cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 451 Documents
Efektivitas Penerapan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Perawat: Literature Review Muhammad Al-Amin R. Sapeni; Irawati Anwar; Tri Ayu Yuniyanti; Veronika Papo Bage; Suwardha Yunus; Iwan Iwan
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1504

Abstract

Tingkat kepuasan kerja yang rendah dapat berdampak pada meningkatnya kelelahan kerja, niat berpindah kerja, serta penurunan mutu asuhan keperawatan. Salah satu gaya kepemimpinan yang banyak dikaji dalam konteks pelayanan kesehatan adalah kepemimpinan transformasional, yang menekankan pada pemberian inspirasi, perhatian individual, stimulasi intelektual, serta pembentukan visi bersama. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja perawat berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data PubMed, CINAHL, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2016–2025, menggunakan desain kuantitatif atau systematic review, serta secara eksplisit membahas hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja perawat. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara kritis dan disintesis menggunakan pendekatan naratif berdasarkan kesamaan tujuan, variabel, dan temuan penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mayoritas studi melaporkan hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja perawat. Kepemimpinan transformasional terbukti meningkatkan kepuasan kerja melalui mekanisme pemberdayaan perawat, penciptaan lingkungan kerja yang suportif, peningkatan motivasi intrinsik, serta penguatan komitmen organisasi. Selain itu, beberapa studi juga melaporkan dampak tidak langsung berupa penurunan burnout dan niat turnover perawat. Namun demikian, kekuatan hubungan tersebut bervariasi tergantung pada konteks organisasi, budaya kerja, beban kerja, dan dukungan sistem manajemen rumah sakit. Kepemimpinan transformasional efektif dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Gambaran Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah Adat Kajang Ammatoa, Kabupaten Bulukumba Fitri Adriani; Ningsi Angraeni; Lilis Suryani; Musfira Dahlan; Ni Made Ary Lisnawati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1508

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting untuk menunjang tumbuh kembang bayi secara optimal. Namun, cakupan ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di Indonesia masih belum mencapai target nasional sebesar 80%. Di Provinsi Sulawesi Selatan, cakupan ASI eksklusif tahun 2023 sebesar 74,0%, dengan beberapa kabupaten/kota masih berada di bawah standar, termasuk Kabupaten Bulukumba yang mencatat cakupan sebesar 63%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tanah Toa Kabupaten Bulukumba.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, yaitu ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan dan datang berkunjung ke Puskesmas Tanah Toa pada saat penelitian berlangsung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung kepada responden menggunakan kuesioner terstruktur yang telah disiapkan, meliputi karakteristik responden, pengetahuan, pekerjaan, sikap ibu, dukungan keluarga, serta praktik pemberian ASI eksklusif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang ASI eksklusif (94,1%), terdapat ibu yang bekerja (8,5%), memiliki sikap kurang mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif (59,1%), serta kurang mendapatkan dukungan keluarga (8,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu, status pekerjaan, sikap ibu, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi, pembentukan sikap positif, serta penguatan dukungan keluarga, terutama bagi ibu bekerja, agar praktik pemberian ASI eksklusif dapat meningkat.
Analisis Hubungan Aktivitas Fisik dan Stres dengan Siklus Menstruasi pada Siswi SMA Mudita Sri Nurhidayah; Aisyah Fitriyah Azzakiyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1539

Abstract

Siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi remaja putri. Berbagai faktor dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi, di antaranya aktivitas fisik dan tingkat stres. Aktivitas fisik yang tidak seimbang serta stres yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormonal sehingga berdampak pada siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan stres dengan siklus menstruasi pada siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswi SMA yang dipilih menggunakan teknik pengambilan total sampling dengan 55 siswa.  Data aktivitas fisik, tingkat stres, dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p = 0,000). Selain itu, terdapat pula hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p = 0,036). Siswi dengan aktivitas fisik tidak adekuat dan tingkat stres tinggi cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan siklus menstruasi pada siswi SMA.
Mental Health Challenges in Women in Low- and Middle-Income Countries (LMICs): A Scoping Review Aquartuti Tri Darmayanti; Joko Tri Atmojo; Aris Widiyanto; Hakim Anasulfalah; Ahmad Syauqi Mubarok; Atina Maya Fadhila
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1595

