cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Pengaruh Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Perawat di Rumah Sakit : Influence of the Work Environment With Nurse Productivity in Hospital Eki Maryo; Muflih, Muflih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.315 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1884

Abstract

Manajemen harus mengakui dan menerima bahwa sumber daya manusia merupakan elemen yang paling strategis dalam organisasi. Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan manusia. Produktivitas kerja adalah keinginan manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan di segala bidang. Produktivitas sangat penting bagi daya saing jangka panjang dalam organisasi. Setiap perusahaan memiliki karyawan yang bertugas melaksanakan kegiatan operasional. Mereka beraktivitas di lingkungan kerja yang kemungkinan berpengaruh pada produktivitas kerjanya. Lingkungan kerja yang kondusif mendukung produktivitas karyawan dalam bekerja. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh lingkungan kerja dengan produktivitas staf perawat di rumah sakit. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner/angket Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana berjumalah 123 orang dan cara pengambilan responden menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil dalam penelitian ini adalah mayoritas perawat merasakan lingkungan kerja dalam kategori baik yaitu sebanyak 120 responden (97,6%), tingkat produktivitas perawat terbanyak berada pada kategori cukup dengan jumlah 79 responden (64,2%) dan ada pengaruh antara lingkungan kerja dengan produktivitas staf perawat di rumah sakit dengan nilai probabilitasnya adalah 0,044 < α =0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu lingkungan kerja yang dirasakan perawat mayoritas adalah pada kategori baik, produktivitas perawat adalah dalam kategori cukup produktif dan ada pengaruh lingkungan kerja dengan produktivitas staf perawat di rumah sakit.
Pengaruh Peer Group Health Education terhadap Peningkatan Perilaku Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Kota Makassar: The Effect of Peer Group Health Education on Improving Personal Hygiene Behavior of Makassar City Elementary School Students Nur, Nur Hamdani; Sudarman, Sumardi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.475 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1887

Abstract

Penyakit yang berkaitan dengan personal hygiene seperti Diare dan Infeksi Kecacingan terus meningkat setiap tahunnya. Pendidikan kesehatan tentang personal hygiene penting untuk siswa agar mereka mempunyai informasi dan pengetahuan yang benar tentang personal hygiene dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Group Health Education dalam meningkatkan perilaku personal hygiene siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode analitik Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group yang dilakukan di SD Inpres Borong Jambu I, SD Inpres Borong Jambu II, dan SD Inpres Borong Jambu III Kota Makassar dengan populasi seluruh siswa kelas V, dan VI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa yang diperoleh dengan teknik Proportional Sistematic Random Sampling dengan proporsi tiap kelas dari setiap sekolah yaitu kelas V sebanyak 15, dan Kelas VI sebanyak 15 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner pretest untuk menilai pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene pada kelompok eksperimen pertama, dan kelompok kontrol. Selanjutnya dilakukan intervensi sesuai kelompok masing-masing. Penilaian posttest pada masing-masing kelompok dilakukan satu bulan setelah dilakukannya intervensi untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa mengenai personal hygiene. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan uji Paired T-test dengan bantuan SPSS. Intervensi pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group Health Education menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene. Rata-rata skor pengetahuan posttest (M=64,07; SD=7,473) lebih besar dari rata-rata skor pengetahuan pretest (M=47,00; SD=9,610), dan rata-rata skor sikap posttest (M=69,19; SD=5,490) lebih besar dari rata-rata skor sikap pretest (M=61,63; SD=4,260). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value untuk pengetahuan dan sikap masing-masing yaitu 0,000 dan 0,000 (p<0,05). Demikian juga dengan intervensi penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene. Rata-rata skor pengetahuan posttest (M = 57,86; SD = 9,047) lebih besar dari rata-rata skor pengetahuan pretest (M=45,88; SD=5,223), dan rata-rata skor sikap posttest (M=65,31; SD=2,413) lebih besar dari rata-rata skor sikap pretest (M=61,59; SD=7,256). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value masing-masing yaitu 0,000 dan 0,041 (p<0,05). Pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group Health Education lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene dibandingkan metode konvensional yaitu penyuluhan dengan metode ceramah.
Hubungan Kontrol Glikemik dengan Aktifitas Fisik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Padangsidimpuan : The Relationship between Glycemic Control and Physical Activity of Type 2 Diabetes Mellitus Patients in Padangsidimpuan City Adi Antoni; Natar Fitri Napitupulu; Ririn Ariska Nasution; Hotma Royani Siregar; Anto J. Hadi; Haslina Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.51 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1889

