cover
Contact Name
Yoni Sunaryo
Contact Email
yonisunaryo@unigal.ac.id
Phone
+6282317426278
Journal Mail Official
sunaryoyoni@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27226069     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v1i2
Core Subject : Education, Social,
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles 639 Documents
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP NIAT PERILAKU KECURANGAN AKADEMIK PADA MAHASISWA FKIP UNS Puspita, Kezia Ayuni; Indriayu, Mintasih
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.21352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh kepercayaan diri terhadap niat perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa FKIP UNS. (2) Pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi terhadap niat perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa FKIP UNS. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 364 mahasiswa yang dipilih dari populasi 3.993 mahasiswa FKIP UNS dengan menggunakan teknik proportionaed random sampling. Kemudian, untuk analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, analisis regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan perangkat lunak SPSS 22. Hasil pada penelitian ini adalah: (1) Kepercayaan diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap niat pperilaku kecurangan akademik pada mahasiswa FKIP UNS. (2) Penyalahgunaan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pperilaku kecurangan akademik pada mahasiswa FKIP UNS.
ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMK AGRIBISNIS DALAM KONTEKS BUDIDAYA TANAMAN PALAWIJA Nur'aeni, Siti; Effendi, Adang; Fatimah, Ai Tusi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20710

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa SMK pada konsentrasi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, khususnya dalam menafsirkan data untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan numerasi siswa dalam konteks budidaya tanaman palawija dengan menekankan tiga indikator utama, yaitu kemampuan menggunakan angka dan simbol matematika dasar, menganalisis informasi dalam berbagai bentuk, serta menafsirkan hasil analisis untuk prediksi dan pengambilan keputusan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan sampel enam siswa kelas XI yang dipilih melalui purposive sampling untuk mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes numerasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi capaian kemampuan numerasi, di mana siswa kategori tinggi mampu memenuhi ketiga indikator, kategori sedang hanya memenuhi indikator pertama dan kedua, sedangkan kategori rendah baru mencapai sebagian indikator dasar. Hasil juga mengindikasikan bahwa kemampuan prosedural siswa lebih dominan dibanding kemampuan interpretatif. Simpulan penelitian ini menegaskan perlunya pembelajaran kontekstual berbasis agribisnis untuk memperkuat kemampuan analisis data dan penalaran numerasi siswa, dengan implikasi pada pengembangan strategi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata.Anggraini, K. E., & Setianingsih, R. (2022). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). MATHEdunesa, 11(3), 837–849. https://doi.org/10.26740/mathedunesa.v11n3.p837-849Arsyad, N., Nasrullah, N., & Safaruddin, S. (2020). Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tingkat Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas XI. Issues in Mathematics Education (IMED), 4(2), 136. https://doi.org/10.35580/imed15325Badraeni, N., Pamungkas, R. A., Hidayat, W., Rohaeti, E. E., & Wijaya, T. T. (2020). Analisis Kesulitan Siswa Berdasarkan Kemampuan Pemahaman Matematik Dalam Mengerjakan Soal Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 247–253. https://doi.org/10.31004/cendekia.v4i1.195Basri, H., Kurnadi, B., Syarifuddin, Tafriliyanto, C. F., & Nugroho, P. B. (2021). Investigasi Kemampuan Numerasi Mahasiswa Calon Guru Matematika. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika, 4(2), 72–79. https://doi.org/10.30605/proximal.v4i2.1318Effendi, A., Fatimah, A. T., & Amam, A. (2021). Analisis Keefektifan Pembelajaran Matematika Online Di Masa Pandemi Covid-19. Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 6(2), 250–259. https://doi.org/10.25157/teorema.v6i2.5632Fadhilah, N., & Handayani, I. (2023). Analisis kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan soal AKM kelas XI pada topik Data dan Ketidakpastian. Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 361–372. https://doi.org/10.33654/math.v9i2.2287Fatimah, A. T., Yuniawan Isyanto, A., & Erlin, E. (2023). Esensi Literasi Matematis: Pengalaman Guru Matematika SMK Agribisnis. Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 8(2), 223–232. https://dx.doi.org/10.25157/teorema.v8i2.10581Han, W., Susanto, D., Dewayani, S., Pandora, P., Hanifah, N., Miftahussururi., Nento, M. N., & Akbari, Q. S. (2017). “Materi Pendukung Literasi Numerasi.” Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Tim GLN Kemendikbud., 8(9), 1–58. https://repositori.kemdikbud.go.id/11628/1/materi-pendukung-literasi-numerasi-rev.pdfIndrianingsih, Y. (2017). Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Dalam Penentuan Jenis Tanaman Palawija Berdasar Kandungan Zat Lahan Guna Meningkatkan Produktivitas Lahan (Studi Kasus Di Kabupaten Gunungkidul). Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi, 8(1), 127. https://doi.org/10.28989/angkasa.v8i1.138Irwandi, B., Hutapea, N. M., & Yuanita, P. (2024). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMK dalam Penyelesaian Soal Tipe AKM Pada Materi Barisan dan Deret. Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SNPM), 1, 130–142.Kurniawan, I., & Rahadyan, A. (2021). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Kelas XI dalam Penyelesaian Soal Tipe AKM pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Didactical Mathematics, 3(2), 84–91. https://doi.org/10.31949/dm.v3i2.1810Miles, M. B., & Huberman, M. A. (2002). Qualitative Data Analysis : A Sourcebook of New Methods. Beverly Hills : Sage Publicatin.Nasrullah, Ainol, & Waluyu, E. (2023). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VII dalam Menyelesaikan Soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). Imajiner: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 5, 167–178. https://doi.org/10.26877/imajiner.v5i2.13003Rahmawati, N., & Maryono, M. (2018). Pemecahan Masalah Matematika Bentuk Soal Cerita Berdasarkan Model Polya pada Siswa Kelas VIII MTs Materi Pokok SPLDV. Jurnal Tadris Matematika, 1(1), 23–34. https://doi.org/10.21274/jtm.2018.1.1.23-34Sanvi, A. H., & Diana, H. A. (2022). Analisis Kemampuan Numerasi Pada Materi Matriks Ditinjau Berdasarkan Kemampuan Awal Matematika. RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 129–145. https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.2021Sukaryo, A. F., & Sari, R. M. M. (2024). Systematic Literature Review: Kemampuan Numerasi Siswa dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 8(2), 461–472. https://doi.org/10.31949/th.v8i2.8212Syafriah, N., & Hadi, M. S. (2023). Analisis Kemampuan Numerasi Dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (Akm) Siswa Kelas Viii Smpn 134 Jakarta. SUPERMAT Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 75–91.Taqwani, R. A., Ratnaningsih, N., & Rahayu, D. V. (2024). Analisis Kemampuan Numerasi Matematis Siswa Smk Ditinjau Dari Level Kognitif. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik, 5(1), 11–18. https://doi.org/10.33365/ji-mr.v5i1.4134Wardani, A. K., Zulkardi, Z., & Hartono, Y. (2017). Pengembangan Soal Matematika Model Pisa Level 5 Untuk Program Pengayaan Smp. Jurnal Pendidikan Matematika RAFA, 3(1), 1–18. https://doi.org/10.19109/jpmrafa.v3i1.1438
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN M-APOS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MAHASISWA TADRIS MATEMATIKA Sari, Dwi Maulida; Hoiriyah, Diyah; Badawi, Rahmad; Ritonga, Marhamni
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.23085

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir logis matematis mahasiswa sehingga diperlukan sebuah metode yang dianggap cocok, metode yang dipilih adalah model pembelajaran M-APOS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan temuan hasil penelitian yang dilaksanakan ditemukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir logis matematis mahasiswa setelah penerapan model pembelajaran M-APOS, sehingga dapat dikatakan bahwa Model pembelajaran M-APOS dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis dan kemampuan berpikir matematis lainnya, dengan kategori peningkatan yang tinggi.
PENGEMBANGAN APLIKASI BATIYA (BAKU TIDAK YA?) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KATA BAKU DI KELAS V SD Damayanti, Farda Andita; Iswara, Prana Dwija; Djuanda, Dadan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.19557