Abstract

Women are more likely than men to experience common mental disorders, especially in Low-Middle Income Countries (LMIC). Mental disorders contribute substantially to global disability. Overcoming this problem should be come to the priority. This review aims to synthesize the current understanding of the mental health challenges in women in low middle income country based on socioeconomic status, stigma, and integration with primary care. This scoping review was conducted following the framework outlined by Arksey and O'Malley. A literature search was conducted in the following databases: PubMed, Scopus, and Web of Science. Additionally, grey literature was searched through the World Health Organization and regional health ministries. Articles published since 2016-2026 were included.  Keywords and phrases related to "mental health OR Depression OR post-traumatic stress disorder OR Anxiety," AND "women OR Mothers" "low- and middle-income countries," "Poverty OR Food insecurity OR Unemployment OR Joblessness," "stigma OR Gender Inequity" and "primary care integration."  A qualitative synthesis of the extracted data was performed by thematic analysis. Poverty, unemployment, and unsafe social environments consistently emerge as major structural determinants that increase women’s vulnerability to depression, anxiety, and post-traumatic stress disorder. Stigma remains a pervasive and cross-cutting barrier operating at public, self, and structural levels. Integrated primary care models show promising potential to mitigate some of these challenges. The findings underscore that improving women’s mental health in LMICs requires multilevel strategies that simultaneously address socioeconomic inequities, stigma reduction, and health system strengthening.
Analisis Pemanfaatan Sistem Informasi Rumah Sakit untuk Meningkatan Layanan Administrasi Kesehatan Andreas Kurnianto; Ermayani Ermayani; Jaelan Jaelan
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Language and Health: March 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i1.1623

Abstract

Sistem Informasi Rumah Sakit adalah suatu sistem teknologi informasi yang ada di rumah sakit yang berguna untuk memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan di rumah sakit. Perkembangan teknologi informasi dalam dunia kesehatan, terutama melalui penerapan sistem Elektronik Rekam Medis (ERM), telah membawa perubahan signifikan dalam cara pelayanan kesehatan diberikan. Pada peraturan menteri no 269 tahun 2008 mengatur tentang keharusan sebuah rumah sakit untuk menggunakan Sistem Informasi Rumah Sakit serta tata cara penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi SIMRS di bagian rawat jalan RSK Ngesti Waluyo yang terdiri dari kodisi pelaksanaan saat ini, hambatan, dan upaya perbaikan yang akan dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian diskripstif kualitatif dengan model analisis PIECES.  Partisiapan dalam penelitian ini berjumlah 6 partisipan yang terdiri dari penaggung jawab IT, penanggung  jawab pendaftaran, penanggung jawab rekam medis, administrasi keuangan pasien, dan bagian penunjang, dan kepala bagian poliklinik. Teknik pengambilan sample penelitian ini dengan purposive sampling. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan pengamatan langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan SIMRS di rumah sakit memiliki dampak yang besar dalam meningkatkan pelayanan administrasi di rawat jalan Rumah Sakit Ngesti Waluyo Parakan. Dilihat dari sisi performa, SIMRS sudah memiliki perofrma baik dalam kecepatan, ketepatan, dan kesediaan data yang dibutuhkan di setiap bagian. Dari sisi informasi, SIMRS mudah digunakan oleh pengguna serta mudah pula diakses oleh pasien. SIMRS juga memiliki dampak efisiensi anggaran mengingat dengan penggunaan SIMRS ini layanan menjadi lebih cepat serta meminimalkan penggunaan kertas dan memaksimalkan kebutuhan SDM yang ada. Ditinjau dari aspek service seluruh bagian yang menggunakan SIMRS memperoleh data yang dibutuhkan baik untuk kebutuhan pendataan atau pelaporan.
Analisis Pengaruh Job Embeddednes terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan Paramita Kurnia Wiguna; Nur Aisah Latuconsina
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1684

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor kunci dalam menentukan kualitas pelayanan rumah sakit. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kinerja adalah job embeddedness, yaitu tingkat keterikatan individu terhadap organisasi dan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job embeddedness terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit TK. II Prof. Dr. J. A. Latumeten. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 240 karyawan yang terdiri dari PNS dan Non-PNS dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Hasil uji validitas Instrumen job embeddedness berkisar antara 0,412–0,782. Hasil uji validitas kinerja karyawan menunjukkan r hitung berada pada rentang 0,398–0,754. Maka kedua kuesioner dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas instrumen job embeddedness sebesar 0,892 sedangkan pada instrumen kinerja sebesar 0,874, maka dinyatakan reliabel. Analisis data meliputi uji chi-square dan path analysis dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara job embeddedness dan kinerja (p = 0,001). Responden dengan job embeddedness baik cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan responden yang memiliki job embeddedness buruk. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa job embeddedness berpengaruh langsung terhadap kinerja dengan koefisien sebesar 0,296 (p = 0,001), yang berarti setiap peningkatan satu poin job embeddedness akan meningkatkan kinerja sebesar 0,296 poin. Disimpulkan bahwa job embeddedness memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kinerja karyawan.
Asuhan Keperawatan Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Frindra Jaya Tama; Onieqie Ayu Dhea Manto
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Language and Health: March 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i1.1763

