cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Hubungan antara Self-Efficacy dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Keperawatan Noviana, Aini Niswatun; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5919

Abstract

Setiap individu mengalami tahapan perkembangan dari masa awal hingga akhir kehidupan, masing-masing membawa tanggung jawab dan tantangan tertentu. Salah satu tahapan penting adalah masa transisi dari remaja akhir ke dewasa awal, yang sering ditandai dengan fase quarter-life crisis. Fase ini ditandai dengan perasaan tidak stabil, ketidakpastian, tekanan hidup, dan gangguan emosional seperti frustrasi, kecemasan, dan depresi. Hal ini terutama dirasakan oleh mahasiswa yang berada di usia 18-29 tahun. Self-efficacy (kepercayaan diri untuk mengatasi tantangan) memiliki peran penting dalam menghadapi quarter-life crisis. self-efficacy yang tinggi dapat menurunkan tingkat quarter-life crisis. Sebaliknya, self-efficacy yang rendah membuat individu lebih rentan terhadap krisis ini. Tujuan penelitian ini adalah Untuk untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan quarter-life crisis pada mahasiswa keperawatan UNISSULA. Metode peneilian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa aktif Angkatan 22 Fakultas Keperawatan UNISSULA. Teknik yang digunakan adalah stratified sampling sebanyak 144 responden dari total 216 mahasiswa. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil Analisa Univariat Self-efficacy tinggi dengan 81,3% responden, dan untuk quarter-life crisis rendah dengan 63,2% responden. Dari 144 responden penelitian sebagian besar memiliki karakteristik umur 20 tahun sebanyak 52,8%, dengan jenis kelamin yang lebih dominan yaitu perempuan sebanyak 72,2%. Hasil bivariat uji spearman’s rho hubungan antara self-efficacy dengan quarter-life crisis didapatkan hasil p value = 0,000, serta dengan nilai r = 0,719. Kesimpulan penelitian ini yaitu Ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan quarter-life crisis, dengan p value = 0,000 (p value < 0,05).
Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan High Alert Medication di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Kontesa, Emiliana Ansika; Farid, Nurfiddin; Ahmad, Fitriani Fajri
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6718

Abstract

Kesalahan dalam pemberian obat di rumah sakit masih menjadi masalah serius yang berdampak pada keselamatan pasien, terutama ketika menyangkut obat-obatan yang tergolong high alert medication (HAM). Obat-obatan ini memiliki risiko tinggi menyebabkan cedera serius jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan atau penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan HAM di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan standar dari Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan Peraturan BPOM No. 4 Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada tiga unit instalasi farmasi, yaitu Apotek, Gudang, dan Depo OK. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian penyimpanan HAM sebesar 90% di Apotek, 83,33% di Gudang, dan 85% di Depo OK. Beberapa ketidaksesuaian ditemukan, seperti ketiadaan jarak antar obat, belum adanya daftar HAM yang ditempel, dan pelabelan yang belum menjangkau satuan terkecil. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam infrastruktur penyimpanan dan peningkatan kompetensi tenaga farmasi melalui pelatihan berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya peningkatan keselamatan pasien melalui pengelolaan penyimpanan obat berisiko tinggi yang lebih aman dan sesuai standar.
Efektifitas Pemberian Milkshake Kurma (Phoenix Dactylifera L) terhadap Percepatan Pembukaan Serviks pada Ibu Bersalin” Ester, Erlina; Pane, Herviza Wulandary; Putri, Dia Ayu Melati
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6740

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang penting bagi ibu dan bayi, di mana pembukaan serviks menjadi indikator utama kemajuan persalinan. Pembukaan yang lambat dapat meningkatkan risiko intervensi medis seperti induksi dan operasi caesar. Kurma (Phoenix Dactylifera L) dikenal memiliki kandungan zat gizi seperti tanin, serat, kalium, dan senyawa fitokimia yang berperan dalam stimulasi hormon oksitosin, sehingga berpotensi mempercepat pembukaan serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian milkshake kurma (Phoenix Dactylifera L) terhadap percepatan pembukaan serviks pada ibu bersalin di Klinik H. Syahruddin Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian milkshake kurma seluruh responden mengalami pembukaan serviks lambat (100%), sedangkan sesudah pemberian, 80% responden mengalami pembukaan cepat (1–2 cm/jam). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian milkshake kurma dengan percepatan pembukaan serviks. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa milkshake kurma efektif dalam mempercepat pembukaan serviks pada ibu bersalin.
Risk Factor Acute Coronary Syndrome (ACS): A Systematic Review Utami, Sukandriani; Biantara, I Made Putra; Arisarasmitha, I Gusti Ayu Kadek; Putri, Nurul Amiliana
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6802

