cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 451 Documents
Pengaruh Square Stepping Excersise (SSE) terhadap Kualitas Hidup Lansia dengan Gangguan Fungsi Kognitif Ringan Dodik Limansyah; Meta Aldila Listiya; Masmuri Masmuri
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.825

Abstract

Lansia selalu berhubungan dengan penurunan status fungsional akibat proses degenerative seperti perubahan massa tulang dan otot, perubahan tekanan darah dan penurunan fungsi kognitif dimana keadaan ini mempengaruhi kesehatan lansia yang berdampak pada penurunan kulaitas hidup dan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah lansia tentu akan membawa konsekuensi bertambahnya keadaan tersebut. Menganalisis pengaruh square stepping excerise (SSE) terhadap kualitas hidup lansia dengan gangguan kognitif ringan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental pre-post-test dengan kelompok kontrol ≥55 tahun, sehingga peneliti dapat mengevaluasi perubahan sebelum dan sesuadah intervensi serta perbandingan dengan kelompok yang tidak menerima perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Dan Penyandang Disabilitas  Mulia Dharma Pontianak, responden berjumlah 35 orang pada kelompok intervensi  berusia ≥55 tahun pengambilan sample menggunakan teknik Puposive Sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Older People’s Quality of Life (OPQOL) untuk menilai kualitas hidup serta Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk mengidentifikasi tingkat gangguan kognitif, uji validitas dan reliabilitas instrument telah dilakukan oleh penelitia sebelumnya sehingga valid dan reliabel untuk digunakan pada penelitian ini. Hasil menunjukkan nilai Z sebesar -0.298 dengan nilai signifikansi  (p-value) sebesar 0.766 (> 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup sebelum dan sesudah aktivitas sehari-hari pada kelompok kontrol, sementara hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p-value = 0.000 (p < 0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Dapat diinterpretasikan bahwa intervensi  Square Stepping Exercise (SSE) berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup lansia dengan penurunan fungsi kognitif ringan.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Lingkungan yang Kaya Literasi: Tinjauan Pustaka Sistematis dalam Mengurangi Dampak Negatif Gadget pada Anak Usia Dini: Systematic Review Rubiyanta Rubiyanta; Suryo Ediyono
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.830

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini terus meningkat dan dapat berdampak pada perkembangan bahasa, sosial, dan emosional anak. Rendahnya literasi keluarga dan keterbatasan kapasitas ibu dalam mengatur penggunaan perangkat digital turut memperparah kondisi tersebut. Pemberdayaan ibu melalui penguatan lingkungan literasi keluarga diyakini dapat menjadi strategi efektif untuk membentuk pola pengasuhan digital yang sehat. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis efektivitas intervensi literasi keluarga dalam meningkatkan kemampuan ibu dan mengurangi dampak negatif gadget pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan systematic review yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan pada database Scopus, PubMed, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci: “family literacy”, “literacy-rich environment”, “digital parenting”, “early childhood”, dan “screen time”. Artikel yang diinklusi adalah penelitian primer dengan desain RCT, quasi-experimental, case–control, atau intervensi komunitas yang melibatkan ibu dengan anak usia 0–6 tahun. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Sebanyak 412 artikel didapatkan 10 artikel memenuhi kriteria dengan total 2.625 responden dari berbagai negara. Intervensi yang diterapkan meliputi edukasi literasi keluarga, pelatihan literasi digital, aktivitas membaca bersama, dan program pemberdayaan komunitas. Seluruh penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pengasuhan digital, penurunan durasi screen time anak, serta perbaikan interaksi ibu–anak. Beberapa studi juga menunjukkan penurunan risiko keterlambatan bahasa dan peningkatan perilaku pengasuhan yang lebih responsif. Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui lingkungan literasi keluarga terbukti efektif meningkatkan kapasitas pengasuhan digital dan mengurangi dampak negatif gadget pada anak usia dini.
Dampak Kepesertaan BPJS Kesehatan terhadap Akses, Kualitas, Outcome, dan Biaya Pelayanan Kesehatan di Indonesia: A Systematic Review Nikodemus Beriman Purba; Suryo Ediyono
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.863