Abstract

Latar Belakang: Kontrol glikemik merupakan suatu pengendalian glukosa pasien Diabetes Melitus (DM). Kontrol ini dilakukan setiap 3 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan kontrol kadar gula darah puasa, kadar gula postprandial, serta kadar HbA1c. Apabila tidak diakukan secara teratur, dapat menyebabkan komplikasi sehingga penting dilakukan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kontrol glikemik dengan aktifitas fisik pasien diabetes melitus tipe 2 di Kota Padangsidimpuan. Metode: Desain penelitian ini adalah non eksperimen dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian ini di kota Padangsidimpuan dengan waktu Bulan April hingga Juli 2021. Kriteria sampel berupa pasien diabetes mellitus minimal menderita DM selama 5 tahun, dapat membaca dan menulis, tidak memiliki komplikasi penyakit berat. Jumlah sampel sebanyak 95 pasien. Teknik sampel menggunakan simple random sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas pasien tidak teratur melakukan kontrol kadar gula darah puasa (75,8%). Pasien yang tidak melakukan aktifitas fisik sebesar 70,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol glikemik dengan aktifitas fisik pasien diabetes melitis tipe 2 di Kota Padangsidimpuan (p<0.001). Kesimpulan: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol glikemik berhubungan terhadap aktifitas fisik pasien diabetes melitis tipe 2 di Kota Padangsidimpuan.
Peranan Rumah Sakit untuk Tatalaksana Rehabilitasi Long-COVID pada Penyintas COVID-19 : Kajian Sistematik : The Role of Hospital for Long-Covid Rehabilitation Management on COVID-19 Survivor : A Systematic Review Dhini Sari Sembiluh; Pujiyanto, Pujiyanto; Apriyanti, Hana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.156 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1892

Abstract

Setelah fase akut, penyintas COVID-19 masih merasakan gejala baru atau persisten selama 1–6 bulan dari infeksi, kadang disertai komplikasi berbagai organ yang disebut Long-COVID. WHO mengidentifikasinya sebagai prioritas karena mempertimbangkan komplikasi serta melemahnya fungsi berbagai organ, maka tatalaksana rehabilitasi berperan penting dalam pemulihan penyintas COVID-19. Kajian ini bertujuan menggambarkan tatalaksana rehabilitasi Long-COVID di RS berbagai negara agar menjadi pembelajaran RS di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis menggunakan dengan kata kunci dari basis data Pubmed, Medscape, Springerlink, Proquest, Googlescholar, ScienceDirect untuk mengidentifikasi studi penatalaksanan rehabilitasi penyintas dengan Long-COVID. Kemudian penilaian kualitas studi dan ekstraksi data. Dari 6 studi membahas rehabilitasi penyintas COVID-19 oleh tim multidispiliner, satu studi membahas strategi peningkatan luaran Long-COVID dengan tele-rehabilitasi dini dan model tele-rehabilitasi rumah tanpa membahas tim rehabilitasinya. Variasi layanan rehabilitasi yaitu tele-rehabilitasi disertai kunjungan nakes kerumah, pelayanan rehabilitasi di rumah sakit, tele-rehabilitasi dengan tele-monitoring nakes dari RS, serta penilaian awal di RS kemudian rehabilitasi oleh terapis klinik di rumah. Disimpulkan bahwa penatalaksanan rehabilitasi Long-COVID telah dilakukan di China, Italia, Inggris, AS dan Austria dengan pendekatan rehabilitasi multidisipliner agar perawatan komprehensif untuk memperbaiki kualitas hidup penyintas COVID-19. Dengan ini diharapkan menjadi gambaran bagi RS di Indonesia membuat pelayanan rehabilitasi bagi para penyintas dengan Long-COVID.
Faktor Sosial Budaya yang Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil (A Systematic Review) : Socio-Cultural Factors Associated with Anemia in Pregnant Women (A Systematic Review) Oktrina Gustanela; Hadi Pratomo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.73 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1894

