cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6281216086017
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No 20 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27751945     EISSN : 27470326     DOI : -
This Community Service Journal was created with the aim of being able to help lecturers and students in publishing community service works that can increase the degree of health and health behavior, especially for the community which will certainly create a change that is more positive and able to make the community independent in recognizing their health conditions. For Lecturers, of course, this is one application of the results of research that has been carried out and developed directly to communities in need
Articles 71 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER BALITA DALAM PENGOLAHAN DAUN KELOR DAN PROTEIN HEWANI SEBAGAI STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH PRAMBON Erdina, Celsa Surya; Intiyaswati, Intiyaswati
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i2.553

Abstract

Tantangan khusus pada Balita dalam bidang Kesehatan saat ini adalah stunting, yang merupakan prioritas dalam pengawasan. Efek jangka Panjang yang terjadi pada balita stunting berupa terganggunya perkembangan otak, menurunkan kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunkan kekebalan tubuh sehingga mudah terpapar penyakit, yang dalam hal ini menjadikan ancaman bagi produktivitas generasi penerus bangsa. Sebagian besar dari balita yang mengalami stunting, tidak hadir dalam kegiatan posyandu balita dikarenakan orang tuanya malu, oleh karena itu untuk menarik perhatian balita dan kemauan orang tua, kita bekerjasama dengan kader balita membuat inovasi untuk memberikan pemenuhan nutrisi pada balita yang mengalami stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pelatihan pada kader balita tentang pembuatan nugget dari daun kelor dan protein hewani sebagai strategi pencegahan stunting dan pengukuran antropomentri pada balita. Metode pelaksanaan dilakukan dengan bekerjasama dengan kader balita, tokoh Masyarakat setempat serta pihak Puskesmas di wilayah tersebut, serta menghadirkan orang tua balita dalam setiap kegiatan posyandu balita untuk meluangkan waktunya serta berpartisipasi dalam strategi penurunan stunting dengan beberapa kegiatan yang kemudian dilakukan 2 kegiatan yang terdiri atas pelatihan pembuatan nugget dari daun kelor dan protein hewani (ayam) dan pemeriksaan Antropometri. Kegiatan dilakukan setiap bulan. Hasil pelaksanaan pemberdayaan kader balita di wilayah Prambon Sidoarjo, didapatkan kader telah terbentuk. Kader berada tidak hanya di level RW tapi juga perwakilan masing-masing RT. Setelah dilakukan pelatihan pembuatan nugget dan Antropometri yang bekerjasama dengan puskesmas,dan kader balita yang telah dilatih mampu mengaplikasikan kegiatan tersebut. Selain itu setelah dilakukan pelatihan pembuatan nugget sebagian besar dapat berhasil dan hasilnya dapat dikonsumsi oleh seluruh balita, sehingga kedepan diharapkan dapat dilakukan program lebih lanjut terkait masalah stunting dengan pembuatan nugget sebagai inovasi untuk merangsang nafsu makan pada balita
PERAN SATGAS TB MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN TB DI MASYARAKAT WILAYAH KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA Sari, Ethyca; Aprilia, Devi
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i2.554

Abstract

Satgas Penanggulangan Tuberkulosis (Tb) mempunyai peran antara lain mendampingi pasien mengakses pengobatan serta mengatasi segala permasalahan sosial yang dihadapi pasien. Termasuk pula memberikan intervensi terhadap lingkungan tempat tinggal pasien apabila rumahnya tidak layak huni serta memberikan edulkasi secara berkesianmbungan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam merubah perilaku pencegahan Tb. Tujuan pengabdian masayakat ini adalah untuk membantu masyarakat lebih menyadari pentingnya mencegah penularan Tb yang ada di sekitar lingkungannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet dan Pre Test dan Post Test dengan jumlah warga masayarakat 50 orang. Hasil dari pre test dan post test di dapat adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam penularan serta pencegahan penyakit TB Paru. Yang mana tingkat pemahaman sebelumnya sebesar 64 % setelah dilakukan penyuluhan tingkat pemahaman masyarakat naik menjadi 80% terhadap penularan dan pencegahan Tb.
PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEBAKARAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA WKRI DPC REDEMPTOR MUNDI SURABAYA Siagian, Martha Lowrani; Imam, Nurul; Lataima, Nurmawati S
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i1.590

Abstract

Pendahuluan : Fase tanggap darurat diperlukan pada saat terjadi bencana. Keterlibatan masyarakat dalam fase mitigasi dan tanggap darurat bencana sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak kerugian yang timbul akibat bencana baik kerugian yang bersifat materiil maupun immateriil, khususnya dalam mitigasi kebakaran lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan ini untuk menjelaskan pencegahan dan mitigasi kebakaran pada WKRI DPC Redemptor Mundi Surabaya. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan penyuluhan dan keterampilan mitigasi kebakaran pada WKRI DPC Redemptor Mundi Surabaya pada tanggal 04 Februari 2024. Evaluasi pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pre test dan post test serta kuesioner sebagai alat instrumen. Jumlah peserta 43 orang dengan usia rerata 45 Tahun dan mayoritas jenis kelamin perempuan. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS 22 dengan paired t tes. Hasil: Pengabdian masyarakat ini menunjukkan penyuluhan dan pelatihan mitigasi kebakaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. sehingga terdapat peningkatan pengetahuan peserta pengabdian masyarakat WKRI DPC Redemptor Mundi setalah diberikan pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran Kesimpulan: Peserta juga merasa antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Diharapkan kegiatan pelatihan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap upaya mitigasi dan tanggap darurat bencana kebakaran.
PENDIDIKAN KESEHATAN HIV DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION PADA REMAJA DI SURABAYA Darmawan, Taufan Citra; Santiasari, Retty Nirmala; Mahayati, Lina
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i1.591