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) remains the leading cause of morbidity and mortality globally, requiring a deeper understanding of its modifiable risk factors to inform prevention strategies. Objective: This study aims to identify the dominant risk factors contributing to ACS. Method: This systematic review synthesizes evidence from 11 peer-reviewed articles published between 2020 and 2025, sourced from PubMed and Google Scholar. Results: Among the studies evaluated, five major risk factors consistently emerged as significantly associated with ACS incidence: hypertension, smoking, diabetes mellitus, dyslipidemia, and obesity. Hypertension is the most commonly reported factor, demonstrating its important role in endothelial dysfunction and the development of atherosclerotic plaques. Smoking emerges as a strong and modifiable behavior-related risk, exacerbating oxidative stress and inflammation. Diabetes mellitus is associated with accelerated microvascular damage and atherogenesis, while dyslipidemia contributes through an imbalance of LDL and HDL cholesterol levels, promoting plaque formation. Obesity acts as an overarching metabolic disruptor, affecting four other risk factors through pathways involving insulin resistance and systemic inflammation. Conclusions: These findings reinforce the multifactorial etiology of ACS and highlight the urgent need for integrated public health interventions targeting these modifiable risks. Early identification and management of these conditions are critical to reducing the burden of ACS globally.
Hubungan Pemanfaatan Kelas Ibu Hamil dengan Perilaku Ibu Hamil terhadap Tanda Bahaya Kehamilan Qardhawijayanti, Suci; Sukarta, Asmah; Mansyur, Rostina
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6814

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mengenali dan menangani tanda bahaya kehamilan. Salah satu upaya preventif yang dilakukan pemerintah adalah melalui program kelas ibu hamil, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan kelas ibu hamil dengan perilaku ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja UPT Puskesmas Pujananting, Kabupaten Barru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 38 responden ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dengan perilaku ibu terhadap tanda bahaya kehamilan (p = 0,00), tingkat pengetahuan (p = 0,041), serta sikap ibu hamil (p = 0,00). Kelas ibu hamil berperan penting dalam meningkatkan kemampuan ibu dalam mendeteksi tanda bahaya kehamilan, sehingga dapat mencegah komplikasi dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Hubungan Lama Menderita dan Penyakit Komorbid dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi” Pinamiranti, Firza
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6838

Abstract

Hipertensi menjadi satu diantara masalah kesehatan utama di negara berkembang maupun negara maju. Hipertensi adalah kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah dengan nilai tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastoliknya bernilai ≥ 90 mmHg. Tekanan darah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor penting yang berkaitan dengan tekanan darah adalah lama menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita hipertensi dan komorbid dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis hipotesis yang digunakan adalah uji chi kuadrat. Penelitian ini telah melalui telaah etik dengan nomor registrasi 1223/F.9-UMJ/VIII/2023. Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p<0,005 yang berarti terdapat hubungan lama menderita hipertensi dan komorbid dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terdapat hubungan lama menderita hipertensi dan komorbid dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu dalam Pencegahan Kejang Demam pada Anak Balita Ronaldo, Ferry; Carolina, Putria; Satalar, Tomi; H, Ariani
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6864

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh lebih dari 38ºC. Sering terjadi pada waktu anak berusia antara 6 bulan sampai 5 tahun. Pengetahuan ibu diperlukan agar tindakan yang diberikan pada anaknya yang mengalami kejang demam dapat sesuai. Dampak positif apabila orang tua terutama ibu mengetahui cara pencegahan kejang demam maka anak dapat segera tertangani dengan tepat. Sebaliknya dampak negatif apabila pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan kejang demam masih kurang, dan penanganan yang diberikan tidak cepat dan tepat dapat memicu resiko terjadinya kejang demam pada anak balita. Penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Dalam Pencegahan Kejang Demam Pada Anak Balita. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki anak balita di Puskesmas Menteng Palangka Raya. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Menggunakan uji statistik Chi Square. Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan p value =0,000 <0,05 maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan Dengan Sikap Ibu dalam Pencegahan Kejang Demam pada Anak Balita di UPT Puskesmas Menteng Palangka Raya.
Model Penyesuaian Unit Cost Layanan Hemodialisa Berbasis INA-CBGS Anthony, Faris Akbar; Syaodih, Erliany; Veranita, Mira
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6873

