cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 451 Documents
Studi Deskrifitif: Perbandingan Kemandirian Komunitas dalam Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Stunting Desty Emilyani; Akhmad Fathoni; Rusmini Rusmini; Theresia Avila Kurnia; Irwan Budiana; Wanti Wanti
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1048

Abstract

Pencegahan  dan pengendalian stunting  memerlukan  pendekatan  holistik  yang  mencakup pendidikan  dan  promosi  kesehatan,  pemberdayaan  komunitas masyarakat.  Pemberdayaan  komunitas  masyarakat memainkan peran  kunci  dalam  upaya  pencegahan dan pengendalian stunting yang saat ini masih belum dimaksimalkan. Upaya  menggabungkan berbagai  potensi masyarakat diharapkan dapat  mengurangi  angka  stunting secara  signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian komunitas mayarakat dalam pencegahan dan pengendalian stunting di provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif komparatif di wilayah yang berbeda yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasi pada penelitian ini yakni ketua atau pengurus komunitas masyarakat. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample yakni 20 orang. Variabel utama adalah kemandirian komunitas dalam pencegahan dan pengendalian stunting, yang diukur melalui indikator kemandirian I, II, III dan IV. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur. Prosedur pengumpulan data meliputi persiapan dan pelaksanaan. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas masyarakat di Provinsi NTT memiliki tingkat kemandirian dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik yakni 16 Komunitas (80.0%). Sedangkan komnitas masyarakat di Provinsi NTB semua Komunitas (100.0%) memiliki tingkat kemandirian Komunitas dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik. Kesimpulan yakni komunitas di provinsi dengan prevalensi stunting lebih tinggi memiliki tingkat kemandirian pencegahan dan pengendalian kasus stunting lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi dengan prevalensi stunting lebih rendah.
Konsumsi Kopi Tidak Berhubungan Signifikan dengan Tekanan Darah pada Orang Dewasa Lulu Dwi Yuniarista; Nur Isnaini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1056

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat berbagai usia. Kandungan kafein di dalamnya dapat memengaruhi sistem kardiovaskular, termasuk tekanan darah. Namun, hasil penelitian sebelumnya tentang hubungan konsumsi kopi dan tekanan darah masih tidak konsisten. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah pada orang dewasa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 84 responden orang yang dipilih melalui metode cluster random sampling. Data konsumsi kopi diperoleh melalui kuesioner, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas, seluruh item dinyatakan valid (p < 0,05) dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha α = 0,970. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Mayoritas responden berusia dewasa madya (57,1%), dengan tingkat konsumsi kopi moderat (61,9%) dan tekanan darah normal (72,6%). Jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi hitam (63,1%), dengan rata-rata satu gelas per hari (56,0%) dan lama konsumsi lebih dari dua tahun (79,8%). Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,945 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi dan tekanan darah. Konsumsi kopi dalam jumlah moderat tidak berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah pada orang dewasa. Faktor lain seperti usia, status gizi, aktivitas fisik, stres, dan riwayat keluarga tetap perlu diperhatikan dalam menjaga tekanan darah.
Laporan Kasus: Pleuritis Tuberkulosis pada Paru Kiri dengan Sekat (SEPTATED) Disertai Tuberkulosis Paru Syazili Mustofa; Rachman Najmu Ramadhan; Soraya Rahmanisa; Risti Graharti; Wely Dwi Nopriansyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1057

