cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 1,002 Documents
Analisis Formulasi Kebijakan Penentuan Hari Raya dalam Sidang Isbat oleh Pemerintah Indonesia Fathuurrahmaan, Amma
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2474

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa penentuan awal bulan Hijriah, khususnya yang berkaitan dengan perayaan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, merupakan isu strategis dalam kehidupan keagamaan umat Islam, dengan implikasi luas bagi aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Di Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan kepastian dan keseragaman waktu shalat sangat penting. Namun, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, khususnya antara pendekatan hisab dan rukyat, seringkali menyebabkan dinamika dan perbedaan dalam penentuan hari raya keagamaan. Dalam konteks ini, pemerintah, melalui mekanisme pertemuan isbat (konfirmasi), memainkan peran kunci dalam merumuskan kebijakan yang berupaya mengakomodasi berbagai perspektif tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perumusan kebijakan dalam menentukan pertemuan isbat yang berkaitan dengan penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Idul Fitri dari perspektif kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk memahami dinamika proses kebijakan secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sesi isbat (penentuan kalender Islam) merupakan bentuk kebijakan publik yang kompleks dan multidimensional di bidang keagamaan, yang melibatkan interaksi antara berbagai aktor dengan latar belakang, kepentingan, dan sumber legitimasi yang berbeda. Proses perumusan kebijakan ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah melalui metode hisab dan pendekatan empiris-normatif melalui rukyat (hukum Islam), dan berlangsung dalam kerangka tata kelola kolaboratif.Temuan lebih lanjut dalam penelitian ini adalah bahwa model perumusan kebijakan yang digunakan dalam menentukan sesi isbat cenderung mencerminkan model pemindaian campuran, menggabungkan pendekatan rasional-komprehensif di tingkat makro dan pendekatan inkremental di tingkat mikro. Model ini memungkinkan keseimbangan antara rasionalitas ilmiah dan legitimasi sosial-keagamaan, meskipun masih menghadapi tantangan dalam mencapai konsensus inklusif di dalam masyarakat. Oleh karena itu, penguatan integrasi metode, peningkatan kualitas tata kelola kolaboratif, dan optimalisasi komunikasi kebijakan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan penerimaan kebijakan penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
Meta Analisis Kebijakan Penambahan Kuota Haji oleh Pemerintah Indonesia Fathuurrahmaan, Amma
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2475

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa ibadah haji, sebagai rukun Islam kelima, tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga implikasi sosial, ekonomi, dan kebijakan publik. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menghadapi masalah struktural berupa ketidakseimbangan antara kuota haji dan jumlah pelamar yang tinggi, sehingga mengakibatkan daftar tunggu yang panjang lebih dari 5,6 juta jamaah dengan masa tunggu rata-rata sekitar 26 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kuota haji melalui pendekatan meta-analisis kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah meta-analisis, dengan teknik pengumpulan data melalui ulasan naratif dari berbagai sumber, seperti laporan kebijakan, data pemerintah, dan publikasi media. Analisis dilakukan dengan memeriksa asumsi, konsep, dan implikasi kebijakan menggunakan perspektif teori keadilan, yaitu utilitarianisme Jeremy Bentham (1789), keadilan sebagai kewajaran oleh John Rawls (1971), dan libertarianisme Robert Nozick (1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan kuota haji merupakan respons strategis pemerintah untuk mengatasi daftar tunggu yang panjang dan meningkatkan akses masyarakat terhadap ibadah haji. Dari perspektif utilitarian, kebijakan ini dianggap positif karena menghasilkan manfaat kolektif yang signifikan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan spiritual dan mengurangi waktu tunggu. Meskipun berpotensi menimbulkan risiko penurunan kualitas pelayanan karena keterbatasan kapasitas, perspektif Rawls menganggap kebijakan ini adil secara bersyarat karena memperluas akses dan memprioritaskan kelompok rentan, didukung oleh mekanisme distribusi kuota berbasis daftar tunggu yang lebih proporsional. Sementara itu, dari perspektif Nozick, kebijakan ini menunjukkan intervensi negara yang signifikan, tetapi tetap dapat dibenarkan selama tidak melanggar hak individu dan bertujuan untuk memfasilitasi pelaksanaan kewajiban agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kebijakan peningkatan kuota haji memiliki legitimasi normatif yang kuat dari berbagai perspektif teori keadilan, meskipun masih memerlukan perbaikan dalam aspek distribusi, transparansi, dan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kebijakan ini relevan bukan hanya sebagai solusi jangka pendek tetapi juga sebagai bagian dari reformasi tata kelola kebijakan Haji yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Indonesia.
Framing Konflik Israel-Palestina di Gaza dalam Media Digital: Studi pada Channel YouTube Tucker Carlson Zikri, Maulana; Rosana, Yenni
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing media dalam video yang diunggah oleh Tucker Carlson pada kanal YouTube  miliknya. Latar belakang penelitian ini Adalah  berdasarkan pergeseran peran media dari aktor institusi menuju individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tiga video yang dipublikasikan di kanal YouTube Tucker Carlson dan membahas isu Gaza. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi konten, yang kemudian dianalisis menggunakan teori framing dari Robert N. Entman, yang mencakup empat elemen yaitu define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (penentuan penyebab), make moral judgments (penilaian moral), dan suggest remedies (rekomendasi solusi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing yang dilakukan Carlson mempresentasikan konflik Gaza sebagai krisis kemanusiaan, yang sering dikaitkan dengan kebijakan Israel serta dukungan Amerika Serikat. Penelitian ini menegaskan bahwa individu sebagai aktor media digital memiliki peran penting dalam mengonstruksi realitas dan membentuk opini publik global melalui praktik framing.
Strategi Pengorganisasian Masyarakat Berbasis Sinergi Kolektif dalam Pengembangan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal Maryam, Rika; Azzahro, Azizah; Ronaldi, Steven; Ginting, Oktaviana Br; Lapina, Tiara Resta; Khasanah, Umi; Nasution, Sisy Viola Gendis; safriyanto, Ricky; Kurniawan, Rudy; Rifai, Muhammad; Tresno
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2477