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan karena Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan reformasi kesehatan terbesar di Indonesia untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC). Meskipun cakupan kepesertaan terus meningkat, perluasan tersebut belum tentu sejalan dengan pemerataan mutu layanan dan perlindungan finansial yang efektif. Berbagai studi masih menunjukkan variasi implementasi, ketimpangan pengalaman layanan antarwilayah, serta perbedaan manfaat antar kelompok sosial-ekonomi. Karena itu, diperlukan kajian sistematis yang menilai secara komprehensif dampak kepesertaan BPJS terhadap akses, kualitas pelayanan, luaran klinis, dan biaya kesehatan guna melihat sejauh mana tujuan dasar JKN benar-benar tercapai. Penelitian ini menganalisis literatur periode 2020–2025 dengan pedoman PRISMA dan seleksi berbasis PICO pada Google Scholar. Dari 162 artikel yang teridentifikasi, 81 tersisa setelah duplikasi dihapus, 74 ditelaah penuh, dan 6 lolos seleksi akhir untuk dianalisis secara naratif-tematik. Hasil menunjukkan kepesertaan JKN secara konsisten meningkatkan akses terhadap layanan primer dan pelayanan esensial, terutama antenatal care serta persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Namun, kualitas pelayanan dan luaran klinis masih timpang, khususnya pada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang lebih jarang menerima prosedur medis kompleks dan memiliki risiko mortalitas lebih tinggi dibanding non-PBI. Analisis biaya juga memperlihatkan perlindungan finansial belum optimal, ditandai peningkatan pengeluaran langsung hingga 26% akibat biaya non-covered seperti transportasi, obat non-formularium, dan layanan tambahan. Temuan ini menegaskan bahwa ekspansi kepesertaan BPJS belum sepenuhnya diikuti pemerataan mutu layanan dan efektivitas proteksi finansial.  
Efek Obat Sistemik terhadap Risiko Glaukoma: Tinjauan Literatur Glaukoma yang Diinduksi oleh Obat (Steroid, Antipsikotik, Obat Lainnya) Christie July Prawatya; Nabila Maharani Ahmadi Putri
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.887