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik dalam membedakan dan menulis kosa kata baku dan tidak baku. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi bernama BATIYA (Baku Tidak Ya?) sebagai solusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V sekolah dasar terhadap kata baku. Penelitian menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Salah satu fitur unggulan media ini adalah menu “Ayo Menulis” yang mampu mengoreksi teks berdasarkan kaidah kebahasaan sesuai dengan KBBI. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media ini berada dalam kategori “Sangat Layak”, dengan nilai dari ahli media sebesar 85% dan 92,5%. Pada tahap implementasi, media diuji coba kepada peserta didik di tiga sekolah dasar, dengan hasil penilaian berturut-turut 88,79%, 85,57%, dan 76,47%. Selain itu, lima guru memberikan tanggapan positif dengan rata-rata skor 88,5% dalam kategori “Sangat Baik”. Dengan demikian, media BATIYA dinilai efektif, menarik, dan layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengenali dan menggunakan kata baku secara tepat.
KERANGKA EPISTIMOLOGI PENGEMBANGAN ILMU DALAM ISLAM Gita Ristralia; Syukri Iska; Arna Saskia
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.21964

Abstract

Kerangka epistemologi pengembangan ilmu dalam Islam merupakan fakta sosial yang mengintegrasikan wahyu dan akal sebagai sumber ilmu yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kerangka epistemologi Islam, menganalisis integrasi sumber naqli dan aqli, menjelaskan tujuan dan prinsip etika pengembangan ilmu, serta menggali relevansi aplikasinya dalam konteks kekinian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, mengkaji literatur primer dan sekunder tentang epistemologi Islam. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi Islam berlandaskan pada integrasi wahyu dan akal dalam hierarki ilmu yang holistik dan etis, membedakannya dari paradigma sekuler Barat. Ilmu dalam Islam tidak bebas nilai, melainkan bertujuan untuk kemaslahatan umat dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan. Prinsip etika seperti kejujuran, kerendahan hati, tanggung jawab, dan keadilan melekat dalam proses keilmuan. Kesimpulannya, kerangka epistemologi Islam merupakan alternatif penting untuk mengatasi dikotomi ilmu dan krisis etika serta mendorong ilmu berorientasi nilai spiritual dan sosial.
PENGARUH SOFT SKILL DAN MOTIVASI KERJATERHADAP KEMATANGAN KARIR SISWA SMK TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF DI KABUPATEN GORONTALO Tian Abubakar; Stella Junus; Sunardi Sunardi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.23522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh soft skill dan motivasi kerja terhadap kematangan karir siswa SMK Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 70 siswa kelas XII yang dipilihmenggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank dan korelasi ganda non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kematangan karir (rₛ = 0,729; p < 0,001) dengan kontribusi 53,1%. Motivasi kerja juga berpengaruhpositif dan signifikan (rₛ = 0,574; p < 0,001) dengan kontribusi 32,9%. Secara simultan, soft skill dan motivasi kerja memiliki hubungan kuat terhadap kematangan karir (R = 0,736) dengan kontribusi sebesar 54,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan soft skill dan peningkatan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam membentuk kematangan karir siswa SMK.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP BERDASARKAN LEVEL KECERDASAN LOGIS Deti Rosmayanti; Nur Eva Zakiah; Asep Amam
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.21122

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep matematis siswa SMP pada materi Teorema Pythagoras berdasarkan level kecerdasan logis. Penelitian dilakukan di SMP Plus Al Mugni dengan 30 siswa kelas VIII menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan logis, tes pemahaman konsep, wawancara, dan observasi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga level kecerdasan logis: tinggi, sedang, dan rendah; masing-masing level diwakili dua siswa sebagai subjek utama. Analisis didasarkan pada lima indikator pemahaman konsep. Hasilnya, siswa dengan kecerdasan logis tinggi memahami konsep secara menyeluruh dan logis, level sedang memahami secara prosedural namun kurang optimal dalam penalaran, sedangkan level rendah mengalami kesulitan memahami dan menerapkan konsep. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan pemahaman konsep matematis berdasarkan level kecerdasan logis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMA NEGERI 2 CIAMIS Fazhira Fizrina Fathir; Yuyun Susanti; Firman Aryansyah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.24028

