cover
Contact Name
Ahmad Zaelani
Contact Email
jurnalimpresiindonesia@gmail.com
Phone
+62895613976252
Journal Mail Official
jurnalimpresiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kelurahan Pasalakan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Impresi Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28281284     EISSN : 2810062X     DOI : https://doi.org/10.58344/jii.v2i12
The Jurnal Impresi Indonesia provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from management, economics, Education, law, Social Health and religion that belong to the social context. Published articles are articles from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues, or reviews of scientific books
Articles 759 Documents
Permodelan Dispersi Udara Dan Regulasi Untuk Mengevaluasi Dampak Emisi PLTD Ampenan Anshari, Lalu Mokh Reza; Adiansyah, Joni Safaat; Sukuryadi, Sukuryadi
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7306

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia yang terus meningkat masih sangat bergantung pada pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat emisi pencemar udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kualitas udara dari PLTD Ampenan yang berlokasi di Kota Mataram dengan menggunakan model dispersi udara AERMOD. Emisi polutan seperti SO?, NO?, CO, dan TSP disimulasikan dalam skenario musim hujan dan kemarau untuk mengetahui sebaran spasial dan kesesuaiannya terhadap baku mutu udara ambien nasional (PP No. 22 Tahun 2021). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar polutan masih berada dalam ambang batas aman, kecuali NO? yang melebihi ambang batas harian dan per jam pada beberapa titik, khususnya di kawasan pemukiman yang berada searah angin. Pengukuran kualitas udara ambien di lapangan pada tiga lokasi mendukung hasil simulasi, dan memperkuat temuan bahwa NO? merupakan polutan yang paling mengkhawatirkan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi emisi yang lebih terfokus serta penguatan kebijakan pengendalian pencemaran udara untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mendorong tata kelola energi yang berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Coincidence of Condyloma Lata and Condyloma Acuminata in an HIV Infected Patient Nurhidayati, Elita; Saraswati, Putu Dyah Ayu
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7309

Abstract

Condyloma lata and condyloma acuminata are two distinct clinical manifestations caused by Treponema pallidum and low-risk human papillomavirus (HPV), respectively. While both are commonly encountered separately in individuals with high-risk sexual behavior, their coexistence in a single patient, particularly one with HIV infection, is rarely reported. We present the case of a 25-year-old man who has sex with men (MSM) and is living with HIV, presenting with multiple perianal lesions. Physical examination revealed verrucous, cauliflower-like growths and flat, moist erythematous plaques, consistent with condyloma acuminata and condyloma lata, respectively. Serologic tests were reactive for T. pallidum (TPHA positive, VDRL titer 1:32), supporting the diagnosis of active secondary syphilis. The patient, on regular antiretroviral therapy with a CD4 count of 350 cells/mm³, was treated with a single intramuscular injection of 2.4 million units of benzathine benzylpenicillin and received topical treatment for HPV-related lesions. Follow-up at four weeks demonstrated significant clinical improvement, along with a reduction in VDRL titer to 1:16. This case highlights the importance of clinical vigilance for multiple co-infections in immunocompromised patients and the need for thorough evaluation of overlapping anogenital lesions.
Perbandingan Ketebalan Tunika Intima-Media Arteri Karotis Pada Remaja Dengan Berat Badan Normal dan Berat Badan Berlebih Mongkareng, Allyscia A. S.; Polii, Hedison; Pangkahila, Erwin A.
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7310

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Ketebalan tunika intima media arteri karotis (CIMT) merupakan indikator awal aterosklerosis yang dapat dinilai secara noninvasif melalui ultrasonografi. Peningkatan CIMT telah dikaitkan dengan berbagai faktor risiko kardiovaskular, termasuk berat badan berlebih. Namun, penelitian mengenai perbedaan CIMT pada kelompok usia muda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketebalan tunika intima media arteri karotis pada remaja dengan berat badan normal dan berat badan berlebih di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2024 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Sampel terdiri dari 14 laki-laki (18,7%) dan 61 perempuan (81,3%) dengan rentang usia 17–21 tahun (rerata 18,91 ± 1,04 tahun). Pengukuran berat badan dilakukan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoise, sedangkan ketebalan CIMT diukur dengan USG Doppler CBC D60. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov dan Mann–Whitney U. Hasil: Rata-rata CIMT kelompok berat badan normal adalah 0,43 ± 0,08 mm, sedangkan kelompok berat badan berlebih 0,53 ± 0,15 mm. Uji Mann–Whitney menunjukkan p = 0,000, menandakan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan ketebalan CIMT antara remaja dengan berat badan normal dan berlebih. Berat badan berlebih dikaitkan dengan peningkatan CIMT sebagai indikator awal proses aterosklerosis
Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus dalam Kehamilan Di RS R. D. Kandou Manado Periode 2022-2024 Togu, Maulana; Wantania, John J. E.; Suparman, Erna
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7329