Abstract

Infeksi tuberkulosis yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang terkait dengan akumulasi cairan di ruang pleura menghasilkan pleuritis Tuberkulosisi kasus TB pleuritis terbanyak yang lebih banyak mempengaruhi pada orang yang lebih muda. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan secara sistematis perjalanan klinis, temuan diagnostik, penatalaksanaan, serta hasil terapi pada pasien dengan pleuritis tuberkulosis septated disertai tuberkulosis paru. Data kasus diperoleh dari pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien yang dirawat sebanyak satu orang dengan kasus spesifik pleuritis tuberkulosis septated disertai tuberkulosis paru. Hasil analisis disajikan dalam bentuk narasi yang menggambarkan hubungan antara gejala klinis, temuan pemeriksaan, proses penegakan diagnosis, dan efektivitas terapi anti-tuberkulosis maupun terapi penunjang pleuritis. Pasien datang dengan keluhan sesak napas berat di sertai dengan batuk lama lebih dari 2 bulan. Dahak berwarna putih dan berbau. Os juga mengeluh berkeringat malam tanpa didahului aktivitas fisis. Penurunan berat badan 8 kg. Pada pemeriksaan torak di temukan ronki pada kedua lapang paru. Kemudian dilakukan ronsen torak ditemukan efusi pleura masif pada hemithorax kiri dan infitltrat pada lapang paru kanan dan kiri. Kemudian di lakukan USG di temukan tampak cairan pada hemitorak kiri dan bersepta pada pasien. Selanjut kita cek kan TCM Mtb sputum dengan hasil (+). Cek HIV dengan ELISA hasil negatif. Pasien didiagnosis dengan Plueritis TB bersepta.
Dampak Status Sosial Ekonomi terhadap Insiden Demam Tifoid: Literatur Review Evandra Athallah Pramana; Suharmanto Suharmanto; Chicy Widya Morfi; Dian Isti Angraini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1058

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama akibat kondisi lingkungan dan sosial ekonomi yang belum memadai. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi dengan insiden demam tifoid berdasarkan berbagai penelitian yang telah dipublikasikan. Proses pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui beberapa basis data ilmiah yang kredibel, seperti PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, serta Portal Garuda untuk publikasi nasional. Selain itu, dokumen resmi dari lembaga kesehatan dunia seperti WHO digunakan sebagai sumber pelengkap. Kata kunci pencarian dirumuskan dalam kombinasi Boolean, antara lain “typhoid fever”, “Salmonella Typhi”, “socioeconomic status”, “poverty”, “WASH”, “incidence”, dan “risk factors dengan artikel 10 tahun terakhir (2015-2025). Peneliti menemukan 645 artikel dan 12 artikel yang memenuhi syarat. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi demam tifoid karena sering terpapar air minum yang tidak layak, sanitasi buruk, serta kurangnya edukasi mengenai praktik kebersihan yang benar. Selain itu, hambatan ekonomi dalam memperoleh pemeriksaan dan pengobatan juga menyebabkan keterlambatan penanganan sehingga meningkatkan risiko penularan dalam komunitas. Ketidakmerataan akses vaksinasi tifoid turut memperberat beban penyakit pada populasi rentan. Temuan ini menegaskan bahwa perbaikan kondisi sosial ekonomi merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian demam tifoid. Intervensi yang direkomendasikan meliputi peningkatan infrastruktur air bersih dan sanitasi, edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, pemerataan akses layanan kesehatan, serta perluasan jangkauan vaksinasi. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkeadilan sosial, penurunan insiden tifoid dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Karakteristik Pasien Kanker Kolorektal Shaneisha Ophelya; Indri Windarti; Chicy Widya Morfi; Susianti Susianti
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1059

Abstract

Kanker kolorektal adalah pertumbuhan sel – sel abnormal yang tidak terkendali pada kolon atau rektum. Kanker kolorektal merupakan kanker dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia. Distribusi kasus dan karakteristik klinisnya dapat berbeda antar wilayah. Indentifikasi karakteristik pasien sangat penting untuk memahami pola kejadian kanker kolorektal, mendukung startegi dalam deteksi dini, serta mengoptimalkan pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik pasien kanker kolorektal. Studi ini menggunakan desain deskriptif potong lintang. Data diambil dari rekam medis pasien yang terdiagnosis kanker kolorektal pada tahun 2024 RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 150 orang. Sebagian besar pasein berada pada kelompok usia > 50 tahun sebanyak 106 (70,7%), dengan didominasi oleh pasien laki – laki sebanyak 75 (50,3%). Lokasi tumor ditemukan sebagian besar pada rektum sebanyak 93 (62%) dan mayoritas pasien mengalami stadium II sebanyak 66 (44%). Karakteristik pasien kanker kolorektal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menunjukkan pola yang konsisten dengan literatur sebelumnya,yaitu didominasi oleh usia lanjut, laki – laki, dan sebagian besar berlokasi pada rektum.
Asap Rokok dan Pneumonia Balita: Tinjauan Literatur Muhammad Hisyam Hibaturramadhan; Oktadoni Saputra; Laisa Azka; Novita Carolia
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1060