Abstract

Glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Pada tahun 2020, lebih dari 60 juta orang diperkirakan menderita glaukoma. Penyakit ini ditandai oleh peningkatan tekanan intraokular (TIO) dan kerusakan progresif saraf optik. Selain glaukoma primer, terdapat glaukoma sekunder yang dapat dipicu oleh faktor eksternal, termasuk penggunaan obat sistemik maupun topikal. Berbagai kelas obat seperti steroid, antipsikotik, antihipertensi dan antiepilepsi telah dilaporkan berpotensi memengaruhi tekanan bola mata dan memicu glaukoma. Namun, penelitian komprehensif yang membahas hubungan setiap kategori obat terhadap risiko glaukoma masih terbatas sehingga diperlukan tinjauan literatur untuk mensintesis bukti ilmiah yang ada dan memberikan pemahaman yang lebih jelas bagi klinisi dalam mengidentifikasi obat-obatan yang berpotensi meningkatkan risiko glaucoma. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti ilmiah mengenai obat-obatan yang dapat menginduksi glaukoma meliputi mekanisme hingga jenis glaukoma yang dapat ditimbulkan dari masing-masing kelompok  obat. Tinjauan literatur  systematic review, randomized controlled trial, case control study, cohort study, cross sectional study, case report serta literature review. Data yang diekstraksi mencakup jenis obat, mekanisme dan efek terhadap tekanan intraokular serta jenis glaukoma yang ditimbulkan. Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Steroid merupakan kelompok obat yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan intraokular dan glaukoma sudut terbuka sekunder. Obat antiepilepsi, antidepresan, antipsikotik, dan antikanker juga dilaporkan dapat menimbulkan glaukoma dengan berbagai variasi mekanisme. Kelompok obat lain seperti agen antiparkinson, midriatik, simpatomimetik dan antispasmodik cenderung memicu glaukoma sudut tertutup terutama pada pasien dengan predisposisi anatomis. Beragam obat dapat menyebabkan glaukoma melalui mekanisme berbeda, mulai dari peningkatan resistensi aliran aqueous hingga induksi midriasis yang memicu penutupan sudut.  
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Suami dengan Keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) dalam Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Baktianita Ratna Etnis; Eva Fitri Ramadhany; Rina Hardiyanti; Irfandi Rahman; Adinda Fadhilah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini kanker serviks memiliki peran penting dalam menurunkan angka kematian akibat kanker pada perempuan, terutama di Indonesia. Namun, tingkat partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan deteksi dini masih tergolong rendah. Kondisi ini juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas Majaran, di mana cakupan deteksi dini tercatat lebih rendah dibandingkan target yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami terhadap keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks di Kelurahan Majaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2025. Populasi penelitian terdiri dari 709 WUS, dengan sampel sebanyak 255 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data mencakup uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan dukungan suami (p = 0,000) dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks. Namun, variabel sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,845).
Analisis Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Jernila Since Tata; Irfandi Rahman; Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo; Josepha Mariana Tamaela; Irma Idris; Muhamad Faizal Arianto
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.916

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg, tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, atau kedua nilai tersebut meningkat secara bersamaan. Kolesterol adalah komponen penting dalam membran sel tubuh, terutama pada sel-sel otak dan sistem saraf. Secara global, diperkirakan terdapat sekitar 1,28 miliar orang dewasa yang menderita hipertensi, sementara prevalensi kolesterol tinggi mencapai sekitar 45% di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Tanjung Kasuari. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian berjumlah 41 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Juni hingga 31 Juli 2025.  Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara bertahap menggunakan perangkat lunak statistik. Analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, meliputi variabel demografis dan variabel penelitian, yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 responden, sebagian besar memiliki tekanan darah terkontrol (<140/90 mmHg) sebanyak 26 orang (63,4%), sedangkan tekanan darah tidak terkontrol (≥140/90 mmHg) ditemukan pada 15 orang (36,6%). Berdasarkan kadar kolesterol, sebanyak 6 responden (14,6%) memiliki kadar kolesterol normal (<200 mg/dL), 20 responden (48,8%) berada pada kategori batas tinggi (200-239 mg/dL), dan 15 responden (36,6%) memiliki kadar kolesterol tinggi (≥240 mg/dL). Temuan ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok dengan tekanan darah tidak terkontrol.
Efektivitas Penerapan Papan Nama Jaga Perawat dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasien tentang Identitas Perawat di Ruang Rawat Inap: di Rumah Sakit Teknika Aulia Rizqi Azzahra; Lilis Setyowati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan papan nama jaga perawat dalam meningkatkan pengetahuan pasien mengenai identitas perawat di ruang rawat inap. Masalah yang mendasari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai siapa perawat yang bertugas, yang sering kali menyebabkan kebingungan dalam mengenali petugas yang merawat mereka. Hal ini mengganggu komunikasi terapeutik dan menurunkan rasa aman serta kenyamanan pasien. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan 19 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon untuk membandingkan hasil pre  test dan post test. Kriteria inklusi meliputi pasien yang sadar, mampu berkomunikasi, telah dirawat minimal satu hari, dan bersedia menjadi responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan pasien sebelum dan setelah intervensi berupa pemberian papan nama jaga perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden (63,2%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang identitas perawat. Namun, setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, dengan 84,2% responden mencapai kategori pengetahuan baik. Penerapan papan nama jaga perawat terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien mengenai identitas perawat yang merawat mereka. Inovasi sederhana ini tidak hanya membantu pasien mengenali perawat yang bertugas, tetapi juga memperkuat komunikasi nonverbal dan meningkatkan transparansi pelayanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa papan nama jaga perawat dapat menjadi solusi inovatif yang meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, memperbaiki hubungan terapeutik, dan mendukung peningkatan kepuasan pasien selama perawatan.  
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSBs) terhadap Status Gizi Mahasiswa/i Preklinik Lulu Asfi Assifa; Reni Zuraida; Fitria Saftarina; Laisa Azka
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1023

