cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Hubungan antara Tingkat Frustasi dengan Perilaku Kekerasaan pada Remaja” Tyas, Lutvi Mahendra Ning; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5901

Abstract

Tingkat frustasi dan perilaku kekerasaan pada remaja sangat penting karena dapat memberikan wawasan mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kekerasan kalanga remaja. Frustasi yang bisa timbul dari berbagai faktor seperti kegagalan akademis, masalah keluarga, tekanan sosial, atau ketidakpuasaan emosional, sering kali menjadi salah satu pemicu utama perilaku kekerasaan. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang program pencegahaan yang lebih efektif dan sangat penting untuk mengidentifikasi cara-cara untuk menangani frustasi secara lebih sehat pada remaja, mengurangi kencenderungan mereka untuk terlibat dalam perilaku kekerasaan, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih aman dan mendukung. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hubungan antara frustasi dengan perilaku kekerasan pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain korelasi, dengan pendekatan cros sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu remaja SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang sebanyak 150 responden. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan Teknik purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini adalah remaja yang berusia 15-18 tahun. Alat ukur menggunakan lembar kuesioner Tingkat frustasi dengan perilaku kekerasaan. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian Sebagian responden mendapatkan Tingkat frustasi dengan presentase 43,3%, presentase perilaku kekerasaan sebanyak 74,0% terdapat hubungan Tingkat frustasi dengan perilaku kekerasaan, Dimana p value sebesar 0,041 (sig < 0,05). Dapat diasumsikan bahwa Tingkat frustasi dengan perilaku kekerasan ada hubungan. Terdapat hubungan antara Tingkat frustasi dengan perilaku kekerasaan pada remaja.
Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Gejala Depresi pada Remaja Aslam, Putri Latifa; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5902

Abstract

Masa remaja adalah tahap dalam kehidupan yang ditandai dengan berbagai proses perkembangan ditandai dengan berbagai perubahan pesat dalam aspek fisik, emosi, dan kognitif. Perubahan ini berpotensi memunculkan permasalahan psikologis, salah satunya adalah depresi. Dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga, teman sebaya, serta lingkungan sekitar berperan penting dalam menekan risiko terjadinya depresi. Sebaliknya, kurangnya dukungan sosial dapat meningkatkan tekanan psikologis dan memperparah gejala depresi yang dialami oleh remaja.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji keterkaitan antara dukungan sosial dengan tingkat gejala depresi pada remaja.Metode: Studi ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 150 siswa SMA yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data diperoleh melalui kuesioner yang menilai tingkat dukungan sosial serta gejala depresi berdasarkan instrumen Beck Depression Inventory (BDI). Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS dengan menggunakan uji spearmen Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat gejala depresi pada remaja. Remaja yang mendapatkan dukungan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki gejala depresi yang lebih rendah. Sebaliknya, individu dengan tingkat dukungan sosial yang rendah lebih berisiko mengalami gejala depresi yang lebih berat.Kesimpulan: Dukungan sosial memainkan peran krusial dalam mengurangi dan mencegah munculnya gejala depresi pada remaja. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif keluarga, teman, dan lingkungan sekolah sangat diperlukan untuk memberikan dukungan yang memadai guna membantu remaja dalam menghadapi tantangan emosional serta psikologis mereka
Penerapan Manajemen Beban: Subyektif dan Obyektif pada Keluarga yang Merawat Pasien Kanker Payudara (Studi Kasus) Azni, Anisa Yulvi; Wardani, Ice Yulia; Susanti, Herni
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6286

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab pertama kematian pada wanita. Hal ini memberikan dampak kepada biologis, psikologis, dan sosial klien. Tidak hanya berdampak pada klien, namun juga berdampak bagi pengasuh atau caregiver. Merawat klien kanker payudara setiap hari menimbulkan beban subyektif dan obyektif pada keluarga seperti keluarga merasa khawatir, kelelahan serta pembagian waktu merawat. Sehingga perlu dilakukan terapi psikoedukasi keluarga khususnya manajemen beban untuk mengurangi beban keluarga tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan intervensi keperawatan spesialis psikoedukasi keluarga dalam membantu manajamen beban subyektif dan obyektif keluarga yang merawat klien kanker payudara. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kasus pada keluarga yang merawat pasien kanker payudara yang mengalami ansietas. Hasil studi kasus ini didapatkan bahwa terapi psikoedukasi keluarga khususnya manajemen beban subyektif dan obyektif dapat menurunkan beban secara subyektif dan obyektif pada keluarga yang merawat pasien kanker payudara. Adapun terapi yang digunakan pada manajemen stress di beban subyektif adalah terapi thought stopping (TS) serta progressive muscle relaxation (PMR). Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah meneliti intervensi terapi spesialis cognitive therapy dengan psikoedukasi keluarga pada klien kanker payudara yang mengalami ansietas.
Pengaruh Daya Tanggap dan Pemasaran Media Sosial terhadap Keputusan Pasien Berkunjung Kembali dengan Kepercayaan sebagai Variabel Intervening pada Pasien Rawat Jalan Nuriza, Heni; Mustikawati, Intan Silviana; Liana, Duta
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6345

