cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Pengaruh Faktor Pengetahuan dan Sarana Prasarana terhadap Pelayanan Kesehatan Jiwa Promotif di Puskesmas Kabupaten X: The Influence of Knowledge Factors and Infrastructure on Promotive Mental Health Services at the Health Centers in X Regency Pasaribu Habeahan, Rosdiana Oktaviani; Zahroh Shaluhiyah; Dwi Sutiningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4332

Abstract

Latar belakang: Pelayanan kesehatan jiwa di seluruh dunia masih dirasakan belum menjangkau seluruh lapisan masyarkat yang memerlukan. Demikian pula pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia, masih memerlukan peningkatan yang signifikan, dengan tingkat cakupan saat ini hanya 58,9%. Provinsi Jawa Barat menghadapi masalah serupa dengan tingkat cakupan yang rendah hanya sebesar 37,6%. Selama empat tahun terakhir sejak tahun 2019 hingga 2022, Kabupaten X mencatat tingkat cakupan rata-rata sebesar 54,38% untuk layanan kesehatan jiwa sehingga masih belum memenuhi target pelayanan 100%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor pengetahuan (X1) dan sarana prasarana (X2) terhadap pelayanan kesehatan mental promotif (Y) di Puskesmas Kabupaten X. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, Objek penelitian ini, yaitu seluruh tenaga kesehatan pemegang program kesehatan jiwa di seluruh Puskesmas Kabupaten X (62 Puskesmas) dengan total responden sebanyak 68 orang tenaga kesehatan. Analisis statistik menggunakan software SmartPLS 3. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa promotif (p-value: 0,048 < 0,05) dan ketersediaan sarana prasarana tidak mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa promotif di Puskesmas Kabupaten X (p-value: 0,065 > 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil temuan penelitian ini diperoleh hasil bahwa faktor pengetahuan mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa promotif di Puskesmas Kabupaten X dan faktor sarana prasarana tidak mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Kabupaten X. Diperlukan peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan yang menjadi penanggung jawab pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Kabupaten X seperti memperbanyak pelatihan khususnya terkait pelayanan promotif.
Analisis Spasial Kasus Stunting Berdasarkan Fasilitas Kesehatan dan Korelasi Faktor Risiko Lingkungan Pada Balita di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023 : Spatial Analysis of Stunting Cases Based on Health Facilities and Correlation of Environmental Risk Factors in Toddlers in Ogan Ilir Regency in 2023 Ar Rahma, Citra Ayu; Rahmatillah Razak; Dwi Septiawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4333

