model regresi linear berganda. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Tempat penelitian ini diambil dengan sengaja (purposive) yaitu di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Lokasi yang dipilih merupakan salah satu perkebunan nanas yang memiliki produksi yang paling tinggi di Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dalam penelitian ini diperoleh hasil output yang menunjukkan bahwa secara simultan variabel bebas yang terdiri dari luas lahan, jumlah bibit, kapur, pestisida, pupuk urea, pupuk NPK dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi nanas di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan hasil analisis data yang diuji secara parsial disimpulkan bahwa luas lahan, pestisida, pupuk urea dan pupuk NPK berpengaruh secara nyata terhadap produksi nanas, sedangkan jumlah bibit, kapur dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi nanas di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya.

Page 2 of 3 | Total Record : 30