Abstract

Minuman berpemanis (Sugar-Sweetened Beverages/SSBs) merupakan salah satu sumber utama asupan gula yang banyak dikonsumsi oleh mahasiswa dan berpotensi memengaruhi status gizi. Mahasiswa kedokteran, meskipun memiliki pengetahuan kesehatan, masih memiliki risiko menerapkan perilaku konsumsi yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) terhadap status gizi pada mahasiswa/i preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa/i preklinik yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan konsumsi SSBs dinilai menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan tingkat konsumsi SSBs dalam kategori cukup, serta mayoritas memiliki status gizi tidak berlebih. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi (p = 0,571) maupun antara konsumsi SSBs dengan status gizi (p = 0,216). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi mahasiswa/i preklinik.
The Effect of Gemu Famire Exercise on Emotional Level in Elderly with Chronic Diseases Siti Juwariyah; Dewi Sekar Arum; Asti Nuraeni
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1044

Abstract

Emotional problems in the elderly can be caused by a decline in physical condition and the presence of chronic diseases experienced by the elderly. The impact of emotional disturbances in the elderly can lead to feelings of loss, loneliness, fear, depression, and can affect their daily activities. This study aims to analyze the effect of Gemu Famire gymnastics on the emotional levels of elderly individuals with chronic diseases. Method: This research is quantitative research with a pre-experimental one-group pre-posttest design research approach. The sample size in this study is 37 respondents in one group, using the purposive sampling technique. The research instrument for this study is the Self Report Questionnaire (SRQ). Based on the Wilcoxon test, the research results showed that there was an effect of Gemu Famire exercise on the emotional level of elderly individuals with chronic diseases, with a p-value of 0.000 (<0.05). The Gemu Famire exercise action plan can be done regularly by elderly individuals with chronic diseases to reduce emotional levels. The follow-up plan for Gemu Fa Mi Re exercise can be carried out periodically by elderly individuals with chronic diseases to reduce emotional levels, accompanied by community health workers.
The Relationship between Environmental Sanitation and the Incidence of Stunting in Toddlers Sarita Tae; Wanti Wanti; Albina Bare Telan; Irwan Budiana; Muhammad Satria Mandala Pua Upa; Irfan Irfan
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1045

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in infants (0-11 months) and toddlers (12-59 months) due to chronic malnutrition, especially during the first 1,000 days of life, resulting in children being too short for their age. Poor environmental sanitation can cause infectious diseases in toddlers, which can disrupt the digestive process in nutrient absorption and may lead to long-term stunting. The aim of this study is to determine the relationship between environmental sanitation factors and the incidence of stunting in toddlers. This observational analytical study used a case-control approach. The sample consisted of toddlers living in the Liliba Sub-district, totaling 74 toddlers: 37 cases (stunted) and 37 controls (not stunted). The research variables were wastewater management, availability of latrines, and handwashing habits. Data were collected by interview using questionnaire. The analytical test that will be used is the chi-square test. Data analysis was conducted using the chi-square test. The research results indicate a significant relationship between wastewater management (p=0.011), availability of toilets (p=0.040), and handwashing habits (p=0.011) with the incidence of stunting. Given the link between household wastewater management, toilet availability, handwashing habits, and the occurrence of stunting.