Abstract

Edukasi infeksi menular seksual seperti HIV dapat dilakukan sejak dini. Hal ini penting, supaya remaja mampu menjaga diri dari perilaku beresiko. FGD dapat digunakan sebagai cara untuk mengedukasi HIV pada remaja. Tujuan FGD yaitu meningkatkan komunikasi 2 arah sehingga informasi yang disampaikan adekuat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu sosialisasi dengan FGD. Kegiatan dilakukan berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 7 orang remaja. Tujuan spesifiknya adalah untuk melindungi remaja dari risiko Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS dan masalah kesehatan seksual. sasaran kegiatan sebanyak 41 remaja berusia 15-21 tahun. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan terlaksana sesuai tujuan. peserta yang hadir sebanyak 42 remaja. semua remaja sangat antusias mengikuti kegiatan yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dan respon positif remaja saat diskusi. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilanjutkan rutin dan dipertahankan sebagai sarana edukasi kesehatan pada remaja.
PEMBERDAYAAN GERAKAN MASYARAKAT CERDAS DALAM MENGENAL DAN MENCEGAH PENULARAN TB PARU DI LINGKUNGAN RW 6 DEMAK TIMUR SURABAYA Sari, Ethyca; Astuti, Eny; Primihastuti, Dianita
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i1.606

Abstract

Tuberkulosis tetap menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia Pengetahuan masyarakat sebagian masih kurang terhadap upaya pencegahan tuberculosis akan tetapi dengan pengetahuan yang ada tidak mempengaruhi sikap masyarakat dalam upaya pencegahan Hal ini karena seseorang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi dapat memperoleh dan menyerap informasi yang lebih baik tentang tuberculosis. Metode yang digunakan meliputi tahapan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi identifikasi masalah yang dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi, penyiapan materi oleh fasilitator, dan persiapan media edukasi berupa poster bergambar. Tahapan pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukasi tentang upaya pencegahan penyakit tuberculosis. Hasil:Pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi, menunjukan hasil pengetahuan kurang 35 orang (53,6%) dan setelah dilakukan edukasi meningkat pengetahuanya menjadi pengetahuan baik 38 orang ( 63,6%). Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan mayarakat terhadap upaya pencegahan penyakit tuberculosis. Edukasi terbukti efektif memberikan dampak kepada masyarakat berupa pengetahuan tentang masalah kesehatan masyarakat.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MELAKSANAKAN UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN TBC DI RW 02 KELURAHAN PUTAT JAYA KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA Widari, Ni Putu; Halawa, Aristina
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i1.607

Abstract

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang sangat efektif dalam mencegah terjadinya penularan TBC di masyarakat. Berbagai upaya dapat dil;akukan salah satunya dengan penyuluhan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan penyuluhan tentang pemberdayaan keluarga dalam melaksanakan upaya pencegahan penularan TBC. Metode penyuluhan kesehatan menggunakan media power point, leaflet, ceramah dan diskusi tentang upaya apa saja yang dilakukan keluarga untuk mecegah penularan TBC. Pengukuran keberhasilan pengabdian ini digunakan lembar kuesioner pretest dan posttest. Tingkat ketercapaian dilihat dari perubahan pengetahuan masyarakat dalam upaya pemberdayaan keluarga dalam pencegahan penularan TBC dan bagaimana cara pencegahan penularan apabila di temukan salah satu keluarga yang menderita TBC di lingkungannya. Hasil yang didapatkan dari 5 pertanyaan yang benar secara berurut adalah 34,37 %, 53,13 %, 28,13 %, 84,37 % dan 53,16 %. Masih banyak masyarakat di RW 02 Putat Jaya Surabaya, yang belum mengetahui tentang upaya pencegahan penularan TBC. Setelah mendapatkan penyuluhan, didapatkan dari 5 pertanyaan benar secara berurut adalah 84,37%, 90,63 %, 93,73 %, 90,63 % dan 100 %. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Sebagian besar peserta sudah mengetahui tentang upaya upaya yang dapat dilakukan dalam mecegah penularan TBC di keluarga maupun di masyarakat. Direkomendasikan untuk menerapkan upaya pencegahan penularan TBC yang dapat di mulai dari diri sendiri, keluarga dan di akan diberikan sebagai tindak lanjut dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih yang lebih baik.
PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN KECANDUAN ROKOK PADA REMAJA DI SMK KARTIKA 2 SURABAYA Artini, Budi; Intiyaswati, Intiyaswati; Nancye, Pandeirot M.
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i1.609

