cover
Contact Name
Makhyatul Fikriya
Contact Email
mahyafi@yahoo.co.id
Phone
+6285736448018
Journal Mail Official
jurnalhq@gmail.com
Editorial Address
Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang Jl. Raya Jogoroto, Sumberbendo, Jogoroto, Kec. Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61485
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an
ISSN : 27228991     EISSN : 27228983     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Hamalatul Quran : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Quran is Journal the publishes scientific articles on research in fields related to the Quran sciences
Articles 208 Documents
Analisis Kesulitan Membaca Al-Quran di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UPI Angkatan 2024 Solihin, Ahmad; Lazhwardi, Rayyana; Noviana, Rivana; Munawar, Wahid; Jenuri, Jenuri
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.318

Abstract

This study aims to analyze the factors contributing to difficulties in reading the Quran among students of the Mechanical Engineering Education program at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), class of 2024. Various barriers, such as limited formal religious education, lack of practice time, and an academic focus centered on technical fields, often lead to neglect of spiritual development. The study employs a quantitative approach with a survey method, gathering data through an online questionnaire that addresses students' reading frequency and the challenges they face. Findings reveal that most students spend 5-15 minutes daily reading the Quran, with the primary challenge being the application of tajweed rules. Based on these findings, the study recommends intensive guidance and motivational programs to improve students' Quran reading skills. Face-to-face instruction is considered essential for addressing technical difficulties, while campus-supported motivational programs can foster greater student interest.
Refleksi Pendidikan Dinasti Abbasiyah Asri, Nurul; Rizkiyah, Azdiva Miftahur; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.321

Abstract

Pendidikan dan pengajaran Islam terus berkembang hingga memberikan konsep tersendiri terhadap ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Berkembangnya intelektual pada masa dinasti Abbasiyah berdampak juga pada perkembangan pendidikan pada masa itu. Hal ini ditunjukkan dengan perpustakaan besar seperti Baitul Hikmah, masjid, madrasah, sekolah, dan istana sebagai tempat belajar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji kembali perkembangan ilmu pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah. Pada masa ini dikenal dengan sebutan masa golden age umat Islam dari segala aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan yang menggunakn sumber data yang menjadi koleksi perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemudian dilkukan content analisis terhadap data yang diperoleh. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah mulai terstruktur dengan adanya madrasah dan lembaga pendidikan formal yang menawarkan kurikulum yang lebih sistematis sehingga menjadikan pendidikan lebih aksesibel bagi berbagai kalangan. Kecintaan para khalifah dan masyarakat terhadap ilmu, keberagaman etnis dan budaya. memberikan dampak pada terciptanya lingkungan yang kaya untuk membuat pertukaran ide dan pengetahuan, berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan intelektual pada masa Dinasti. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pada saat itu, tetapi juga meninggalkan warisan yang mempengaruhi perkembangan pendidikan di dunia Islam dan Eropa pada masa-masa berikutnya.
Pendidikan Berbasis Hikmah dalam Al-Qur’an: Analisis Ayat-Ayat Al-Mulk Jezy, Ahmad; Ridwan, Muhammad; Gunawan, Hendra; Rifaldi, Muhammad; Agustiar, Agustiar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hikmah-hikmah yang dapat kita pelajari dari Al-Qur’an surat Al-Mulk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui literatur rivew atau library research, Sumber primer dalam pembahasan ini yaitu berupa kitab suci Al-Qur’an. Sumber sekunder berupa kitab-kitab tafsir. Metode yang di gunakan adalah analisa data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsep hikmah dalam Al-Qur'an mencakup kebijaksanaan yang berasal dari Allah SWT, yang menjadi pedoman untuk berpikir, bersikap, dan bertindak. Dan dalam Al-Qur’an surah Al-Mulk begitu banyak hikmah yang dapat kita pelajari, diantaranya adalah Hikmah dalam menghadapi ujian hidup, Hikmah dalam menggunakan akal, Hikmah Optimisme dan Harapan, Hikmah pentingnya belajar dari pengalaman, Hikmah kesadaran tanggung jawab, Hikmah Syukur atas nikmah Allah SWT, dan Hikmah Kesadaran atas keterbatasan Manusia.
Urgensi Asbab Nuzul Dalam Memaknai Penafsiran Al-Qur'an Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Agustiar, Agustiar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.327