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita, dan paparan asap rokok (second-hand smoke/SHS) merupakan faktor risiko lingkungan yang dapat dimodifikasi serta meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran napas. Tinjauan ini bertujuan untuk merangkum bukti ilmiah terbaru mengenai hubungan antara paparan SHS dengan kejadian serta derajat keparahan pneumonia pada anak balita. Pendekatan tinjauan naratif sistematis dilakukan dengan menggunakan Google Scholar untuk mengidentifikasi penelitian observasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 di Indonesia, dengan fokus pada SHS sebagai paparan utama dan pneumonia sebagai luaran. Hasil pencarian mendapatkan 26 artikel dan sebanyak enam studi memenuhi kriteria inklusi. Artikel dianalisis dengan membuat ringkasan dan hasil dari penelitian. Seluruh studi yang dianalisis secara konsisten menunjukkan bahwa paparan SHS meningkatkan risiko pneumonia secara signifikan, dengan besar efek mulai dari dua kali lipat hingga lebih dari tiga belas kali lipat pada kondisi paparan tinggi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku merokok orang tua berhubungan dengan derajat pneumonia yang lebih berat. Bukti mekanistik menggambarkan bahwa SHS mengganggu pembersihan mukosilier, merusak epitel saluran napas, dan melemahkan respons imun bawaan sehingga mempermudah invasi patogen. Paparan SHS merupakan determinan kuat dan dapat dicegah dalam upaya menurunkan kejadian pneumonia pada anak balita.
Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Minum Air Putih dengan Status Hidrasi pada Siswa SMPN Azwaj Nailla Hasna; Nunung Siti Sukaesih; Ida Nurhidayah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1068

Abstract

Status hidrasi merupakan komponen penting yang memengaruhi kesehatan fisik dan performa belajar remaja, namun masih sering terabaikan karena rendahnya pengetahuan dan perilaku konsumsi air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku minum air putih dengan status hidrasi pada siswa SMPN X di Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN X sebanyak 1.074 siswa, dengan sampel 270 responden yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pengetahuan, formulir food/fluid recall 1x24 jam, dan penilaian warna urin menggunakan PURI. Hasil uji validitas dan reliabilitas dari kusioner pengetahuan yaitu 17 item terbukti valid dengan nilai validitas < 0,05, satu item dinyatakan kurang valid dengan nilai r hitung sebesar 0,066 dan p-value sebesar 0,278, hasil reliabilitas nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,70. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan rendah (85,9%), konsumsi air putih tidak adekuat (52,2%), serta status hidrasi didominasi oleh dehidrasi ringan (56,7%). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan dan status hidrasi (p=0,988), namun terdapat hubungan signifikan antara konsumsi air putih dan status hidrasi (p<0,001). Hasil ini menegaskan bahwa perilaku konsumsi air putih lebih berpengaruh langsung terhadap status hidrasi dibandingkan pengetahuan. Penelitian merekomendasikan intervensi sekolah melalui edukasi dan penyediaan fasilitas air minum.
Family Decision-Making and Actions in Cancer Emergency Events Florensius Andri; Eben Haezar Kristian; Stepanus Maman Hermawan
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1078