Abstract

ABSTRACTThe main problem in this study is students' low creative thinking skills, which are an important aspect that needs to be developed through the learning process. The researchers assumed that the Discovery Learning model can develop through exploration, analysis, and independent discovery of the concepts being studied.The objective of the study was to determine students' creative thinking skills. Data were obtained through pretests and posttests administered to the experimental and control classes, then analyzed using a t-test.The results of the observations indicated that: There were differences in the creative thinking skills of students using the Discovery Learning model in the pretest and posttest in the experimental class. There were differences in the creative thinking skills of students using the Conventional learning method in the pretest and posttest in the control class. There were differences in the creative thinking skills of students using the Discovery Learning model and those using the Conventional learning method in the posttest. Keywords: discovery learning model, creative thinking  ABSTRAKPermasalahan utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa.yang merupakan aspek penting dimana perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran. Peneliti berasumsi bahwa model pembelajaran Discovery Learning bisa berkembang melalui kegiatan eksplorasi, analisis, dan penemuan mandiri terhadap konsep yang dipelajari.Tujuan penelitian yaitu mengetahui kemampuan berfikir kreatif siswa dengan model pembelajaran Discovery Learning dan metode konvensional. Data diperoleh melalui pretes dan posttes yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, lalu dianalisis menggunakan uji-t.Hasil penelitian menyatakan bahwa: Terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery learning pada pengukuran awal (Pretest) dan pengukuran akhir (Posttest) di kelas Eksperimen, Terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional pada pengukuran awal (Pretest) dan pengukuran akhir (Posstest) di kelas kontrol, Terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional pada pengukuran Akhir ( Posstest). Kata kunci: model pembelajaran discovery learning, berfikir kreatif
PENCARIAN MAKNA HIDUP TOKOH UTAMA NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI : KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Fiam Musahlah; Aditya Ansor Alsunah; Lina Siti Nurwahidah; Cecep Dudung Julianto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.22998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencarian makna hidup tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Fokus penelitian diarahkan pada dinamika psikologis tokoh utama yang mengalami krisis eksistensial, kehampaan makna hidup, serta perubahan batin sepanjang alur cerita. Krisis tersebut muncul akibat tekanan hidup, kegagalan personal, serta perasaan kehilangan yang berkelanjutan sehingga mendorong tokoh pada kondisi putus asa dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks. Data penelitian berupa kutipan dialog, narasi, dan monolog batin tokoh utama yang merepresentasikan kondisi psikologisnya. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan konsep psikologi sastra. Landasan teori yang digunakan adalah teori logoterapi Viktor E. Frankl, khususnya konsep kehampaan eksistensial serta tiga sumber makna hidup, yaitu nilai pengalaman, nilai sikap, dan nilai kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami krisis eksistensial yang ditandai oleh perasaan hampa, kehilangan harapan, dan kecenderungan bunuh diri. Namun, melalui pengalaman sederhana, relasi kemanusiaan, serta perubahan sikap dalam memaknai penderitaan, tokoh utama secara bertahap mampu menemukan kembali makna hidupnya secara lebih bermakna dan manusiawi dalam konteks kehidupan sosial sehari-hari..  
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TIME CAPSULE BERBASIS AI PADA MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA DI SMAN 1 INDRALAYA UTARA Fatimah Alauwiyah; Sani Safitri; Muhammad Reza Pahlevi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.22170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mendasar dalam pengembangan media pembelajaran TIME CAPSULE pada topik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Hal ini menanggapi keterbatasan penggunaan media digital interaktif dan imersif dalam pendidikan sejarah dan meningkatnya permintaan akan sumber daya terintegrasi teknologi yang selaras dengan karakteristik pembelajar digital. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Penelitian dan Pengembangan (R&D), berfokus pada tahap analisis kebutuhan berdasarkan model Alessi dan Trollip, dan mengadopsi pendekatan metode campuran yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data melibatkan observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru sejarah, dan kuesioner yang dibagikan kepada 68 siswa kelas sebelas. Instrumen tersebut mengukur sembilan dimensi: aspek pedagogis, teknis, kognitif, estetika, material, sosial-budaya, evaluasi, teknologi bantu, dan motivasi-kenyamanan. Data kualitatif dianalisis menggunakan kerangka kerja Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif diproses secara deskriptif melalui analisis persentase. Temuan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan tingkat kesiapan yang tinggi untuk pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam aspek teknis (91,55%), pedagogis (88,67%), kognitif (83,69%), estetika (80,82%), dan material (77,71%), yang mengindikasikan preferensi yang kuat terhadap media visual, interaktif, dan imersif. Namun, motivasi dan kenyamanan berada pada tingkat moderat, menunjukkan bahwa desain yang efektif harus menyeimbangkan kecanggihan teknologi dengan keterlibatan emosional. Karena penelitian ini terbatas pada satu konteks, penelitian lebih lanjut disarankan untuk memajukan tahap pengembangan, validasi, dan pengujian eksperimental.