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus dalam kehamilan, yang meliputi diabetes melitus gestasional (DMG) dan pre existing diabetes mellitus (PDM), merupakan masalah penting dalam obstetri karena meningkatkan morbiditas maternal dan perinatal. Berbagai faktor risiko seperti usia ibu, indeks massa tubuh (IMT), hipertensi, riwayat abortus, makrosomia, dan intrauterine fetal death (IUFD) diduga berperan, namun data lokal khususnya di Indonesia Timur masih terbatas.Tujuan: Mengetahui distribusi faktor risiko (usia, IMT, hipertensi, riwayat makrosomia, abortus, dan IUFD) dan menganalisis hubungannya dengan kejadian DMG, serta membandingkan profil faktor risiko antara DMG dan PDM di RS R. D. Kandou Manado periode 2022–2024.Metode: Penelitian analitik retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis ibu bersalin di RS R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2022–31 Desember 2024. Sampel diambil dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel dependen adalah kejadian diabetes dalam kehamilan (DMG dan PDM), sedangkan variabel independen meliputi usia, IMT, hipertensi, riwayat makrosomia, abortus, dan IUFD. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square atau Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p<0,05.Hasil: Dari 2.429 persalinan, ditemukan 40 kasus diabetes dalam kehamilan (20 DMG dan 20 PDM) dan 2.389 kehamilan tanpa diabetes. Usia ?35 tahun, IMT overweight dan obesitas, hipertensi, riwayat melahirkan bayi makrosomia, riwayat abortus, dan riwayat IUFD berhubungan bermakna dengan kejadian DMG dibandingkan kehamilan tanpa diabetes (p=0,01–0,02). Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan bermakna faktor risiko tersebut antara DMG dan PDM (seluruh p>0,05), sehingga profil faktor risiko keduanya tampak serupa.Kesimpulan: Usia maternal ?35 tahun, IMT tinggi, hipertensi, riwayat makrosomia, abortus, dan IUFD merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian DMG di RS R. D. Kandou Manado. DMG dan PDM memiliki profil faktor risiko yang mirip, sehingga kedua kelompok memerlukan kewaspadaan dan pemantauan antenatal yang sama ketatnya. Skrining dan pencegahan sebaiknya difokuskan pada ibu hamil dengan akumulasi faktor risiko tersebut.
Collaborative Governance dalam Pelestarian Lahan Pertanian Padi Pandan Wangi di Kabupaten Cianjur Maryani, Dedeh; Anderson, Einstein; Noffiardi, Hendra; Cahyono , Heri
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7330