Abstract

Emergency deterioration in cancer patients often occurs unexpectedly at home, requiring families to respond rapidly despite limited knowledge and skills. This study explores the experiences of family caregivers in managing home-based cancer emergencies using a descriptive qualitative approach through in-depth semi-structured interviews with 11 (eleven) family caregivers, analyzed manually with thematic analysis. Four themes emerged. The first theme, Emotional and Psychological Experiences of Families, describes distress such as panic, fear, and confusion that hindered effective responses. The second theme, Family Preparedness and Capabilities in Handling Emergencies, highlights limited knowledge, insufficient practical skills, and the lack of basic equipment, which created uncertainty during initial actions. The third theme, Decision-Making and Family Response Strategies, shows that decisions were made under time pressure and often relied on instinct or brief discussions due to limited guidance. The fourth theme, Social Support and the Healthcare System, emphasizes the importance of communication with health workers and support from neighbors or community volunteers, although delays in accessing emergency services remained common. These findings indicate the need for practical educational programs, clear emergency action guidelines, community-based training, and improved telehealth or hotline services to enhance family preparedness in managing cancer emergencies at home.
Systematic Review of Ischemic Post-Stroke Rehabilitation and Its Impact on Motoric Function, Independence and Quality of Life Nur Fadlilah; Rohematus Soleha; Faisal Hizbuallah; Arvino Aprilian; Eppy Setiyowati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1097

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), stroke remains the foremost cause of disability globally and ranks as the second leading cause of mortality. The progression of disability post-stroke is influenced by multiple interrelated factors, including advanced age, pre-existing comorbidities, cognitive dysfunction, and the initial severity of stroke at the time of onset. Various therapeutic approaches, including physical therapy to enhance muscle strength and coordination, occupational therapy to develop skills for performing daily activities, and psychosocial support, are essential components of rehabilitation programs aimed at improving the quality of life for stroke patients Objective this research for analyze the effectiveness of mindfulness therapy as part of ischemic post- stroke rehabilitation strategies in improving patients' quality of life and independence. Methods this research is A systematic review was conducted on studies published between 2020 and 2024. The search terms included: "Ischemic Stroke" OR "Strokes" OR "Cerebrovascular Accident" OR "CVA" OR "CVA's" AND "Disability" AND "Rehabilitation" OR "Rehabilitations Therapy" OR "Exercise Therapy”.Data identified from Pubmed 367, Semantic Scholar 287, Google Scholar 525, Science Direct 338, total number of articles used was 1517. Studies included in review 13 articles met the inclusion criteria and were deemed of sufficient quality. Eleven studies are RCT design, one study is One group pre- test post-test, and one study is quasi experiment design. Effective stroke rehabilitation requires a multidimensional approach that integrates physical exercise, community-based rehabilitation, technological innovations, and nursing interventions to enhance motor function, independence, and quality of life, with future research needed to evaluate long-term outcomes and personalized strategies.
Beban dan Stres pada Caregiver Lansia: Suatu Tinjauan Sistematis Determinan dan Implikasinya bagi Promosi Kesehatan Aris Widiyanto; Ravik Karsidi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1099

Abstract

Peningkatan jumlah lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang menjadikan caregiver keluarga sebagai aktor penting dalam sistem kesehatan. Namun, aktivitas caregiving sering menimbulkan beban fisik, emosional, sosial, dan finansial yang berkontribusi terhadap meningkatnya stres serta risiko gangguan kesehatan mental pada caregiver. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan utama beban dan stres pada caregiver lansia serta menganalisis implikasinya bagi promosi kesehatan melalui tinjauan sistematis. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2019–2024. Dari 528 artikel yang teridentifikasi, 5 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses seleksi berdasarkan pedoman PRISMA dan dianalisis menggunakan instrumen CASP dan Joanna Briggs Institute (JBI) Checklist. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa beban caregiving dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lansia, intensitas perawatan, ketidakseimbangan peran keluarga, dan keterbatasan dukungan sosial. Isolasi sosial berperan sebagai mediator yang memperburuk stres, kecemasan, dan kelelahan emosional caregiver. Sebaliknya, intervensi psikososial seperti pelatihan coping, konseling, dan dukungan keluarga terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres caregiver. Temuan ini menegaskan perlunya strategi promosi kesehatan yang komprehensif dan berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan caregiver lansia melalui penguatan dukungan sosial, pemberdayaan keluarga, dan akses terhadap layanan psikososial.