Abstract

Ketidaksesuaian antara tarif INA-CBGs dan biaya riil layanan Hemodialisa menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan layanan kesehatan di rumah sakit, termasuk di RS Bhayangkara TK III Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung unit cost layanan Hemodialisa secara akurat menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC), serta menyusun model penyesuaian tarif berdasarkan hasil perhitungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi laporan keuangan dan aktivitas unit Hemodialisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit cost layanan Hemodialisa berdasarkan metode konvensional adalah Rp1.373.461, sedangkan setelah penerapan metode ABC dan skema kerja sama operasional (KSO), unit cost terkoreksi menjadi Rp782.929. Koreksi biaya ini didorong oleh alokasi biaya yang lebih efisien serta pengalihan beban bahan habis pakai ke mitra KSO. Perhitungan Recovery Rate Cost (RRC) juga menunjukkan peningkatan efisiensi, dari 64,3% menjadi 112,8%, yang menandakan bahwa tarif INA-CBGs telah mencukupi biaya aktual pasca penyesuaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ABC memberikan gambaran biaya yang lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, penyesuaian tarif, dan peningkatan efisiensi layanan.
An Overview Risk Factors for Pneumonia in Pre-school Children Artawan, I Kadek; Sastrayanti, Ni Wayan Ardiana; Remiyasa, I Wayan
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6877

Abstract

Pneumonia is an acute infection affecting the lung tissue (alveoli) caused by various microorganisms, including viruses, fungi, and bacteria. One of the risk factors is the presence of polluted air, an unhealthy environment that increases children's exposure to bacteria and viruses due to the polluted environment. If this condition continues, it will cause various impacts until death. The general objective in conducting this study was to determine the overview of risk factors causing pneumonia in pre-school children. This study used a descriptive method with a quantitative approach, the sampling technique used in this study was Accidental sampling, with a population of 186 and a sample size of 127 respondents. The research instrument used was a questionnaire. The questionnaire contained 10 questions about 10 indicators of PHBS. The data was then analysed by univariate analysis. The results of research from 127 respondents, namely from the number of 10 indicators of PHBS, the highest number of not done is consuming fruit and vegetable foods every day, namely as many as ‘yes’ 72 (56%), ‘no’ 55 (43%). Of the 10 indicators of PHBS, the most common risk factor for pneumonia is not eating fruits and vegetables, so monitoring the nutritional status of toddlers is the most important and main concern to prevent pneumonia.
Persepsi Pegawai terhadap Iklim Organisasi dalam Unit Rumah Sakit: Studi Kualitatif Daulay, Evlindari Sentani; Agista, Nona Try
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6890

Abstract

Iklim organisasi memegang peranan penting dalam membentuk persepsi, motivasi, dan kinerja pegawai di lingkungan rumah sakit, khususnya pada unit administrasi yang menopang sistem pelayanan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi pegawai terhadap iklim organisasi di unit administrasi Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, yang dilaksanakan pada April 2025. Tiga orang pegawai administrasi dipilih sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan panduan semi-terstruktur, dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama yang mencerminkan persepsi pegawai terhadap iklim organisasi, yaitu: (1) Kepemimpinan dan Dukungan Atasan, (2) Komunikasi dan Koordinasi Kerja, serta (3) Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi. Partisipan mengungkapkan bahwa dukungan emosional dan profesional dari atasan, komunikasi yang konsisten, serta budaya kerja yang hangat dan kolaboratif menjadi faktor kunci yang membentuk iklim kerja positif. Sebaliknya, ketidakjelasan struktur dan perubahan informasi yang tidak terkoordinasi menciptakan ketidakpastian dan stres kerja. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap dimensi subjektif iklim organisasi di lingkungan administratif rumah sakit. Temuan ini penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan organisasi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan psikososial pegawai administratif.