Abstract

Penyakit jantung koroner menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas di dunia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan arteri koroner yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung sehingga menimbulkan nyeri dada, sesak napas, hingga komplikasi lebih berat. Tujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah satu pasien penyakit jantung koroner yang dirawat di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis pasien. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi pasien dengan standar asuhan keperawatan. Pasien dengan keluhan utama sesak napas dan nyeri dada. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan stroke. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi gangguan ventilasi spontan, penurunan curah jantung, ketidakpatuhan, serta defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan sirkulasi dan respirasi, perawatan jantung, manajemen energi dan kepatuhan, serta manajemen risiko infeksi. Evaluasi tiga hari perawatan menunjukkan masalah gangguan ventilasi spontan belum teratasi secara optimal dan pada hari ketiga pasien dinyatakan meninggal. Asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit jantung koroner memerlukan pemantauan kondisi respirasi dan kardiovaskular secara intensif serta intervensi keperawatan yang komprehensif.
Manajemen Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis dengan Gangguan Pola Napas dan Intoleransi Aktivitas: Studi Kasus Jimmi Jimmi; Umi Hanik Fetriyah; Latifah Latifah
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Language and Health: March 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i1.1794

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan gangguan sistem pernapasan dan penurunan kondisi fisik pasien. Tujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Tuberkulosis di RSUD Sultan Syuriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan pada satu pasien dengan Tuberkulosis selama 2 hari perawatan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi rekam medis. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi pasien dengan standar asuhan keperawatan (SDKI, SIKI, SLKI). Hasil pengkajian pada pasien Tn. A menunjukkan keluhan sesak napas, batuk berdahak sejak dua minggu, serta mudah lelah saat beraktivitas. Ditegakkan empat diagnosis keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan perfusi perifer tidak efektif. Intervensi jalan nafas, batuk efektif, manajeme energi dan perawatan sirkulasi menunjukkan keempat masalah keperawatan teratasi sebagian. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Tn. A dengan Tuberkulosis di RSUD Sultan Syuriansyah Banjarmasin, dengan empat masalah keperawatan pola napas tidak efektif, bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan perfusi perifer tidak efektif. telah mendapatkan intervensi namun belum optimal sehingga seluruh masalah keperawatan dinyatakan teratasi sebagian.
Determinan Hipertensi Intradialitik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis: Tinjauan Literatur Terhadap Faktor Usia dan UFR Kyra Nathania Aziza; Ade Yonata; Muhammad Yogie Fadli; Iswandi Darwis
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Language and Health: March 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i1.1798

Abstract

Hemodialisis memiliki risiko komplikasi hemodinamik yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tekanan darah intradialitik.  Tujuan penelitian ini adalah determinan hipertensi intradialitik pada pasien penyakit ginjal kronis ditinjau berdasarkan faktor usia dan ultrafiltration rate (UFR). Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur 10 tahun terakhir, pada database google scholar dan Pubmed dengan kata kunci hemodialysis, intradialytic dan Ultrafiltration Rate. Artikel yang didapatkan sebanyak 34 artikel dan 12 artikel yang memenuhi syarat. Telaah dilakukan dengan cara membuat resume dan kesimpulan dari penelitian. Hasil penelusuran artikel didapatkan bahwa Diagnosa Hipertensi Intradialitik (HID) melalui pemantauan tekanan darah pre dan pasca-hemodialisis adalah metode utama untuk menilai komplikasi hemodinamik pada pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK), yang biasanya dilaporkan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik atau Mean Arterial Pressure (MAP) menggunakan cut-off tertentu, baik 10 mmHg maupun >15 mmHg. Kejadian ini sering dikaitkan dengan variabel klinis seperti usia, status diabetes, dan durasi hemodialisis, serta parameter teknis seperti Ultrafiltration Rate (UFR), Interdialytic Weight Gain (IDWG), dan kepatuhan terhadap pembatasan cairan.
Hubungan Penerimaan Diri dengan Stres pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Egi Firmansyah; Yeni Yulianti; Rosliana Dewi
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Language and Health: June 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i2.1828

Abstract

Internasional Diabetes Federation (IDF) menginformasikan bahwa jumlah penderita diabetes telah mencapai 537 juta dan angka prevalensi ini akan terus meningkat hingga mencapai 700 juta pada tahun 2045. Penderita DM sering mengalami stres, yang salah satunya dipengaruhi oleh penerimaan diri. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pedekatan cross-sectional. Populasinya seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Cibereum Hilir Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cibereum Hilir Kota Sukabumi dengan sampel 140 responden melalui teknik proportional random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner, variabel penerimaan diri menggunakan Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) dengan nilai validitas r = 0,388 - 0,71 dan nilai reliabilitas a 0,766, dan untuk variabel stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan nilai a = 0,81. Analisis statistika menggunakan uji chi-square. penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki penerimaan diri tinggi dan sebagian besar memiliki stres ringan. Analisis chi-square diperoleh nilai p-value 0,012 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan penerimaan diri dengan stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Adanya hubungan penerimaan diri dengan stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Kelurahan Cibereum Hilir Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cibereum Hilir Kota Sukabumi.