Abstract

UMKM di Indonesia sering terkendala tata kelola individualistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengorganisasian masyarakat kolektif untuk memperkuat kapasitas UMKM. Menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap 10 artikel (2019-2024), ditemukan bahwa model Asset Based Community Development (ABCD), merek kolektif, dan integrasi BUMDes efektif meningkatkan daya saing. Strategi ini mentransformasi pola usaha atomistik menjadi sinergis, meningkatkan efisiensi rantai pasok hingga 30%, dan mempercepat adaptasi digital. Kesimpulannya, pengorganisasian masyarakat membangun modal sosial yang menciptakan resiliensi ekonomi lokal. Diperlukan regulasi yang mendukung asosiasi UMKM perdesaan untuk keberlanjutan ekonomi.
Pengaruh Kepercayaan dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Melalui Citra Merek Wibowo, Sutrisno; Maulana, Akbar
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepercayaan dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian melalui Citra Merek (dalam studi pengguna Tokopedia). Subjek penelitian ini adalah konsumen berusia 17 tahun yang telah berbelanja di Tokopedia lebih dari dua kali. Sampel penelitian ini berjumlah 200 responden yang dikumpulkan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling dan didistribusikan kepada responden melalui Google Form melalui media sosial. Alat analisis yang digunakan adalah Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, kepercayaan tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian melalui citra merek, dan persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh citra merek.Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
Budaya Disiplin Kerja dalam Transformasi Digital Tata Kelola Fakultas: Studi Kasus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prabumulih Desliana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2484

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola perguruan tinggi menuntut perubahan tidak hanya pada aspek sistem, tetapi juga pada budaya kerja sumber daya manusia, khususnya terkait disiplin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya disiplin kerja terbentuk, dipraktikkan, dan diperkuat dalam konteks transformasi digital tata kelola fakultas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prabumulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, dan dosen, observasi terhadap praktik kerja berbasis sistem digital, serta analisis dokumen kebijakan dan standar operasional prosedur (SOP). Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem presensi digital, administrasi akademik berbasis aplikasi, dan pelaporan kinerja elektronik berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan terhadap waktu kerja, akuntabilitas tugas, dan transparansi kinerja. Namun demikian, efektivitas budaya disiplin kerja tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh komitmen pimpinan, konsistensi penegakan aturan, serta internalisasi nilai profesionalisme di lingkungan fakultas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital berperan sebagai katalis dalam penguatan budaya disiplin kerja apabila diintegrasikan dengan strategi kepemimpinan dan kebijakan organisasi yang berorientasi pada perubahan perilaku kerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan tata kelola fakultas yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan di era digital.
Pengaruh Social Media Community, Social Media Advertisement & Effort Expectancy terhadap Impulsive Buying Primavia, Ega Kinanda; Aritonang, Patrick Kevin
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2486

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah pola perilaku konsumsi, khususnya dalam mendorong terjadinya pembelian impulsif pada generasi muda. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berkembang menjadi platform pemasaran digital yang memengaruhi emosi, persepsi, dan keputusan pembelian konsumen secara cepat dan real time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media community, social media advertisement, dan effort expectancy terhadap impulsive buying intention serta dampaknya terhadap impulsive buying behavior pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner daring kepada 203 responden Generasi Z di wilayah Jabodetabek yang aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media community, social media advertisement, dan effort expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying intention. Selanjutnya, impulsive buying intention terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying behavior. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi sosial dalam komunitas digital, paparan iklan media sosial yang persuasif, serta kemudahan penggunaan platform berperan penting dalam membentuk dorongan pembelian impulsif dan perilaku pembelian spontan konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian perilaku konsumen digital serta implikasi praktis bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi pemasaran media sosial yang lebih efektif dan bertanggung jawab
Government Budget Efficiency on Economic Growth Puspita, Indah Lia; Juvindi, Agus; Safitri, Liayana; Lestari, Maya
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2487