Abstract

Pemahaman terhadap asbab nuzul memiliki signifikansi yang mendalam dalam proses penafsiran Al-Qur'an. Sebagai latar belakang historis yang melandasi turunnya ayat-ayat Al-Qur'an, asbab nuzul tidak hanya berfungsi untuk menjelaskan konteks sosial dan budaya saat wahyu diturunkan, tetapi juga membantu mengungkap tujuan, hikmah, dan relevansi ayat dalam kehidupan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi asbab nuzul dalam mendukung penafsiran Al-Qur'an yang kontekstual, akurat, dan aplikatif. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, ditemukan bahwa asbab nuzul mampu menjadi kunci utama dalam menjembatani perbedaan makna dan menghindari kesalahpahaman dalam memahami teks suci. Kajian ini juga menegaskan bahwa penafsiran yang mengabaikan asbab nuzul berpotensi menghasilkan interpretasi yang keliru dan terlepas dari esensi syariat Islam. Dengan memperhatikan pentingnya integrasi antara asbab nuzul dan metode tafsir, artikel ini menyarankan agar para mufassir dan akademisi menjadikan asbab nuzul sebagai salah satu landasan pokok dalam studi Al-Qur'an, sehingga mampu menghasilkan tafsir yang tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga kontributif bagi kehidupan modern.
Penerapan Kaidah Isti'arah dalam Al-Qur'an: Studi Kasus Surah Ibrahim Ayat 1 dalam Kitab Tafsir Al-Mishbah Karya Quraisy Shihab Amalina, Faridah Nur; Ilham A, Moch. Arif; Kholid, Abd.
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.329

Abstract

His study will examine how the rule of isti'arah is applied in Surah Ibrahim verse 1 as taught in the book Tafsir Al-Mishbah by Quraish Shihab. This study is critical because the rules of isti'arah in the science of balaghah play an essential role in increasing our awareness of the beauty of the language of the Qur'an and the divine meanings contained in it. Surah Ibrahim verse 1 was chosen as a case study because this verse includes a complex linguistic style, thus offering deep insight into the use of isti'arah in conveying deep spiritual meaning. This verse uses the metaphor of al-nur (light) to symbolize faith and divine guidance, whereas al-zhulumat (darkness) represents disbelief and error. This study uses a descriptive-qualitative method with a focus on textual analysis. Data was obtained through a literature review of the book Tafsir Al-Mishbah and other references relevant to the science of balaghah. The results of the study show that Quraish Shihab in Tafsir Al-Mishbah provides a profound interpretation of isti'arah by identifying that this verse not only beautifies the arrangement of words but also strengthens the message about the prophetic mission and divine values. Isti'arah in Surah Ibrahim verse 1 is an expressive tool that connects literal and figurative meanings to clarify moral and theological messages. This study shows that the balangha approach, especially the isti'arah principle, is critical in revealing the beauty and depth of the meaning of the Qur'an and is relevant for use in contemporary interpretation studies.
Kaidah Bahasa Arab Dalam Menafsirkan Al Qur’an Nasution, Husaini; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.335

Abstract

Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berfungsi sebagai pedoman hidup. Penafsiran Al-Qur'an memerlukan pemahaman mendalam terhadap kaidah bahasa Arab, karena bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab yang memiliki struktur, gaya, dan retorika yang khas. Artikel ini membahas kaidah bahasa yang digunakan dalam menafsirkan Al-Qur'an, termasuk nahwu (tata bahasa), sharaf (morfologi), balaghah (retorika), dan semantik. Metode penelitian dalam Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data primer diambil dari kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir al-Jalalain, Al-Itqan fi Ulum al-Quran, serta literatur linguistik klasik seperti Al-Risalah Musthafa al-Baaby al-Halaby karya al-Syaafi`i. Pendekatan filologi digunakan untuk menelaah teks-teks klasik, sementara analisis kontemporer dilakukan untuk memahami implikasi kaidah bahasa dalam tafsir modern. Hasil penelitiannya adalah bahwa kaidah-kaidah bahasa Arab yang harus dikuasai dari segi keilmuan sebagai syarat untuk menafsirkan Al-Qur`an al-Karim. Seperti ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu balaghah, penulis juga mencantumkan beberapa kaidah-kaidah tafsir dalam menafsirkan Al Qur’an antara lain: Isim Dhamir, Nakirah dan Makrifah, As-sual dan al-Jawab, Jumlah
Konsep Ilmu dalam Perspektif Al-Qur'an: Sumber, Klasifikasi, dan Etika dalam Menuntut Ilmu Mardatillah, Nur Aprilda; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas konsep ilmu dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus pada sumber ilmu, klasifikasinya, dan etika dalam menuntut ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi ilmu dalam Islam, sumber utama ilmu menurut Al-Qur'an, serta bagaimana umat Islam seharusnya mempraktikkan etika menuntut ilmu. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada tafsir Al-Qur'an, literatur klasik Islam, dan pemikiran ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu dalam Al-Qur'an mencakup berbagai bidang, baik agama maupun sains, dengan sumber utama yang meliputi wahyu, alam semesta, diri manusia, dan sejarah umat manusia. Ilmu diklasifikasikan menjadi ilmu ladunni (langsung dari Allah) dan ilmu kasbi (hasil usaha manusia). Selain itu, Islam menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, seperti niat yang ikhlas, penghormatan terhadap guru, dan pemanfaatan waktu secara bijak. Temuan ini menggarisbawahi bahwa ilmu bukan sekadar pengetahuan teknis, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berkontribusi pada kesejahteraan umat manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian ilmu agama dan umum, sebagaimana dianjurkan oleh Al-Qur'an, dapat mengatasi dikotomi ilmu dan memberikan arah yang harmonis dalam kehidupan umat Islam.
Relevansi Sumber Tafsir Al-Qur'an: Perspektif Tafsir Bi Al-Ma’tsur, Bi Ar-Ra’yi, Dan Bi Al-Isyari Rahayu, Tia; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.337