Abstract

Penelitian ini dilandasi hasil observasi awal yang menginformasikan bahwa terjadi penurunan jumlah pasien lama non JKN per kuartal ke-3 sebanyak 161 (15%) pasien dibandingkan kuartal pertama di tahun 2023, mengindikasikan adanya pertimbangan khusus dari pasien dalam memilih layanan rawat jalan di RS Setya Bhakti. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh daya tanggap dan pemasaran media sosial terhadap keputusan pasien dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Metode: penelitian penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan non-JKN dengan fasilitas pembayaran pribadi dan asuransi RSIA Setya Bhakti dengan jumlah sampel sebanyak 185 sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil: Kepercayaan pasien dipengaruhi oleh daya tanggap penyedia layanan kesehatan dan pemasaran media sosial. Daya tanggap dan pemasaran media sosial yang baik dapat meningkatkan kepercayaan pasien, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan pasien untuk kembali. Selain itu, kepercayaan pasien juga mempengaruhi keputusan pasien berkunjung kembali, dengan pengalaman positif sebelumnya meningkatkan kepercayaan dan keinginan untuk kembali. Simpulan : Penelitian ini menemukan bahwa daya tanggap dan pemasaran media sosial mempengaruhi keputusan pasien berkunjung kembali dengan kepercayaan sebagai variabel intervening.
Manfaat Digital Health Intervention bagi Caregiver Keluarga: Tinjauan Literatur Retnani, Caecilia Titin Retnani; Prihanto, Prihanto
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6361

Abstract

Kompetensi merawat keluarga perlu di dahului dengan keluarga dapat mengenal masalah kesehatan serta memiliki kemampuan memutuskan cara perawatan yang tepat bagi anggota keluarga yang sakit. Anggota keluarga yang tidak mampu mengenal masalah dan mengambil keputusan yang tepat akan berdampak masalah pada dirinya sebagai caregiver dan bagi anggota keluarga yang sakit. Digital health merupakan penggabungan konsep teknologi dengan kesehatan bentuk digital health. Tujuan penelitian untuk mengetahui berbagai manfaat digital health intervention bagi caregiver di keluarga. Artikel didapatkan dari database Sage, BMC, MDPI, PubMed. Artikel yang digunakan adalah rentang tahun 2020-2025. Artikel yang digunakan sesuai kriteria inklusi yaitu sesuai kata kunci, digital health, mHealth, mobile aplication caregiver, and family caregiver. Jumlah artikel yang dianalisis sejumlah 10 artikel dari total artikel 137 artikel. Metode critical appraisal artikel menggunakan PICO. Hasil telaah literatur manfaat dari penggunaan digital health intervention yaitu meningkatkan kesehatan mental cargiver, meningkatkan pengetahuan caregiver dalam merawat anggota keluarga yang sakit, membantu keluarga mengurangi beban ekonomi, meningkatkan kualitas hidup caregiver. Kesimpulan manfaat digital health dapat membuat caregiver memenuhi tugas kesehatan keluarga menjadi lebih optimal,tingkat pemulihan anggota keluarga lebih baik. Kontribusi penelitian dalam pengembangan pelayanan keperawatan keluarga dapat meningkatkan akses promosi kesehatan melalui digital health lebih optimal dan berkembang.
The Influence of Pre-Operative Care on Pre-Operative Anxiety of Fracture Patients Suara, Eviwindha; Retnaningsih, Dwi; Sugianto, Emilia Puspitasari
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6419

Abstract

Fraktur adalah kondisi terputusnya kontinuitas tulang akibat trauma atau tekanan berlebih. Salah satu penanganannya memerlukan tindakan operasi untuk mengembalikan posisi tulang dan memastikan proses penyembuhan berjalan optimal. Tindakan operasi dilakukan, pasien harus melewati tahapan pra-operasi, yang melibatkan evaluasi fisik, laboratorium, dan asesmen psikologis. Proses ini sering kali memicu reaksi stres, baik secara fisiologis maupun psikologis, yang paling umum berupa kecemasan. Kecemasan pra-operasi merupakan respons wajar terhadap ketidakpastian dan rasa takut akan prosedur medis yang akan dijalani.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perawatan pre operasi terhadap Tingkat kecemasan pasien fraktur yang akan menjalankan operasi. Penelitian ini menggunakan metode design Quasy Experimental dengan menggunkaan pre-post. Penilaian kecemasan menggunakan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Populasi penelitian ini adalah pasien fraktur dengan 30 sampel dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan teknik Non-probabilty sampling, dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa perawatan pre operasi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test menunjukan nilai p value 0,000 < 0,05 yang dapat disimpilkan terdapat pengaruh perawatan pre operasi terhadap penurunan kecemasan pasien fraktur yang akan menjalankan operasi.
Terapi Foot Massage terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Wulandari, Priharyanti; Oktaviani, Dewi
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.6425