Abstract

Latar belakang: Diperkirakan di Indonesia 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Angka kematian ibu (AKI) tahun 2015 sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Anemia pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial budaya diantaranya adalah pendidikan, umur, ekonomi, dukungan keluarga, pola makan, serta budaya atau kepercayaan. Metode: Penulis melakukan systematic review terhadap artikel penelitian tentang faktor sosial budaya yang menyebabkan anemia pada ibu hamil di Indonesia dengan pendekatan kuantitatif. Artikel penelitian didapatkan dari Google Scholar dan PubMed Journal, dengan kata kunci “Anemia” “Ibu Hamil” “Sosial” “Budaya” “Indonesia. Artikel yang digunakan berada dalam rentang waktu dari tahun 2017 sampai tahun 2021 (5 tahun terakhir) dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil: Penelusuran artikel penelitian menggunakan kata kunci pada database (n = 1620). Dari artikel-artikel penelitian tersebut, dilakukan proses screening berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sehingga pada akhir proses, terdapat 13 artikel penelitian yang layak dan sesuai kriteria untuk dilakukan systematic review. Artikel yang sesuai yaitu adanya pengaruh kejadian anemia pada ibu hamil dengan pendidikan, umur, ekonomi, dukungan keluarga, dan budaya atau kepercayaan. Kesimpulan: Systematic review ini menjelaskan multifaktor sosial budaya yang terkait dengan kejadian anemia di Indonesia. Faktor-faktor dalam penelitian ini adalah Pendidikan, umur, ekonomi, dukungan keluarga, pola makan, serta budaya atau kepercayaan.
Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas dalam Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan : Utilization of Health Center Services in Preventing Covid-19 at Batunadua Health Center Padangsidimpuan City Hasibuan, Ahmad Safii; Hasni Yaturramadhan; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.015 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1905

Abstract

Saat ini, Indonesia telah memasuki fase baru dalam penanganan covid 19, berbagai protokol menyambut era new normal telah dipersiapkan oleh pemerintah, termasuk dalam tatanan kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat di era Covid-19 ini membuat tenaga kesehatan harus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi dalam segala hal di sektor pelayanan kesehatan masyarakat. Akibat terbatasnya ruang gerak karena mengikuti protokol kesehatan, masyarakat tetap diberikan haknya sebagai warga negara untuk dilayani melalui layanan elektronik. Kedudukan Puskesmas dalam sistem kesehatan adalah sebagai sarana pelayanan keberhasilan pembangunan kesehatan, sangat ditentukan oleh dukungan sistem nilai dan budaya masyarakat yang secara bersama terhimpun dalam berbagai sistem kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menilai faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berdomisili di Puskesmas Batunadua dan teknik pengambilan sampel purphosive sampling, yaitu dengan syarat: penduduk atau masyarakat yang berdomisili Kecamatan Padangsidimpuan dan ada anggota keluarga yang sakit dalam tiga bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner penelitian serta analisis data multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian di peroleh bahwa ada hubungan pendidikan (p=0,000), persepsi (p=0,004), karakteristik masyarakat (p=0,004), sikap petugas (p=0,000) berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19. Kesimpulan bahwa pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19 dipengaruhi oleh faktor pendidikan, persepsi, karakteristik masyarakat, dan sikap petugas sehingga diperlukan peran aktif petugas kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya memeriksakan kesehatan pada pelayanan primer pada Puskesmas setempat.
Pengaruh Konsumsi Minuman Berkafein Terhadap Pola dan Kualitas Tidur Mahasiswa : A Literatur Review: The Effect of Caffeine Drink Consumption on Patterns and Sleeping Quality of College Students Arum Meiranny; Avida Muanisatul Chabibah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.041 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1910