Abstract

Latar belakang: Stunting dapat dipengaruhi faktor tidak langsung yang diantaranya terdiri dari faktor akses terhadap fasilitas kesehatan dan faktor lingkungan. Oleh karena itu diperlukan pengkajian mengenai hal tersebut terhadap kasus stunting sebagai masukan dalam melakukan intervensi terkait stunting khusunya pada Kabupaten Ogan ilir yang menempati posisi kedua sebagai kabupaten dengan prevalensi paling tinggi di Sumatera Selatan dengan prevalensi stunting sebesar 24,9%. Tujuan: Memetakan kasus stunting untuk mengetahui pola sebaran kejadian stunting berdasarkan persebaran fasilitas kesehatan dan menganalisis korelasi faktor risiko lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di 9 Desa Lokus Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan populasi seluruh balita di Kabupaten Ogan Ilir. Sampel penelitian berjumlah 201 responden dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:2 yang teridiri dari 67 kasus dan 134 kontrol. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner dan pengukuran langsung secara door to door. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dengan metode overlay dan buffering serta uji korelasi pearson dan uji korelasi spearman’s. Hasil: Sebagian besar kasus membentuk pola persebaran berkelompok dan semua kasus stunting pada 9 Desa lokus Kabupaten Ogan Ilir telah berjarak <2KM dari fasilitas kesehatan. Faktor risiko lingkungan yang memiliki korelasi dengan kasus stunting pada balita adalah pencahayaan rumah (p-value = 0,037) dan suhu rumah (p-value = 0,05). Sedangkan faktor risiko lingkungan lain yang terdiri dari faktor fisik air minum meliputi variabel TDS (p-value = 0,215), kekeruhan (p-value = 0,370), suhu (p-value = 0,358) dan faktor kimia sumber air minum meliputi variabel salinitas (p-value = 0,083), pH (p-value = 0,668), DHL (p-value = 0,211), Zing (p-value = 0,994), Klorida (p-value = 0,742), Fe (p-value = 0,897), Mn (p-value = 0,187), serta faktor fisik rumah meliputi kepadatan hunian (p-value = 0,672), kelembababan (p-value = 0,307) dan persentase ventilasi (p-value = 0,855) tidak memiliki korelasi dengan kasus stunting di 9 Desa lokus Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Kesimpulan: Hampir semua kasus stunting telah terjangkau fasilitas kesehatan dan faktor risiko lingkungan yang memiliki korelasi dengan kasus stunting pada 9 Desa Lokus Kabupaten Ogan Ilir adalah pencahayaan dan suhu rumah.
Hubungan Faktor Lingkungan Fisik terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023: Hubungan Faktor Lingkungan Fisik terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023 Azizah, Rizquita; Rahmatillah Razak; Anggun Budiastuti; Dwi Septiawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4334

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat, selain itu stunting juga diakibatkan oleh berbagai faktor salah satunya faktor lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan rumah sehat, akses air bersih, air minum, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan rumah sehat. Metode: Penelitian ini menggunakan study case control pada populasi kejadian stunting rumah tangga di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling diperoleh sebanyak 201 sampel dengan perbandingan 1 : 2 kasus stunting dan kontrol. Variabel faktor lingkungan fisik pada penelitian adalah air bersih, air minum, MCK, pengelolaan sampah dan rumah sehat. Pengumpulan data pada penelitian dengan melakukan analisis data sekunder dan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner, wawancara, pengukuran kualitas air. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara sumber air bersih, sumber air berwarna, sumber air berasa, sumber air berbau, sumber air berbusa, kecukupan air perhari, sumber alternatif, sumber air minum, pengolahan air sebelum diminum, kualitas fisik air minum TDS, kekeruhan, pH , suhu, kualitas kimia air minum klorida, Mn, faktor MCK, faktor pengolahan sampah dan faktor rumah sehat (p value = > 0,05) terhadap kejadian stunting pada rumah tangga yang memiliki balita di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2023. Kesimpulan: Faktor lingkungan air bersih, air minum, MCK, pengolahan sampah, dan rumah sehat tidak berhubungan secara langsung dengan kejadian stunting. Tetapi faktor lingkungan harus dipenuhi persyaratan dan kualitasnya karena faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab tidak langsung dari kejadian stunting.
Strategi Promosi Kesehatan dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim bagi Kesehatan Masyarakat: Systematic Literature Review: Health Promotion Strategies in Addressing the Impact of Climate Change on Public Health: Systematic Literature Review Nur Amalia, Risa; Windusari, Yuanita; Sari, Novrika; Alam Fajar, Nur; Rahmiwati, Anita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4346