Abstract

Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) pasien akan mengalami rasa nyeri biasanya muncul 4-6 jam setelah proses persalinan selesai, perawatan nyeri dapat dilakukan dengan terapi obat-obatan maupun terapi non farmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi ialah terapi foot massage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh terapi foot massage terhadap nyeri pada ibu post partum dengan sectio caesarea di RSUD Cibinong. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 8 ibu post partum dengan sectio caesarea. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri dan lembar standar operasional prosedur (SOP) terapi foot massage. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil studi kasus menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage terhadap nyeri post sectio caesarea rata-rata mengalami penurunan intensitas nyeri, yang memiliki tingkat nyeri sedang (4-6) sebanyak 2 orang (25%) dan nyeri ringan (1-3) sebanyak 6 orang (75%). Berarti terapi foot massage mempunyai pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Cibinong. Terapi foot massage dapat menjadi salah satu alternatif terapi non farmakologi dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mengurangi nyeri pada ibu post partum dengan sectio caesarea.
Korelasi antara Sosial Ekonomi Masyarakat dengan Pemanenan Air Hujan untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Warniningsih, Warniningsih; Amyati, Amyati; Triyono, Triyono; Widyaputra, Primanda Kiky
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6531

Abstract

Pemanenan air hujan merupakan upaya keberlanjutan sumber daya air bersih di Kawasan Perkotaan Yogyakarta dibawah permasalahan perubahan iklim dan penurunan muka air tanah akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sosial ekonomi meliputi ATP, WTP, dan CBR sedangkan partisipasi masyarakat dianalisis dengan uji korelasi dari variabel pemanenan air hujan dan sosial masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat studi kelayakan sosial dan ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pemanenan air hujan sebagai upaya keberlanjutan sumber daya air. Hasil: nilai korelasi tertinggi atau sangat kuat adalah korelasi antara lingkungan dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,74. korelasi tinggi atau kuat adalah korelasi antara air kesehatan dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,68, korelasi antara sosial budaya dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,52 dan korelasi antara ekonomi dan kemauan masyarakat dengan nilai korelasi 0,46. Kesimpulan: Analisis ATP, WTP dan CBR menunjukkan jika sumur resapan merupakan metode pemanenan air hujan yang layak dari segi ekonomi. Partisipasi masyarakat terhadap pemeliharaan dan pengadaan prasarana pemanenan air hujan masih minimum. Perlunya upaya penguatan modal sosial melalui program pengembangan kapasitas komunitas pemanenan air hujan sebagai subyek yang berperan langsung dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Tersedianya air dari segi kuantitas dan kualitas akan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kesiapsiagaan Sekolah Dasar Negeri Kaliurang 1 dalam Menghadapi Erupsi Gunung Merapi (Sudi Kualitatif)” Humaidie, Muhammad Firhat; Wulandari, Endah Tri; Rosidah, Istiqomah
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6554

Abstract

Indonesia memiliki 129 gunung berapi aktif, contohnya adalah Gunung Merapi. Dampak yang ditimbulkan oleh erupsi gunung berapi memberikan berbagai dampak negatif. Kesiapsiagaan bencana adalah salah satu langkah yang dapat dipersiapkan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan Sekolah Dasar Negeri Kaliurang 1 dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi. Penelitian ini berjenis kualitatif fenomenologi dengan metode wawancara. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini menghasilkan tiga tema, yaitu tema 1: konsep bencana alam, tema 2: konsep erupsi, tema 3: Mitigasi dan kesiapsiagaan bencana erupsi, tema 4: Tanggap darurat bencana erupsi. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan bahwa Informan menggambarkan kerugian yang diakibatkan erupsi dapat berupa material maupun immaterial. Pada tahap pre bencana narasumber menjelaskan bahwa persiapan yang telah dilakukan meliputi sosialisasi dan simulasi agar tahu dan siap jika suatu saat terjadi erupsi. Dalam fase tanggap darurat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah untuk jangan panik dan menenangkan anak. Setelah itu menunggu instruksi untuk mengungsi dan mencari tempat aman. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti lebih dalam seperti mengembangkan pedoman wawancara terkait kesiapsiagaan erupsi dan melibatkan semua umur ataupun golongan masyarakat agar dapat memberikan gambaran dengan lebih spesifik.
Efektivitas Simulasi Bencana Gempa Bumi terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Gempa Megathrust pada Kalurahan Depok Kulon Progo Nugroho, Setyawan; Wulandari, Endah Tri; Rosidah, Istiqomah
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6573

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya adalah gempa bumi megathrust yang memiliki potensi besar memicu tsunami. Kalurahan Depok merupakan salah satu wilayah yang berada dekat dengan zona subduksi selatan Pulau Jawa, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap gempa megathrust. Upaya peningkatan kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk meminimalkan dampak bencana. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui efektivitas simulasi gempa bumi terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko gempa megathrust. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two-group pre-test post-test. Sampel berjumlah 130 responden terbagi ke dalam dua kelompok (eksperimen dan kontrol) menggunakan purposive sampling. Kelompok eksperimen menerima edukasi dan simulasi, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat edukasi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner kesiapsiagaan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kesiapsiagaan setelah simulasi (p = 0,000) kemudian perbandingan antara kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan perbedaan signifikan pada hasil post-test (p = 0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa simulasi bencana terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kalurahan Depok terhadap risiko gempa megathrust.