Abstract

Pendahuluan: Merokok sekarang ini sudah menjadi trend bagi para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan siswa Sekolah Dasar (SD) pun sudah ada yang mencobanya. Dengan adanya beberapa siswa yang setiap hari merokok di sekolah pada waktu istirahat dan sebagian sembunyi duduk di salah satu warung tetangga sekolah. Para siswa ini sudah kecanduan sehingga tidak mampu menahan rasa ingin merokoknya. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan pada 22 siswa SMK Kartika 2 Surabaya kelas X pada bulan Desember 2023. Evaluasi pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pre test dan post test dan kuesioner sebagai instrumennya. Hasil: Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan sebagian besar responden tingkat pengetahuannya kurang 18 orang (82%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan baik yaitu sejumlah 17 orang (77,5%). Simpulan: Pendidikan kesehatan dapat merubah tingkat pengetahuan responden dari kurang menjadi baik. Hal ini menunjukkan kegiatan pendidikan kesehatan sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan, sehingga perlu perlu diperhatikan keberlanjutannya dan dibuat menjadi program di institusi pendidikan.
UPAYA DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN MELALUI KELAS IBU HAMIL DI KELURAHAN PUTAT JAYA SURABAYA Aprilia, Devi; Novilia Tono, Sendy Firza; Rhomadona, Shinta Wurdiana
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i1.610

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu dan membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan tentang deteksi dini risiko kehamilan sangat penting dimiliki ibu hamil supaya mendapatkan informasi yang baik mengenai kehamilan sehingga dapat menentukan sikap dalam menjaga kesehatan ibu dan jann selama kehamilannya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Kelurahan Putat Jaya didapatkan bahwa terdapat 15 ibu hamil yang usia kehamilan rata-rata ibu hamil yaitu 12- 33 minggu, dari 15 ibu hamil terdapat 1 ibu hamil mengalami KEK, 1 ibu hamil dengan usia dibawah 20 tahun dengan salah satunya mengalami KEK, dan 4 ibu hamil dengan usia diatas 35 tahun. Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan pemahaman tentang deteksi dini risiko kehamilan. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 15 orang, diberi kuesioner pre test sebelum diberikan penyuluhan dan setelah penyuluhan diberikan kuesioner post test serta kegiatan pemberian makanan tambahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan post test yang artinya ada peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah diberikan penyuluhan, dari hasil yang didapatkan diharapkan kegiatan promosi kesehatan melalui kelas ibu hamil dapat rutin diterapkan di fasilitas kesehatan tentang deteksi dini risiko kehamilan.
PEMBINAAN PERILAKU HIDUP SEHAT DI MASA LANSIA MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI KEBRAON SURABAYA LESTARINA, Ni Nyoman Wahyu; Purwantini, Dwi; Wiguna, Yunita
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i2.649

Abstract

Lansia merupakan masa yang rentan mengalami penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, artritis, stroke dan penyakit jantung. Pemberdayaan lansia dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan lansia untuk berperilaku sehat serta mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam menerapkan pola hidup yang sehat. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemeriksaan kesehatan, pemberian edukasi kesehatan serta melakukan evaluasi. Kegiatan dihadiri oleh 58 lansia yang tergabung dalam posyandu lansia. Hasil kegiatan didapatkan sebanyak 63,8% memiliki kadar gula darah baik, sebanyak 74,1% lansia memiliki tekanan darah normal. Terjadi peningkatan pengetahuan lansia sebelum dan sesudah dilakukan edukasi Kesehatan. Diharapkan para lansia di wilayah RW 13 Kebraon Surabaya, untuk dapat tetap menjaga perilaku hidup sehat agar mampu mempertahankan kesehatannya secara optimal. Tetap rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan juga mengikuti kegiatan di posyandu lansia.
CEGAH OBESITAS DENGAN MAKAN SEHAT GERAK AKTIF (MASEGA) DI PGTK KRISTEN DHARMA MULYA Santiasari, Retty Nirmala; Mahayaty, Lina; Darmawan, Taufan Citra; Imam, Nurul
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v5i2.660

Abstract

Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat adanya akumulasi lemak tubuh yang abnormal, yang saat ini banyak dialami oleh anak-anak. Anak yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi terkenanya berbagai penyakit, seperti penyakit diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung. Faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya obesitas pada anak diantaranya pola makan yang tidak sehat, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah untuk memperkenalkan makanan sehat pada anak-anak melalui metode bermain, sehingga anak-anak dapat mengingat pemilihan makanan yang sehat. Metode edukasi yang dilakukan melalui program Cegah Obesitas dengan MASEGA yang diberikan kepada anak-anak dengan media kartu permainan dan video interaktif, yang melibatkan 32 anak balita. Hasil pengabdian masyarakat pada anak balita berjalan dengan baik dan seluruh peserta hadir sesuai dengan target pengabdian. Semua anak sangat antusias selama mengikuti kegiatan yang di tunjukkan dengan respon aktifnya dalam permainan edukasi yang dilakukan. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilanjutkan rutin dan di pertahankan sebagai metode edukasi kesehatan yang tepat bagi anak balita.