Abstract

Latar belakang: Perubahan iklim dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Dampak perubahan iklim pada lingkungan diantaranya adalah adanya peningkatan suhu global, perubahan pola cuaca, peningkatan polusi udara yang pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan masyarakat seperti peningkatan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta gangguan kesehatan mental. Untuk menangani masalah ini, sangat diperlukan strategi pemantauan dan respons kesehatan masyarakat. Strategi promosi kesehatan dan komunikasi yang efektif memiliki peran penting karena promosi kesehatan dapat meningkatkan pemahaman dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Tujuan: mengetahui bagaimana dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat serta bagaimana strategi promosi kesehatan yang efektif dalam menghadapi dampak perubahan iklim bagi kesehatan masyarakat. Metode: Database yang digunakan dalam systematic literature review ini adalah ebscohost, google scholar, pubmed dan sciencedirect, yang dipublikasi dari tahun 2019-2023. Systematic review ini menggunakan 9 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan sesuai relevansi. Hasil: Dari 9 artikel terpilih menunjukkan bahwa perlu adanya strategi komunikasi yang efektif dalam menghadapi dampak perubahan iklim pada kesehatan masyarakat. Kesimpulan: Strategi promosi kesehatan memainkan peran kunci dalam mengurangi dampak perubahan iklim pada kesehatan masyarakat dengan meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan komunitas, advokasi, peran profesional kesehatan sebagai sumber informasi terpercaya, dan kampanye komunikasi yang efektif. Diperlukan evaluasi jangka panjang untuk memahami efektivitas dari penggunaan strategi promosi kesehatan dalam konteks perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.
Strategi Marketing Rumah Sakit Place: Literature Review: Hospital Place Marketing Strategy: Literature Review Simbolon, Monalisa; Hermes Santosa; Erick Suhendra; Wahyu Sulistiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4349

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit merupakan suatu lembaga pelayanan kesehatan yang menyediakan suatu layanan komprehensif bagi individu, termasuk layanan rawat inap, rawat jalan, dan penanganan gawat darurat. Selain melaksanakan tugas kemanusiaan, rumah sakit juga sisi bisnis untuk mencapai suatu keuntungan dan memastikan kelangsungan operasionalnya. Untuk meningkatkan keuntungan dari layanan rumah sakit, perusahaan memerlukan strategi distribusi yang tepat. Place merupakan upaya guna memastikan bahwa pasien dapat dengan mudah mengakses layanan rumah sakit. Tujuan: Untuk mengidentifikasi strategi place marketing rumah sakit. Metode: Metode menggunakan pendekatan literatur review dari Google scholar, Pubmed dan Garuda dengan keyword Marketing mix, Hospital, Place dengan rentang tahun 2018-2022 dengan menerapkan kriteria inkulsi dan ekslusi. Hasil: Hasil penelurusan didapatkan 347 artikel penelitian dengan Google scholar n=335, Pubmed n=10, Garuda n=2. Strategi Place yang baik memungkinkan rumah sakit untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasien dan lingkungan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan rumah sakit. Pasien cenderung lebih puas ketika mereka dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan dan ini berkaitan dengan tingkat kepuasan pasien Kesimpulan: Strategi place rumah sakit dapat menambah tingkat kepuasan pasien, bergantung dengan kondisi eksternal dan internal pada suatu rumah sakit. Kolaborasi terhadap elemen-eleman lain untuk pembauran pemasaran sangat perlu dilakukan dapat dilakukan agar rumah sakit dapat lebih efektif mengoptimalkan pemasaran.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Apoteker terhadap Resistensi Antibiotik: Validity and Reliability Questionnaire Knowledge, Attitude, and Behavior of Pharmacists towards Antibiotic Resistance Kurniasari, Desviana Rizki; Ichsan, Burhannudin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4373