Abstract

Padi Pandan Wangi merupakan varietas padi lokal unggulan yang menjadi ikon Kabupaten Cianjur dengan karakteristik rasa pulen dan aroma pandan yang khas, serta telah memperoleh pengakuan sebagai varietas unggul lokal dan sertifikat Indikasi Geografis. Namun demikian, keberlanjutan lahan pertanian Padi Pandan Wangi menghadapi tekanan serius akibat alih fungsi lahan, penurunan luas lahan tanam, berkurangnya jumlah petani, serta rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Kebijakan nasional melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), yang kemudian dioperasionalkan di Kabupaten Cianjur melalui Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pelestarian dan Perlindungan Padi Pandanwangi Cianjur serta Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 jo. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, menyediakan kerangka hukum untuk melindungi lahan dan varietas ini. Artikel ini bertujuan menganalisis pelestarian lahan pertanian Padi Pandan Wangi dengan perspektif collaborative governance, meliputi kerangka kebijakan, konfigurasi aktor, praktik kolaborasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen, memanfaatkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan, dokumen perencanaan, data statistik Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, serta literatur ilmiah terkait Pandan Wangi dan PLP2B. Kerangka analisis mengacu pada model collaborative governance Ansell dan Gash serta Emerson, Nabatchi, dan Balogh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelestarian lahan Padi Pandan Wangi telah memiliki dasar regulatif yang kuat dan melibatkan beragam aktor pemerintah daerah, petani, lembaga penelitian, organisasi pelestari, pelaku usaha, dan komunitas lokal. Namun, praktik collaborative governance masih menghadapi kendala berupa ketimpangan kekuasaan dan sumber daya, lemahnya penegakan hukum atas alih fungsi lahan, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, serta menurunnya regenerasi petani. Artikel ini merekomendasikan institusionalisasi forum kolaboratif lintas aktor, penguatan sistem informasi LP2B yang transparan, skema insentif dan disinsentif yang lebih efektif, penguatan kelembagaan ekonomi petani, serta pengarusutamaan kearifan lokal Pandan Wangi dalam pendidikan, pariwisata, dan kampanye publik.
“A Rare Case of Post-Tuberculosis Proximal Tracheal Stenosis with Suspected Tracheobronchial Mycosis: Case Report” Tenaya, Nyoman Adi; Semara Putra, Wayan Wahyu
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7334

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the leading causes of death due to infectious diseases worldwide. Indonesia ranks second in global TB cases according to the 2024 TB report. Although TB treatment successfully cures most patients, post-TB complications in the respiratory tract can occur. Tracheal stenosis as a sequel to TB is a rare manifestation and often resembles asthma or other obstructive lung diseases. In addition to structural causes, opportunistic infections such as tracheobronchial mycosis should be considered. A 37-year-old man presented with progressive shortness of breath, wheezing, and a sensation of obstruction in the throat. The patient had a history of pulmonary TB, which was fully treated in 2016. Physical examination revealed wheezing in both lung fields, and a chest X-ray showed signs consistent with TB sequelae. Bronchoscopy revealed partial proximal tracheal stenosis accompanied by suspected tracheobronchial fungal infection. The patient received bronchodilator therapy, corticosteroids, and antifungal treatment, with clinical improvement within four days.
Stevens Johnson Syndrome Toxic Epidermal Necrolysis Overlap Triggered by Paracetamol and Exacerbated by Cephalosporin and Fluorokuinolon: A Case Report Hapsari, Retno Niken; Haroen, Marina
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7341

Abstract

Stevens-Johnson Syndrome (SJS) and Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) are rare but life-threatening type IV hypersensitivity reactions, characterized by epidermal necrolysis, bules, skin desquamation, and mucosal involvement. Most cases are triggered by medications, with a fairly high mortality rate, especially in TEN. Management requires discontinuation of trigger medications as early as possible, a multidisciplinary approach, and intensive supportive therapy. It was reported that a 40-year-old Russian man with complaints of peeling skin almost all over the body, pain, burning sensation, accompanied by eye and lip disorders. Complaints arise after the consumption of paracetamol and worsen after the administration of ceftriaxone and levofloxacin. Physical examination showed extensive skin and mucosal involvement with a positive Nikolsky mark, BSA 32%. Laboratory tests showed leukocytosis and increased CRP. The diagnosis of SJS is established with the suspected cause of these drugs. Patients receive supportive therapy including antibiotic discontinuation, rehydration, corticosteroids, antihistamines, mucosal protection, wound care, as well as consultations with ophthalmologists and ENTs. The management of SJS requires discontinuation of trigger drugs as early as possible, intensive supportive therapy, and multidisciplinary coordination to reduce complications and mortality.
Analisis Kualitas Air dan Kandungan Logam Berat Timbal (PB) pada Air Laut di Perairan Pelabuhan Kelas II Jayapura Papua Bwefar, Marsia Isa; Sepriyanto Jenmau, Irja; Suaka, Irwandi Yogo; Deminggus, Frans; Rahail, Yohannes
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7343