Abstract

Tafsir Al-Qur'an merupakan disiplin ilmu yang lahir dari kebutuhan umat Islam untuk memahami petunjuk Allah SWT secara mendalam. Ilmu tafsir memiliki posisi yang mulia karena objek kajiannya adalah Al-Qur'an, kalam Allah yang penuh hikmah dan pedoman hidup. Tujuan utama dari mempelajari tafsir adalah memahami pesan-pesan Ilahi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna meraih keselamatan dunia dan akhira. Dalam perjalanan sejarahnya, tafsir berkembang menjadi salah satu kontribusi intelektual utama dalam peradaban Islam. Berdasarkan sumbernya, tafsir Al-Qur'an dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama: tafsir bi al-ma’tsur (berbasis riwayat), tafsir bi ar-ra’yi (berbasis akal), dan tafsir bi al-isyari (berbasis isyarat atau intuisi). Ketiga jenis tafsir ini muncul untuk menjawab kebutuhan umat yang terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, yang mencakup identifikasi, analisis, dan sintesis terhadap berbagai literatur relevan seperti buku, jurnal, dan dokumen akademik lainnya. Pendekatan ekspositori digunakan dalam analisis data untuk memahami hubungan antara konsep-konsep dalam tafsir Al-Qur'an. Dengan memahami jenis-jenis tafsir berdasarkan sumbernya, diharapkan umat Islam dapat lebih mendalami makna Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup yang relevan sepanjang zaman.
Shalahuddin Al-Ayyubi: Sang Legendaris Di Balik Pembebasan Yerusalem Hawary, M. Shofiyyur Rahman; Syah, , M. Akil Fathur Rahman; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.344

Abstract

Artikel ini membahas peran penting Shalahuddin Al-Ayyubi dalam pembebasan Yerusalem selama perang salib pada abad ke-12. Salahuddin, sebagai pemimpin Muslim visioner, tidak hanya dikenal karena strategi militernya yang brilian, tetapi juga karena sikapnya yang adil dan kebijaksanaannya dalam memimpin. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif historis dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari perpustakaan atau library research. Adapun pendekatan yang dilakukan, penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan tehnik analisis teks. Dengan menganalisis dan menelusuri latar belakang sejarah dan konteks politik saat itu. Artikel ini mengungkapkan perjalanan Shalahuddin dalam menyatukan dunia Islam dan melawan penindasan. Melalui kemenangan di pertempuran Hattin, ia berhasil merebut kembali Yerusalem dan mengembalikan statusnya sebagai pusat spiritual bagi umat Islam. Artikel ini juga mengeksplorasi warisan yang ditinggalkan Salahuddin, yang hingga kini tetap menjadi simbol keberanian dan persatuan dalam sejarah Islam.
Pendekatan Multi, Inter dan Transdisiplin dalam Integrasi Agama dan Sains Nazifa, Mahda Naura; Muhammad, Amril; Dewi, Eva; Rahmadhani, Saszlin
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.346

Abstract

This article discusses the Multi, Inter, Transdisciplinary Approach in the Integration of Religion and Science. This research uses the library research method. Library research is a type of research whose main data is sourced from books, journals, or articles. This research highlights the emergence of various problems along with the development of the times whose solutions can use various different approaches, in this case discussing the Multi, Inter and Transdisciplinary approaches in the integration of religion and science. The result of this research is that multi, inter, and transdisciplinary approaches have the potential to produce a comprehensive and deeper understanding and are able to provide more holistic solutions to today's complex problems.