Abstract

Latar belakang: Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik sehingga bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik dan tidak lagi dapat dimatikan atau dibunuh. Dampak resistensi terhadap antibiotik adalah meningkatnya morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan. Apoteker berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian resistensi antibiotik dengan memberikan informasi, konseling dan edukasi kepada pasien secara individual atau kepada masyarakat secara umum. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kuesioner standar siap pakai untuk penelitian tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku apoteker tentang resistensi antibiotik. Metode: Tiga puluh apoteker yang diberikan kuesioner untuk diisi menjadi sampel dalam penelitian ini. Sebuah teknik digunakan untuk mengevaluasi validitas kuesioner secara expert judgment sedangkan pada uji reliabilitas digunakan dengan melihat nilai korelasi item-total. Hasil: Pengujian validitas instrument dengan expert judgment menggunakan content validity index (CVI) untuk melihat keterwakilan item diperoleh nilai 0,8-1,0 yang artinya item dapat digunakan walaupun ada beberapa item pernyataan yang mengalami perbaikan kalimat. Sedangkan uji reliabilitas, item pernyataan pengetahuan ada 12 item yang memiliki nilai korelasi item-total > 0,20, pada item pernyataan sikap ada 21 item yang memiliki nilai korelasi item total > 0,20 dan pada item pernyataan perilaku ada 17 item yang memiliki nilai korelasi item total > 0,20. Kesimpulan: Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen dapat diterima untuk digunakan dalam menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku apoteker terhadap resistensi antibiotik.
Gambaran Keberhasilan Pengobatan (Treatment Success Rate) Tuberkulosis Paru di Puskesmas Jatisampurna, Bekasi : Description of Treatment Success Rate for Pulmonary Tuberculosis at Jatisampurna Community Health Center, Bekasi Khasanah, Usfahtul; Junadi, Purnawan; Mizan, Syaiful
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4379

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis Paru merupakan penyakit radang paru yang diperkirakan menginfeksi sepertiga penduduk di dunia, dengan gejala utama yaitu batuk produktif, demam, keringat malam, penurunan berat badan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Paru. Metode: Metode analisis menggunakan deskrptif statistic dengan menggunakan data sekunder. sampel data berjumlah 77 pasien TB Paru di Puskesmas Jatisampurna yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis menggunakan statistik deskriptif tentang karakteristik jenis kelamin, pekerjaan, usia, status pengobatan, pemeriksaan kontak, status rujukan, tipe diagnosis, riwayat pengobatan, paduan OAT, klasifikasi anatomi, riwayat penyakit, dan pemeriksaan hasil pengobatan. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien TB Paru yang dinyatakan sembuh hanya sebesar 16.9% dan didominasi dengan status tidak diketahui sebesar 49.4%. Tidak tercapaianya target tersebut dikarenakan adanya faktor tidak dilakukannya pemeriksaan kontak, riwayat pengobatan yang tidak diketahui, dan pasien hanya aktif saat melakukan pemeriksaan pra pengobatan, sedangkan untuk pemeriksaan selanjutnya pasien tidak diketahui statusnya. Kesimpulan: Capaian keberhasilan pengobatan TB Paru di Puskesmas Jatisampurna yang disebabkan oleh faktor pemeriksana kontak, riwayat pengobatan, dan keaktifan pasien melakukan pemeriksaan.
Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam Mempercepat Penurunan Stunting: Healthy Kitchen Program to Overcome Stunting (DASHAT) to Accelerate Reduction 0f Stunting Hesti Nur Sahadatilah; Hasan Mukmin; Rini Setiawati; MA Achlami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4382

Abstract

Latar Belakang: kondisi stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data pada Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita. Stuntig merupakan dampak dari kondisi kekurangan gizi pada anak sejak masih dalam kandungan. Program DASHAT merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi pada anak melalui ketahanan pangan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program DASHAT dalam mempercepat penurunan stunting. Metode: Jenis penelitian ini adalah literatur review dimana metode ini merupakan penelitian yang menggunakan sumber data sekunder. Data based diperoleh dengan menggunakan bantuan alat pencarian referensi Publisg or Perish dengan kata kunci “Dapur Sehat Atasi Stunting” pada Google Scholar Hasil: Sosialisai, edukasi, demonstarsi dan praktek program DASHAT meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya melalui ketahanan pangan lokal yang terjangkau dan memiliki cita rasa yang diinginkan. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu menjadi penting untuk mencegah resiko stunting. Salah satu upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting adalah dengan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stuntin dan pencegahannya. Salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi anak adalah melaui program DASHAT berdasarkan ketahanan pangan lokal.
Hubungan Pemberdayaan Perempuan dalam Rumah Tangga dengan Status Gizi Anak pada Beberapa Negara di Afrika dan Asia: Literature Review: The Relationship of Women's Household Empowerment with Nutritional Status Children in Several Countries in Africa and Asia: Literature Review Masnauli Pratiwi Sitompul; Milla Herdayati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4392