Abstract

This study aims to analyze water quality and heavy metal lead (Pb) content in the waters of Class II Port of Jayapura, Papua. Increased port and industrial activities in coastal areas can contribute to environmental pollution, including heavy metal contamination that impacts marine ecosystems and the health of coastal communities. This research employed a descriptive method with water sampling at 2 stations, each consisting of 3 sub-stations using purposive sampling technique. Seawater samples were analyzed at the Chemistry Education Laboratory of Cenderawasih University using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Water quality parameters measured included temperature, pH, Dissolved Oxygen (DO), transparency, and salinity. The results showed that water quality parameters were within safe ranges according to quality standards, with temperature ranging from 30.2-32.5°C, pH 6.54-7.60, DO 5.45-8.55 mg/l, transparency 3.20-3.57 meters, and salinity 30-34. However, the heavy metal lead (Pb) content in seawater ranged from 0.115-0.141 mg/l, which exceeded the established quality standard limit of 0.05 mg/l based on Government Regulation Number 22 of 2021 and Minister of Environment Decree Number 51 of 2004. This research indicates that port activities such as loading and unloading of goods, ship washing, fuel usage, fuel spillage, and use of ship coating paint can affect the level of lead in the waters. Special attention and strict supervision of port activities are required to minimize heavy metal pollution in the waters of Jayapura Port.
Diagnosis dan Tatalaksana Aneurisma Aorta Torakalis Dengan Diseksi Tipe Stanford A P.H, A Dimas Wahyu; Diponegoro, Setioningsih; Indra, Ryan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7344

Abstract

An aortic aneurysm is an abnormal and permanent dilatation of a segment of the aorta with a diameter greater than 1.5 times the normal size. Based on its location, aortic aneurysms are classified as thoracic or abdominal. The incidence of aortic aneurysms, especially abdominal aneurysms, has increased in the last two decades due to aging, increased smoking prevalence, delayed screening, and limited diagnostic tools. This study uses a descriptive case study method to describe the clinical problems in patients. A 60-year-old woman presented to the emergency department (ED) with complaints of fever, nausea, vomiting, and heartburn. The patient had a history of hypertension, dyslipidemia, diastolic dysfunction, and a family history of sudden death suspected to be due to a heart attack. Physical examination revealed cardiomegaly and upper chest pain suspected to be due to aortic dilatation. A chest X-ray showed a mediastinal mass, cardiomegaly, and aortic atherosclerosis. A contrast-enhanced chest CT scan confirmed the diagnosis of thoracic aortic aneurysm with Stanford A/DeBakey II aortic dissection. Initial management includes medication to control blood pressure and other risk factors, while elective surgery is planned as definitive therapy. This case emphasizes the importance of early detection, cardiovascular risk factor control, and multidisciplinary collaboration in the management of aortic aneurysms and dissections to prevent fatal complications.
Pengaruh Beban Kerja, Kompensasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Utara Wowor, Arista Dave; Niode, Burhan; Rumawas, Wehelmina
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7346

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya dinamika capaian kinerja pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara, di mana hasil capaian tahun 2024 menunjukkan belum tercapainya beberapa target indikator kinerja utama. Fenomena ini diduga dipengaruhi oleh perubahan regulasi dan sistem kerja baru (SIASN) yang berdampak pada peningkatan beban kerja, isu kesenjangan kompensasi antara PNS dan PPPK, kebijakan efisiensi anggaran, serta urgensi mempertahankan komitmen organisasi di tengah penyederhanaan birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 73 responden. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan hasil jawaban responden mengunakan skala likert.  Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS pada aplikasi SmartPLS4 untuk menguji delapan hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, komitmen organisasi, dan kompensasi; (2) Sebaliknya, kompensasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dan kinerja pegawai; (3) Sedangkan komitmen organisasi juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. (4) Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak mampu memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai, maupun pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kinerja pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Utara secara dominan dipengaruhi oleh faktor beban kerja secara langsung, sementara komitmen organisasi dan kompensasi belum menjadi faktor pendorong utama dalam peningkatan kinerja pegawai.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Impression Journal (JII) Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Indonesian Impression Journal (JII) Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Impresi lndonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Impresi Indonesia More Issue