Abstract

Kafein termasuk dalam keluarga methylxatin yang banyak terkandung dalam makanan, minuman, obat-obatan dan suplemen. Kafein secara alami ditemukan terutama pada tanaman kopi, buah cokelat, dan daun teh. Selain itu, dalam minuman berkarbonasi dan suplemen penambah energi, kafein juga ditemukan. Kafein juga diklasifikasikan sebagai zat psikoaktif yang paling banyak digunakan di seluruh dunia dan memiliki efek stimulan. Pengaruh gaya hidup membuat konsumsi produk berkafein khususnya kopi dan minuman berenergi termasuk di kalangan pelajar. Kafein dalam dosis rendah dapat memberikan efek positif. Namun tidak semua produk mengandung kadar kafein di dalamnya, sehingga Anda perlu mewaspadai risiko efek samping yang bisa terjadi. Konsumsi kopi juga menjadi tren di kalangan anak muda, pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk menambah energi, merangsang, dan mengurangi rasa ngantuk. Efek pengurangan waktu dan kualitas tidur dapat terjadi ketika kafein dikonsumsi sebelum tidur. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi minuman berkafein terhadap pola dan kualitas tidur mahasiswa. Metode: Systematic literature review dengan melakukan pencarian artikel. Pencarian artikel dilakukan dengan database seperti Google Scohlar. Kata kuncinya adalah "kafein", "pola tidur", "kualitas tidur", "mahasiswa" dan penulis menemukan 7 artikel yang relevan dari 2009-2019. Hasil: Terdapat pengaruh konsumsi minuman berkafein terhadap pola dan kualitas tidur mahasiswa. Kesimpulan: kafein telah dibuktikan dapat mempengaruhi pola dan kualitas tidur terutama jika dikonsumsi secara berlebihan akan mengalami efek samping diantaranya adalah nyeri kepala, tremor, gelisah, gangguan tidur, insomnia, cemas secara berlebihan, letih/lesu, tidak bersemangat, serta mual, dan muntah. Saran: Disarankan kepada masyarakat terutama mahasiwa untuk mengurrangi konsumsi kafein secara berlebihan karena telah dibuktikan dapat mengurangi pola dan kualitas tidur.
Literatur Review: Konsumsi Cokelat Hitam untuk Mencegah Preeklampsia: Literature Review: Consumption of Dark Chocolate to Prevent Preeclampsia Arum Meiranny; Sintya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.778 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1911

Abstract

Preeklamsia yaitu penyulit pada kehamilan yang memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi, tanda dari preeklamsia ini biasanya karena adanya hipertensi gestasional dan protein uria. Terdapat sekitar 76.000 perempuan hamil meninggal yang diakibatkan dari hipertensi dan preeklamsia. Preeklamsia sendiri merupakan sindrom yang spesifik di kehamilan yang berupa kurangnya perfusi organ yang diakibatkan disfungsiendotel dan vasopasme.Salah satu pengobatan non-farmakologi preeklamsia adalah dengan mengkonsumsi cokelat. Metode: Literatur ditelusuri melalui sarana media elektronik dengan penuntun kata kunci artikel terseleksi sejumlah 2, dan juga literatur nasional terseleksi sejumlah 2 yang masing-masing mewakili satu pengaruh cokelat terhadap pencegahan kejadian preeklamsia. Hasil: di dapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh dari mengkonsumsi cokelat terhadap pencegahan kejadian preeklamsia. Pembahasan: Salah satu cara non farmakologi yang dapat diberikan untuk penanganan tekanan darah tinggi yaitu dengan pemberian cokelat untuk dikonsumsi ibu hamil. Dimana kandungan dari coklat hitam yang kaya akan flavonoid dan theobromine dapat mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Kesimpulan: Simpulan berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah penggunaan cokelat efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Pendekatan Health Belief Model terhadap Pengetahuan Lansia Tentang Covid-19 : The Effectiveness of Health Education With the Health Belief Model Approach to Elderly Knowledge About Covid-19 Simamora, Asnil Adli; Sagala, Nanda Suryani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.075 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1914

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas fungsional organ tubuh pada lansia telah mengalami penurunan akibat penuaan sehingga rentan terhadap berbagai macam infeksi bakteri, virus maupun penyakit termasuk COVID-19. Namun pemahaman tentang COVID-19 masih rendah, pendidikan kesehatan menggunakan pendekatan helth belief model diidentifikasi sebagai intervensi dapat mengubah pengetahuan tentang COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini sebanyak 88 lansia yang berada di Pondok Panti Jompo Majlis Ta’lim Basilam Baru Tapanuli Selatan menggunakan teknik purposive sampling. Data pre-test dan post-test dikumpulkan dengan instrument pengetahuan menggunakan komponen health belief model. Data dianalisis dengan paired sample t test. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada Perceived susceptibility, Perceived severity, Perceived benefit, Perceived barriers antara sebelum dan sesudah intervensi (P-value 0.000 < 0,05). Hasil menunjukkan pendidikan kesehatan dengan pendekatan health belief model mempunyai pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi selama 2 minggu pada Perceived susceptibility, Perceived severity, Perceived benefit, Perceived barriers. Oleh karena itu, temuan ini berkontribusi sebagai bukti pendidikan kesehatan menggunakan pendekatan health belief model dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang COVID-19. Kesimpulan: Program pendidikan yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan lansia dalam mengadopsi langkah-langkah perlindungan dan pencegahan COVID-19.
Dampak Aktivitas Peternakan Ayam Terhadap Gangguan Psikosomatis Warga Masyarakat di Desa Mario Kecamatan Kulo : The Impact of Chicken Farming Activities on Pysichosomatic Disorders of Community Members in Mario Village Kulo District Mutmainnah; Andi Nuddin; Henni Kumaladewi Hengky
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.662 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1927

Abstract

Adanya bau yang kurang sedap akibat limbah peternakan ayam dapat menimbulkan dampak sosial bagi warga yang berada di sekitar peternakan. Selain dapat mengganggu aktivitas warga, bau yang kurang sedap juga dapat menjadi salah satu faktor munculnya gejala gangguan psikosomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala psikosomatis yang dirasakan masyarakat, serta untuk mengetahui pengaruh bau limbah peternakan ayam terhadap gangguan psikosomatis dan aktivitas masyarakat di Desa Mario Kecamatan Kulo.Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantatif, teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 97 orang dengan menggunakan angket berupa kuesioner. Analisis Bivariat dengan uji Chi square dengan nilai derajat (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 gejala psikosomatis dengan kategori sedang dan 7 gejala psikosomatis dengan kategori ringan yang dirasakan masyarakat sekitar peternakan. Bau limbah peternakan ayam tidak berpengaruh terhadap gangguan psikosomatis masyarakat dengan nilai p value = 0,984 sedangkan bau limbah peternakan ayam mempunyai pengaruh signifikan terhadap aktivitas masyarakat dengan nilai p value = 0,000. Disarankan kepada peternak agar memperhatikan kondisi sanitasi kandang ayam supaya bau yang dihasilkan tidak terlalu menyengat.

Page 18 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue