cover
Contact Name
Yoni Sunaryo
Contact Email
yonisunaryo@unigal.ac.id
Phone
+6282317426278
Journal Mail Official
sunaryoyoni@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27226069     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v1i2
Core Subject : Education, Social,
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles 531 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NGIKIS DI DESA JAJAWAR KOTA BANJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X-7 SMAN 3 BANJAR Radiansyah, Ryesta; Wijayanti, Yeni; Budiman, Agus
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21837

Abstract

Penelitian mengeksplorasi implementasi nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal mencerminkan budaya, tradisi, dan identitas masyarakat setempat. Hal ini penting untuk mencegah kepunahan budaya dan memperkuat rasa bangga akan identitas lokal dan kearifan lokal mencerminkan nilai- nilai, praktik, dan pengetahuan yang telah terbentuk dalam masyarakat setempat selama bertahun-tahun memperkenalkan siswa pada nilai-nilai ini membantu mereka memahami konteks sosial tempat mereka tinggal. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngikis di Desa Jajawar mengandung nilai-nilai kearifan lokal berupa nilai religius, sosial, dan etika, yang berhasil diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah pada materi “Asal Usul Nenek Moyang Indonesia”. Nilai religius diwujudkan melalui kegiatan spiritual seperti doa bersama, tawasulan, membaca Al-Quran, dan salat Dhuha, yang menanamkan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan. Nilai sosial ditanamkan melalui kerja sama dalam diskusi kelompok, saling menghargai antarsiswa dan guru, serta pendekatan eksploratif terhadap tradisi lokal. Sementara itu, nilai etika tercermin dalam sikap hormat kepada guru dan orang tua, penerapan sopan santun, serta penghargaan terhadap leluhur dan lingkungan. Integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman sejarah siswa, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter yang religius, peduli sosial, dan beretika, selaras dengan tujuan pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PANDAI BESI KAMPUNG DOKDAK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMAN 1 BAREGBEG Maulana, Rido; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21839

Abstract

Pentingnya pembelajaran sejarah dengan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran belum diaplikasikan secara optimal di SMAN 1 Baregbeg, sehingga nilai-nilai kearifan lokal belum tersampaikan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pemahaman pendidik yang masih minim terkait nilai-nilai kearifan lokal yang dekat dengan lingkungan mereka. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal proses pembelajaran sejarah sebelum diimplementasikannya nilai-nilai kearifan lokal tersebut, serta hasil implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak dalam pembelajaran di SMAN 1 Baregbeg. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data terdiri dari jurnal, skripsi, buku dan web. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak yang diimplementasikan ke dalam pembelajaran sejarah; yaitu nilai ibadah, kesederhanaan, gotong royong, kerja sama, kerja keras, tanggung jawab, sosial dan nilai disiplin. Proses pembelajaran sejarah di kelas X IPS 2 SMAN 1 Baregbeg selama ini belum mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang dekat dengan lingkungan. Proses pembelajaran yang berlangsung masih menggunakan model pembelajaran kooperatif seperti tipe Jigsaw dengan metode ceramah satu arah. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berupa power point belum dibuat secara optimal. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak dalam proses pembelajaran sejarah memberikan dampak positif bagi peserta didik, yaitu  meningkatkan minat belajar intraktif dan kontekstual.
TRADISI NGAIBAKAN BENDA PUSAKA DI KAMPUNG PULO DESA CANGKUANG KECAMATAN LELES KABUPATEN GARUT Khaerawati, Mila Karmila; Brata, Yat Rospia; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21841

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi Ngaibakan Benda Pusaka di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Garut, serta nilai filosofis, sosial, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ngaibakan adalah warisan turun-temurun yang melibatkan seluruh masyarakat dalam ritual yang dipimpin oleh ketua adat. Prosesnya mencakup pengambilan air dari tujuh sumur suci, pemandian benda pusaka dengan air yang diberkahi dan bunga tujuh rupa, serta diakhiri dengan doa dan penyajian nasi tumpeng. Tradisi ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Kampung Pulo. Simbolisme dalam ritual mencakup kesucian, kesinambungan generasi, harmoni alam-manusia, kejujuran, kebijaksanaan, dan kesederhanaan. Ngaibakan berperan penting dalam mempertahankan nilai leluhur serta mempererat keterikatan sosial masyarakat.
PEMANFAATAN SITUS GALUH SALAWE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 CIMARAGAS Hadi, Sopian; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan Situs Galuh Salawe sebagai media pembelajaran sejarah berbasis audio visual di SMAN 1 Cimaragas. Pembelajaran sejarah yang konvensional seringkali menyebabkan rendahnya minat dan pemahaman mereka terhadap materi sejarah lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual yang memanfaatkan Situs Galuh Salawe dapat meningkatkan minat, pemahaman, dan motivasi belajar sejarah peserta didik. Situs Galuh Salawe merupakan petilasan Sanghyang Cipta Permana Prabu Digaluh yang menyimpan sejarah asal – usul Kabupaten Ciamis yang identik dengan sebuah kerajaan bernama Kerajaan Galuh. Guru Sejarah di kelas X-E-2 SMAN 1 Cimaragas memanfaatkan Situs Galuh Salawe dengan menggunakan Media Audio Visual dalam pembelajaran agar efektif dan efesien. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pembelajaran sejarah yang kontekstual dan inovatif di sekolah menengah atas. Penelitian merekomendasikan integrasi lebih lanjut dari Media Audio Visual dalam pembelajaran sejarah untuk mendukung pemahaman yang lebih mendalam mengenai warisan budaya.
PERANAN SYEKH MUHAMMAD SANUSI DALAM MENGEMBANGKAN AGAMA ISLAM DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR JAWA BARAT TAHUN 1950-1984 Fathoroni, Faza Farikha; Soedarmo, U. Runalan; Sondarika, Wulan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21842

Abstract

Syekh Muhammad Sanusi merupakan salah satu tokoh pengembangan agama Islam yang berasal dari Jawa Tengah yang datang ke Tatar Sunda untuk mengembangkan agama Islam, selain itu beliau juga menjadi tokoh veteran pejuang negara atau yang biasa disebut sector priangan timur pada tahun 1943. Penelitian ini difokuskan pada narasi perkembangan Sejarah Islam dan Dakwah pertama di Kota Banjar, Jawa Barat, yang dipimpin oleh Syekh Muhammad Sanusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis peranan serta proses Syekh Muhammad Sanusi dalam mengembangkan agama islam di kecamatan Langensari kota Banjar Jawa Barat. Metode pada penelitian ini menggunakan metode historis sebagai landasan untuk mendekonstruksi dan memahami peristiwa-peristiwa masa lalu. Perjuangan dan pengorbanannya dalam mengembangkan Islam di Banjar terutama di Kecamatan Langensari sangat besar karena beliau banyak membangun masjid, sekolah, dll untuk masyarakat Kecamatan Langensari, dengan cara tersebutlah beliau mendekatkan diri kepada masyarakat untuk mengembangkan agama Islam.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA ADAT BENTANG BOEH LARANG DI SITUS GEGER SUNTEN DESA TAMBAKSARI KECAMATAN TAMBAKSARI Sudrajat, Ajat; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi upacara adat bentang boeh larang serta untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada upacara bentang boeh larang. Metode yang digunakan ialah metode sejarah atau historis dengan pendekatan kualitatif. Tahapan metode sejarah diri dari Heuristik, Kritik sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Pengumpulan data menggunakan studi literatur, observasi, dan wawancara dengan juru kunci Situs Geger Sunten, ketua Adat Masyarakat Geger Sunten, tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan Ciamis, ketua pemuda dusun Sodong, dan masyarakat setempat, dan dokumentasi terhadap prosesi pelaksanaan Upacara Adat Bentang Boeh Larang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosesi upacara adat Bentang Boeh Larang biasa dilaksanakan setiap tanggal 1 Muharam untuk menyambut tahun baru Islam, prosesi upacara adat bentang boeh larang yaitu perispan peralatan, perisapan sesaji dan prosesi pelaksanaan. Temuan kedua adalah nilai-nilai kearifan lokal pada upacara adat Bentang Boeh Larang ialah nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, nilai sejarah, nilai ekonomi, nilai seni dan nilai estetis. 
IMPLEMENTASI METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA SITUS SINGAPERBANGSA III DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X IPS 1 DI SMAN 1 PAMARICAN Saputra, Agus; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21881

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan minat belajar siswa kelas X IPS 1 di SMAN 1 Pamarican melalui penerapan MetodeContextual Teaching And Learning (CTL) dengan memanfaatkan Situs Singaperbangsa III dalam pembelajaran sejarah.Metode penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angketmotivasi belajar, wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, dengan data yangdiperoleh dari observasi dan wawancara lapangan. Analisis dilakukan secara terus menerus selama penelitian berlangsung,dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Situs Singaperbangsa III dengan MetodeContextual Teaching And Learning (CTL) meningkatkan minat belajar siswa kelas X IPS 1 di SMAN 1 Pamarican dalampelajaran sejarah. Proses melibatkan perencanaan pembelajaran, penelitian pendahuluan, dan dua siklus pembelajaran.Metode CTL memberikan relevansi materi sejarah dengan kehidupan sehari-hari, mendorong partisipasi aktif siswa, danmembantu mereka menjadi pembelajar mandiri. Observasi mengenai indikator minat belajar menunjukkan pencapaian rata-rata75,88%, dengan kategori "Baik", penelitian ini dikatakan berhasil karena hasil dari penelitian menunjukan pencapaian melebihiindikator keberhasilan yaitu 73%.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI KALIWONAN DI DESA SIDAMULIH KABUPATEN PANGANDARAN Defitriani, Karina; Brata, Yat Rospia; Budiman, Agus
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21892

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Kaliwonan serta nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada Tradisi Kaliwonan di Pangandaran. Selain itu, untuk mengetahui lebih jelas dan lebih lengkap lagi tentang tradisi kaliwonan yang merupakan salah satu bentuk dari budaya spiritual, yaitu budaya berserah diri, memohon, menyembah serta membangun upaya untuk meraih keselamatan hidup yang telah lama terjadi di dalam kehidupan masyarakat Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif desain etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidamulih Kabupaten Pangandaran dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Penelitian ini mengupas secara singkat tradisi yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat Pangandaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Tradisi kaliwonan diawali dengan memandikan anak (balita) dengan air yang telah dibacakan do’a dengan sambil di pijit-pijit dibagian tubuh tertentu dengan dibacakan jampi-jampi. Setelah prosesi memandikan anak, kegiatan selanjutnya adalah kegiatan membacakan surat ayat suci Al-Qur’an, yang dilakukan di kediaman pelaku tradisi serta diakhiri dengan makan bersama. Adapun nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada Tradisi Kaliwonan terbagi menjadi beberapa nilai, diantaranya nilai religi, nilai etika, nilai gotong royong, nilai moral, nilai toleransi, nilai sosial, dan nilai kebersamaan. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut merupakan simbol-simbol yang dihasilkan oleh masyarakat melalui proses interaksi.
PEMANFAATAN SITUS SINGAPERBANGSA 1 SEBAGAI SUMBER BELAJAR KELAS X SMKN 2 BANJAR (Study Kasus Kelas X TKJ 1) Noorjannah, Dinda Fadilla; Soedarmo, Uung Runalan; Sondarika, Wulan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21893

Abstract

 Pembelajaran sejarah yang dapat dijadikan salah satu obor dalam membuka wawasan dan menggapai kehidupan secara cerdas justru di pinggirkan. Karena perlakuan yang demikian siswa pun seringkali menangkap bahwa pembelajaran sejarah tidak penting, karena hanya hafalan, membuat mengantuk, tidak menarik dan membosankan. Untuk membangun semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah maka perlu dipilih metode dan model pembelajaran yang cocok dengan materi sejarah yang akan di ajarkan. Maka dari itu peneliti melakukan memanfaatkan situs Singaperbangsa 1 sebagai sumber pembelajaran di kelas X SMKN 2 Banjar. Situs Singaperbangsa 1 merupakan situs yang berada di Kota Banjar, Kecamatan Purwaharja, Lingkungan Cikadu. Singaperbangsa 1 merupakan keturunan dari Kerajaan Galuh yang bernama Prabu Dimuntur, tugas Prabu Dimuntur yaitu harus mengembangkan Islam di Kertabumi khusunya dan umumnya di daerah Tatar Galuh. Karena pengaruh Mataram di Tatar Galuh maka ia memindahkan pusat pemerintahan dari Muntur ke Pataruman Banjar.  Wiraperbangsa juga adalah seorang dalem bupati galuh kertabumi 1619 M, memindahkan pusat pemerintahan dari kertabumi ke Pataruman Banjar.Beliau pula seorang tokoh cikal bakal menata wilayah Banjar patroman berkuasa dari 1608 sampai dengan 1630 M.
MODEL PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 CILACAP (Studi Kasus di Kelas XI MAN 2 Cilacap) Permana, Wahyu Dwi; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang model pembelajaran sejarah menggunakan problem solving pada siswa kelas XI IPS di MAN 2 Cilacap. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan sumber data dalam penelitian ini peneliti bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah dan tiga siswi kelas XI IPS 2 MAN 2 Cilacap. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu model problem solving peneliti menggunakan tahapan antara lain identifikasi permasalahan, representasi permasalahan, perencanaan permasalahan, menerapkan/mengimplementasikan permasalahan, menilai perencanaan, dan menilai hasil perencanaan. Desain model pembelajaran problem solving ini bertujuan agar proses pembelajaran bisa berlangsung dengan lebih hidup dan pemikiran para siswa jadi lebih terbuka. Manfaat dari penerapan model problem solving dalam proses pembelajaran sejarah ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik bagi para siswa. Memupuk kesenangan dan kenyamanan yang tinggi dalam belajar, mengupayakan kemampuan yang tinggi untuk siswa dapat berinteraksi dengan materi, berkomunikasi dengan sesama siswa dan juga dengan guru.