Abstract

This study aims to analyze the impact of budget efficiency on economic growth, both nationally and regionally in Indonesia. Budget efficiency is not merely about saving government spending, but rather emphasizes the optimization of resources so that every rupiah spent provides maximum benefits for society and economic development. The results of the study indicate that government budget efficiency has significant positive and negative impacts on economic growth. The positive impacts of budget efficiency carried out by the government are as an increase in a country's competitiveness, then as inflation control, as well as in several sectors that greatly influence economic growth such as infrastructure, industry, agriculture and MSMEs. The negative impacts caused by government budget efficiency can result in slowing economic growth due to budget cuts in vital sectors, then a decrease in people's purchasing power, a reduction in the workforce resulting in soaring unemployment rates. In addition, budget efficiency carried out by the government without strategic planning can also lead to development inequality between regions, especially in underdeveloped areas that are highly dependent on government funding allocations. Therefore, the implementation of budget efficiency must be accompanied by appropriate policies to continue to encourage inclusive and sustainable economic growth, and ensure the equitable distribution of the benefits of budget efficiency to all levels of society.
Arahan Upaya Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Peta 3D di Kota Kendari Brata, Joko Tri; Sufrianto; Haeruddin; Rahmisyari; Ningrum, Ulfah Dwi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2489

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memberikan Rekomendasi kebijakan  arahan Program Penanggulangan kemiskinan  dengan pemanfaatan Peta 3D dalam upaya pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur.Metode Penelitian dilakukan dengan,  metode Sosial mapping, kemudian dengan  telaah dokumentasi penanganan, Pengumpulan Data dengan tahapan Getting In (peneliti memasuki lokasi sampel penelitian), Getting Along (Saat peneliti dilokasi) dan Logging data (Tahap Pengumpulan Data). Teknik analisis eksplanasi dengan menyusun data yang diperoleh  dan pendokumentasian sistematis,  kemudian pemilahan data berkaitan penelitian.  Proses analisis menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di padukan dengan aplikasi tiga dimensi (3D), Untuk Program Penanggulangan kemiskinan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa permasalahan Penanggulangan Kemiskinan dan upaya perencanaan kumuh  yang terintegrasi pada program Penanggulangan Kemiskinan, dengan menggunakan 3D, menjadi terukur titik lokus warga yang perlu ditangani, karena hasil pemetaan dapat dijadikan sebagai  tolok ukur lokasi untuk penanganannya. Konsep pengentasan kemiskinan yang diimplementasikan dalam bentuk Peta 3D merupakan suatu upaya untuk merancang perubahan infrastruktur lingkungan di Lokasi yang dikategorikan wilayah Kumuh dan Miskin, dengan mengambil lokasi di Kelurahan Sanua. Kesimpulan dalam Konsep pengentasan kemiskinan dengan pemanfaatan bentuk Peta 3D yang diarahkan pada penanganan kawasan dilakukan upaya program penanggulangan kemiskinan dan kekumuhan,  sehingga dalam upaya  perencanaan suatu wilayah dapat dilakukan dalam bentuk model tiga dimensi. Gambaran ini adalah relief rupabumi tiga dimensi (3D) yang menyerupai keadaan sebenarnya di lapangan dan dapat divisualisasikan dengan bantuan teknologi komputer grafis
Konstruksi Etika Komunikasi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Media Sosial Injilika, Kristina Oktavia; Setiawan, Rizki
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana para mahasiswa dari Program Pendidikan Sosiologi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa membangun etika komunikasi mereka saat beraktivitas di media sosial. Latar belakang penelitian ini berasal dari peningkatan penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, yang menunjukkan beragam pola komunikasi, dari yang etis hingga yang tidak sejalan dengan nilai akademik yang dipegang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memahami etika komunikasi sebagai cara berbicara yang sopan, tanggung jawab dalam menyebar informasi, dan kemampuan untuk mengendalikan diri ketika terdapat perbedaan pendapat di media sosial. Meskipun demikian, praktik komunikasi mereka sering terpengaruh oleh budaya digital yang lebih longgar, tren di media sosial, dan interaksi dengan teman sebaya, sehingga pemahaman etika mereka tidak selalu diterapkan secara konsisten. Aspek sosial, akademis, dan budaya digital menjadi elemen utama yang membentuk cara mahasiswa mengonstruksi etika komunikasi. Dengan demikian, etika komunikasi para mahasiswa di media sosial merupakan hasil dari negosiasi antara nilai akademik yang mereka pelajari dan norma-norma yang berkembang dalam budaya digital yang terus berubah.

Page 97 of 101 | Total Record : 1002