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi menjadi salah satu tantangan kesehatan global. Status gizi anak dipengaruhi oleh praktik pengasuhan, asupan makanan anak, dan lingkungan yang sehat. Pemberdayaan perempuan merupakan faktor penting dalam pengasuhan anak dan menentukan status kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui bukti terkini terkait hubungan pemberdayaan perempuan dengan status gizi anak, serta menganalisis indikator langsung pemberdayaan perempuan. Metode: Artikel ini ditulis dengan metode studi literatur dengan 18 artikel sesuai dianalisis. Sebagian besar artikel yang ditemukan berasal dari Asia Selatan dan Sub-sahara Afrika. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kelompok indikator (alokasi sumber daya, pengambilan keputusan terkait reproduksi, dan gabungan) dan 4 dimensi (sumber daya, agensi, pencapaian, dan gabungan) yang ditemukan. Kesimpulan: Perlunya menentukan indikator pemberdayaan perempuan yang tepat dan sesuai untuk mendapatkan informasi yang lebih substantif, serta mengambil data dengan desain studi longitudinal untuk mengukur indikator pemberdayaan perempuan berdasarkan siklus kehidupan.
Pengaruh Pemberian Alpha Lipoic Acid terhadap Perbaikan Derajat Distal Symetrical Diabetic Polineurophaty: The Effect of Alpha Lipoic Acid on Improving the Degree of Distal Symetrical Diabetic Polyneurophaty Nurmayasari.H.Abd.Rauf; Susi Aulina; Yudy Goysal; Andi Makbul Aman; Nirwana Fitriani Walena; Anastasia Juliana; Andi Weri Sompa; Akbar, Muhammad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4393

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin), serta menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian Alpha Lipoic Acid terhadap derajat keparahan Distal Symmetrical Diabetic Polyneuropathy (DSPN). Metode: Penelitian true experimental dengan rancangan pre dan post test design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Alpha lipoic acid terhadap derajat keparahan Distal Symetrical Diabetic Polineuropathy menggunakan Baba’s Diabetic Neuropathy Classification (BDC). Hasil: Pemberian terapi neuropathy diabetik ditambah Alpha Lipoic Acid 600 mg/ hari selama 8 minggu pada kelompok intervensi memperbaiki derajat keparahan Distal Symetrical Diabetic Polineuropathy (DSPN). Sebaliknya pemberian terapi neuropathy diabetik tanpa Alpha Lipoic Acid 600 mg/hari selama 8 minggu pada kelompok kontrol tidak memperbaiki derajat keparahan Distal Symetrical Polineuropathy (DSPN), bahkan cenderung memperburuk. Kesimpulan: Pemberian alpha lipoic acid 600 mg per hari selama 8 minggu pada kelompok intervensi memperbaiki derajat keparahan Distal Symmetrical Diabetic Polineurophaty (DSPN) yang didominasi oleh lesi campuran dari derajat 3 (sedang-berat) menjadi derajat 2 (sedang). Sedangkan pemberian terapi neuropathy diabetik tanpa Alpha Lipoic acid (ALA) 600 mg pada kelompok kontrol tidak memperbaiki derajat keparahan Distal Symmetrical Diabetic Polineuropathy (DSPN), bahkan pada 1 kasus tampak mengalami perburukan. Terdapat perbaikan selisih skor Baba’s diabetic classification (BDC) pada kelompok intervensi yang mendapat terapi ALA 600 mg/hari dibandingkan pada kelompok kontrol.

Page 76 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue